Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Gugatan


__ADS_3

Alyla baru saja selesai muntah pagi ini, awalnya dirinya tak mengerti mengapa selalu dilanda mual di pagi hari tadinya dirinya menyangka asam lambungnya naik karna tak teratur makan. namun setelah mengingat lebih jauh lagi dirinya telat datang bulan.


Dengan segenap kekuatannya Alyla melihat hasil tespek tersebut, Alyla menutup mulutnya kenapa ini harus terjadi kedua kalinya disaat dirinya ingin menata hidup yang baru namun Adam selalu meninggalkan kenangan untuknya, dan kali ini pun sama.


Tadinya Alyla berniat mengajukan gugatan cerainya pada Adam namun setelah tumbuh buah cinta dirahimnya Alyla menjadi dilema.


Ini sudah hampir dua minggu sejak dirinya pergi meninggalkan Adam, dan Adam tak pernah menemuinya. Alyla mendesah untuk apa Adam menemuinya bukankah disana ada Aluna bersamanya, maka Adam tak membutuhkan Alyla.


Alyla bangkit ini tak bisa selamanya dirinya harus segera bekerja untuk menghidupi keluarganya Azka dan calon bayinya kelak, uang tabungannya pun sudah menipis, dan untuk memulai Alyla harus menghilangkan masa lalunya hari ini juga Alyla akan mengajukan gugatannya pada pengadilan Agama untuk bercerai dari Adam.


Azka sudah jarang merengek tentang Daddynya, hanya saja Alyla tau bahwa anak itu pasti sangat merindukan Adam, karna sesungguhnya Alyla pun begitu merindukan Adam, tapi mereka harus membiasakan diri hidup tanpa Adam sekarang.


Adam tergesa memasuki apartemen Leo bahkan tanpa jeda Adam menekan bel apartemen Leo,dengan raut kesal Leo membuka pintu apartemennya saat akan memaki, orang didepannya lebih dulu menerjang Leo dan menyudutkannya di dinding. "Kau apa apaan ini?" Leo menghempaskan tangan Adam, namun pegangan Adam begitu kuat.


"Dimana Alyla?" Leo hanya menyeringai sambil terkekeh.


"Aku belum menemukannya Pak"

__ADS_1


"Berhenti berbohong Leo"


"Maafkan aku pak sepertinya kali ini aku mengecewakanmu" kata Leo dengan nada mengejek.


"Leo kumohon beritahu aku dimana mereka"


"Apa yang akan kau lakukan jika bertemu mereka?"


Adam diam "Kau pikir Alyla masih mau kembali padamu?" Adam masih diam.


"Dengar Adam akan kuberitau dimana mereka dengan satu syarat,kamu tak akan memaksakan keinginanmu pada Alyla biarkan dia memilih jalannya,sudah cukup kamu menyakitinya."


Adam memperhatikan jejeran kontrakan didepannya ternyata Alyla masih berada dekat dengannya ditengah padatnya penduduk ibukota. Adam mengetuk salah satu pintu namun tak juga memunculkan Alyla, tangan Adam sudah keringat dingin karna gugup Adam ingin segera memeluk anak dan istrinya, rindunya sudah sangat membuncah.


"Cari siapa ya?" tanya seorang yang baru saja keluar dari rumah sebelah.


"Saya cari A.. Alyla bu"

__ADS_1


"Oh mbak Alyla tadi pagi keluar pak,mungkin sebentar lagi pulang" Hari memang sudah sangat sore dan menjelang magrib "Maaf masnya siapa ya?"


"Saya suaminya Bu"


"Oh suaminya ya saya kira mbak Alyla janda.. hehe tadinya mau saya jodohin sama anak saya yang duda" Adam hanya tersenyum kecut bagaimana mungkin dirinya merelakan Alyla begitu saja setidaknya dirinya harus berjuang dahulu sebelum menyerah meski dalam hati Adam bertekad dirinya tak akan menyerah persetan dengan janjinya pada Leo.


"Daddy.." suara dari belakangnya membuatnya terpaku. Azka melepas tautan tangannya dari Alyla dan berlari kearah Adam, Adam yang begitu merindukan bocah kecilnya tak dapat membendung lagi air matanya dan segera membawa Azka dalam dekapannya, Adam bahkan menciumi seluruh wajah Azka.


"Daddy merindukanmu sayang"


"Akka juga, kenapa daddy lama gak temui Akka"


"Maafkan Daddy sayang" Adam masih memeluk Azka.


Alyla melewatinya begitu saja dan membuka pintu "Sayang.." kata Adam lirih.


________

__ADS_1


Aku up tiga bab loh.. bisa lah tabur bunga🌹🌹🌹


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.


__ADS_2