Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Pesta malam ini!..


__ADS_3

Siangpun berganti malam, mentari yang tadinya terbit berganti dengan bulan yang bersinar terang. suara riuh kendaraanpun terdengar nyaring dengan rintikan hujan yang sedikit deras membuat becekan jalan diaspal sana.


Desiran angin yang sepoy itu membuat Mahluk yang diterpanya harus serba melapisi tubuh, kalau tidak, dengan sangat ganas dan lancarlah sang angin yang akan memberi kesejukan pada tulang dan daging mereka.


Begitulah kiranya deretan Mobil yang basah kutup diguyur hujan itu, Gedung besar dengan gemerlap lamu yg menyinari malam ini tampak indah memukau mata. suara deritan Heels dan sepatu Manusia yang memijak genagan air menuju lantai atas sana.


"Kenapa harus hujan? haiss aku tak suka dengan suasana ini!"


"Yah! ini terlalu menyusahkan, dandananku bisa rusak!"


Para nyonya-nyonya Sosialita yang melangkah cepat diringi langkah Supir yang memayunginya, umpatan mereka begitu terdengar membuat rintikan bening itu diam tapi masih mengguyur semuanya.


"Hati-Hati sayang!" Gebriel membantu istrinya untuk keluar ditengah hujan ini, mereka harus bersiaga karna angin yang cukup kencang disekitar sini.


"Ini basah! bagaimana bisa turun?" decah Renata sinis, ia tak biasa dengan kedinginan ini membuat Gebriel gemas dengan perilaku glamor Renata yang selalu berbeda.


"Kau bisa terbang sayang?"


"Cih! kau mengejekku ya?"


"Mana ada! aku hanya meledek!"


Renata manyun dan lansung mendapat kecupan sayang dari Gebriel yang membuat pipinya bersemu, ia tak masalah harus menghadap badai jika pria ini selalu bersamanya.


"Kinan!"


"Ha! ada apa Renat?" teriak Kinan dari dalam Mobil belakang sana, wanita itu sedang sibuk merapikan Guannya yang tampak panjang tanpa lengan membuat bahu putihnya terpampang nyata, ia memakai kalung berlian merah khusus yang diberikan Suaminya.


"Apa kau tak bisa diam dan menurut?" geram Exell dengan wajah lembutnya, ia berusaha mempermainkan Pria yang mengawasi mereka dari dalam sana.


Kinan mengangguk seraya Exell yang memakaikan Mantel pada istrinya, hingga bagian tubuh wanita itu tertutup sempurna, tatanan rambut Kinan sangat rapi dan Elegan, disanggul keatas membuat leher jenjangnya terpampang nyata.


"E..El! Sa..Sakit!" desis Kinan pilu, Exell menggeleng-geleng melihat kelakukan Kinan yang terus Ingin mengerjai pria itu.


"Bukan urusanku!"


Cup..


Exell mengecup leher jenjang itu membuat Kinan menggeliat geli, ia memeggangi bahu Suaminya yang sibuk memberi tanda dilehernya.


"Su..Sudah hiks hiks, Ki..Kinan ingin pulang!"


"Diam dan menurutlah!"


Exell melepas gigitannya, ia menjilati leher penuh decak merah itu begitu puas dengan hasil karyanya, kulit putih Kinan membuat ia tak rela membagi pemandangan.


"Sudah?"


Exell mengangguk lalu mengambil Ponselnya, ia menghubungi anggotanya untuk bersiaga jika Rencananya gagal.


"Dion!"


"Tu..Tuan!"


"Kau baik-baik saja kan?"


"I..Iya, hmm ..bagaimana kita masuk? ini sedang hujan Tuan!"


"Tanyalah pada istrimu!"


"Baiklah!"


"Kenapa Dion sangat aneh?" gumam Exell seraya Kinan mendekatkan tangannya membuat sang empu yang mendengar percakapan mereka didalam sana begitu puas dan tak sabaran.


"Lihatlah, kali ini rencanaku tak akan gagal, Asistenmu sendiri yang akan membuat Rumah tangga mu hancur!"


.....


"Sayang!"


"Ha?" Asisten Dion terlonjak kaget, Gea semangkin dibuat heran dengan pria ini, kalau ia bertanya, pasti Pria ini akan menjawab. ' Aku baik-baik saja Sayang'.


"Sayang! kau kenapa ha?"


"A-Aku tak apa! kau...!"


Brakk..


Gea mengebrak kursinya keras, ia sudah tak tahan jika suaminya selalu merahasiakan hal yang membuatnya khawatir.

__ADS_1


"Apa kau tak menganggapku ha?"


"Bu..Bukan begitu Sayang! aku..!"


"Lalu apa? aku sudah tak tahan melihatmu begini, kau seakan tak menganggapku ada untuk berbagi apapun!" bentak Gea menyala-nyala membuat dada pria itu semangkin sesak, Asisten Dion ingin berteriak sejadi-jadinya, sungguh..ia ingin membawa wanita ini pergi dan hanya hidup berdua tampa masalah.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku!" lirih Asisten Dion menunduk membuat Gea semangkin frustasi, ia tak bisa mengerti isi kepala pria ini.


"Kauu! Haiss..Dion, aku serius sayang! kau kenapa?" lelah Gea menatap sendu Asisten Dion yang diam, apa ia tahan jika melepas wanita ini? lalu bagaimana dengan cintanya, kalau ia mengikuti ancaman pria itu, dan bagaimana dengan Tuan dan Nyonyanya?


"A..Aku mencintaimu!"


"Aku tahu sayang! lalu sekarang apa? aku bingung harus membantumu bagaimana!" Ucap Gea mengelus rahang tegas pria itu, Asisten Dion semangkin dilanda ketakutan, membuat otaknya tak bisa berfikir jernih.


"Setelah pesta nanti! kau maukan Tinggal berdua saja denganku?"


"Ma..Maksudnya?"


"Kita hanya berdua sayang! tak ada orang lain, kita membuat Kehidupan baru dengan anak-anak kita nanti!" jelas Asisten Dion penuh harap menggengam tangan lembut istrinya dan mengecupnya penuh cinta membuat Gea luluh.


"Kau selalu memberi kebahagiaan padaku! kemana kau pergi, aku harus ikut! karna kau Sumber cinta bagiku!"


"Sayang? ka..kalau aku membuatmu sakit bagaimana?"


Gea mengkerutkan dahinya, Sumpah demi apapun pria ini sangat aneh, ia tak bisa menduga lagi.


"Wanita manapun tak akan mau dilukai oleh orang yang ia cintai!"


"Jadi?"


"Aku akan meninggalkanmu!"


Degg..


Satu tetes cairan bening itu keluar dari netra Elangnya, ia baru merasakan bagaimana sulitnya mencintai dan mempertahankan hal yang ia cintai, dulu ia menganggap Tuannya Exell terkena Virus karna sangat Menggilai sosok sempurna seperti Nyonyanya.


Tapi! Oh Tuhan.. bisa kau putar kembali waktu dimana aku menuai luka bagi istriku?


Jeritan batin Asisten Dion membeludah, ini sangat sakit, inikah yang Tuannya rasakan dulu saat Cintanya meninggalkannya? inikah yang membuat Tuannya menggilai sosok sempurna itu?


"Sayang!"


"Kau tatap aku!"


Mata keduanya saling tatap mesra menembus jantung masing-masing, hatinya bergejolak ruah.


"Maafkan aku sayang!"


Batin Asisten Dion seraya memangut bibir ranum itu, Gea melayani pergumulan lidah suaminya dengan lembut, ia merasa ciuman kali ini sangat penuh kelembutan dan perasaan, Suaminya seakan menyampaikan gejolak perasaan yang seakan ini sangat dalam.


"Akhmm!" Gea melepaskan pangutannya dengan pelan membuat bibir bawahnya masih dihisap lembut pria itu.


"Kita kedalam hm?"


"Ba..Baiklah!"


Mereka menghilang dengan Gea yang menggengam tangannya erat, begitu juga yang dilakukan Kinan dan Renata.


.......


"Selamat malam Tuan dan Nyonya yang terhormat!" Suara MC yang berkumandang membuat suasana malam ini sangatlah bertajuk glamor dan mewah.


"Malam!!!"


"Baiklah, sepertinya kalian tak sabar untuk melihat Para Pengusaha yang memeggang Peringkat Milioner terkaya tahun ini bukan?"


"Yaaahh!!!!"


"Hm!Pesta Perayaan sekaligus Pameran penggalangan ini akan mengumumkan Siapa-Siapa saja yang merajai Bisnis Tahun ini, jadi, sebelum acar berlansung, Silahkan Tuan Aniyous Firman memberi Kata sambutan!"


Prokk..Prokkk..


Tepuk tangan yang meriah menyambut pria Tua yang tampak rapi dengan balutan Jas kebiruan itu.


Semua tamu undangan telah memenuhi Gedung Mewah malam ini, kemilau lampu langgung yang begitu megah membuat mereka tak bisa mengalihkan tatapan mata sedikitpun.


"Selamat datang Presedir Mohana dan Presedir Gebriel!" salam sambutan dari para tamu undangan yang melihat kedatangan mereka.


"Nona-Nona Muda Sinmart sekaligus Nyonya Muda Mohana! Terimakasih atas kehadirannya!"

__ADS_1


Exell hanya mengangguki sapaan MC dan para tamu undangan sana.


Seperti biasa, kehadiran Exell membuat mereka tak bisa berkata banyak, tubuh gagah itu selalu mengundang perhatian dengan tatapan datar yang memikat, tapi mereka sadar setelah menatap sosok cantik yang bahkan mengahlakan kilauan lampu malam ini sangking Gemilaunya paras wanita itu.


Satu kata yang terlintas, ' Sempurna'. bahkan Dua Pria Tampan yang menggandeng istrinya masing-masing itu juga tak kalah dari decah kagum mereka.


"Silahkan Presedir! Nyonya!"


Panetia mengarahkan mereka menuju kursi paling depan, kibaran Gaun ketiga wanita itu membuat mereka meneggang, harumnya aroma mawar ini begitu menenagkan.


"Lepas!"


"El!" lirih Kinan menatap sendu wajah tampan suaminya, ia terlihat terluka dengan sikap dingin Exell padanya membuat manusia yang melihat mereka dari belakang sana begitu gembira.


"Jangan menyentuhku!" geram Exell mengertakan giginya, tapi tatapannya masih datar seakan ini memang adanya, mereka memilih tempat didekat sudut gelap yang hanya disinari satu lampu membuat kedua tangan Pasutri itu masih menggengam mesra.


Bahkan, Exell mengecup bibir istrinya lembut membuat wanita itu tak fokus kepanggung sana.


"Ingat! kau jangan pernah bermain api dibelakangku, dengan kau menerima Cincin itu maka kau sudah membuat hubungan kita retak!" desis Exell geram tapi wajahnya malah terlihat kesemsem dengan wanita ini.


Grett..


"Auh hm E..Ell sakit!" Kinan pura-pura merintih seperti Exell melukainya, namun, nyatanya, pria itu malah mengigit bahu lembutnya gemas.


Renata, Gea dan Gebriel hanya diam membisu menatap kemesraan pasutri ini.


Drett..


"Sayang!"


"Yah?"


"Ponselmu!"


Asisten Dion menenggang melihat siapa yang menelfonnya itu, ia menatap Gea yang terlihat fokus menatap kepanggung sana dimana para anggota Perusahaan Entertainmen Group yang dulu pernah ia kunjungi berbicara dengan lantang.


"Sa..Sayang!"


"Iya! ada apa?"


"A..aku mengangkat Telfon dulu!"


"Hm! baiklah, cepatlah kembali!"


Cup..


Asisten Dion mengangguk lalu melangkah pergi, dari arah belakang sana, Pria berjas dengan wajah ramahnya itu menelfon anak buahnya untuk melakukan apa yang ia titahkan.


Exell hanya diam menatap kepergian Asisten Dion, ia hanya tenang seraya mengelus tangan istrinya lembut, bahkan Gebriel pun tak bisa membaca pergerakan pria ini.


"E..El!"


"Hm!"


"Ki..Kinan mau ketoilet!"


"Pergilah! kenapa harus pamit padaku!" ketus Exell lalu mengecup bibir istrinya lembut, menatap Renata yang lansung menemani Kinan.


"Aku ikut!"


"Kau tunggu saja disini! Suamimu pasti akan segera kembali!" ucap Renata tersenyum pada Gea yang mengangguk.


"Baiklah, kalian hati-hati!"


"Itu pasti!"


Exell memandangi kepergian istrinya dengan datar, ia duduk dengan angkuhnya seakan tak ada hal yang ia lakukan selain diam dan terlihat santai.


"Exell!"


"Hmm!"


"Kau tak bergerak!"


"Aku tak pernah mencari musuh! mereka yang mengantarkan diri padaku!" ucap Exell santai dengan wajah datarnya.


.......


Vote and Like sayang..

__ADS_1


__ADS_2