
Kinan menatap Exell yang baru pulang dari Kantor nya, terlihat sekali wajah lelah Pria itu membuat Kinan jadi prihatin untuk mengigit leher kokoh itu.
"Kepala ku pusing gara gara semua ini!" gumam Exell memijat kepalanya yang berdenyut karna memikirkan urusan wanita kali ini, ia melepas Pakaian nya dan hanya menyisakan celana nya saja.
"El!" panggil Kinan menggapai tubuh gagah itu yang berbaring ke atas ranjang sana dengan tangan lembutnya.
Kinan mencoba memijat lembut kepala Pria ini membuat Exell sungguh menikmati ini, untuk sesaat ia tak memusingkan tetang Mahluk apa yang selama ini membuat nya tenang sekaligus bingung akan kejadian yang menimpa nya.
"El sangat lelah ya!" ucap Kinan mengelus lembut kepala keangkuan pria ini. tak lama setelah nya Exell tertidur dengan lelap nya membuat Kinan berusaha untuk tidak membangunkan Pria itu.
"bagaimana Kinan mengigitnya?" gumam Kinan lalu menggaruk tengkuk nya bingung. lalu ia menatap leher Exell yang membuat ia menegguk ludah nya kasar untuk mengigit tempat itu.
" Maaf El!" gumam Kinan lalu mendekatkan wajah nya ke leher kokoh itu, dengan hati hati Kinan mulai membuka mulut nya.
Grett..
Mata Exell lansung terbuka lebar merasa kulit leher nya digigit lembut oleh gigi tajam itu.
" Shitt! kenapa ini?" geram Exell duduk dan meraba leher nya yang berdarah, ini tak sakit untuk nya , tapi yang ia pikirkan siapa yang mengigiti leher nya.
" Maaf El!" ucap Kinan tersenyum lembut merasa bersalah membuat Pria ini merasa aneh.
" Kalau kau ingin melawan ku maka keluarlah!" teriak Exell murka, sudah cukup ia di permainkan begini oleh orang orang tak bersahabat itu , Pikir Exell dengan kuat.
Kinan terkekeh, lalu memejamkan mata nya dengan hembusan angin yang mulai menerpa wajah nya, ia tahu Ritual ini mulai berfungsi membuat Kinan tersenyum cerah..
Wushhh...
angin itu membuat tirai tirai yang bertengger di ruangan itu berterbangan dengan Exell yang mulai merasa kantuk berat melanda mata nya.
Bugh..
Tubuh Exell lansung tumbang berbaring kembali karna pernyatuan aliran darah itu mulai menggerogoti tubuh nya.
"Ehmmm!" gerama Kinan memeggang dada nya, jantung nya seperti di remas remas oleh sesuatu membuat ia menahan rintihan itu.
" El hmm!" geraman Kinan lalu memeluk Tubuh Exell yang sudah tertidur diiringi dengan Kinan yang berusaha menyusul mimpi Pria ini.
__ADS_1
.....
Sedangkan di tempat lain, Pria berjas itu sedang Frustasi mencari apa yang disuruh oleh Tuan Muda nya itu.
" Kemana lagi aku mencari nya?" gumam Asiaten Dion merasa hilang akal. entah bidadari mana lagi yang akan dia seret ke Pria bernetra biru itu.
" apa sudah ketemu?" tanya Asisten Dion menatap suruhan yang yang sudah tersebar mencari wanita yang ia beritahu ciri cirinya.
" Tidak ada Tuan! tidak ada wanita yang seperti Tuan ucapkan tadi!"
Asisten Dion bertambah kelut, sekarang sudah pukul 12 malam. bagaimana bisa ia menemukan gadis seperti itu jika siang tadi saja ia tak mendapatkan apa apa.
" Baiklah! kalian teruskan pencarian nya, kalau ketemu hubungi aku!" titah Asisten Dion lalu melajukan Mobil nya membelah jalan kota yang masih saja tetap ramai, ia meninggalkan tempat perampatan jalan tadi hanya demi Perintah Pria itu.
" aku pasrah sekarang! biarlah dia melakukan apa pun pada ku." gumam Asisten Dion dengan tampang kelut nya.
.....
sedangkan di tempat lain deretan Mahluk mengerikan berjejer rapi menghadap wanita mengerikan yang menatap mereka dengan angkuh dan penuh seringaian.
" Tugas kalian adalah Mengusik anggota keluarga Pria itu! jangan biarkan Roh suci itu tenang! karna dia milik ku!" ucap Azua yang diangguki para budak nya yang begitu menakuti sosok mengerikan ini.
" buat semua nya hancur!" ucap Azua menjilati bibir nya dengan lidah panjang berlendir yang menjijikan.
Wushhh...
hembusan angin yang membawa para budak itu pergi dengan sangat cepat di kegelapan malam yang mengerikan.
" Adik kecil! Kesempurnaan mu itu adalah Milik ku! hmm?" ucap Azua dengan licik penuh obsesi.
bentuk nya yang menakutkan membuat Azua di jahui semua Mahluk disini. ia ingin seperti Kinan yang di sayangi dan di cintai banyak orang .
.....
Mentari pagi itu tersenyum cerah menyapa setiap mahluk yang bersinar di bawah nya. wajah wajah berseri semua Tumbuhan dan kuntum itu membuat mata siapa saja menjadi damai menatap nya.
Tubuh gagah itu menggeliat saat merasa begitu keram. ia melekatkan hidungnya ke kepala yang sedang terbaring di dada nya ini. satu tangan nya membelit lembut pinggang ramping yang begitu halus itu , apa lagi dengan aroma mawar yang membuat Exell tak ingin bangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Ehmmm!" gumam Exell mengesek gesekan hidungnya ke puncak kepala gadis di dalam pelukannya. tangan nya mulai meraba benda empuk yang ia peluk ini. ia merasa benda kenyal dan besar yang begitu membuat nya bingung.
adakah tekstur guling yang begitu nyaman di remas ini? seketika Exell tercekat saat otak nya mulai berfungsi. ia membuka mata nya lalu melihat sesuatu yang ia peluk.
Degg...
jantung Exell serasa mau copot melihat Mahluk sempurna seperti anime 3D ini berada di pelukannya.
Bugh..
" aaauuu!" pekik Mahluk itu jatuh ke lantai saat Exell melepas pelukan nya dan mendorongnya dengan keras membuat Kinan terpekik.
" Si..Siapa kau?" tanya Exell pucat saat melihat sosok yang begitu menggetarkan jiwa itu. tapi seketika ia tertegun melihat Netra indah itu perlahan menatap nya Polos dengan menggemaskan.
" El! kenapa mendorong Kinan?" gerutu Kinan lalu melangkah naik keatas ranjang dengan Exell yang menatap nya tajam.
" Pergi dari sini! Kau siapa ha? berani sekali kau masuk kekamar ku!" bentak Exell pada Kinan yang tertegun dengan wajah tak tertebak itu
" E..El melihat Kinan?" Exell membulatkan mata nya mendengar panggilan yang hanya keluarga nya lah yang tahu.
" Kau pasti penipu kan? Pergi dari sini. Momyyy !" teriak Exell sungguh hilang akal dengan semua ini.
Grep..
ia terkejut saat tubuh Molek itu malah memeluk nya erat dengan isakan kecil itu membasahi dada polos Exell yang seperti bisa tidur tanpa atasan..
" El hiks hiks ! Kau..Kau melihat Kinan hiks hiks El melihat Kinan!" isak Kinan menagis menumpahkan semua gejolak perasaan nya, sungguh ia menanti nanti Netra biru itu untuk menatap nya.
" Kau kenapa ha?" bentak Exell membuat Kinan semangkin menagis membuat ia kelagapan.
Brugh..
pintu itu di dobrak menampakan Netra biru seorang Pria yang terkejut bersamaan dengan Netra indah wanita paruh bayah itu.
" Kerennn !" ucap Mereka terbengong menatap Exell yang memeluk seorang gadis yang menagis dengan tanpa atasan.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..