Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Jangan tinggalkan aku! ..


__ADS_3

Whusss..Brakkk..


"Exelll!" Momy Chalista terkejut melihat apa yang terjadi pada putranya, ia luruh lemas melihat tubuh pria itu membentur keras dinding beton dibelakangnya dengan rubuh membuat ia menduga Exell terluka parah dengan reruntuhan itu.


Namun, Gea mengepalkan tangannya erat saat melihat siapa yang sedang memeluk pria itu dengan mesra membuatnya panas membara.


Netra indah gadis itu menatap lembut Netra biru mempesona sang suami yang begitu terlihat memujanya, perlahan ia berdiri dengan tubuh gagah pria itu memeluknya erat seakan ia tak boleh jauh walau sesentipun.


"El baik baik sajakan Sayang?" Exell tersenyum lembut seraya mengangguki ucapan istrinya, ia kembali menatap Nyona Ambers dan juga Gea diatas sana, sedangkan Kinan menatap Renata yang terlihat ingin meminta pertolongan lalu kembali menunjukan wajah menakutkannya.


"Selamat Datang Putri Mahkota yang terhormat!" suara kelicikan Nyonya Ambers lantang ditelinga mereka yang seketika geram melihat wajah iblis wanita itu.


"Kenapa kau tak pernah berhenti ha? apalagi yang kau inginkan?"Ucap Kinan tak kalah lantang, ia memang masih celap celup dengan kekuatan Aliniya hingga mahluk itu tak takut padanya.


"Kau ingin tahu hmm?" Nyonya Ambers menyeringai licik lalu menatap Kurungan Anggota keluarga Mohana yang perlahan bergerak menuju api pembakaran yang tiba tiba menyala dibawahnya.


"Momy!" teriak Exell terkejut melihat kenekatan Nyonya Ambers yang begitu iblis.


"Serang dia!" Renata lansung menyerang Kinan yang seketika kembali pada Wujudnya Aliniya, pertempuran dua wanita itu menimbulkan decak kagum Ambers yang belum puas dengan permainan ini.


"Lakukan!" Gea mengangguk patuh dengan seringaian liciknya, ia memejamkan matanya dengan tangan yang terggengam pada bunga mawar hitam yang menimbulkan getaran kuat ditanah itu.


Whussss...


"Azura! aku memanggilmuuuu!" teriak Gea lalu menghempaskan tangannya menuju Aliniya yang dengan sigap menghindar dengan kilatan hitam itu.


Brakkk..


Pilar kokoh penyokong bagian belakang Mashion dibelakangnya roboh dengan Aliniya yang berada di atasnya disertai tatapan tajam itu.


"Hadapi mereka!" titah Exell pada anggotanya yang sudah mengelilingi tempat ini, Siluman berkepala manusia itu bergerak liar menyabitkan lidahnya yang berlendir dan panjang ke tubuh anggota Exell yang juga tak ingin mati konyol.


Rentetan senjata api itu melesat namun Mahluk itu malah menghilang lalu muncul kembali membuat mereka kualahan.


"Matilah kau!" bentak Renata pada Aliniya yang sedang menghadapi Mahluk terkutuk itu, Kinan kesulitan akibat tubuhnya yang terkadang tak bisa menahan kekuatan besar Aliniya yang seakan ingin menguasainya.


Whusss.. Bugh..


Kinan terkena hempasan keras kekuatan itu hingga lansung terhempas ke tanah sana, Exell terkejut melihat istrinya yang masih belum sempurna menyatu dengan jati dirinya.


"Lawan aku brengsek!" bentak Exell membara menyerang Renata yang juga menantangnya, Exell sudah tak lagi memikirkan siapapun yang melawannya, ia memberi bongkaman panas di sekujur tubuh Renata yang juga tak bisa menyerang Exell dengan kekuatannya.


Bugh...


Renata tersungkur ke dinding belakang tubuhnya, tubuh wanita itu sudah lebam berat dengan bibir yang terkoyak berdarah.


"Uhukkk! Ki..Kinan!" lirih Renata menatap sendu Kinan yang juga memandangnya rumit, ia menatap Exell yang membantai Siluman Azura dengan membabi buta.


"Matilah kalian semua!" Geram Exell mengambil batang besi penyangga pagar disampingnya dan dengan lihainya menghantam keras tubuh berlendir amis itu.


Bugh..Bugh..


Exell seakan menggila mengoyak habis tubuh mereka, perlahan Siluman itu menghilang dari hadapan Exell yang sudah tahu cara bertarung murahan itu.


"Kalian tak akan lolos!" seringaian Exell membuat Renata tersenyum miris melihat kegilaan pria ini, ia bisa melihat kobaran kemarahan dan cinta bagi Kinan yang menggebu di Netra iblis itu.


Whusss..


Dengan cepat Exell berbalik meloncat dari pagar pembatas dan memutar tubuhnya secepat kilat menusuk kepala Mahluk sialan itu.


Srettt..


Exell mengoyak daging daging busuk yang berlendir itu dengan kejam, ia juga tak berhenti mencabik cabik tubuh Siluman terkutuk itu dengan kawat besi yang ia gulung di Baja yang ia genggam.


"Ki..Kinan kau..!"


Whusss..


"Renata!" teriak Kinan saat tubuh Renata melesat jauh ditarik oleh kilat hitam yang lansung menghadap ke bawah singgasana Ambers.

__ADS_1


Grett..


Ambers mencengkram kuat leher Renata yang menatapnya geram, ia berusaha tak terkendalikan oleh kalung sialan ini yang terus menyiksanya.


"Kau tak berguna!" umpat Nyonya Ambers menarik paksa kalung itu hingga membuat Renata sungguh merasa hilang akal akan sakit yang ia rasakan.


"Sa..Sakittmmm!"


"Hentikannn!" bentak Kinan yang merasa muak dengan dirinya yang tak bisa bertahan lama berubah, ia merasa dadanya semangkin sakit melihat kekacauan ini.


"Hentikan hmm? Nyawamu yang akan ku hentikan!" bentak Gea lalu turun menyerang Kinan yang tak bisa berbuat apa apa, ia sudah berusaha melawan tapi kekuatannya tak bisa keluar.


Whusss...


Gea menerjang tubuh Kinan yang lansung tersungkur jatuh membentur Dinding beton itu.


"Sayanggg!" Teriak Exell tak kuasa menahan debaran jantung yang menggila melihat istrinya terkapar lemas diujung sana.


Srett..


Gea mengikat tubuh Exell dengan akar mawar hitam yang tiba tiba datang dari tanah itu membuat Exell tak bisa bergerak.


"Jangan sentuh istriku!" bentak Exell pada Gea yang perlahan mendekati Kinan yang merasa tubuhnya sudah lemah, ia tak tahu kenapa Jiwanya masih tak bisa menerima Aliniya.


Grett..


Gea mencengkram pipi Kinan erat dengan seringaian iblisnya, tak sia sia ia bermandian darah untuk melumpuhkan gadis ini.


"Sudahku bilang padamu hmm? Exell milikku dan dia hanya milikku!" Gea lansung mencengkram erat pipi lembut itu hingga membuat darah segar yang perlahan mengalir membuat Exell sudah berapi api di belakang sana.


"Brengsekkk!" Exell meronta ronta melepaskan dirinya dari jeratan akar besar itu, Gea merasa Exell sungguh kuat membuat ia harus kualahan berperang batin menguatkan akar itu.


"Ge..Gea! uhukk..Ka..Kau hanya di..dimanfaatkan!" lirih Kinan dengan tangan dan kaki yang tiba tiba tak bisa digerakan, matanya menatap sendu wajah suaminya yang sudah merah menahan amarah yang meledak ledak.


"Bunuh mereka!"


"Apa keuntunganku hmm?"


Kinan menatap daerah sekitarnya yang sudah hancur, anggota suaminya terlihat sudah kualahan menyerang Mahluk yang semangkin diserang semangkin banyak ini.


"A..Apa yang kalian inginkan?"


"Kau!"


Deggg..


Exell lansung meneggang ditempatnya melihat Kinan yang menatapnya rumit penuh deraian air mata, Exell menggeleng-geleng lemah untuk membuat Kinan mengatakan tidak.


"Sayang!" lirih Exell dengan tatapan sendu penuh permohonannya pada Kinan yang mengigit bibir bawahnya menahan isak, Gea suka situasi seperti ini, ia terlihat menantikan Kinan masuk kedalam kolam ritual itu dengan bulan purnama yang akan tiba sebentar lagi.


"Cepat katakan!" bentak Nyonya Ambers keras menuai ledakan besar di Kurungan keluarga mohana mengiring mereka ingin jatuh ke kobaran api dibawahnya.


"Sayang! aku..aku mohon!" lirih Exell tak tahan melihat istrinya yang perlahan berdiri dengan tubuh rapuh itu. pipi lembut itu sudah berdarah seakan membuktikan kejamnya mereka pada gadis polos itu.


"Kinan!" geram Gea menunjuk kolam yang ada di belakang Exell yang terkejut akan maksud wanita itu.


"Sayang! Kinan dengarkan aku Sayang! jangan lakukan itu!" teriak Exell menatap Kinan yang sungguh tak bisa berbuat apa apalagi, Aliniya! aku mohon, sekarang kaulah harapanku!


jeritan Kinan yang tak tahan melihat genagan air bening yang mulai mengaburkan pandangan suaminya.


"Kinan setuju!"


Duarrr..


Gea dan Nyonya Ambers senang bukan kepalang, mereka tak sabar untuk membangkitkan Azua yang sudah lenyap saat malam itu.


"Kinan! Kau gila ha? tarik kata kata mu itu brengsekk!" bentak Exell menatap tajam Kinan yang menatapnya lemah, tatapan keduanya mengisyaratkan kesakitan dan luka yang mendalam.


"Cepat jalan!" Gea mendorong Kinan untuk mendekati Kolam itu, kakinya gemetar melangkah dengan mata yang terpaut dengan Exell yang sudah histeris.

__ADS_1


"Sayang! Kinan aku mohon Sayang,jangan lakukan itu heyy Kembali kataku!" kegilaan Exell meruak dengan tubuh yang terus mencoba melepaskan diri membuat duri duri akar itu menusuknya dalam, ia tak perduli, yang jelas, istrinya tak bisa meninggalkannya untuk yang kedua kali.


"Ell hiks hiks hentiakan Sayang! kau bisa terluka!" isak Kinan menatap perut dan lengan suaminya yang berdarah akibat perlawanan keras pria itu.


"Kinan! aku mohon, kau mencintaikukan! aku mohon sayang! jangan tinggalkan aku lagi!" lirih Exell dengan suara seraknya karna sesak yang sudah melanda dadanya, bibirnya gemetar dengan tetesan cairan bening yang perlahan turun membuat Momy Chalista yang menyaksikan kesakitan teramat putranya yang baru ia lihat pun menagis pilu.


"Ki..Kinan mencintai El! sangat sayang! Mungkin kita hanya bisa bersama sampai saat ini saja, Kau..!"


"Berhenti bicara begitu!" bentak Exell menyala-nyala, Kinan terduduk dihadapan Exell yang juga luruh dengan kaki dan tangan yang dibelit erat akar itu.


"El hiks hiks!" Exell menyatukan kening mereka berdua dengan isakan kepiluan dari mulut sepasang kekasih yang tak mau dipisahkan itu.


"Sayang hiks hiks! untuk pertama kalinya aku merendah tunduk dengan seseorang selain Momyku!"


Gea menggeram saat Exell meletakan kepalanya ke kaki Kinan yang gemetar melihat ketulusan cinta suaminya, ia tak bisa melihat pria ini terlalu tersiksa.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku!" isak Exell mengecup punggung Kaki putih bersih yang akan selalu ia puja itu, tangan Kinan gemetar mengelus kepala Suaminya yang tak mau berhenti mencium kakinya.


"Sa..Sayang hiks hiks! jangan begini!" Kinan tak tahan dengan kegilaan Pria ini.


"Jangan tinggalkan aku! aku mohon sayang!"


"Cukupl!" bentak Gea panas melihat kemesraan mereka, tujuannya tadi ingin membuat Kinan dan Exell berpisah dengan kesakitan yang teramat, tapi malah ini yang tersuguh didepan matanya.


"Kinan! Kau akan mati!" geram Gea lalu melesatkan pedang yang tiba tiba ada digenggamannya menuju Kinan yang pasrah.


Whusss.. Jleppp...


Mereka terngangak dengan apa yang dilihat ini, tubuh Kinan tumbang dengan darah yang mengalir melalui perut wanita itu. Momy Chalista meraung raung memanggil nama putranya yang sudah tak bergerak itu.


"Exelll hiks hiks!" Teriak Momy Chalista histeris, Dady Arkan terdiam kosong menatap ke luar sana.


Tatapan kedua mata itu saling bertaut menembus jantung masing masing, Netra indah gadis itu mengembun dengan wajah yang terlihat tercekat penuh luka. bibir Kinan bergetar dengan tangan yang gemetar memeggang pedang yang tertancap di belakang punggung pria ini.


"E..Elll!" lirih Kinan seakan hilang separuh jiwanya merasa sakit yang teramat dalam.


"Su.. Sudah kubilang! Ja..Jangan tinggalkan aku Sa..Sayang!" lirih Exell dengan mulut pria itu yang berdarah membuat Kinan mengeleng-geleng gemetar.


"Exelllll!" Teriak Kinan histeris mencabut pedang yang menusuk tubuh gagah suaminya ini dengan cepat, lalu memeluk tubuh lemah yang bersimbah darah itu.


"E..El Sayang! Ell! Buka..Buka matamu sayang!" ucap Kinan bergetar menepuk-nepuk pipi pria itu dengan isakan luka di bibirnya.


"Sa..Sayang!"Exell mengelus pipi lembut yang basah itu, Kinan memangku kepala suaminya dengan kepala yang tak henti hentinya menggeleng meminta kehidupan pria ini.


"Ell hiks hiks! Ell jangan begini sayang hiks hiks!"


"Sutt! Jangan ..uhukkk!Jangan menagis!" Exdll menghapus lelehan bening itu, ia merasa punggungnya sudah tercabik dengan luka itu, tapi ia lebih sakit melihat kekacuan istrinya.


"I..Ini!" Exell dengan gemetar mengambil cincin pernikahan mereka dan memakaikannya ke jari manis Kinan yang gemetar.


"Ell! Jagan sayang..Ja.Jangan tinggalkan Kinan!" Exell merangkuh leher Kinan mendekati wajahnya, tatapan keduanya bertemu dengan penuh cinta.


"A..Aku mencintaimu Ki..Kinan sayang!" lirih Exell mengecup pelan bibir merah pucat itu membuat Kinan meneggang bungkam. tubuh Kinan bergetar hebat merasakan luruhnya tenaga suaminya membuat ia menggila.


"Exell!!!!!!!" Teriak Kinan mengguncang kuat tubuh gagah itu dengan awan gelap yang perlahan mengumpul dengan bulan yang menyaksikan kesakitan sepasang kekasih itu.


Raungan gadis itu begitu kuat mengeluarkan semua luka yang mengoyak dan mencabik jiwanya.


"Ell! bagun sayang hiks hiks ! Kinan mohon Elll!" teriak Kinan pilu membuat Ambers geram.


"Untuk apa kau tangisi dia?"


Duarrr...


Seketika mereka terkejut akan kilatan biru yang perlahan memancar dari tubuh Kinan menerangi malam gelap menakutkan ini.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2