
Akhirnya, acara yang besar itu di tunda akibat perselisihan antara keluarga Sinmart dan juga pertentangan dari gadis cantik yang dibawa wanita penggoda itu.
Sejak pertemuan itu terlaksana, tak sedikit perdebatan dimasyarakat ProKontra akan bukti bukti yang telah ditunjukan oleh Gadis yang mengaku sebagai pewaris utama dari Kerajaan Bisnis Keluarga Sinmart itu.
Seperti sekarang ini, mereka masih bersitatap penuh aura permusuhan tapi juga di selumbungi niat tersembunyi yang dalam, mencoba memanipulasi tapi juga terkadang kalah telak dengan bukti bukti yang diajukan.
"Tuan Sinmart! Saya hanya memberikan apa yang Nyonya Dahliya inginkan, Nona Muda Aliniya adalah pewaris utama keluarga kalian, mungkin ini tak masuk akal untukmu karna pada saat itu Dokter mengatakan Nyonya Dahliya mandul Tuan! Tapi...!"
"Jika memang dia putri Saudariku! lalu dimana sekarang Dahliya, dia gantung diri setelah dinyatakan Mandul! apa kau ingin menjelek jelekan Nyonyamu sendiri ha?"
Nyonya Ambers masih bersitegang dengan Tuan Yorus yang tampak tak mau kalah, berkat dari Adres yang dulu hidup dihutan itu, ia bisa menyelamatkan diri dan menitipkan amanah Nyonyanya pada Renata serta mempercayakan Aliniya pada Pria itu.
"Ibuku tidak mandul!" bentak Aliniya berdiri dari duduknya membuat mereka terkejut, Netra indah itu berkilat murka dengan api yang membara, Keluarga Mohana dan Keluarga Sinmart masih ada diruangan itu.
"Bisa saja kau memanipulasi bukti ini! Nona" sambung Gea tak terima, Renata diam menatap Exell yang sedari tadi tak melepas pandangannya dari wajah cantik Nonanya.
"Kau salah Nona! Kalau aku ingin mendapatkan gelar itu saja dan kekayaan kalian ini, aku lebih baik membunuh kalian semua karna penghalang jalanku! tapi tidak, aku hanya menunjukan kebenaran yang ada! apa kau mengerti?" Jawab Aliniya menyeringai licik, ia menatap lembut wajah sang ayah yang tampak masih tak lepas menatap Foto mendiang istrinya bersama putri cantik yang terbaring disamping wanita itu.
"Tuan Sinmart yang terhormat! kau tentu tahu mana yang putrimu atau tidak!"
Degg..
Tuan Sinmart terkejut saat Aliniya meletakan tangan Pria Paruh bayah itu ke dadanya dengan tatapan yang bertaut dalam sebagaimana kasih sayang antara ayah dan anak yang kuat.
"Dahliya!"lirih Tuan Sinmart dengan satu tetes air mata yang lewat di pelupuk netranya, Netra indah dengan tatapan sendu yang damai, wajah kalem yang menyejukan hati ini begitu mirip dengan sang istri tercintanya.
"Aliniya!" lirih Tuan Sinmart yang diangguki gadis itu, Tuan Sinmart memeluk Aliniya yang juga membalas pelukannya, mereka terlihat seperti sepasang ayah dan anak yang melepas rindu yang mendalam.
"Kenapa? Kenapa kau baru datang sekarang pada Dady Nak hiks hiks?"
"Sutt! Aku tak suka panggilan Dady! karna Ibu lebih menyukai ayah dari pada dady!" jawab Aliniya tulus mengecup kening pria itu menimbulkan desiran halus dihati Tuan Sinmart, meski berbagai pertanyaan itu bergelut dibenaknya, Tuan Sinmart tak memusingkannya karna ia hanya ingin bersama gadis yang membawa Visual dan sifat ketenagan dari istrinya.
"*Brengsekkk! Dia berhasil masuk satu langkah Mom!"
"Ini hanya permulaan Sayang! Dia tak akan mendapatkan gelar itu dengan mudah*!"
Perdebatan Nyonya Ambers dan Gea yang begitu geram dengan Kelicikan Aliniya yang bisa saja mengendalikan suasana, setiap pertanyaan dari mereka, maka gadis itu akan dengan mudah membalikan ancamannya.
__ADS_1
"Teman! Sebaiknya kalian selesaikan tentang Pewaris selanjutnya karna Masyarakat sedang berkecamuk sekarang!" Dady Arkan berucap tegas yang diangguki Momy Chalista.
"Terimakasih atas Perhatian Kalian pada keluargaku! Terimakasih Teman!" Tuan Sinmart beralih memeluk Dady Arkan yang membalasnya dengan tulus.
"Dan hati hati pada air yang tenang! jangan pikir itu tak ada bahaya, justru air yang tenaglah yang banyak memakan korban!" bisik Dady Arkan pada Tuan Sinmart yang mengangguk.
"Terimakasih!"
"Hmmm!"
"Boy! kau tak pulang?"
Exell diam ditempatnya, sungguh ia tak ingin meninggalkan tempat ini karna Gadis pujaanya itu sudah ada didepan matanya.
"Apa kau ingin menikahi salah satu dari mereka Boy?" goda Dady Arkan pada Exell yang diam, tapi seketika mereka terkejut saat Exell menganggukinya.
"Hanya satu dari seribu!" jawab Exell menatap Aliniya yang memandangnya sinis dan kejam, Exell tak akan menyerah membuat gadis ini menjelaskan semuanya.
Gea mengepalkan tangannya melihat Exell si Pria Pujaannya dari dulu itu terlihat kembali mengibarkan Benderah Cinta pada musuhnya ini.
"Kau Miliku! Sudah berapa banyak orang yang ku bunuh hanya untuk mendapatkanmu!" batin Gea tak akan memberi ampun kali ini, ia adalah yang terkuat, apapun akan ia lakukan hanya untuk mendapatkan Gelar sejagat dan Nyonya Muda Keluarga Mohana yang setara dengan Keluarga ini, apalagi dengan Exell yang tampak begitu memukau membuat ia ingin memiliki Pria itu.
"Ayo kita pulang Dad!" Gea mengiring Tuan Sinmart untuk keluar tapi Pria itu menggengam tangan lembut Aliniya yang tersenyum penuh kasih sayang.
"Ayah pulang saja terlebih dahulu! nanti aku akan datang, ingatlah! jangan lakukan apapun sebelum aku datang!"
"Hmm Iya!" jawab Tuan Sinmart patuh, ia hanya ingin melihat gadis ini setiap hari dirumahnya, entah mengapa hatinya mengatakan kalau Aliniya adalah putrinya.
"Jangan pikir kau sudah menang!" geram Nyonya Ambers mendekati Aliniya yang menatapnya dengan seringaian licik.
"Aku sudah menang dari dulu Nyonya buruk rupa! aku hanya mengambil pialanya sekarang!" jawab Aliniya mengejek, Nyonya Ambers menggeram lalu melangkah pergi mengikuti Gea.
"Akhh Lelahnya!"Desah lembut Aliniya menghempaskan dirinya ke kursi empuk di belakangnya, Renata menggeram melihat Aliniya yang kembali kelepasan.
"*Kauuuu! Liaht siapa yang menatapmu!"
"Whatt? Maaf*!"
__ADS_1
Aliniya kembali duduk dengan Elegan saat melihat tatapan geli Exell padanya, ia menunjukan wajah tak sukanya pada Pria itu.
"Kau tak pulang Tuan? atau apa perlu aku buatkan peta kalau kau lupa jalan!" ketus Aliniya menatap sinis Exell yang seketika menunjukan wajah dinginnya membuat Aliniya aggak gugup.
"Kau tak tahu aku!"
"Memangnya kau siapa? Cihh..membuang waktuku saja!" ketus Aliniya ingin melangkah pergi namun tangannya lansung di gengam oleh tangan kekar itu.
"Mau apa kau?"
"Mau bermain! hmm?" tanya Exell menunjukan wajah liciknya pada Aliniya yang bertambah kesal.
"Tuan Muda yang terhormat! Masa kecilku cukup bahagia hingga aku tak perlu mengulangnya lagi!" Aliniya menunjukan sikap Elegannya dengan suara yang sangat mendayu dayu ditelinga Pria itu.
"Baiklah Nona Pewaris! Bisa berkenalan denganku?" Exell berdiri berhadapan dengan Aliniya dengan tangan yang masih menggengam.
Jantung keduanya sudah berpacu kencang dengan darah yang mendesir hebat, tatapan mata yang tak mau terputus dengan gelombang kerinduan yang membuncah.
"A..Aku ada urusan!" ucap Aliniya gugup dan ingin melangkah pergi tapi Exell malah menarik tangan lembut itu lihai hingga bertubrukan dengan dada bidangnya.
Grepp..
Lengan kekar itu membelit pinggang ramping nan Sexsi milik Aliniya dengan erat, untuk sesaat mereka bertatap penuh cinta seakan terlena dengan deru nafas yang berbenturan serta tubuh yang saling melekat lengket.
Sekana terbawa perasaan, Aliniya diam saat wajah pria itu semangkin mendekat kearahnya, kedua tangan Aliniya yang ada di dada bidang itu tercengkram dengan mata yang saling tatap mesra dengan bibir yang nyaris menyatu.
"Aliniya!"
Gadis itu lansung melepaskan belitan lengan kekar itu karna terikan batin dari Renata, wajahnya tampak memerah dan gugup bukan main.
"La..Lancang sekali kau!" geram Aliniya lalu melangkah pergi dengan rasa leganya.
"Jangan mengusik Nonaku!"
"Aku hanya mengambil Miliku!" jawab Exell datar lalu melangkah pergi dengan tatapan geram Renata, Pria ini begitu cerdik hingga membuat ia tak berkutik.
"Sial! Kenapa cinta keduanya begitu besar? kalau begini, Aliniya akan terus kelepasan dalam identitasnya!" umpat Renata lalu mengikuti langkah Elegan yang memukau milik Aliniya yang sedang menggerutu diujung sana.
__ADS_1
.....
Vote and Like Saayang...,