Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Perubahan..


__ADS_3

Wanita dengan kepangan rambut itu tampak sangat cekatan membantu Kinan yang sepertinya hari ini semangkin pucat saja. ia tampak Khawatir dengan wanita ini.


"Kinan! biar aku saja?" Gea mengambil alih spatula yang ada ditangan Kinan. ia mendudukan wanita itu diatas kursi dapur supaya istirahat.


"Kenapa denganmu? apa kau sakit?"


Kinan terdiam, ia rasa sakitnya semangkin parah, tapi apalah daya, ia hanya bisa menahan nya tanpa harus memelas kesakitan pada siapapun.


"Kinan hanya lelah!" jawab Kinan memaksakan senyumannya, keringat dingin itu sudah mmebanjiri keningnya dengan wajah cantik yang sudah pucat pasih.


"Akhhhm!" geraman Kinan dengan tusukan didadanya, ia menatap Gea yang tampak beberapa kali melihat kerahnya dengan tatapan iba.


"Kinan keatas dulu!"


"Yah! kau bisa istirahat" Kinan melangkah pergi menuju ruangan atas, ia menyusuri dinding Mashion untuk menopang kakinya berjalan dengan leluasa.


Kinan tak menyadari ada sepasang mata yang menatapnya penuh rasa sakit dan sesak. sedari tadi Pria itu memantau istrinya dari jauh, dan benar saja, wanita itu terlihat tak ingin sakit dimata mereka.


"Kinan!"


"haa?" Kinan terperanjat kaget saat menaiki tangga hingga ia sedikit oleng, untung saja lengan kekar pria itu membelit pinggang istrinya cepat.


"El tak kerja?"


Exell diam saja, ia menggendong sang istri menaiki anak tangga sana. sepanjang langkahnya Kinan terus memandangi wajah Tampan suaminya yang terlihat datar tak seperti biasanya.


Setibanya dikamar mereka, Exell membaringkan tubuh lemah itu diatas ranjangnya. ia hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun tanpa bunyi sama sekali.


"Siapa Adres?"


Kinan berbinar cerah mendengar suara belahan hatinya itu. ia lansung memeluk Exell dengan erat mengungkapkan isi hatinya yang tadi sedang dilanda kehawatiran.


"Kak Adres adalah kakak Kinan El! dia Pria baik yang selalu membantu Kinan!"


Degg...


Pupus sudah harapan Pria itu, ia tadi memastikan ucapan Pria lentera merah itu tidak benar, tapi, Pikirannya seketika tergoyah dengan jawaban Kinan yang memang benar adanya.


Kedua tangan Exell terkepal erat, wajahnya menatap arah lain tak mau membayangkan wajah cantik ini akan terluka dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


"Maafkan aku Sayang!" batin Exell bergetar saat tangannya ingin melepas paksa pelukan Kinan yang menguat ditubuhnya. Exell beberapa kali menghela nafas menormalkan deru udara yang tersendat itu.


"Lepass!"


Bugh..


Kinan terlentang di ranjangnya karna tangan Exell melepas belitannya kasar, Kinan menatap Exell dengan beribu tanda tanya dengan Exell yang mengalihkan pandangannya kesembarang arah.


"Ell! Kinan hanya..!"

__ADS_1


"Kau bisa tidak diam sehari saja! Kepala ku hampir pecah mendengar semua ocehanmu!"


Deggg..


Kinan meneggang ditempatnya dengan genagan air bening yang sedari tadi ia tampung di kelopak matanya meluncur dengan sempurna.


"Ell Kinan ..!"


Exell menepis kasar tangan Kinan yang ingin menggapai pipinya, bibir wanita itu bergetar menahan iskan dengan menatap kosong tangannya yang ditepis kasar oleh pria ini.


"Elll!" lirih Kinan bergetar, Exell tak bisa melihat ini. ia berdiri dan lansung melangkah pergi meninggalkan Kinan yang menatap nanar kepergiannya.


"Elll hiks hiks!"


Kinan menagis mencengkram dadanya erat. Sakit? cihh.. tentu ia rasakan, tak pernah selama cinta mereka menyatu Exell membentak kasar dan menatapnya dingin begitu. sungguh ini sangat menyakitkan.


.....


Langkah besar pria itu membuat semua mata menatapnya bingung, namun ia tak perduli. wajahnya berusaha tak menunjukan apapun walau sedari tadi sudut matanya terus berair dan dengan cepat ia hapus.


"Boyy! kau mau kemana?" tanya Momy Chalista pada Exell yang melangkah menuju pintu utama. Pria itu menghentikan langkahnya dengan menormalkan suasana wajah dan tubuhnya.


"Aku ada Meeting Mom!" Momy Chalista terkejut dengan jawaban singkat putranya, Exell juga tak ingin berhadapan dengan mereka.


"Kakak! kau..!"


"Masuklah!"


"Mom! Dad, apa yang terjadi dengan Kakak El?"


"Momy juga tak tahu Sayang! tiba tiba dia seperti itu?" Momy Chalista juga terlihat bingung dengan semua ini.


Dady Arkan terkejut saat melihat Wanita dengan wajah sembabnya menurni tangga dengan wajah pucat itu. apalagi dengan keadaan tubuh rapuh membuat mereka Prihatin.


"Kinan!"


"Dimana El?" tanya Kinan pada Gea yang lansung menyonsongnya tadi, Gea menatap anggota keluarga lainnya yang juga tampak terkejut. suara bengap Kinan karna kelamaan menagis membuat mereka bertambah penasaran.


"Sayang! apa kalian bertengkar?"


Momy Chalista mendekat kearah Kinan yang lansung menubruk tubuhnya meluapkan rasa sesak didada wanita itu. Momy Chalista hanya bisa diam mendengarkan isakan pilu Kinan yang menyayat hati.


"Mom hiks hiks!"


"ada apa Nak?"


"El mom hiks hiks! Kinan tak tahu salah Kinan apa hiks hiks..Tiba Tiba El marah pada Kinan!"


Gea mengelus punggung Kinan untuk menenagkan wanita ini. ia terlihat sangat prihatin dengan keadaan Kinan yang sedari pagi sakit sakitan.

__ADS_1


"Mungkin dia hanya lelah Sayang! Pekerjaan kantor kan banyak! Jadi mengertilah, Hmmm?"


"Tapi! Tapi Ell berbeda Mom.. Dia tak mungkin membentak Kinan hanya dengan urusan kantor hiks hiks!"


"Sudahlah! Kau tenang saja, Momy tahu Putra Momy pasti sedang dilanda pekerjaan yang berat, berikan dia waktu untuk menyelesaikan itu!"


Kinan hanya diam sambil mengeratkan pelukannya pada Momy Chalista, ia menatap nanar pintu utama yang baru saja dilewati Pria itu kalau ia pergi.


"Ada apa ini sebenarnya?"


"Pergilah bawa Kakak mu keatas! Dia perlu teman!" ucap Momy Serlin dan Momy Liona pada anak anaknya. Kedua remaja itu mengangguk lalu mendekati Kinan yang tampak lesu.


"Kak! Kita keatas ya?"


"Kinan mau El!"


Momy Chalista dan mereka saling tatap rumit lalu menghela nafas berat.


"Sayang! Exell akan pulang, kau bisa tunggu dia di kamar, hmmm?"


"Baik Mom!" Kinan menganggukinya lalu melangkah pergi bersamaan dengan dua remaja itu.


Sekarang, tinggalah mereka yang mulai bersuara dengan apa yang mereka lihat ini.


"Ini sudah sangat parah!"


"Exell sungguh keterlaluan!"


ucap Mereka tak habis pikir, memangnya masalah apa hingga membuat rumah tangga yang hanya seumuran Kangkung ini menjadi retak?


"Aku yakin putraku punya alasan untuk ini?"


"Tapi bagaimana dengan Kinan Taa? lihatlah gadis malang itu!" bantah Dady Frank merasa kasihan pada Kinan yang sungguh malang, Rasa sakit yang menggerogoti fisik gadis itu, dan sekarang malah ditambah dengan hujaman belati dari Cintanya pada Exell. Sungguh..ia tak tahan melihatnya.


"ada apa Uncle?" Gebriel yang datang dari pintu utama sana terlihat mengerutkan keningnya menatap krasak krusuk yang tadi telinganya tangkap.


"Tidak ada!"


"Jangan bercanda dad!" bantah Gebriel pada Dady Arkan yang menghela nafas berat. ia merangkuh tubuh istrinya untuk duduk diatas sofa kembali.


"Kau bisa lihat saat Exell kembali!"


Gebriel mendesah lemah, ia sungguh penasaran dengan semua masalah yang tak ia ketahui ini.


...


...


...

__ADS_1


Vote and Like Sayang...


__ADS_2