Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Minuman!..


__ADS_3

Seringaian licik dibibir pria itu mekar menatap wajah penuh keterkejutan seorang pria yang menatapnya penuh guratan, ia dengan angkuhnya berdiri menantang Asisten Dion yang terlihat bungkam.


"Kau kenal aku?"


"Jadi kau yang selama ini merusak Kehidupan kami ha?" geram Asisten Dion sungguh terlihat panas, mereka sedang ada di dekan Balroom Pesta karna Leo akan memulai semuanya dari sini.


"Yah Yah Yah!hmm kau benar Tuan Asisten, kau sangat-sangat benar!"


"Leo, aku tak menyangka kau berubah! dulu kau tak seperti ini!"


"Benarkah? hmm, memangnya dulu aku bagaimana?"


Asisten Dion mengepalkan tangannya erat, ingin sekali ia memukuli wajah Tampan berlesung pipi yang tampak manis itu, tapi sayangnya pria ini sudah membuatnya bungkam dengan bukti-bukti yang ada.


"Dengarkan ini!"


"*E..El hiks hiks sakit"


"Aku tak perduli"


"E..El! aku mohon lepas hiks hiks*!"


Leo sungguh puas dengan suara kegeraman dan isak tangis itu, ia yakin, Presedir Mohana yang bodoh itu, termakan akan pancingannya, ia terus mengirim hadiah dengan Penyadap khusus yang terus melengket ditangan lembut itu.


"Kau akan mati!"


"Aku tak takut Mati! kalau..!" Leo mendekatkan wajahnya ke telinga Asisten Dion yang bungkam dengan tangan terkepal.


"Nyonyamu telah menjadi Milikku!"


Bugh..


Asisten Dion kelepasan meninju panas wajah Leo yang lansung tersungkur, pria itu bukannya jera, tapi malah tersenyum sinis pada Asisten Dion yang berapi-api menahan amarah.


"Bunuhlah aku sekarang Tuan Asisten! karna, kalau kau gagal melakukan Perintahku, maka..!"


Leo menunjuk suruhannya yang sedang berdiri didekat Outfit panggung dengan CD rekaman kemaren ditangannya membuat Asisten Dion tercekat bungkam.


"Bagaimana hm? dengan begitu, kau akan melihat, hina'an semua orang! apalagi..!"


Lea berhenti sejenak lalu menunjuk wajah cantik seseorang yang duduk disudut ruangan sana, hanya samar-samar terlihat, tapi masih diketahui Asisten Dion.


"Dia akan pergi dan membencimu hingga kedarah daging!"


"Apa yang harus ku lakukan?"


Yah! kau memang harus melakukannya Tuan Asisten, rencanaku sudah tersusun rapi jadi jangan membuat ulah lagi.


"Seperti biasa, benda apa yang kemaren kuberikan padamu!"


Asisten Dion dengan gemetar mengeluarkan botol kecil yang kemaren Pria ini berikan, ia bergetar untuk melakukan semua ini.


"Lakukan demi istrimu! kalian akan bahagia, aku akan membantumu pergi setelah kau berhasil melakukan semua ini!"


"Kau akan membantuku pergi meninggalkan tempat ini?"


Leo menyeringai licik dan menganggukinya pasti, ia tak akan bohong karna tujuannya telah tercapai.


"Hm! aku bersumpah, kau dan istrimu akan pergi dengan tenang dan bahagia setelah itu!"


"Kau yakin?"


"Aku yakin, pergilah ketempat yang aman untuk kalian!"


"Baiklah!"

__ADS_1


"Bagus! aku tunggu Pengantinku diRuangan atas!" ucap Leo menepuk bahu kokoh Asisten Dion jantan, lalu melangkah pergi.


"Maafkan aku Tuan! ini demi istriku!" gumam Asisten Dion yang didengar oleh Leo diseberang sana, ia semangkin tak sabaran menunggu sang pujaan hatinya itu datang.


"Demi istrimu tapi aku yang akan mendapatkan istri Tuanmu!" gumam Leo berjingkrat tak sabar melihat Pesona wanita cantik itu masuk kepelukannya.


ia sengaja mencari Tahu tentang Masa lalu Asisten Dion dan Gea karna dengan itu, ia bisa dengan mudah menghancurkan rumah tangga Presedir Mohana dan Syilanya, orang dalam selalu menguntungkan.


..........


Pelayan yang membawa minuman itu terlihat menelisik tenang mencari seseorang diperintahkan oleh Bosnya, ia melewati deretan tamu undangan yang lansung mengambil Minum yang sudah tertata rapi seraya menyaksikan pepatah utama dari hiburan di atas panggung sana.


Wartawan yang berderet rapi didekat panggung itu terlihat Sportif bersama kru lainnya, mereka sibuk meliput berita hari ini dengan Para Penguasaha yang datang dengan pasangannya.


"Tuan!" Pelayan yang tadinya berjelajah pun menghentikan langkah kakinya tepat didekat Pria yang terlihat tak tegas.


"Mana minumannya?"


"Ini!"


Asisten Dion terdiam sejenak, apakah memang ini yang harus ia lakukan? apa harus membuat Keluarga Tuanya hancur?


"Be..Berikan ini!" Asisten Dion tak sanggup mencampurnya sendiri, Pelayan itu yang menaburinya ke Minuman Alkohol dinampannya dan juga Jus jeruk itu.


"Kau bisa pergi bersama Istrimu Tuan!"


"Hm!"


Pelayan itu melesat menuju tamu undangan yang lain dengan staf bergantian yang mewakilinya, ia hanya bisa tertuju pada satu orang yang ditargetkan Bosnya.


"Kau sudah melakukannya?"


Asisten Dion bungkam menatap nanar Pelayan tadi, ia sudah tak bisa melakukan apapun untuk semua ini, ia seakan keluh kaku tak berdaya.


"Hmm!"


"Baiklah! sekarang, langkah terakhirmu!"


Grett..


"Apa lagi yang kau inginkan ha?" geram Asisten Dion menarik telak kemeja pria itu, untung saja mereka berada disudut ruangan yang gelap dihalangi tirai yang melindungi segalanya.


"Santai Tuan! aku hanya ingin kau melakukan sentuhan terakhir!"


"Kau jangan melunjak!"


"Kirim Nyonyamu ke ruangan atas dekat lantai atap, aku menunggunya disana! aku rasa kau bisa mengakalinya!"


"Aku tak bisa!"


"Kalau begitu, terima saja hukumanmu!"


Asisten Dion menghela nafas, ia melepas cengkramannya dengan hati yang dongkol.


"Baiklah! tapi siapkan Penerbanganku malam ini juga!"


"Itu pasti Tuan! kau tenang saja!"


"Hmm!"


.......


"Kinan! apa kau sudah selesai?"


Renata yang sedari tadi menunggu Kinan yang tak kunjung keluar dari Toilet, wanita itu seakan mengunci diri didalam sana.

__ADS_1


"apa yang dia lakukan didalam sana? ini sudah 30 menit!" decaj Renata kesal seraya memperbaiki tampilan memukaunya dikaca Wastafel sana.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka menampakan Kinan yang tampak lebih segar dan mempesona, wanita ini selalu saja membuat orang iri.


"Kinan sudah selesai!"


"Hmm! ayo kembali!"


Renata menggandeng Kinan menuju keruang Pesta, mereka hanya membalas senyum ramah dari para tamu undangan yang menyapanya.


"Nyonya! anda tak mau lagi menjadi Model Fashion?"


Nyonya Nichol yang menyapa Renata dengan ramah, Kinan dan Renata saling pandang dengan guratannya sendiri, mau bagaimanapun, bukan wanita ini yang salah akibat kelakuan putranya.


"Suamiku tak memperbolehkan aku bekerja lagi Nyonya! dia mengkhususkan aku ke sebuah Butik yang dia buat untuk melatih bakat!"


"Oh itu bagus! anda sangat beruntung!"


"Begitulah!"


"Oh iya ! bagaimana denganmu Nyonya Muda Mohana?"


Kinan tersenyum ramah membuat mereka tengangak, darimana Presedir memukau itu mendapat wanita sesempurna ini?


"Suamiku punya sisi tersendiri! dia hanya ingin aku dirumah menyambutnya pulang dan memberi perhatian!"


mereka sungguh tak bisa berpaling dari Netra indah dan suara lembut penuh ketegasan itu. ternyata, Nyonya Muda Mohana ini begitu mempesona dilihat dari jarak sedekat ini, begitu juga Renata yang masih menuai gejolak Fans dari kalangan atas berkat prestasi Modelnya.


"Baiklah kalau begitu! kami permisi!"


"Ah iya Nyonya, terimakasih telah sudi bergabung!"


"Hm iya!"


Mereka kembali melanjutkan langkahnya, tapi setibanya dipertengahan tamu, Seorang pelayan menyapa mereka.


"Nyonya!"


"Hmm!"


"Mau Minuman?"


"Yang mana Renat?"


"Kau pilih saja! aku tak minat sekarang!"


"Hmm! Yang ini!"


Kinan mengambil gelas Jus Orange disamping gelas Alkohol sana.


"Anda tak mau alkohol nyonya?cuaca ini sangat dingin!"


"apa rasanya enak?"


"Yah Nyonya! ini minuman yang biasa diminum kalangan atas!"


"Aku ambil satu!"


"Baiklah Nyonya!"


........


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2