
Ruangan itu begitu sunyi diringi dengan suara ketikan Laptop dari wanita cantik berwajah dingin yang begitu fokus menatap layar benda pintar itu, ia tak menghiraukan wanita yang sedari tadi berdiri disampingnya.
"Renata!"
"Hmn!"
"Maaf!"
Seketika kegiatan wanita itu terhenti dengan tatapan lurus tanpa arti apapun,wajah cantiknya begitu datar tampak biasa saja.
"Maaf?"
"Yah! i..itu semua..!"
"Aku tak tahu apa yang kau bicarakan!"
"Thomas..!"
Brakk..
Renata melempar Laptopnya kelantai dengan sangat mengerikan, tatapan netra indah itu berubah tajam dengan guratan angkara murka yang nyata.
"Jangan pernah menyebut namanya dihadapanku!"
"Aku Minta maaf Renata! gara-gara aku kau harus terlibat dalam masalah lama ini!"
"Apa maafmu bisa berguna?"
Bugh..
Gea lansung terduduk dilantai dengan mata yang mengembun, sungguh, ia menyesal melakukan itu, ia tak menyangka bawah apa yang ia lakukan dimasalalu akan datang sekarang.
"A..Aku akan melakukan apapun? aku mohon maafkan aku!"lirih Gea bergetar, ia takut Renata berubah membencinya setelah pertemanan yang ia jalin, ia tak ingin persaudaraannya hancur kembali.
"Apapun?"
"Yah!"
Renata menyeringai licik membuat Gea pasrah, ia pantas mendapatkan hukuman apapun untuk semua kejahatan yang pernah ia lakukan pada saudari-saudarinya.
"Tatalah masa depanmu dengan baik!"
Degg..
Gea terkejut dengan ucapan wanita itu, ia menatap wajah cantik Renata yang tersenyum tulus memandangnya lembut, bibirnya gemetar menahan isak dengan air mata yang mengembun.
"Re..Renat hiks hiks!" isak Gea lansung berhambur kepelukan Renata yang mendekapnya hangat, ia menagis seakan ini sangatlah berarti hingga membuatnya tak bisa mengontrol emosi.
"Kenapa ha? hiks hiks..aku..aku sudah jahat pada kalian semua!"
"Sudahlah! kau jangan menagis!" Renata mendudukan Gea disamping kursi kerjanya, ia menggengam tangan lembut itu menyalurkan rasa sayang antara persaudaraan mereka.
__ADS_1
"Aku belajar dari Kinan! dia itu sudah mengalami berbagai kesakitan yang teramat, dia dihina, dicampakan, mengalami takdir yang buruk, tapi! dia bisa berdiri bangkit dengan ketulusan hati yang masih tetap! dia tak dendam sama sekali, padahal bisa saja dia melenyapkan kita bukan?"
"Dia memang sangat baik!"
"Begitulah! jadi, aku menerima apapun konsekuensinya! aku rasa aku bisa merubahnya jika berusaha sekuat tenaga!"
"Kau mau pergi?" lirih Gea menggeleng tak setuju, ia tak rela wanita ini kembali diperbudak iblis itu, Renata wanita yang baik, dia tak pantas dimiliki pria bajingan itu.
"Kau tahu sendiri! aku berhutang padanya dan jaminannya adalah diriku sendiri! sekarang dia tiba, cih, ini sudah takdir Gea!" Renata tersenyum senang seakan ia tak apa-apa, Gea mengepalkan tangannya erat merasa sangat sakit dengan semua ini.
"aku akan menggantikanmu!"
"Lihat fisikmu Nona!"
Degg..
Gea menunduk, ia baru sadar kalau tubuhnya tak lagi mempesona seperti dulu, ia hanya gadis buruk rupa dengan luka bakar disekurjur tubuhnya.
"Setidaknya aku bisa menjadi Budak untuk..!"
"Ini masalahku! kau urus saja hidupmu, aku tak suka kau mengurusku!" kesal Renata pada Gea yang menatapnya sendu.
Lalu aku harus apa? katakan padaku hiks hiks..kau..kau mengemban beban yang sangat besar sedari kecil, apa hiks hiks apa kau tak ingin bahagia walau sekecil apapun Renat?
Batin Gea menagis pilu, sungguh, dialah manusia yang paling hina diatas dunia ini, ia tega menjerumuskan saudarinya sendiri hanya demi obsesi yang menghancurkan hidupnya.
"Pergila bantu Udin-mu! dia pasti membutuhkanmu kan?"
"Gea!" bentak Renata menyala-nyala, sudah cukup ia merusak hidup wanita cantik satu itu! sudah cukup ia membuat sang penerus memukau yang telah sengsara akibat kebodohannya, dan sekarang! cih..ia tak akan melibatkan kehidupan bahagia wanita itu.
"Lalu apa Renata? Kau mau menjadi Budak nafsu iblis itu ha? kau jangan gila!"
"Aku berbeda Gea! aku berbeda dari kalian yang mempunyai hidup yang bebas dengan pilihan! tapi aku? aku hanya Mahluk yang memang diciptakan hanya untuk menjadi Budak dan Budak! kau camkan itu!" bentak Renata lalu menyambar tasnya kasar dan meninggalkan Gea yang hanya bisa terduduk dengan isakan itu.
"Aku hanya ingin kalian bahagia! itu sudah cukup untukku!" sambung Renata yang melanjutkan langkahnya pergi.
"Tapi kami tak bahagia tanpamu!" lirih Gea menatap nanar kepergian Renata.
......
Seringaian kelicikan dibibir Pria tampan itu terlihat mekar saat melihat surat resmi dari perjanjian yang mereka lakukan bertahun-tahun lalu.
"Sebentar lagi! kau akan kembali padaku!" gumamnya lalu melihat Majala Fashion yang sudah bergelut foto wanita cantik itu.
"Kau yang datang padaku! maka kau tak akan lepas, Budak tetaplah Budak yang akan tunduk dibawah kekuasaanku! Hahahah!"
Tawa jahatanya begitu menggema ruah membuat seisi ruangan itu merinding, siapa yang berani melawan kekuasaanya? Presedir Mohana? Cihh.. ia tak takut dengan manusia sampah yang hanya merumor itu, ia akan mengambil Budaknya yang lepas dari tangannya dulu.
.......
21+ Mohon pengertian....
__ADS_1
Dikamar yang luas itu, terdengar suara halus kenikmatan yang membuat bulu kuduk siapa saja meremang meroma, suhu kamar yang panas akibat persatuan erat itu menimbulkan keringat syahwat yang bercucuran menyusuri lekuk tubuh mereka.
"Akhhh Exelll!" Erangan wanita cantik dengan perut buncitnya menggeram nikmat dengan hujaman benda bertuah milik suaminya yang semangkin membuatnya terbang lepas.
Pria tampan itu terlihat terngangak dengan apa yang ia rasakan, pembakaran syahdu dari hentakan kulit beradu lembut ini membuatnya hilang akal.
"Akhh Kinan, hmm Ni..Nikmat sayang Akhh!" Exell menarik satu tangan istrinya kebelakang dengan posisi sang bidadari yang membelakangi tubuhnya, mereka melakukan olahraga ranjang yang selalu menggtarkan jiwa.
dengan bokong yang tarik ulur menghujami goa basah itu dari belakang, deshan kenikmatan itu terus lolos dimulutnya masing masing.
bagaimana tidak? diposisi seintim ini, keduanya sudah bisa menggapai puncak yang entah kesekian kali mereka daki dengan puas.
"Pe..Pelan akhh Pelan- Pelan Ell akhhss hmm!" pekik Kinan menyangga tubuhnya dengan satu tangan supaya Pria perkasa ini bisa menghujaminya dengan dalam.
Exell seakan menggila mengayun pinggangnya menciptakan tubrukan memuaskan itu, ia beralih memeggang pinggang ramping nan seksi ini untuk mempercepat perkudaan.
"Akhhhss Sayangg!" erangan Exell mengadah merasakan kenikmatan yang membeludah.
Oh Kinan sayang! Akhh kau memang luar biasa Nikmat!
Jeritan batin Exell membeludah, ini yang selalu ia rindukan dan tak tahan jika harus mendiami wanita ini, jepitan dan hisapan dibawah sana sudah membuat ia mencandu.
Dua gudukan sintal itu berguncang keras seiring dengan suara decipan yang cepat dan menggugah, Kinan mencengkram erat seprey dibawahnya dengan mulut yang tertutup rapat menahan sesuatu yang ingin meledak.
"Tunggu aku Akhh Sayangg hmm!" geraman Exell lalu mulai menambah kecepatan hujamannya, deritan ranjang itu begitu nyaring dengan desahan keduanya.
"Exelll!"
"Se..Sebentar...La..!"
"Akhhhhhh!" keduanya melenguh panjang dengan pelepasan yang hakiki, peledakan didalam sana sangatlah membuncah membuat tubuh Kinan bergetar bertekuk sensual.
Nafas keduanya naik turun memburu dengan Atmosfer yang begitu menipis, Kinan luruh seperti kodok dengan paha yang mengangak menahan bobot tubuhnya, ia sudah seperti Kodok betina yang menungging menyapa sang kodok jantan yang masih panas.
"Ell hmm!" Kinan menggeram saat pria itu malah menarik ulur lembut Menara licin yang kembali teggak itu.
"Apa baby tak sakit?" serak Exell mengelus peeut besar nan seksi wanita ini, ia tak bisa bermain lamban jika Dokter saja sudah menyarankan mereka untuk terus berhubungan untuk mempermudah jalan lahir.
"Tidak! malah babynya senang!" Exell tersenyum geli akan godaan istri nakalnya ini, namun, Exell kembali menegguk ludahnya kasar melihat Goa istrinya yang masih menghisap pusaka perkasanya.
"Akhh El!" desah Kinan menggoyangkan bokongnya memberi servis pada siperkasa yang sudah menyekang goanya itu.
Exell mengadah dengan mulut yang mengangak tak kuat dengan rasa nikmat ini, Servis istrinya selalu membuatnya menggila tak ingin lepas sama sekali.
Exell mengungkung tubuh molek ini dengan ia yang mejadi Kodok jantan untuk mengagahi kodok betina yang sudah meram melek ini.
Pekikan Kinan kembali Start saat Kodok jantannya sudah keluar masuk lorongnya penuh sensasi, geraman keduanya membuat siang yang terik ini menjadi semangkin panas akibat pergumulan nikmat itu.
...
Vote and Like Sayang..
__ADS_1