Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kembalikan Putraku!..


__ADS_3

Netra Elang pria yang tadinya diam terlihat membulat sempurna melihat siapa yang sedang memeggang kepala Thomas dengan satu tangannya, rahangnya mengetat dengan kepalan tangan yang menguat.


Dengan langkah lebarnya, ia mendekati Bidadari cantik yang tampak begitu memukau dengan pakaian Bumil yang begitu sexsi itu, kulit putih beningnya bersinar membuat mata mereka terngangak tak bisa mengedipkan matanya.


Grep..


Tubuh gagah pria yang kepalang geram itu mendekap erat tubuh molek yang begitu menggugah ini, wajah cantik wanita itu masih dengan serius menatap wajah Tampan Thomas yang mengadah menatapnya kosong.


"Apa yang kau lakukan ha?"


"Dia bisa diselamatkan!" ucap Kinan datar, netra Thomas masih menghitam dengan telapak tangan Kinan yang berada diatas kepala pria itu untuk mengendalikan kesadaran Thomas yang sudah terkuasai oleh dendam dan kemarahannya.


"Jangan membantunya!" Kinan hanya diam dengan suara bentakan Renata yang dibelit erat oleh Gebriel.


"Diamlah!"


"Brengsek! Aku akan membunuhmu!" teriakan Renata menggelegar seakan tak perduli dengan siapapun yang berada disekitarnya.


Whuss...


Kinan menekan jari-jari lentiknya keatas ubun-ubun Thomas yang dikelilingi dengan kilatan biru dan angin yang mengelilingi tubuhnya.


Kinan menggenggam tangan kekar suaminya erat memfokuskan Pikirannya untuk menembus alam bawah sadar Thomas.


Whuss...


Thomas menggeram sakit saat tangan Kinan menekan kuat kepalanya, rasa dingin, panas dan sakit seakan tertusuk berbagai sembilu itu memenuhi seluruh tubuhnya.


"Aaaaahmm!" geraman Thomas tertunduk dengan tangan yang mencengkram tanah rerumputan kering dibawah tubuhnya, ia beberapa lagi menggelengkan kepalanya disaat kesadarannya mulai kembali lalu hitam berketerusan, begitulah terus membuat ia meraung sakit.


"Bunuh saja dia Kinamm"


Gebriel lansung membekap mulut Renata yang tak rela jika pria bajingan itu malah hidup ditengah rasa sakit putranya, ia meronta dari belitan tangan Gebriel yang kuat.


Cetasss...


kilatan kebiruan yang begitu bersinar diatas langit sana beradu dengan asap tebal menghitam yang perlahan keluar dari Tubuh Thomas yang meraung sakit.


"Aaaaa sakitt Brengsek!"


"Kau sudah buta!" ucap Kinan membuka mata cantiknya, ia mengarahkan jari telunjuknya untuk menekan kuat kening Thomas yang tak bisa bergerak akibat Aliran energi Kinan yang luar biasa kuat menghisap seluruh jiwanya.


Angin yang tadinya tenang kembali menggulung mengitari tubuh Thomas yang sudah merintih sakit, Exell semangkin memeluk Kinan dengan berbagai perasaan yang menghantuinya.


Whusss..Brugh..


Thomas lansung tumbang di hamparan mawar biru yang tiba-tiba menampung tubuh gagah itu, kilauan dari tubuh Kinan dan Exell membuat penerangan yang begitu memukau membuat mereka tak berkedip.

__ADS_1


"Bangunlah!" suara lembut namun penuh ketegasan itu berucap angkuh tak mau dibantah.


Perlahan mata Pria itu terbuka menampakan Mata Elang seperti biasa, tak ada rona hitam yang menakutkan sama sekali.


"Ka..Kau..!"


"Kenapa kau malah membantunya ha?" bentak Renata menatap Kinan dengan marah, netra indah wanita itu begitu sakit penuh luka membuat Gebriel tak tahan menatapnya lebih lama.


"Dia hanya sesat!"


"Sesat kau bilang? dia pria brengsek yang menyiksa Putraku sejak lama! apa itu masih kau maafkan Aliniya!" bentak Renata lalu bangkit mendekati Thomas, Gebriel berjaga-jaga jika Renata melakukan serangan balasan.


"Kau!" Renata menunjuk wajah Thomas yang juga ingin meluapkan sesuatu yang selama ini ia tahan.


"Apa kau layak dilanggil seorang ayah? apa kau layak mendapatkan Putra sehebat dia? apa dia layak ha?"


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" bentak Thomas terlihat sangat terpukul, ia berhadapan dengan Renata yang tak kalah marah dan geram.


"Dia! Dia penyebab istriku meninggalkan aku!"


Plakkk..


Renata menampar telak wajah Tampan Thomas hingga sudut bibir pria itu berdarah, tangannya terkepal dengan sorot mata yang tajam.


"Dia Mati bukan karna Carlku brengsek!"


Keduanya ingin kembali bertentangan tapi Gebriel dengan cepat memeluk Renata menyembunyikan tubuh molek itu dibelakang tubuh gagahnya.


"Tuan!"


Renata meneggang ditempatnya melihat Asisten Dion yang menggendong Tubuh mungil Carelo dengan Gea yang juga digendong bersamaan oleh tubuh gagah itu.


"Carll!!!!" Teriak Renata menyonsong kedatangan Asiisten Dion dan lansung merangkuh Bocah dingin itu kepelukannya.


"Carl hiks hiks sayang! ba..bagun Nak.. ini Momy sayang!" isak Renata mengguncang tubuh dingin Putranya. mereka teriris melihat ketulusan Renata yang selama ini tersembunyi di balik sikap acuh dan jalangnya.


"Ca...Carl..!"


"Kau senang sekarang ha?" bentak Renata sekugukan menatap wajah bungkam Thomas yang masih menatap tubuh mungil Putranya yang membiru.


"A..Aku..!"


Bugh..


Renata Menendang tubuh Thomas ditengah rasa sakitnya, ia masih memeluk bocah itu dengan dekapam kehangatan yang selalu putranya rindukan.


"Aku ingin putraku kembali! kembalikan dia padaku!!!" Teriak Renata menatap Thomas yang menunduk, mata indah wanita itu merah karna menagis dengan sangat menyakitkan.

__ADS_1


"Aku..Aku mohon hiks hiks! kembalikan dia padaku!" isak Renata bersandar kedada bidang Gebriel yang memeluknya dengan erat, bibirnya tak berhenti untuk mengecup kening putranya lembut.


"Tenaglah!" Renata membenamkan wajahnya kerangkuhan hangat itu, ia masih menagis memohon pada mereka yang bisa mengembalikan putranya.


"Ri..Riel!"


"apa sayang?"


"Ke..Kembalikan Carlku hiks hiks! aku mohon padamu hiks hiks!" isak Renata menatap penuh harap wajah tampan Gebriel yang tampak teriris dengan tangisannya, ia tak menyadari apapun yang Gebriel ucapkan padanya.


"Kinan!" lirih Gebriel memohon, ia sudah tak sanggup mendengar dan melihat kerapuhan wanita yang sudah membawa separuh hati dan jiwanya itu.


"Aku tak bisa!"


Duarrr..


Renata semangin menggila meraung mengguncang tubuh putranya, ia juga mengutuk Thomas yang hanya diam menunduk pasrah.


"Kembalikan Putraku brengsek kalian semua hiks hiks! Kembalikan Carlku hiks hiks!"


"Dia hanya bisa disembuhkan dari darah yang mengalir didalam tubuhnya dan kekuatan 3 saudari kita!"


Thomas mencengkram kepalanya yang ingin pecah, Istri? ia sangat merindukan istrinya, darah mereka berdualah yang menyusun tubuh Putranya dan sekarang semuanya telah berakhir.


"Aaaa hiks hiks! Brengsek!!" teriak Thomas frustasi, bisa-bisa ia gila dengan semua ini, otaknya sudah lelah, Sangat lelah.


"Aku..Aku hanya ingin Dia! aku ingin Dia!" teriak Thomas memandangi wajah pucat putranya.


"Apa..Apa artinya Dia kalau tak ada istriku hiks hiks!" isak Thomas serak, jujur didalam lubuk hatinya, ia juga menyayangi Carelo, makanya ia mendekatkan bocah itu pada Renata yang begitu baik dan keibuan.


Tapi, rasa dendam dan bencinya membuat mata dan hatinya buta untuk melihat kenyataan.


"Istrimu Pergi Karna keluargamu sendiri!"


Degg..


Thomas meneggang ditempatnya mendengar ucapan Exell yang berat dan berkharisma, ia menoleh menatap wajah Tampan pria bernetra biru itu yang masih tampak tenang dan datar.


"Apa maksudmu?"


"Permisi!"


Degg..


Thomas meneggang ditempatnya mendengar suara lembut itu. Yah! suara itu yang telah menghilang dipendengaranya.


...

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2