Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kinan Mencintainya Sayang..


__ADS_3

Anggota Exell berlalu cepat dengan teliti menyusuri setiap lekuk luas yang sedikit tertimbun salju diarea Selatan sana, perbukitan Gunung Syuhan yang tergolong curam namun menuai Gestur yang indah dengan penampakan alam yang luar biasa memukau mendukung Penilaian acara ini.


Mereka sudah sedari Sore menyelidiki apa yang Tuan mereka titahkan, namun, sampai sekarang sudah pukul 10 malam belum juga ada bukti yang outentik sedikit pun.


"Apa ketemu?"


"Belum! tak ada jejak sama sekali, bahkan nama Nyonya tak terdaftar dalam list pengunjung kesini!" Anggota Exell memijat pelipisnya bingung, mereka mengencangkan Mantel tebal yang membalut tubuh mereka, kemungkinan cuaca dingin ini besok akan berkurang dan bisa melanjutkan acara.


....


Segelas anggur merah itu tergengam renggang ditangan kekar yang sedang menatap penampakan penghibur mata dari atas Balkon kamarnya, Mantel tebal yang membalut tubuh gagah itu berkibar akibat sepoyan angin malam yang bergejolak seakan menyampaikan deru perasaan merindu itu.


"Tuan!"


"Hmm!"


"Nyonya masih ada disana!mereka bilang, Nona sedari kemaren tak keluar dari daerah Kerajaan!"


Exell hanya diam seraya mengoyangkan gelas genting yang ada ditangannya, netra birunya tetap menatap rintikan salju lembut yang turun akibat suhu peggunungan yang masih sejuk.


"Anda masuklah Tuan! cuaca mulai dingin!"


"hmm!"


Asisiten Dion menghela nafas berat, kenapa Tuannya menjadi tak bersemangat begini? sedari sore pria itu melamun dengan pikirannya sendiri, bahkan, acara tadi sempat dipending akibat Badai salju dan cuaca yang Exstrim.


"Pergilah!"


"Baik Tuan!"


Exell menegguk minumannya tandas lalu masuk kedalam kamarnya, ia membuka Mantelnya yang mulai membeku seraya mengambil ponsel yang ia harap akan berdering dengan halusan suara lembut itu.


"Mom!"


"Ah Iya Ell! bagaimana disana sayang? apa kau baik baik saja?"


"Yah Mom! hmm apa istriku sudah pulang?"


"Belum sayang! dia bilang pulang aggak lama karna ada urusan penting disana, Momy baru saja bicara dengannya di Telfon tadi!"


Exell mengetatkan rahangnya erat, bisa-bisanya wanita itu bicara dengan Momynya tapi tidak dengannya, sudah ratusan kali ia menelfon kenomor Renata dan Gea, namun tak ada jawaban sama sekali, wanita itu seakan menghilang ditelan bumi.


"Momy baik-baik sajakan?"


"iya Sayang! Momy sehat saja, oh iya! Kinan titip salam buat kamu Boy, dia bilang jangan lupa makan! dan maaf karna dia tak bisa menelfon Nak!"


"hmm! iya Mom!" lesu Exell menghempaskan tubuh gagahnya keatas ranjang King size yang begitu empuk penampung tubuhnya.


"Yasudah Mom! jaga diri baik-baik, dady juga ya, Selamat malam!"


"Malam Sayang!"


Exell mematikan sambungannya lalu melempar asal Ponselnya, ia bersandar kekepala ranjang dengan wajah yang semangkin kelam dan menyedihkan.


Hiks.. Sayang! kau dimana? kenapa tak mengabariku?


Jeritan batin Exell melengking tak tahan dengan gejolak Perasaan dan Rindu yang membuncah didadanya, biasanya jam segini tubuh molek itulah yang ia unyel-unyel gemas penuh kasih sayang, tapi sekarang, aroma tubuh itu saja tak lagi tercium diindranya.


"Aku tak tahan lagi!" gumam Exell menyambar mantelnya dan juga Ponsel yang ia lempar tadi cepat dan melangkah ke ruang ganti, ia sudah tak bisa membendung rasa ini.


"Tuan! anda mau kemana?" Asisten Dion yang baru ingin menemui Tuannya pun terkejut melihat penampilan Exell yang memakai pakaian serba hitam serta jaket tebal dan masker yang menutupi wajah tampannya, tubuh kekarnya tampak memukau dengan outfit yang sempurna.


"Siapkan penerbangan malam ini!"

__ADS_1


"Tuan! tapi cuaca sangat buruk, anda bisa..!"


"Lakukan apa yang kuperintahkan!" tekan Exell pada Asisiten Dion yang lansung mengangguk, ia melangkah menuju Koridor lantai atas dengan bangunan khas yang tinggi terkesan Elegan ini, hanya ia yang menghuni Bangunan Vrients yang terletak tak jauh dari Penginapan para pengusaha lainnya.


"Kalian kepung daerah Authomi! jangan biarkan Istriku keluar dari sana, dan jangan biarkan siapaun masuk kedaerah itu!"


"Baik Tuan!" kilat bayangan hitam yang tertunduk dihadapan Exell itu lansung menghilang seiring dengan titahan Tuannya.


"Tuan! Jet an...!"


Dretttt...


Ponsel Exell berbunyi menghentikan pembicaraannya, Exell menautkan alisnya melihat nomor yang tak ada nama itu.


"hmm!"


"Ellll!"


Deggg...


Jantung Exell seakan memompa keras dengan aliran darah yang menggebu ruah, kehangatan yang menjalar ditubuh kekarnya kembali mengalir halus menuju hatinya, ia berdiri kaku dengan mulut yang keluh.


"Elll! Sayang, kau masih mendengar Kinan?"


Exell hanya diam memejamkan matanya menahan gejolak rasa yang begitu menggebu-gebu mengoyak dadanya itu, suara lembut membuai yang begitu penuh kasih menyebut namanya,


Akh..ini sangat susah dijabarkan, Rindu, Cinta dan kekesalan itu bercampur nyata membuat ia sulit bernafas lega.


"Tuan!"


"Uruslah yang lain!"


Asisiten Dion mengangguk sopan lalu melangkah pergi seiring dengan Exell yang kembali melangkah kekamarnya, pria itu masih diam dengan suara halus wanita yang memanggil-manggil namanya disebarang sana.


"El Sayang! El, kau kenapa Sayang?"


"Vidio Call!"


Suara tegas Exell membuat sang empu disebarang sana gemetar, ia menatap Renata yang acuh akan Kasmaran pasutri Merindu itu.


"Apa?"


"apa boleh Vidio Call?"


"Sekalipunku larang! kau akan tetap melakukannya!" ketus Renata sinis sambil memakan Sup sehat buatan koki disini, ia menatap geli wajah Kinan yang seperti ingin sekali melihat wajah tampan itu.


"Pergilah! tapi dikamarmu, jangan keluar! mata suamimu itu tajam, dia bisa menebak kita dimana!"


"Benarkah?" pekik Kinan berbinar mendapat pelototan dari Renata yang mendengar suara Exell diseberang sana.


"Pergilah!"


"Yeahhh! makasih sayang!" ucap Kinan memberikan kecupan jarak jauh pada Renata yang mendelik malas.


"Perhatikan langkahmu!"


"Yah Mom!"


"Whatttt?"


"Sudahlah! dia lagi bahagia sekarang!" sambung Gea yang menegahi perdebatan Kinan dan Renata yang membuat ia selalu nyaman dan terhibur.


"Siapa yang bicara denganmu?"

__ADS_1


"Hanya ingin!" jawab Gea acuh lalu masuk kekamarnya meninggalkan Renata yang kepalang geram.


....


" kau bersama siapa disana?" Exell menatap tajam wajah cantik istrinya yang sedang bersandar kekepala ranjang itu, ia sudah bergetar melihat wajah cantik yang setengah hari ini membuatnya gelisah tak tentu arah, tapi, ia mendengar Kinan yang berbicara sayang dengan seseorang.


"Kinan?"


"hmm!"


"Kinan sama Renata El! memangnya kenapa?"


"Tapi kau memanggilnya Sayang? Kinan, aku tak mau tahu! kau pulang sekarang juga!" titah Exell mengertakan giginya geram, hatinya sudah panas sedari tadi, dan sekarang malah semangkin mendidih dibuatnya.


"El! Urusan Kinan masih...!"


"Pulang sekarang atau aku akan menyeretmu sendiri!"


Kinan menelan ludahnya kasar mendengar ucapan penuh penekanan dan wajah dingin suaminya ini, Kenapa Pria ini sangat menyermkan kalau lagi marah?.


"Baiklah Sayang! hmm, Sekarang El sama siapa?"


Exell diam dengan mata yang menyelidik menatap wajah cantik istrinya yang tampak semangin berkilau saja, ingin sekali ia mengurung wanita ini masuk kedalam Penjara Cinta hatinya.


"Berkeliling sekarang!"


"Ha?"


"Aku ingin melihat sekitar kamarmu!"


Seringaian dibibir sexsi itu mekar melihat aura cemburu yang dikobarkan Netra biru tajam itu. Kinan dengan sengaja menunjukan wajah penuh rasa bersalahnya.


"Ell!"


"Ada apa?" tanya Exell dengan wajah kelamnya, Exspresi Kinan sangatlah penuh rasa bersalah dan penyesalan.


"Kinan Telah..hiks hiks! Maaf Sayang!"


"Ki..Kinan! Sayang..kau kenapa?" Jantung Exell sudah berdebar kuat dengan Tubuh yang tak nyaman, ia ingin segera berlari menemui wanita itu.


"Dia..Dia..!"


"Bicara yang jelas Kinan! kau jangan menakutiku!" geram Exell menduga-duga apa yang telah terjadi dengan wanita itu, ia takut Kinan menemukan Pangeran yang lebih sempurna darinya, Ketakutan itu semangkin besar saat Kinan malah menagis menyesal.


"Kinan Mencintainya Sayang!"


Duarr..


Exell lansung meneggang ditempatnya dengan gejolak angkara murka yang nyata, layar Ponselnya retak akibat genggaman tangan kekar itu menguat.


...


"Bagaimana? apa kau sudah menyiapkannya?"


"Sudah Nona! Penginapan anda tepat disamping Presedir, Nanti siang akan diadakan Pemotretan berkala, anda bisa lansung menemui Presedir dengan Rencana yang sudah tersusun rapi!"


Miss Hanna menyeringai licik menatap apa yang akan ia lakukan nantinya, ia harus mengait pria itu jatuh dalam pesonanya, bagaimanapun caranya.


"Paskan ruangan kami hanya berdua! ingat itu!"


"Baik Nona!"


....

__ADS_1


Vote ans Like Sayang..


Maaf ya, kemaren cuman dua.. soalnya author harus ke Sekolah buat pilih kelas, jadi kagak sempet nulis lebih..


__ADS_2