Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-Menyelesaikan


__ADS_3

Satu minggu kemudian Yasmin dipindahkan ke Jakarta,menggunakan pesawat pribadi Adam di temani dokter khusus juga perawat untuk mendampingi perjalanan mereka.


Yasmin belum juga sadar entah kapan ia akan terbangun bahkan dokter belum bisa memastikannya.


"Maaf mom aku merepotkan mu" Azka melihat Raja yang berada di pangkuan momynya "Aku akan segera mencarikan pengasuh untuk Raja"


"Gak papa bang untuk sekarang fokus dulu aja sama Yasmin, semoga dia cepat sadar"


"Raja sama Ayah dulu yuk nenek pasti capek" Azka membawa Raja dalam pelukannya.


Azka membawa Raja ke ruang rawat Yasmin dan melihat keadaan Yasmin, mereka sudah tiba sejak tadi dan kini Yasmin sudah berada di rumah sakit di Jakarta.


"Yas bangun dong Raja kangen kamu aku juga"


"Bundta.. banun..Rada kanen" Azka mencium pipi Raja gemas.


"Kita doain bunda supaya cepet sembuh ya" Raja mengangguk. "Anak pintar"


.


.


Jeromy datang untuk menemui Azka namun begitu ingin membuka kamar Yasmin tiba tiba pintu terbuka menampakan Dina dengan mata sembab ia baru tau kondisi Yasmin dan segera menjenguknya kerumah sakit "Ish.. bikin kaget aja" Dina yang menunduk hampir menubruk Jero, namun Jeromy tak perduli dan masih berwajah datar seperti biasa dan segera masuk untuk menemui Azka "Dasar triplek.." dengus Dina,namun Dina sengaja sedikit mengeraskan suaranya agar Jeromy mendengarnya, namun Jero tetap tak perduli malah menutup pintu rapat.


"Tuan kita sudah menemukannya" Jeromy segera menyerahkan sebuah map berisi semua bukti selama satu minggu ini mereka kumpulkan dengan cara mengawasi gerak gerik Sofia.


"Bagus kita akan segera kesana dan menjebloskan dia kepenjara,tentu saja setelah menunjukan semuanya pada suaminya"


Pintu kamar Yasmin terbuka kembali Azka dan Jeromy segera menoleh kearah pintu "Maaf tas gue ketinggalan" Dina kembali ke dalam dan segera mengambil tasnya "Gue pergi dulu ya Ka.."


"Din?" panggil Azka saat Dina akan mencapai pintu.


"Ya"


"Bisa gue titip Yasmin, ada masalah yang harus gue selesaikan sekarang"

__ADS_1


"Oh boleh, gue juga gak ada kuliah hari ini" Azka mengangguk.


"Makasih seenggaknya gue bisa tenang" setelah menitipkan Yasmin pada Dina Azka dan Jeromy bergegas pergi,selama ini Azka yang selalu mendampingi Yasmin bahkan ia tak peduli dengan kuliahnya,Azka hanya mengurus Yasmin juga Raja sesekali yang sudah punya pengasuh dirumahnya.


.


.


Malam hari Azka dan Jeromy tiba di Yogyakarta dan segera menuju rumah tuan Angoro,rupanya disana sedang ada keributan.


Dari dalam rumah tuan Anggoro sedang di paksa dan di dorong keluar dari rumahnya oleh Sofia dan seorang pria yang Azka tau adalah kekasih gelap Sofia.


Sandi baru saja turun dari mobilnya saat melihat keributan yang diciptakan oleh istrinya "Ada apa ini..?" Sandi langsung menangkap kursi roda tuan Anggoro yang hampir terjatuh,ia baru saja pulang dari luar negeri untuk perjalanan bisnis.


Sofia menyeringai melihat Sandi "Oh kamu sudah pulang.. segera bawa tua bangka ini pergi dari rumahku!"


"Apa.. jangan gila Sofia ini rumah kita, rumah papa"


Sofia tertawa "Tidak lagi sekarang rumah ini dan perusahaan jadi milikku" Sofia menunjukan sebuh kertas berisi tanda tangan tuan Anggoro berisi pemindahan semua aset keluarga Anggoro menjadi atas namanya.


"Itu gak mungkin kan Pah?"


"Sofia kenapa kamu melakukan ini?"


"Ck.. kamu ini, terlalu bodoh, sedari dulu aku gak pernah cinta kamu enak saja aku harus mengabdikan seluruh hidupku mengurus keluargamu,lalu tua bangka itu akan memberikan harta nya pada Anak harammu itu"


"SOFIA.." teriak Sandi "Jangan pernah menyebut anak ku anak haram,dan jangan lancang kamu sama papa" Sandi menunjuk wajah Sofia.


"Ternyata kamu tak sebaik yang aku kira bodohnya selama ini aku terjerat denganmu" Sandi menatap istrinya tajam.


"Ck.. sudah sudah.. berhenti bicara omong kosong sekarang kalian pergi dari sini,tidak berguna" Sofia mengibaskan tangannya.


Sofia berbalik hendak pergi namun Anggoro mengeluarkan suaranya "Kamu fikir aku bodoh Sofia" Anggoro terkekeh "Kau lihat Sandi wajah nya yang sesungguhnya, bagaimana sekarang kau masih sudi menjadikannya istrimu" Anggoro menggeleng "Bahkan kau membuang Andini demi wanita *** *** seperti nya"


"Ya aku menyesal pa.." lirih Sandi.

__ADS_1


"Percuma Andini sudah tiada sekarang" Anggoro menyesalkan tingkah anaknya, bahkan Sandi tak memberitahukan kematian Andini padanya,sehingga Anggoro dan istrinya bahkan tak datang ke pemakaman menantunya. "Pak polisi silahkan tangkap mereka" Anggoro melihat kearah Azka bersama para polisi.


Sofia molotot kaget "Apa apaan ini?"


"Nyonya anda di tangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan atas tuan Anggoro dan sodari Yasmin, juga atas tabrak lari Ibu dari sodari Yasmin"Saat Sofia mengejar Ibu Yasmin kekasihnya datang membawa mobilnya lalu Sofia ikut masuk ke dalam mobil dan mereka sengaja menabrak Ibu Yasmin "Anda berhak melakukan pembelaan, melalui kuasa hukum anda" polisi memborgol tangan Sofia.


Pria di belakang Sofia mengendap untuk melarikan diri, namun Azka segera menariknya hingga tersungkur "Jangan harap bisa lari b*ngs*t" Polisi juga memborgol tangan kekasih gelap Sofia tersebut.


"Gak mungkin, ini gak mungkin kalian jangan seenaknya aku tidak melakukan semua itu" Sofia memberontak.


"Oh ya..lalu apa ini" Azka memperlihatkan vidio yang di rekam oleh ibu Yasmin dan Cctv rumah tuan Anggoro yang memperlihatkan Sofia dan kekasihnya menyabotase mobil yang membawa Yasmin, juga rekaman yang di ambil Yasmin saat tengah memberikan racun di makanan tuan Anggoro,sebelum pergi Yasmin sempat memberikan rekaman itu pada tuan anggoro,tentu saja ia masih punya bukti lainnya yang sudah diserahkan pada polisi . "Ah ya akan ku pastikan kamu tak akan sebentar di dalam penjara,karna sudah mencelakai Yasmin ku" Azka menekan kan kata katanya.


Wajah Sofia sudah pucat namun kemudian ia terkekeh "Tak masalah aku punya uang aku akan keluar dengan cepat"


"Bagaimana bisa itu jadi milikmu sedangkan surat yang kau pegang itu palsu" seru Anggoro, Wajah Sofia semakin pucat seperti tak teraliri darah,ia telah benar benar dibodohi,ia berniat menipu dengan meminta tanda tangan dari Anggoro dan beralasan bahwa Sandi membutuhkan tanda tangannya untuk urusan perusahaan,namun ternyata dirinya yang tertipu.


"Tidak tunggu.. kau mempermainkan ku"


Anggoro terkekeh "Siapa yang mempermainkan siapa..huh?"


"sayang kau akan menolongku kan" mohonnya pada Sandi.


"Aku akan segera mengirimkan berkas perceraian padamu" Sandi menatap Sofia dengan tatapan kecewa.


"Tidak sayang kau tidak boleh menceraikanku,aku tidak mau.. Aku mencintaimu mas"Tangan Sofia di keret menuju mobil polisi,Sofia terus meronta..


"Mas.." Sofia memelas,namun Sandi memalingkan wajahnya.


"Sandi sialan kau tidak bisa melakukan ini padaku!!"Teriak Sofia dari dalam mobil polisi "Aku akan membalas kalian lihat saja"


Anggoro mendekat kearah Azka "Terimakasih..sudah membantu kami"


Azka mengangguk, ia sudah menyelesaikannya, ini yang Yasmin inginkan Azka hanya meneruskan. kini tinggal satu lagi tujuannya... Menikahi Yasmin.


.

__ADS_1


.


________


__ADS_2