Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Peretasan dalam satu malam!..


__ADS_3

Disetiap Stasiun Televisi dan juga majala begitu buming menyiarkan bagaimana Kontroversialnya acara megah dan besar-besaran yang dilakukan oleh Keluarga Mohana dan Sinmart itu, guncangan dari pernyataan Presedir Mohana yang tampak tak bimbang dengan cerita tentang Kehidupan rumah tangganya itu.


Masyarakat yang melihatnya begitu kagum sekaligus haru,bagaimana tidak? lontaran kata-kata Syahdu itu membuat mereka kesemsem bukan main. pernyataan cinta sang presedir dingin sekarang merubah pandangan mereka lebih bijaksana dan khas, sifat yang tak menentu dan menyeramkan ternyata punya sisi lain hingga menjatuhkan hati pada sosok sempurna yang membuat hati bergetar itu.


"Presedir Mohana!"


"Nyonya Mohana, bisa anda lihat kesini?"


"Baby Arsel! Wowww Baby Arsel!"


Teriak para Fans yang bahkan tak bisa berkata lagi dengan semua ini, Exell dan Kinan sekarang sedang ada didepan Gedung pernikahan mereka karna acara yang telah selesai hingga sampai jam 10 malam ini.


"Kau masih bisa sayang?" tanya Exell dengan satu tangan yang membelit pinggang ramping istrinya mesra, Baby Ars hanya diam digendong tangan kiri Dadynya, ia begitu ngantuk, terkadang ia sayu-sayu memejamkan netra birunya membuat para wartawan dan Fans keluarga Mohana itu histeris gemas.


"Kinan tak apa! biarkan mereka meluapkan perasaanya!" ucap Kinan lembut lalu berpose dengan senyum memikatnya membuat Exell panas, tapi ia tak mungkin menunjukannya hingga membuat isu baru.


"Kendorkan bibirmu!"


"Ha?"


Grep..


Exell semangkin merapatkan tubuh mereka dengan tatapan mata yang mengisyaratkan ketidak sukaan, Kinan lansung pasrah, dan hanya tersenyum simpul masih terkesan mempesona dan ramah.


"Babynya senyum!"


Cekrekk..


"Baiklah! aku rasa itu sudah cukup!"


"Baik Presedir!" jawab mereka mencari aman, Exell mengiring Kinan melangkah diatas Red Karpet yang lansung terhubung ke Mobil mewah didepan sana.anggotanya mengikuti langkah Tuannya karna harus mengamankan kerumunan ini.


"Nyonya! Nyonya Muda!"


"Hay!" Kinan melambaikan tangannya membuat mereka histeris, Exell meremas pinggang istrinya gemas, ia tak suka pesona wanita ini malah membuat para pria disana meneggang.


"Tangannya El!" lirih Kinan geli saat tangan pria itu meraba bokongnya, Serly dan Vina yang memeggangi ekor Gaun Kakak iparnya pun menggeleng geli melihat interaksi intim kedua Mahluk sempurna itu.


"El! kau kehotel yang sama?"


"Hm iya!"


"Tuan!" Asisten Joy yang datang dengan Ponsel yang masih menyala, Exell yang sudah masuk kedalam Mobilnya itu hanya diam dengan Baby Ars yang sudah tidur, suara bising diLoby gedung itu tak terdengar karna Exell mengaktifkan peredam khusus dimobilnya.


"Ada apa?"


"Ada masalah di Perusahaan!"


Gebriel dan Exell saling pandang dengan Asisten Dion yang baru datang dengan Gea yang dirangkul mesra pria itu.


"Ada apa?"


"Perusahaan terkena serangan Virus retasan Tuan!"

__ADS_1


"Apa?


Gebriel terkejut bukan main, tapi Exell hanya dengan wajah tenagnya, ia mengusap bahu istrinya yang bersandar ke bahunya lelah.


"Bagaimana bisa mereka meretas Program perusahaan?"


"Tidak sampai kebagian inti Tuan! mereka hanya bisa menembus bagian IT yang dirancang dari Perusahaan cabang, bukan dari rancangan Tuan Exell!"


"Tapi siapa yang ingin mencari mati itu? apa mereka memang tak takut sama sekali?" geram Gebriel mengepalkan tangannya erat.


"Momy!" Mereka lansung menatap pada bocah kecil yang berlari menuju Renata.


"Carl sayang!"


"Mom!" Carl memeluk Renata erat, mereka bingung kenapa keluarga Thomas tak datang tadinya.


"Thomas!"


"Hm, Selamat atas pernikahan kalian!" ucap Thomas yang baru datang menggandeng istri cantiknya dengan mata yang aggak sipit khas Hisyana.


"Kenapa kalian baru datang?"


"Perusahaanku terjadi masalah!"


"Diretas lagi?"


"Tidak!"


"Pembakaran bersekala besar!"


"Apa?" pekik para wanita disana keras, mereka tak menyangka akan terjadi hal besar dalam satu malam ini.


"Disaat istriku sudah mengingat semuanya! aku lansung berencana menemui kalian, tapi aku tak menyangka kalau ada yang nekat membakar 3 Perusahaan cabang sekaligus dalam satu malam ini!"


"Shit! kenapa mereka malah unjuk gigi sekarang?" kesal Gebriel, ia tak takut untuk melawan penjahat gelap itu, yang ia takutkan adalah, Proyek bayi tunggalnya akan gagal malam ini.


"Kita bahas diMashion!" tegas Exell lalu menatap istrinya yang masih diam, Supir mereka lansung mengarahkan Tuan-Tuannya untuk masuk ke Mobil menuju arah pulang.


"El!"


"Hm! ada apa sayang?"


"Apa ada masalah?"


"Tidak ada!"


"Jangan membual! Kinan tahu El lagi ada masalah!"


"Masalah kecil! itu tak akan berpengaruh apapun! kau tenang saja!" ucap Exell lembut mengecup bibir wanita itu kilas, Mobil ini didesian khusus oleh Exell sendiri dengan pembatas dikursi Sopir dan belakang, jika terjadi sesuatu, suara programnya akan memberitahukan pada Exell lewat QER yang ia atur di dekat kursi kepala Mobil.


"Babynya haus sayang?"


"Hm? ah iya! lihatlah bibirnya!" gemas Exell menolel lembut bibir mungil itu dengan jarinya, bibir Baby Ars seperti ingin mengedot.

__ADS_1


"Sini sayang!"


Exell membantu membuka Resleting bagian dada istrinya karna Gaun ini Exell minta untuk dirancang khusus bagi ibu menyusui seperti Kinan.


"Sut Sut Baby! sini sayang cup cup!" Kinan menggendong Putranya menuju pangkuannya.


Namun. Kinan terpekik saat Exell malah mengangkat tubuhnya dan berpangku dipaha kokoh itu.


"El!"


"pinggaangmu bisa sakit sayang! kau perlu sandaran!" ucap Exell meluruskan kaki istrinya ke kursi Mobil dengan Kinan yang duduk menyamping bersandar kedadanya.


"Gaunnya kepanjangan!"


"Sebentar!" Exell membuka Resleting seluruh Gaun istrinya lalu melepas pakaian pengantin itu dengan mudah tanpa gerakan dari Baby Ars,


Exell menegguk ludahnya saat melihat lekuk tubuh istrinya yang hanya dibaluti Daleman ini, kedua bukit ranum itu terpampang nyata karna Kinan tak memakai Bera sama sekali.


"El!"


"Apa?" serak Exell dengan tatapan tertuju dalam penuh hasrat pada bukit ranum yang sedang diemut putranya. ia selalu begini ketika Kinan memberi Asi pada putranya, ia tak tahan untuk selalu mendiami benda kenyal yang semangkin padat berisi itu.


"Ehmm!" Kinan membusung saat tangan Nakal suaminya malah menyusuri garins punggungnya dengan sensual, bulu romanya meremang saat sentuhan lembut tangan Pria itu menyusuri kaki mulusnya hingga kebagian atas membuat ia menggeliat meremang geli.


"E..El!"


"Aku ingin!" serak Exell berat, nafanya sudah memburu dengan darah yang mendesir hebat, tatapan netra biru itu membarah penuh damba pada Kinan yang menelan ludahnya berat.


"Tapi ini masih dimobil Sayang!"


"Aku tak bisa ditolak sayang!" ucap Exell lalu mengambil ponselnya, ia memberi pesan pada supir untuk berbalik menuju Hotel Grannam didekat Perumahan Elit ini.


"Babynya bagaimana?"


"Baby masih tidur! dia tak akan bangun sampai subuh nanti!"


"Tapi..!"


Degg..


Kinan menelan ludahnya berat saat Exell mengarahkan tangannya untuk merasakan benda keras yang sudah ingin mengoyak Resleting celana pria ini, tanjakan itu begitu besar menyengkang paha Kinan yang meremang.


"Apa tak sakit Kinan duduki El?"


Wajah Exell yang merah menahan hasratpun menggeleng seraya memposisikan bagian inti yang dibalut dalmenan hitam itu pas ditanjakannya membuat Kinan bergetar dengan pori-pori kulit yang meremang.


"Dia lebih tenang jika begini!" suara berat Bass Exell seraya membenamkan kepalanya keceruk leher wanita itu, ia beberapa kali mengecupnya meninggalkan tanda merah.


Kinan mengerti akan Hasrat suaminya yang memang biasa naik seperti ini, apalagi Exell yang sudah lama puasa selama 1 bulan masa darahnya.


.........


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2