
Adam dan Alyla sudah sampai di halaman belakang, "Bicaralah.." kata Adam.
"Partama bisakah Bapak lepaskan tangan saya" sejak tadi tangan Adam tak lepas dari Alyla seolah takut Alyla hilang Adam terus menggenggam tangan Alyla.
Adam melepaskan nya dengan canggung "Sorry.." Adam baru sadar sejak tadi dirinya tak melepas tangan Alyla 'Apa yang kau lakukan Adam' entah kenapa rasanya tak ingin melepas tangan Alyla Adam seperti takut kehilangan Alyla bahkan ketika tadi melihat para rekan sejawat Alyla menggoda Alyla bersama seorang bernama Aldi itu hati Adam seperti terbakar.
"Kenapa tidak bilang dulu kalau mau bicara soal pernikahan?" Tanya Alyla setelah hening beberapa saat.
"Kenapa harus bilang lagi bukankah kita sudah sepakat"
"Tapi tidak secepat ini dan tidak perlu di umumkan di depan banyak orang seperti itu"
"Maksud kamu kita menikah dengan diam diam,sehingga kamu bisa bebas bergaul dengan para lelaki begitu?"
Alyla mengerut alisnya "Apa?..maksud anda apa bicara seperti itu?"
"Kamu pikir saya tidak lihat kamu sedari tadi mengobrol dengan teman lelaki kamu itu"
__ADS_1
"Maksud kamu Pak Aldi?"
"Saya tidak perduli siapa namanya,yang jelas jangan berdekatan dengan lelaki lain lagi mulai sekarang!"
Alyla terkekeh "Apa kamu sedang cemburu?"
Adam gelagapan namun dalam sekejap rautnya kembali datar "Saya tidak cemburu,saya cuma mau kamu menjaga nama baik saya dan keluarga saya,karna sekarang kamu calon istri saya,saya tidak mau orang menganggap kamu wanita murahan yang dekat dengan semua pria,dan membuat keluarga saya malu!" Adam ingin memukul mulutnya sendiri karna sudah bicara sembarangan.
Pernyataan Adam berhasil menohok Alyla senyum getir pun ditampilkan Alyla tentu saja Adam tidak akan cemburu karna Adam tidak mencintainya,Alyla pun mengangguk "Tentu,tapi kenapa anda tidak memberi tau saya sebelumnya,jika saya tau saya mungkin akan memperhatikan penampilan saya agar tidak membuat keluarga anda malu."
"Saya sudah selesai" ucapan adam terhenti karna Alyla menyela.Alyla memilih menghentikan obrolannya daripada membuat hatinya semakin sakit.
"Baiklah kalau begitu ayo kembali kedepan" Adam hendak meraih tangan Alyla kembali namun Alyla menghindar.
"Tolong jangan seperti itu" Alyla tak ingin Adam menggenggam tangannya lagi.
"Kenapa? saya calon suami mu sekarang"
__ADS_1
"Setidaknya ini yang bisa saya pertahankan agar tidak di cap sebagai wanita murahan" kata Alyla.
Adam terkekeh"Bahkan aku sudah lebih dari menyentuhmu hingga menghasilkan Azka"
"Terserah.. tapi itu yang saya yakini sekarang bahwa kita belum punya ikatan untuk saling menyentuh" perlukah Adam bicara seperti itu,tahukah Adam hati Alyla sakit ketika mengingat semua itu.
Alyla tak ingin mengingat itu lagi meski Azka adalah anugrah untuknya,namun semua yang terjadi sebelum adanya Azka adalah kesalahan,tentu saja itu juga kesalahan dirinya andai dulu dirinya tak terjerumus pada permainan Aluna semua itu mungkin tidak akan terjadi.
Adam berlalu begitu saja tanpa menoleh pada Alyla,sebenarnya Adam merasa bersalah atas ucapannya,namun Adam tak ingin goyah,Adam ingin menyangkal bahwa hatinya sakit melihat raut murung Alyla.
Entah apa yang dirasakannya,dirinya benci melihat Alyla berdekatan dengan lelaki lain,Adam mencoba menghapus rasa cemburunya dengan menyakiti Alyla dengan kata katanya,namun hatinya malah ikut sakit dengan kata katanya sendiri.
Alyla terduduk disebuah bangku yang berada di taman belakang,kakinya sudah lemas sedari tadi,namun dirinya tak ingin terlihat lemah di hadapan Adam,pandangannya lurus kedepan entah melihat apa pandangannya terlihat kosong.
Alyla menghirup udara dalam dalam,berharap agar matanya tak mengeluarkan bulir bening,Alyla bangkit dia ingin segera pulang dan mengurung diri di kamar lalu menangis sepuasnya seperti biasa.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca
__ADS_1