
Alyla tengah siap dengan gaun yang dipersiapkan gaun warna cream yang menjuntai tak lupa mahkota yang menghias diatas kerudungnya.
(Gaunnya aja).
Adam berdiri disebelahnya dengan tuxedo warna senada dengan Alyla,di lehernya melingkar dasi kupu kupu warna putih.mereka berjalan kearah pelaminan yang telah dipersiapkan,sebelah tangan Alyla melingkar di tangan Adam dan sebelah lagi memegang buket bunga mawar putih.
Para tamu berdecak kagum dengan pasangan yang terlihat serasi itu,pujian dan pandangan iri mereka lontarkan untuk pasangan pengatin dihadapan mereka.
Pasangan pengantin tersebut kini duduk dipelaminan sambil menikmati hiburan yang di sediakan,banyak juga para artis ibu kota yang sengaja diundang untuk memeriahkan.
Para tamu sudah mulai berdatangan ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat,sudah hampir dua jam Alyla berdiri menyalami para tamu namun belum ada tanda tanda tamu akan segera surut.
"Pegel ya?" Adam melihat ke arah Alyla yang sudah mulai tak nyaman.
"Lumayan,tamunya masih banyak ya" Alyla meringis.
"Ng.. iya kayak nya Mama benar benar akan membuat kita kelelahan." Alyla pun terkekeh mengingat perkataan Karina yang mengatakan bahwa semuanya akan diselenggarakan dengan sederhana seperti keinginan Alyla namun nyatanya pestanya sungguh meriah,bahkan mengundang artis ibu kota untuk menghibur para tamu yang datang.
"Mommy.."
"Azka sini sayang" Alyla memangku Azka lalu mendudukan dirinya di atas kursi.
"Akka gak liat mommy dari tadi akka kangen"katanya manja sambil menduselkan wajahnya ke dada Alyla.
"Sama Daddy gak kangen nih?"
Azka menggeleng,sedangkan Adam merengut "Daddy jahat dari tadi sama mommy terus akka gak kebagian" Alyla hampir terbahak mendengar ucapan Azka.
"Dari tadi udah merengek pengen ketemu kamu,aku sama Ane udah hampir nyerah deh" Sania yang mengantar Azka duduk sebentar di kursi sebelah Alyla.
"Makasih,, maaf merepotkan" sesal Alyla.
"Kamu gak perlu ngerasa bersalah,karna dia bakalan minta bayaran lebih buat ini" Kata Adam.
__ADS_1
"Ya iya lah enak aja mau geratisan,semua yang ada pada diri aku itu mahal"
"Iya iya udah sana berisik"
"Ck,dasar gak tau terimakasih, kaki aku masih pegel gara gara kejar Azka kesana kemari".. Sania pun berdiri.. "Selamat ya Alyla,semoga kamu kuat menjalani kehidupan yang akan kamu arungi dengan pria menyebalkan ini" Sania mencium pipi kiri dan kanan Alyla lalu lari dari sana sebelum Adam kembali menyemburnya.
Alyla hampir terbahak ketika melihat Sania yang hampir tersandung karna berlari.
"Selamat bu Risa,pak Adam" tiba para guru yang mengucapkan selamat ke atas pelaminan,"Gak nyangka ya kita bakalan pisah sama Bu Risa" salah satu guru menimpali,Alyla memang sudah mengundurkan diri karena dia akan mengikuti Adam dan tinggal di jakarta.
"Terimakasih kalian sudah menyempatkan datang" bukan Alyla yang menjawab tapi Adam,Adam bahkan merangkul pinggang Alyla dan melirik tajam kearah salah satu guru yang sedang tersenyum lembut ke arah Alyla, Pak Aldi sedang merasai patah hatinya dengan berlapang dada dengan hadir ke acara resepsi guru favorit mereka.
"Selamat pak Adam bu Risa" kata Aldi yang mengurkan tangannya.
"Terimakasih pak Aldi, silahkan nikmati jamuanya." jawab Alyla dengan kikuk karna tangan Adam masih melingkar fosesiv di pinggangnya,sedangkan Azka masih dalam pangkuannya sehingga dirinya tak bebas bergerak.
"Mommy ngantuk" kata Azka lirih.
"Ya sudah kalian ke kamar aja kasian Azka sudah mengantuk,biar disini mama sama papa yang urus" Arya tiba tiba muncul bersama Karina "Biar kita jadi pengantin lagi ya Mah"Arya mengedipkan sebelah matanya.
"Aku masih ganteng loh sayang"
"Narsis baget sih"
Alyla memandang kagum kearah Arya dan Karina diusianya yang tak muda lagi mereka tetap harmonis.
Adam sudah mengambil alih Azka karna gaun Alyla membuatnya susah berjalan.
.
.
.
"Udah tidur?"
__ADS_1
"Sudah mungkin karna cape banget,jadi cepet banget tidurnya" Alyla baru saja selesai menidurkan Azka sedang Adam baru keluar dari kamar mandi."Aku mandi dulu Mas"Alyla bergegas membawa handuk dan pakaian ganti ke kamar mandi.
Alyla keluar dari kamar mandi sudah memakai piyama berlengan panjang juga kerudung instannya.Terlihat Adam yang duduk di sofa sambil memainkan ponsel,entah mungkin dia sedang bekerja.
"Sudah selesai" Adam berjalan ke arah Alyla yang hanya menganggukan kepalanya,Alyla sudah menahan nafasnya dia tau cepat atau lambat dirinya harus menyerahkan dirinya pada Adam,meski mereka menikah tanpa ada rasa cinta terlepas dari Adam yang tak mencintainya,tapi itu sudah menjadi kewajibannya untuk melayani suaminya,Alyla hanya berharap dirinya mampu menekan ketakutannya namun percuma badannya sudah bergetar ketika Adam mulai mengelus pipinya.
"Kenapa gak dibuka aja kerudungnya kita kan sudah muhrim"Adam mulai membuka kerudung Alyla dan menampakan rambut hitamnya yang menjuntai hingga pinggang "Kamu cantik" kata Adam dengan suara paraunya.Adam mulai mengecup kening Alyla lalu beralih ke mata,hidung. lalu pandangan Adam beralih pada bibir Alyla yang ranum,Adam menekan tengkuk Alyla untuk mendekatkan jarak nya lalu mulai mengecup bibir Alyla.
Alyla hanya memejamkan mata mencoba merasai buaian yang dibuat Adam meski jantungnya tak berhenti berdebar dan tubuhnya mulai bergetar ketika Adam mulai meremas dua gundukan miliknya
Dalam sekali hentakan Adam berhasil mengangkat tubuh Alyla lalu membawanya kearah sofa,karna ranjangnya sudah di kuasai oleh Azka.
Adam merebahkan Alyla di sofa sambil terus memainkan lidahnya,Adam sungguh tak asing dengan rasa ini benar ini yang ia rasakan ketika mencumbu Alyla untuk pertama kali sebagai Aluna.
Adam sudah meloloskan pakaian atas Alyla lalu melihat ke arah mata Alyla yang terus terpejam,Adam mengira Alyla sedang merasa malu hingga dirinya tak menghiraukan,Adam mulai beralih ke leher Alyla dan mulai memberikan stempelnya disana.Nafas Adam sudah memburu bahkan dirinya sudah bertelanjang dada,Adam kembali meraup dua gundukan itu sesekali meremasnya,namun gerakannya terhenti saat merasakan getaran dari Alyla bukan getaran yang membawanya pada kenikmatan,namun getaran karna ketakutan,Alyla menangis?.
"Kamu menangis?"
"Ma..maaf bisakah jangan se..sekarang" kata Alyla tangannya sudah menyilang mencoba menutupi bagian atasnya yang sudah terbuka "Bisakah beri waktu aku belum siap"
Adam beranjak dari kungkungannya "Kamu tidak mau?"
Alyla menggeleng "Bukan,tapi tolong beri waktu sampai aku siap"
"Kamu pikir ini main main,kita memang menikah tanpa cinta tapi saya tidak akan melalaikan kewajiban saya sebagai suami dan kamu sebagai istri."Adam memanas nafsunya sudah diubun ubun tapi Alyla memintanya berhenti.
"Aku tau,aku cuma butuh waktu..tolong" Air mata Alyla sudah mengalir deras.
Adam menghela nafasnya lalu memungut kaos yang tadi ia lempar "Istirahat lah" lalu Adam pergi dari kamar itu menyisakan Alyla yang menangis tergugu wajahnya sudah bertumpu pada kedua lututnya,beruntung jarak sofa dan tempat tidur cukup jauh hingga tangisan Alyla tak membangunkan Azka.
Alyla sudah mencoba meredamnya sejak tadi namun ternyata kilasan yang terjadi 5 tuhun lalu muncul tiba tiba dalam bayangannya.Rasa sakit itu...juga kata kata itu terdengar begitu saja.
_____________
Ya ampun Adam gagal??😁
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca