Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kegilaan Exell!..


__ADS_3

Di Bangunan besar yang baru saja dibangun itu terlihat sangat ramai dengan teriakan sang Pria Tampan yang lansung menyelonong masuk tanpa memperdulikan para Penjaga Mashion Sinmart ini.


"Kinan!!!"


"El! hati-hati Boy!" Teriak Momy Chalista saat melihat Exell yang beberapa kali terjatuh karna Tubuhnya kurang istirahat sedari kemaren.


"Sayang!!"


"Exell!"


Mereka menatap Tuan Sinmart yang Turun melangkah dari tangga sana menyonsong kedatangan Exell yang suram.


"Di..Dimana istriku?"


"Bukannya dia bersamamu?"


"Jangan bercanda lagi Sialan!" bentak Exell tak tahan, ia ingin menyelonong menuju kamar istrinya tapi penjaga Mashion menghalanginya.


"Presedir!"


Bugh..


Exell memberi bongkaman panasnya pada mereka hingga tersungkur na'as, Exell seakan menggila meluapkan rasa sakitnya atas semua yang menimpa dirinya.


Prank..Prank..


"Dimana istriku? aku tak mau tahu apapun. Berikan dia padaku!" Bentak Exell kuat, dia sudah seperti iblis yang menghancurkan apa saja yang ada dihadapanya, seperti Hiasan Keramik yang terpampang disampinya.


"Exell! Tenanglah Nak!"


"Berikan istriku!" kekeh Exell dengan nafas yang memburu saja, ia ingin menghancurkan semua ini hingga Tubuh molek dan perut buncit itu bisa ia peluk mesra.


"Menantu!"


Mereka lansung menatap keatas sana, Keluarga Mohana tercengang melihat Dahliya yang ternyata memang sudah kembali dengan sangat membingungkan.


"Kau.!!!"


"Exell!" Dady Arkan menghentikan Putranya yang ingin menyonsong kedatangan Ratu Dahliya dengan jiwa iblisnya itu.


Ratu Dahliya merasa Exell sangat gila hingga melukai para Penjaga Mashion dan menghancurkan perabotan Mashion ini.


"Dimana istriku?"


"untuk apa aku memberi tahu mu?"


"Sayang!" Tuan Sinmart merasa was-was dengan Exell yang bisa saja kembali mengamuk membuat istrinya terluka.


"Aku hanya bertanya satu kali lagi! Dimana ISTRIKU?" ucap Exell penuh penekanam dengan sorot mata membunuhnya, aura tubuh gagah itu berkobar nyata membuat mereka gemetar, urat tangan kekarnya meilit mengepalkan tangan memandang Ratu Dahliya dengan penuh murka.


"Dia Tidak ada disini!"


Brakk..


Exell meninju Lukisan mahal bertajuk Fauna disampingnya dengan telak membuat Momy Chalista terpekik kaget melihat darah yang mengalir dari tangan putranya.


"Exell!"

__ADS_1


"Kau memang ingin mati!" ucap Exell lalu melangkah mendekati Ratu Dahliya yang santai-santai saja seakan ia tak takut sama sekali walau rupa Exell sangatlah mengerikan.


"El!!"


Degg..


Exell meneggang ditempatnya dengan suara lembut itu, ia menoleh keatas tangga dengan tatapan yang melemah dah bibir yang gemetar, begitu juga Bumil mempesona itu yang merasa pilu melihat wajah pucat lelah dan tampang kacau suaminya.


"Ki..Kinan!!" teriak Exell berlari menaiki tangga sana, sesekali ia tersungkur akibat tubuh yang lemah tak bertenaga lagi.


"El!" pekik Kinan saat Pria itu sangatlah letih, ia ingin kembali melangkah namun Exell dengan cepat bangkit dan menubruk tubuh istrinya.


Grepp..


Tubuh mahluk sempurn itu bertubrukan haru dengan isakan Exell yang membuat mereka teriris, Exell mendekap erat seakan tak ingin ditinggalkan lagi.


"Sayang hiks hiks! Jangan Tinggalkan aku!"


"El!"


"Jangan Sayang hiks hiks!" Kinan mengangguk mengusap kepala suaminya yang terlihat tak mengurus dirinya sedari semalam.


"Sudahlah El hiks hiks!" Kinan tak mampu membendung perasaanya lagi, ia menagis melihat kerapuhan Exell yang begitu terluka akan Ketentuan ibunya.


"Ja..Janji tak meninggalkan ak..aku lagi!" pinta Exell sekugukan menagkup wajah cantik istrinya yang terisak, Kinan mengangguk dengan mata yang berair.


Cup..


"Janji! Janji sayang hiks hiks!"


Cup..Cup..


"Kau sudah berjanji! maka harus ditepati!"


"Kinan Tepati!"


Exell tersenyum bahagia, ia kembali memeluk Kinan dengan erat, tapi ia tetap memberi ruang bagi perut Bumil cantik itu untuk lebih nyaman.


"Kinan!"


Degg..


Kinan tersentak saat mendengar suara ibunya, ia menatap Exell yang juga menatapnya dalam.


"Percaya padaku!" Kinan mengangguk yakin, Exell dengan tegap menggendong istrinya turun, ia seakan kembali bertenaga karna sosok yang membuatnya lemas tadi sudah ia temukan dengan sangat mengharukan.


"El!" Kinan tercekat melihat tangan suaminya berdarah.


Cup..


"Aku tidak apa-apa!" kekeh Exell dengan wajah lembutnya, ia kembali melangkah hingga sampai kebawah sana berhadapan lansung dengan mereka dan Ratu Dahliya.


"Bukankah kau tak pernah mencintainya?"


"Lalu kau sebut ini apa?"


Ratu Dahliya tersentak saat Exell mengelus lembut perut besar itu, pria ini sangat pandai dalam berbicara dan melawan seseorang.

__ADS_1


"Kalau aku tak mencintainya aku tak akan menanamkan benihku kerahimnya, aku tak akan memyentuhnya apalagi memandangnya, Tentu kau tahu betapa aku tak menyukai wanita diluar sana kecuali keluargaku!" jelas Exell lantang membuat mereka diam bungkam.


"Kalau aku tak mencintainya aku tak akan bersamanya sekarang! aku tak akan mendampingi walau apapun yang terjadi! aku tak akan menatapnya dan lebih memilih pergi dari pada bersama orang yang tak aku Cintai!" sambungnya lagi.


Exell berhenti sejenak menatap satu persatu anggota keluarganya, ia mengiring Kinan untuk berdiri ditengah-tengah manusia itu.


"Cih! kau tak ingat dengan ucapanmu Menantu? Kau tak akan pernah mencintai Aliniya putriku, kalau kau mencintainya maka istrimu akan diasingkan!"


Degg..


Exell baru sadar akan apa yang ia ucapkan dulu, ia menatap dadynya yang terlihat merasa Dejavu dengan ucapan itu.


Whuss..


Ratu Dahliya mengembalikan ingatan mereka membuat Dady Arkan dan Momy Chalista saling tatap lalu menoleh pada Exell yang pucat.


"Kau salah Boy!"


"El!"


"Itu tak berlaku lagi!"


"Benarkah? tapi semua ini karmamu!"


Exell diam dengan pelukan yang menguat ketubuh istrinya, kenapa dulu ia sangat bodoh hingga tak memikirkan apa yang kelak akan terjadi, dulu ia tak menyangka kalau Kinan adalah keturunan Kerajaan.


"Sayang!" Exell menatap netra indah istrinya, kenagan dimana dulu ia mengketusi Kinan hingga wanita itu sering menagis dan terlukapun bergemilang diotaknya.


"El!"


"Aku minta maaf!" Kinan bergetar mendengar suara ketulusan itu, ia menggeleng lemah dengan tangan yang mengelus pipi basah pria itu.


"El tak salah! Kinan mengerti karna waktu itu El tak mengenal Kinan sayang!"


"Terimakasih!" Kinan mengangguk lalu membenamkan wajahnya kebelahan dada bisang suaminya.


Mereka tersenyum bahagia melihat kedua insan percinta itu kembali bertemu dengan lika-liku kehidupan yang mengiris batin.


"Jadi?" tanya Ratu Dahliya masih belum puas.


Exell menghela nafas lalu kembali menatap mereka dengan khas seorang Exell yang kembali tenang.


"Aku Exell Mohana Gravindas mengatakan dari lubuk hati, Jiwa dan raga, bahwa..!"


Kinan dan Exell saling tatap dengan penuh cinta, mereka seakan terkurung dengan lembah mahligai sempurna itu dengan dalam, tiada siapapun yang mampu menerobos mahligai cinta yang mempesona ini.


"Exell Sangat MENCINTAI Alinya Kinan Sinmart!" sambung Exell lalu memangut lembut bibir merah muda sensual itu, ia menghisap penuh sentuhan dan perasaan, begitu juga Kinan yang membalas pangutan lembut suaminya.


Mereka berciuman menguarakan gejolak cinta yang membuncah, mata keduanya terpejam dengan lidah yang membelit dengan tangan yang merangkuh tubuh masing-masing.


"Romantisnya!" gemas Vina dan Serly memerah, mereka juga ingin dicintai dan diperlakukan selembut memuja begitu.


"Diamlah!" ketus Dady Arkan yang merasa jengkel pada para ponakanya yang tak bisa diam, tapi ia bahagia dengan percintaan Sepasang pasutri itu.


"Dia sudah besar sayang!" bisik Momy Chalista haru, ia seakan baru saja bermain dengan Bocah datar Elnya, tapi pria itu sudah besar sekarang hingga merasa sangat bahagia.


......

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2