
Pagi pagi sekali ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Yasmin "Selamat pagi mbak Yasmin"
"Ia... eh mas Jeromy ya" seorang pria yang Yasmin kenal saat berada di apartmen Azka.
"Iya saya diutus tuan Azka memberikan ini" Jeromy menyerahkan sebuah kotak cukup besar kepada Yasmin "Tuan Azka sedang sibuk dengan persiapan acara nanti malam, jadi dia hanya berpesan nanti malam jam tujuh akan ada yang menjemput anda"
"Loh gak usah mas Jeromy,saya bisa kesana sendiri"
"Maaf mbak saya hanya disuruh menyampaikan" Jeromy undur diri sebelum Yasmin membuka suara kembali.
"Siapa Yas?" tanya Ibu yang baru keluar kamar
"Orang suruhannya mas Azka bu, ngasih ini" Yasmin menunjuk kotak berwarna kuning keemasan di tangannya.
"Apa itu?"
"Ga tau kayaknya gaun deh.."
"Kamu jadi kepesta?"
"Insya allah bu, gak enak juga udah di undang"
"Hmm hati hati aja ya" Yasmin mengeryit.
"Kenapa bu..? ibu gak izinin Yasmin, kalo gitu Yasmin gak pergi deh"
"Gak kok, ibu izinin kamu gak papa, Dina jadi ikut kan?" tanya Ibu, kemarin Azka juga meminta Dina dan ibu untuk datang namun ibu menolak, risi katanya ibu tak biasa menghadiri acara mewah seperti itu.
"Jadi.. katanya nanti sore kesini abis kuliah"
"Yas.."
"Iya kenapa bu..?"
"Kamu harus bisa jaga diri ya,kamu harus kuat, dan satu lagi harus bahagia!!"
"Ibu kok ngomongnya gitu, Ibu.. selama disisi Yasmin ada ibu dan Raja Yasmin akan jadi wanita paling kuat dan bahagia"
"Ibu cuma seneng kamu udah mau membuka hati kamu.." kata ibu lirih."Ibu juga kepikiran gimana kalau Raja kita pertemukan dengan Sandi"
"Ibu ngomong apa sih aku gak mau, nanti Sandi ambil Raja dari kita"
"Raja berhak tau siapa ayahnya" Yasmin menghela nafasnya.
"Nanti aku fikirin aku mau siap siap kuliah dulu bu" Ibu mengangguk.
"Ya sudah"
Yasmin berangkat setelah berpamitan pada Raja yang masih pulas tak seperti biasanya anak itu masih tidur mungkin karna lelah bermain kemarin.
"Bu Yasmin pamit ya bu, Assalamualaikum.."
__ADS_1
"Ya hati hati Waalaikumsalam.." Ibu menutup pintu setelah Yasmin pergi, saat hendak masuk kembali terdengar ketukan pintu ibu kira Yasmin kembali "Apa yang ketinggalan Yas..?" Namun saat membuka pintu bukan Yasmin yang terlihat melainkan.. "Kamu..?"
"Selamat pagi bu" katanya sambil menurunkan kaca mata hitam yang di kenakannya hingga terpampanglah jelas siapa pemilik wajah tersebut.
"Sofia.."
"Ya saya, bisa bicara sebentar.. saya mohon"
.
.
.
Kuliah Yasmin selesai di jam 4 sore ia akan pulang bersama Dina karna akan pergi bersama.
Sesampainya di rumah mereka di sambut oleh Raja "Onti.. bundta.."
"Hallo sayang,," Yasmin memangku Raja "Hari ini rewel gak?"
"Ndak kok" Raja menggeleng.
"Oke pintarnya anak Bunda.. muach" Yasmin mencium gemas Raja. "Assalamualaikum bu" Bu terlihat sedang melamun.
Yasmin meminta Dina untuk membawa Raja ia ingin bicara dengan ibu "Ibu kenapa..? ada yang di pikirin?"
"Gak ada Yas, oh iya kalian jadi kepesta kan mending kamu siap siap" Ibu mengalihkan Yasmin.
"Nanti lah bu lagian masih sore juga,ibu udah makan"
"Ya udah Yasmin ke kamar dulu ya ganti baju.."
Ibu mengangguk setelah kepergian Yasmin ibu kembali merenung..
.
.
Dikediaman Adam semua tengah sibuk dan bersiap acara anniversary yang akan di adakan, Alyla sengaja meminta mengadakannya di rumah agar lebih akrab satu sama lain mereka juga tak mengundang banyak orang hanya beberapa rekan kerja saja,Arya dan karina sudah datang sejak kemarin karna begitu semangat atas ucapan Alyla yang akan membuat kejutan untuk Azka yaitu perjodohannya dengan Aira.
Adam baru saja tiba dari luar negeri untuk urusan bisnis, harusnya sejak kemarin ia pulang namun ternyata pekerjaan baru selesai tadi malam dan Adam langsung pulang,satu yang ada di benaknya sekarang adalah menemui Azka, ia terlambat harusnya Azka tau lebih awal tentang perjodohannya namun kesibukan menghalanginya.
"Ka.. boleh daddy bicara" Adam masuk ke kamar Azka.
"Ya dad " Azka dan Adam duduk di sofa di kamar Azka "Ada apa.."
Adam melihat putra sulungnya tak biasa seperti lebih cerah "Kamu terlihat sedang bahagia..?"
Azka menunduk sambil tersenyum "Tentu aku bahagia" kata Azka. tentu saja ia bahagia karna cintanya baru saja bersambut meski belum sepenuhnya dan baru tahap percobaan.
"Lalu apa yang membuatmu sebahagia itu?" tanya Adam.
__ADS_1
"Ehmm.. hari ini aku akan mengenalkan seseorang pada Dad dan Mom"
Adam termangu "Seseorang..?"
Azka mengangguk "Apa sangat spesial?"
"Ya.." jawab Azka dan rona bahagia itu tak pernah hilang dari wajah Azka,
"Apa daddy mengenalnya?"
"Tidak.. maka itu aku mau kenalkan malam ini dad" Astaga apa yang harus Adam lakukan, ternyata Azka sudah punya pilihan sendiri.
Adam menghela nafasnya "Azka dengar daddy, maaf tapi daddy kira selama ini kamu suka Aira.."
Azka tertawa "Daddy apa sih, ya jelas lah aku suka dia dia sudah seperti adikku sendiri"
"Adik..?"
"Ya seperti Aya.. dan fardhan"
"Azka.. entahlah tapi mommy mu mengira kamu menyukai Aira" Adam mulai berbicara serius.
Azka mulai menangkap gurat khawatir dari wajah Adam "Maksud daddy.."
"Kami berencana akan menjodohkanmu dan Aira malam ini" Adam menatap Azka penuh penyesalan.
"Apa..? daddy pasti bercanda" namun raut Adam tak berubah sama sekali "Kenapa.. aku gak tau.. dad aku sama sekali gak.. gak cinta Aira,dan aku juga udah.." Azka mengusap wajahnya "Apa Aira tau..?"
Adam mengangguk "Ya.."
"Dan hanya aku yang gak tau.." Adam mengehela nafasnya "Astaga Dad, keputusan sebesar ini dan aku gak tau dan itu pun untuk kehidupan aku, kalian.." Azka kehabisan kata kata.
"Daddy sudah tanya sama kamu waktu itu dan kamu bilang kamu suka Aira"
Azka sedikit berfikir lalu terkekeh "Daddy tanya aku suka Aira kan? jelas aku akan jawab suka dia tumbuh besar sama aku, dia sudah seperti adikku sendiri dad, aku harus apa.. aku janji sama Yasmin buat ngenalin kalian " dan jangan lupakan janjinya untuk tak menyakiti Yasmin.
Adam tersenyum "Namanya Yasmin..?" Azka mengangguk.
"Mommymu kira dengan memberi kejutan kamu akan bahagia" Azka menggeleng.
Terdengar pekikan Aira mungkin Aira baru saja datang,Azka beranjak dari duduknya "Aku harus bicara sama Aira"
"Azka.."
"Dia pasti ngerti dad.." Azka melangkah keluar kamar.
Adam mendesah, ini akan rumit Aira sedikit kekanakan mungkinkah dia mengerti dan Alyla istrinya sudah terlalu berharap, Adam mendesah frustasi...
"Apa yang harus Adam lakuin Pa..?" tanyanya pada Arya, rupanya Arya sejak tadi mendengar percakapan Ayah dan anak itu.
Arya menghampiri dengan sebuah tongkat di tangannya, meski sudah terlihat tua Arya tetap terlihat gagah dan tampan hanya kerutan kerutan yang lebih nampak darinya, Arya mengusap bahu Adam "Papa percaya kamu bisa lebih bijak Dam,papa percaya pengalaman mengajarkan kamu segalanya"
__ADS_1
_____________
Apakah Aira akan mengerti dan melepas Azka untuk bahagia dengan pilihannya?