
Gebariel menatap aneh pada Panetia yang mengatakan kalau Perwakilan dari Perusahaannya sudah datang sejak Presedir Mohana kesini, sejak kapan? ia tak pernah menyuruh orang lain datang ke Gunung Syuhan tempat Event ini berlansung.
"Apa anda yakin?"
"Yah Tuan! Nama perusahaan anda telah tercantup ke List petinggi yang sudah melakukan rapat sejak hari pertama!" jawab Panetia Pant yang menaggulangi semua ini, ia juga merasa aneh, kenapa Presedir Gebriel seperti kebingungan?.
"Hmm! kau bisa pergi!"
"Baik Presedir!" Panetia Pant pergi seraya kembali berinteraksi dengan Kru lainnya, sekarang , tinggalah Gebriel dan Asisiten Joy yang berada didalam ruangan pertemuan kedua.
"Cari tahu semua itu!"
"Baik Tuan!"
Asisten Joy lansung mengabari anggota Tuannya, sedangkan Gebriel hanya menormalkan wajah datarnya menatap para Model yang sedang melakukan pemotretan disebelah tempat khusus di luar sana.
"Presedir Gebriel!" Mr Hans menyapa Gebriel yang juga membalas jabatan tangan pria itu, begitu juga dengan Tuan Hendry dan Tuan Nichol yang menyapanya ramah.
"Sepertinya anda sangat sibuk Presedir!"
"Seperti biasa!" jawab Gebriel datar penuh wibawah, mereka juga kagum dengan keturunan keluarga Mohana satu ini, meski bola matanya tak sama biru dengan saudara mempesonanya itu, tapi, Netra kecoklatannya juga tampak memukau membuat para wanita yang melihatnya histeris.
"Bagaimana dengan Eventnya?"
"Semuanya berjalan lancar Tuan! dan Presedir Mohana sangat cerdas hingga membuat acara ini bisa mekar hingga melibatkan orang atas!"
"Dia memang cerdas! tapi tentu punya Makna!" Mereka saling pandang akan ucapan ambigu Gebriel, tapi , Pria tampan itu hanya masa bodoh dan pamit pergi menuju penginapan Adiknya.
"Presedir Gebriel!" sapa para Model yang sudah berganti Kostum dengan outfit yang ditentukan Desainernya masing-masing. Gebriel hanya menganggukinya saja dengan langkah yang cepat menuju Mobilnya.
....
Kemilau cahaya mentari mendung diatas sana memungkinkan pemotretan itu berjalan lancar tanpa hambatan, para Model yang tampak begitu aktif menunjukan pesona mereka dalam bidikan kamera Fotografer Dariante yang masih mencari lekuk indah dan sesuai dengan emosi dan Fiture wajah yang pas.
"Miss Hanna! kenapa anda memakai Kostum tertutup?bukankah saya sudah bilang kita akan Pemotretan alam dengan cuaca Kontras!" kesal Fotografer Dariante yang bermulut pedas, ia tak suka pada Model-Model yang lancang begini.
"Maaf Mr! tapi, saya sedang tak enak badan!" elak Miss Hanna yang mencoba mengantisipasi keadaan, padahal, sekujur tubuhnya sudah berbekas tanpa pergumulan panas mereka tadi malam dengan ayahnya sendiri, tentu, Miss Hanna tak ingin itu menjadi masalah nantinya.
"Kau bisa istirahat! Perhatikan kesehatan kulit kalian, aku tak mau tahu tentang masalah yang terjadi, ini resiko yang kalian ambil, Kulit yang tak sehat dan tak beraura, jangan harap bisa masuk kedalam pidikan kameraku!" ketus Fotografer Dariante lalu pergi menuju Camnya, ia merasa kurang puas dengan hasil yang diberikan Miss Hanna.
Miss Mirayuana dan yang lainnya hanya bisa mengangguk dengan Miss Hanna yang mengepalkan tangannya geram, Fotografer sialan itu selalu membuat Moodnya hancur.
__ADS_1
"Jenne!"
"Ya Nona!"
"Iakukan hal yang sama padanya!" Asisten Jenne menganggukinya, Miss Hanna menatap sinis Miss Mirayuana yang sedang berbaur dengan Model lainnyan wanita itu memang menjadi saingan terberatnya.
.....
"Sayangg!" suara serak khas bangun tidur wanita cantik itu begitu menggema diPenginapan pria tampan yang sedang berkutat dengan alat dapur utama itu, para Koki disana diliburkan dengan penjaggaan yang kembali ketat ditempat Tuannya.
"Sayangg! hmm!" Kinan mengucek matanya yang masih berat, ia duduk dianak tangga bagian bawah yang sudah terhubung dengan lantai Penginapan ini, kepalanya tersandar ketiang tangga dengan mata yang merem-melek dilanda kantuk.
"Kinan!"
Wanita itu memaksakan matanya terbuka pada suara yang tak asing dipendengarannya.
"Ki..Kinan! kau..! bukanya kau Ke Kerajaan?" Kinan hanya mengangguk tak pasti, ia malah menguap selebar mungkin lalu kembali memejamkan matanya menyambung tidur enak itu, cuaca yang mendung dengan udara yang nyaman membuat ia semangkin terbuai.
Gebriel tersenyum gemas, rambut panjang hitam acak-acakan itu tampak sangat imut dengan wajah polos nan putih seraya bibir sexsi yang merah natural, apalagi dengan baju tidur khas bunga mawar seperti kelinci mungil dengan bendo penghangat itu, belum lagi sendal bulu yang tampak menghiasi kaki jenjangnya itu.
"Kapan Kakak kesini?" suara berat khas seorang Pria Tampan yang sedang memakai apron didekat meja makan sana, Pria itu terlihat belum menyadari sang Kelinci mungilnya sedang tidur.
Exell terkejut melihat Tubuh Molek istrinya yang meringkuk ditangga sana, ia berlari menyampari wanita itu, wajahnya sudah kelam dengan rasa kesal yang memuncak.
Pugh..
Exell menepuk bokong bulat itu gemas membuat Kinan menggeliat didalam pelukan hangat suaminya, bahkan ia berkoala ketubuh gagah itu dengan wajah yang masuk kedalam baju Kaos santai Exell.
"Heyyy!"
"Hmm! Ell" gumam Kinan tak sadar dan masih melanjutkan tidurnya, Exell menghela nafas berat, ia harus ekstra bersabar dengan wanita ini.
"Dia sedang hamil! tentu akan banyak yang menguji iman!"
"hmm! kapan kau datang kesini?"
"Baru saja!"ucap Gebriel santai lalu melangkah menuju meja makan sana, ia tanpa rasa bersalah mencicipi Makanan buatan Adik mempesonanya itu.
"Heyy Kau! itu Makanan istriku!" teriak Exell menatap tajam Gebriel yang masa bodoh membuat Exell naik pitam.
"Kakak! kau bisa makan ditempat lain. atau suruh Koki membuatnya! aku sudah susah-susah memasaknya dan kau malah memakannya!" omel Exell mendudukan dirinya dikursi makan dengan Kinan yang masih berkaoal dipangkuannya.
__ADS_1
"Istrimu sedang tidur! nanti kau buat lagi kan bisa!"
"Kauu...!"
"Kinannn!"
"Haa!" Kinan terperanjat kaget dengan teriakan wanita diambang pintu sana, Exell mengetatkan rahangnya erat melihat tidur istrinya yang terganggu oleh Rubah sialan itu.
"Sekali lagi kau berteriak! ku tarik lidahmu!" geram Exell pada Renata yang menelan ludahnya kasar melihat wajah Tampan yang menakutkan itu.
"Cihh! Maaf, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padanya!"
"Jangan percaya padanya!"
"Kau! sejak kapan Ketombe ini kesini?"
Brakkk..
Gebriel melempar hiasan Meja didepannya kearah Renata yang menghindar dengan cepat, netra keduanya terlihat mengobarkan aura yang tak bersahabat.
"Jaga bicaramu Jalang!" geram Gebriel yang memang tak menyukai Renata, walau rupa wanita itu mempesona, tapi ia jijik dengan sikap nya yang murah.
"Aku memang Jalang! apa urusannya denganmu!"
"Pergi kau dari sini!" bentak Gebriel berapi-api, bukannya takut, Renata malah mendekati Pria Tampan itu dengan wajah tak gentarnya.
"Aku tak pernah takut dengan siapapun! kau camkan itu!" desisi Renata tak kalah tegas, dua manusia mempesona yang berkausa itu terlihat memiliki dendam dan kebencian yang nyata. Asisiten Joy hanya bisa diam akan kemarahan Tuannya.
"Kauu...!"
"Diammmmm!" Kinan lansung terjaga dari tidurnya dengan mata yang tak lagi bisa dibantahkan, Netranya sudah kepalang geram dengan dua manusia yang selalu membuat ia naik darah.
"Kalau mau bertengkar jangan dihadapanku! aku sudah tak tidur dari kemaren dan kalian malah seperti ini!" omel Kinan berkecak pinggang, Gea dan Asisiten Dion yang baru datangpun terlihat heran melihat dua manusia yang diam dengan saling tatap dengan aura membunuh mendengarkan omelan sang Ratu itu.
"Mereka kenapa?"
"Les Balet!" ketus Gea sinis dan mendekati keributan itu, bagaimana tidak kesal? Asisiten Dion semalam membuat keributan dan hampir saja ketahuan.
....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1