Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Omelan Exell..


__ADS_3

Semua mata diruang tamu itu saling menatap penuh selidik dengan guratan yang berbeda, setelah pertengkaran panjang tadi, mereka berunding dengan masalah yang diutarakan masing-masing pihak.


"Apa?" ketus Renata pada Gebriel yang menatapnya penuh selidik, ia telah menela'ah apa yang ada dihadapannya ini.


"Dengan nama apa kalian masuk kesini?" suara dingin pria itu membuat Kinan tersenyum geli, sepertinya Gebriel mulai tahu tentang penggelapan Card nama itu.


"Dengan namamu!"


Duarrr..


Sudah pas! ini memang mereka, apa tak adalagi jalan lain selain mencuri kartunya? ia sudah berkabut kemaren mencari benda mulitifungsi itu dan ternyata, para Mahluk sempurna ini yang mengambilnya.


"Apa kalian tak waras ha?"


"Kinan waras! kau?"


"aku waras!" jawab Gea masa bodoh menatap Renata yang diam saja, membuat Kinan tak suka jika wanita itu terlalu dingin.


"Mungkin Renata yang tak waras Riel!"


"Kau..!"


"Sudahku duga!" geram Gebriel menatap tajam Renata yang sungguh ingin mencakar wajah cantik wanita yang berpangku pada Pria Tampan itu, Hey Nona! bukankah kau yang menyarankan aku meminjam kartu Ketombe ini? cihh..Licik.


"Kau yang mengusulkan untuk mengambilnya!"


"Kinan cuman mengusulkan bukan suruh ambil! iya kan El?"


"Apa sayang?"


"Kinan salah atau tidak?"


"Kau tak salah!" Kinan menghadiahkan satu kecupan kilas kebibir suaminya mesra membuat mereka merotasi jengah.


"Cihh!" Renata berdecih sinis memiringkan bibirnya miris, ia sudah geram dengan tatapan Pria tampan ini padanya dan sekarang di tambah dengan kemesraan pasutri gila ini, sungguh, jiwanya tak cocok dengan semua ini.


"Kau mendapatkannya?"


"Sudah Tuan!" Asisten Dion memberikan bukti Rekaman yang semalam mereka ambil dengan susah payah.


"Kenapa kau berikan padaku? kau simpan saja!" geram Exell merasa Asisiten Dion terlihat gagal fokus dengan tatapan tajam Gea yang masih memakai masker menutupi kulit lepuhnya.


"Ma..Maaf Tuan!"


"Hmm!"


"Ell! kapan El bongkar semuanya?"


"Besok!"


"Ha?" pekik ketiga wanita itu terkejut menuai tanda tanya dibenak mereka, Exell menatap penuh selidik pada wajah cantik istrinya yang sedang berkecamuk.


"Kau ingin melakukan sesuatu dibelakangku hmm?" sinis Exell membuat Kinan pucat, ia menatap wajah Renata dan Gea yang malah seakan tak memperdulikannya.


"I..Itu..!"

__ADS_1


"Apa?"


"Hmm! i...itu Ell!"


"Itu apa? kau bicara yang jelas!" suara Exell berubah kelam dengan tatapan yang membuat Kinan menelan ludahnya kasar dengan gugup.


"Kinan mau foto seperti mereka!" lirih Kinan menunduk dengan tangan yang mengelus leher dan rahang suaminya seperti anak kecil yang takut dimarahi.


"Apa lagi yang telah kau lakukan?"


"Hanya itu!"


"Jangan berbohong!" tekan Exell membuat mereka hanya diam menyaksikan wawancara pasutri ini.


"I..Itu! Ki..Kinan menolong Wanita yang ingin dibunuh Ular itu pada saat malam Catwalk, dia sekarang ada dipenginapan!"


Exell hanya diam dengan wajah datarnya,ia masih mendengarkan ucapan istri pembangkangnya ini.


"Lalu!"


"Ki..Kinan membuka..!"


"Membuka apa?"


"Kinan membuka..!" Kinan kembali menatap Renata yang kembali pura-pura memainkan kuku cantiknya dijari lentik itu.


"Gea!"


"Aku tak ikut campur!" balas Gea mengangkat tangannya menyerah akan wajah memelas Kinan.


"Tapi janji dulu El tak akan marah?"


"hmm!"


"Janji dulu El!" dengan pasrah Exell mengecup bibir istrinya yang biasa mereka lakukan untuk mengikat janji.


"Katakan!"


Kinan mengehal nafas berat, lalu menatap wajah suaminya yang terlihat dingin dan penuh guratan.


"Kinan membuka celana Panetia kemaren!"


"Haa?" sekarang Gebriel, Asisten Joy dan Asisiten Dion lah yang terngangak, mereka menelan ludahnya kasar melihat wajah Exell yang sudah mengeras dengan tangan yang terkepal, bunyi gertakan gigi itu nyaring membuat Kinan kelagapan.


"E..Ell! Itu Kinan lakukan untuk mendapat botol obatnya! Kinan hanya..!"


"Sudah berapa kali kau melanggar perintahku?" geram Exell menatap lurus tak menghiraukan wajah pucat istrinya.


"Satu..eh hmm! berapa?" tanya Kinan pada Renata yang menaikan bahunya acuh.


"sebentar El ! hmm, Kinan keluar saat badai, Kinan pergi dari rumah ikut El tanpa izin! Kinan makan-makanan pedas! Kinan menyamar diCam lalu Kinan..!"


"Kau melakukan semua itu Kinan!" geram Exell panas, ternyata wanita ini sudah banyak melakukan hal yang membahayakan bagi dirinya sendiri.


"Ta.Tapi..!"

__ADS_1


"Apa kau tak berfikir ha? bagaimana dengan kandunganmu? aku tak mengajakmu karna kau hamil muda, kandunganmu masih rentan dan kau malah berkeliaran" cerocos Exell menceramahi Kinan yang hanya bisa menunduk dengan tangan yang menggulung-gulung ujung kaos suaminya dengan wajah penuh penyesalannya.


"Kau dengar tidak?" Kinan mengangguk dengan air mata yang kembali menetes lalu ia hapus kembali, Gebriel hanya diam melihat hal yang memang seharusnya Exell lakukan, Kinan sudah terlanjur nekat keluar tanpa izin begini.


"Cihh! kau hanya mengangguk tapi akan kau ulangi lagi!"


"Ti..Tidak Ki..Kinan ulangi El!" jawab Kinan sekugukan dengan suara bergetarnya, ia masih tetap dengan kegiatannya sesekali ia menghapus lelehan bening yang luruh itu.


"Kau hanya bicara, tapi lain...!"


Cup..


"Ki..Kinan janji sayang! hiks hiks, in..ini yang terakhir!" sambar Kinan menatap wajah tampan suaminya yang terlihat tak tega'an melihatnya menagis.


"Sudahlah!" Exell merangkuh tubuh istrinya kedekapannya, Kinan masih berkoala ketubuh pria itu dengan kepala dan lengan yang berkalung keleher kokoh suaminya.


"Ki..Kinan janji Ell hiks hiks! Jangan marah!" isak Kinan merasa sesak dimarahi begitu, ia juga tak tahu dengan hatinya, terkadang ia bisa menjadi Kinan yang patuh dan polos, terkadang ia menjadi jahil, keinginannya sulit dikendalikan dan selalu tak suka diatur.


"Sudah jangan menagis lagi hmm? aku hanya tak ingin kau dan baby terluka! disini berbahaya sayang, lembah dan jurang sangat banyak! belum lagi udara yang dingin membuat kau sakit sayang!"


"hmm Iya El!" jawab Kinan mengangguki ucapan Exell, pria itu menghapus lelehan bening yang membasahi wajah cantik istrinya.


"Kau jorok!" timpal Renata melihat Kinan yang menghapus ingusnya dengan baju kaos suaminya, Exell hanya tersenyum geli melihat kemanjaan wanita ini padanya.


"Hidung Kinan bengap!"


"Sini sayang!" Exell mengambil tisu dan membersihkan hidung wanita itu, Gea tersenyum pelit dibalik maskernya.


Apa ini bisa di hancurkan? kenapa ia tak sadar dari dulu kalau mereka memang ditakdirkan bersama? Kenapa ia tak bisa melepas apa yang bukan miliknya sedari dulu?


"Masih bengap hm?" Exell mengecek hidung mancung merah itu, Kinan menggeleng-geleng membuat Exell lega.


"Sudah enakan!" jawab Kinan lalu membenamkan wajahnya keceruk leher Exell yang mengelus punggungnya lembut.


"Kinan punya bukti kalau dia melakukan pelenyapan pada Miss Model malam itu! kejahatan tentang pengancaman Panetia kemaren juga ada El!"


"Iya Tuan! penggelapan dana yang dilakukan Tuan Rames sedari bertahun-tahunpun sudah saya rangkap! Nyonya Ramesley juga menggelapkan dana Koperasi Agensi JYJ Tuan!"


Exell manggut-manggut mengerti, berarti hanya tinggal pembongkaran besar itu saja, tapi ia harus memberi bongkaman besar supaya tak adalagi orang-orang yang menyerupai mereka nantinya.


"Kumpulkan setiap media saat pengumuman 3 besar Event ini! Keamanan dan Pihak pemerintah harus hadir diacara besok, berikan Undangan atas namaku!"


"Baik Tuan!"


"Kau ingin menyiarkan lansung?" tanya Gebriel yang telah menduga sifat Adiknya ini.


"Itu yang seharusnya!" jawab Exell datar lalu mengecup bibir merah istrinya dengan lembut, sudah cukup bermain-main, ia tak ingin membahayakan keselamatan istri dan calon anaknya disini, apalagi tempat ini sering terjadi badai membuatnya harus siaga menjaga Kinan.


"Bagaimana dengan Rekaman itu? apa lansung ditayangkan?" Renata bergidik ngeri kalau itu terjadi, kemana lagi nama baik mereka, mungkin kalau ia sudah biasa dikatai wanita penggoda dan sejumlah rumor buruk, tapi kalau untuk siaran lansung ia juga sedikit gentar.


"Lakukan saat aku memintanya!" Asisiten Dion menganggukinya patuh, Tuannya memang sangat kejam tak perduli dengan rasa malu, segan atau rasa kemanusiaan, pria ini selalu membabat habis.


...


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2