
Seseorang mengetuk pintu ruang rawat Adam,Karian membuka pintu dan memunculkan Seorang perempuan cantik bersama seorang Anak kecil dibelakangnya.
"Assalamualaikum.."
Semua yang ada di ruang rawat tersebut terpaku dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.
Bocah kecil itu melongokan sedikit kepalanya ke arah Adam yang sedang duduk di ranjang "Assalamualikum Om..?"
Semua yang ada di ruangan itu masih terbengong "Kata Mommy Akka orang yang salam itu harus di jawab bilangnya 'Waalaikumsalam' gitu!!" ucapan polos bocah itu menyadarkan semua orang yang ada di ruang rawat tersebut.
"Waalaikumsalam." jawab mereka kikuk.
"Hai.." Karina menghampiri Azka dengan mata berkaca kaca.
"Hai Tante" kata Azka sambil tersipu malu.
"Panggil Eyang sayang," Kata karina yang menunjuk dadanya sendiri.Namun Arya segera meraih pundak Karina yang sedang berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Azka.
"Mah ayo kita taruh tas dulu kedalam mobil" melihat Karina yang sudah berkaca kaca.
Adam mengeryitkan dahinya melihat interaksi antara Karina dan bocah kecil yang bernama Azka tersebut.
"Siapa ya?" Tanya Adam ke arah perempuan di hadapannya,lalu menengok ke arah anak kecil yang masih bersembunyi di balik punggung perempuan tersebut.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Ane saya- Lalu melihat ke arah Azka -"Azka katanya mau ada yang di sampaikan sama Om itu??" mata Ane memperhatikan raut Adam yang mirip dengan Azka tidak tapi mungkin Azka yang mirip dengan Ayahnya.
Azka keluar dari persembunyiannya sambil membawa sesuatu di balik punggungnya,sebuah kertas gambar yang bertuliskan ' i'm sorry' di atas sebuah gambar mobil yang rusak menabrak pohon yang di gambar Azka tadi pagi.
Adam mengeryitkan Alisnya gambarnya khas buatan anak kecil memang berantakan namu tulisan Maaf menjadi perhatiannya,"Akka minta maaf om gara gara Akka omnya kecelakaan" Kata Azka sambil terus memilin ujung kaos putih yang dikenakannya.
Adam teringat tentang anak kecil yang menyebrang sembarangan sebelum akhirnya mobilnya menabrak sebuah pohon.Adam memperhatikan raut anak kecil di hadapannya ada sesuatu yang bergetar di hati Adam,namun entah apa itu.
"Omnya maafin Akka kan?"
Adam mengirup udara di sekitarnya yang mendadak jadi sesak karna melihat anak kecil di hadapannya sudah berkaca kaca,sepertinya dia benar benar menyesal.
"Om sudah memaafkan kamu,tapi lain kali jangan nyebrang sembarangan lagi" kata Adam tangannya mengusap rambut Azka.
"Maaf Pak.. emm Pak Adam saya juga minta maaf karna kelalaian saya dalam menjaga Azka hingga terjadi hal seperti ini" Ane juga mengungkapkan penyesalannya.
"Namamu siapa Nak?" Tanya Adam "Kemari.."Adam mengangkat Azka dan menaruhnya di dalam pangkuannya.
"Akka Om" Azka sudah duduk nyaman di pangkuan Adam.Ane masih memperhatikan perlakuan Adam terhadap Azka yang terlihat tulus.Tadi pagi ketika Ane ke rumah Azka,Risa meminta tolong padanya untuk membawa Azka menemui Adam karena Azka ingin meminta maaf pada Adam,namun Risa temannya belum siap bertemu dengan Adam orang yang telah merenggut kesuciannya,jadilah sekarang Ane menemani Azka,yang sejak kemarin murung karna merasa bersalah.
"Oh Akka?"
"No om tapi Ak-ka"Adam mengeryit benarkan yang tadi dia bilang Akka.
__ADS_1
Ane sudah terkekeh "Maaf Pak,maksudnya Azka" Lalu Adam ikut tersenyum padahal dari tadi dia sudah mendengar nama itu di sebutkan namun Adam hanya ingin menggoda Azka saja.
"Karna Azka sudah berani mengunggkapkan penyesalan Azka,maka Om akan beri hadiah"
"Wuah mau Om,mau" tapi tiba tiba raut Azka jadi murung "Tapi kata Mommy kita gak boleh terima hadiah dari orang sembarangan,Tapikan Omnya bukan orang sembarangankan ya,jadi Mommy gak akan marah,yakan Om?
Adam terkekeh Azka menjawab pertanyaannya sendiri "Iya dong Om bukan orang sembarangan,Tadi kita udah kenalan"
"Belum Om aku gak tau nama Om"
"Oh ya??,ya sudah sebentar" Adam mengambil dompetnya dan mengambil sebuah kartu nama namun ketika dompet Adam terbuka terdapat sebuah foto seseorang yang Azka kenal, "Ini nama Om,kamu bisa baca gak"
"Bisa om Akka kan udah mau sekolah" Lalu Azka membaca sedikit terbata ,"A-D-A-M, oh namanya om Adam ya" Azka sudah mengenal huruf Abjad terlebih karna sering ikut Alyla mengajar dan memperhatikan papan tulis.
Adam pun mengangguk lalu mencubit pipi cabi Azka,"Tapi Om, kenapa ada foto Mommy di dompet Om?" Azka menujuk sebuah foto terlihat seorang lelaki yang sedang memeluk perempuan cantik dari belakang tak salahkan Azka mengenal itu Ibunya.
Adam mengeryit heran maksudnya apa?,itu adalah foto dirinya dan Aluna,namun belum sempat Adam bertanya Ane sudah menarik Azka dari pangkuan Adam"Azka kita pulang sekarang ya tadi kita janji sama Mommy perginya gak lama kan"Azka pun mengangguk, "Mari pak Adam sekali lagi kami minta maaf,semoga anda cepat sembuh,permisi Assalamualaikum.." Ane bergegas keluar ruang rawat tersebut,meninggalkan Adam yang masih terpaku ditempat.
Ane sedikit tersentak ketika membuka pintu ternyata pasangan paruh baya yang tadi ada tepat di depat pintu, Ane mengira mungkin itu orang tua Adam,Ane tersenyum mengangguk lalu meninggalkan mereka berdua.
Karin sudah menangis tak kuasa di pelukan Arya "Aku gak kuat Mas,Aku mau cucuku mas Aku mohon" Arya mengusap punggung Karina.
Arya mengetahui semuanya Azka adalah cucunya,sejak 4 tahun lalu ketika tak sengaja ia melihat Alyla di depan vilanya sedang menggendong bayi,Kala itu Ayra sedang berlibur bersama Karin divila tersebut.Arya mencari tau segalanya hingga hal terkecil sekalipun tak ingin kesalahan terulang lagi.Ada yang berbeda Alyla mengenakan hijab waktu itu,Sejak saat itu Arya selalu memantau Alyla dan Azka dari jauh,bahkan membeli rumah yang di sewa oleh Alyla dengan harga tinggi dan menjual kembali pada Alyla dengan harga murah tentu dengan bantuan pemilik rumah sebelumnya,Arya juga memberi kemudahan kala Alyla mencari pekerjaan sebagai seorang Guru. Bahkan Arya rela membeli yayasan sekolah tersebut demi memantau keadaan Alyla dan cucunya,Arya ingin menebus rasa bersalahnya pada Alyla yang sudah ternodai oleh Adam karna kebenaran yang Arya ungkap dengan tidak lengkap.Arya tidak mengatakan pada Adam bahwa Aluna mempunyai saudara kembar yaitu Alyla yang menjadi sasaran kebejatan Adam.
__ADS_1
Adam yang hendak keluar untuk mengejar Azka,terpaku di depan pintu mendengar ucapan Karina,Niat Adam ingin menanyakan apa maksud Azka tadi namun Ucapan Karin makin membuatnya semakin gundah.Tangan adam yang sudah memegang pintu kembali terangkat lalu memutar arah kembali untuk mengambil ponselnya,kemudian menghubungi seseorang..
"Leo.."