Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Buah Aduhai..


__ADS_3

Desas-Desus suara perundingan itu terlihat sangat khitmat dengan guratan-guratan magis yang seakan mencerna setiap kata yang diucapkan dua manusia sempurna itu, sedari tadi mereka berunding dengan pertemuan besar dari setiap keluarga untuk menyampaikan niat masing-masing.


"Bagaimana Kak?" Momy Chalista menatap wanita paruh baya yang masih segar dan cantik disamping Pria gagah itu.


"Kenapa harus dia?"


Momy Chalista menghela nafas berat, ia paham kalau Kakaknya Fania pasti takut kalau putranya mendapatkan wanita yang tak baik, tapi ia yakin, Renata adalah wanita yang baik untuk Gebriel putranya, tak perduli dengan citra yang rusak, karna ia pernah berada diposisi itu.


"Kak! walaupun dia jalang tapi dia mau berubah, bahkan kisah mereka begitu panjang, dia wanita yang tangguh hingga mau bertahan ditengah setiap masalah yang melandanya! aku tak tahu pasti tentang dunia malam yang dia geluti, tapi aku yakin Kak, Renata bisa membahagiakan Putra Kita Gebriel!"


Momy Fania dan Dady Arnold saling pandang lalu menghela nafas berat, kalau dipandandang dari segi Kehormatan, memang Renata tampak mrnjijikan, tapi, mendengar cerita miris itu, apa seseorang tak bisa mendapat kesempatan?


"Baiklah! kami akan bertemu dengannya sebentar lagi, untuk sekarang! biarkan saja Gebriel memantapkan hatinya, kalau ia ingin menikah, kami tak masalah asalkan dia percaya dengan pilihannya!" Tegas Dady Arnold yang diangguki Momy Fania.


"Putra-Putra kita itu sudah ingin menikah Kak! apalagi Exell yang akan menjadi seorang ayah!"


"Apa?" pekik Dady Arnold dan Momy Fania yang terkejut bukan main, selama ini mereka jarang pulang ke Negara Y karna mengurus kedua orang Tua mereka disini, apalagi Kakek Mohana yang rentan dan sering pelupa hingga membuat mereka sibuk.


"Kau jangan bercanda Arkan!"


"Aku serius! ceritanya sangat panjang hingga dia memiliki seorang istri, itu makanya kau harus pulang, jangan kami terus yang mengunjungimu!" ketus dady Arkan kesal.


"Aku tak percaya!"


"Terserah kau saja! yang jelas, kita akan menjadi Kakek dan Nenek! Cih..kau sudah Tua rupanya!"


ejek Dady Arkan membuat mereka jengah, kenarsisan pria ini masih sama seperti dulu, bahkan sangat memyebalkan.


"Aku rasa kalian mulai pikun! kalau Exell menikah, akan ada Hari pata hati sedunia Arkan!"


"Terserah kalian saja! yang jelas, kalian harus cepat pulang, bawa Momy dan Dady, kami juga harus kekediaman Charlos sekarang!"


"Mengumumkan pernikahan mereka?"


"Tidak! aku hanya ingin memberi tahu kalau aku akan punya cucu!" ejek Dady Arkan sinis, ia mengiring istrinya pergi setelah berpamitan dengan dua manusia itu.


"Sayang!"


"iya! ada apa hm?"


"Aku rasa yang lain sudah ingat tentang Kinan! tapi, belum tentu mereka tahu tentang kehamilan menantu kita!"


"Jordan ada kan sayang! aku yakin dia sudah tahu tentang Exell karna kemaren memata-matai anak kita!"


"Kau benar juga ya!"


"Hm! aku selalu benar!"


...............


Tatapan netra indah itu terlihat begitu menggemaskan dan penuh sendu membuat mereka bergetar tak bisa berkutik, mata bening yang rupawan dengan wajah yang polos menghanyutkan.


"El!!"


"I..Ini asam sayang!"


"Tapi Kinan mau kalian yang makan!"


Duarr..


Mereka sungguh meledak mendengar permintaan menyiksa itu, memang Kinan tak minta yang aneh-aneh saat hamil muda dulu, tapi sekarang, siksaan itu mulai merujuk naik.


"Kinan! kau bisa ganti yang lain, hmm makan kue atau Es cream gitu!"


"Kinan maunya ini!" rengek Kinan menunjuk Mangga muda yang begitu asam dengan satu Jeruk nipis yang dilumuri kecap manis.


"Sayang! yang lain saja ya?" pujuk Exell berusaha mencari aman, liurnya terus keluar tak tahan melihat benda itu.

__ADS_1


"Itu saja Kinan! sesekali para Uncel dan Dadynya berkorban!"


"Heyy! Kalian benar-benar ya!" pekik Gebriel dan Asisten Dion tak menyangka, mereka sangat mengharap pembelaan tapi kedua wanita ini malah semangkin menceburkan.


"Ayolah sayang! tak mungkin aku yang makan kan?" decah kesal Renata pada Gebriel yang manyun, begitu juga Asisten Dion yang bermuka lebih masam dari mangga muda itu membuat Gea mengulum senyum geli.


"Kalau begitu! aku saja yang makan!"


Grett..


Exell lansung menyambar potongan mangga muda itu dari mulut istrinya membuat mereka meremang masam.


"Aku Makan sayang hmm!" Exell berusaha menelannya meski matanya sudah ingin berair karna keasaman benda laknta ini.


"Kalian?"


"Kami..!"


"Makan!" tekan Exell menyodorkan piring buah itu pada Asisten Dion dan Gebriel yang saling pandang lemah.


"Ba..Baik!"


Dengan gemetar kedua pria itu mengambil potongan Mangga Muda itu, lalu menatapnya ganas, sungguh ini sangat mengerikan.


"Kenapa tidak dimakan?" lirih Kinan murung membuat Exell naik pitam melototkan netra birunya yang tajam membuat kedua manusia itu gemetar.


"Sayang!"


"Apa?"


"Kau tetap bersamaku kan kalau aku Depresi?" tanya Gebriel lebay seakan sedang memakan pestisida.


"Aku akan menunggumu!" Gebriel bernafas lega.


"Tapi kalau lama aku mau cari yang lain!"


"Kau terlalu lebay Tuan!" desis Asisten Dion aggak geli, tapi ia juga melakukan itu pada Gea.


"El!" rengek Kinan manyun, ia sangat ingin melihat wajah-wajah tampan ini menggeliat masam dan meremang.


"Baiklah! kami akan memakannya!"


Cup..


"Terimakasih sayang!"


"Apapun untukmu!"


Exell duduk ditengah-tengah Kedua manusia itu, ia juga was-was dengan buah ini karna rasanya yang begitu aduhai.


"Kalian duluan!"


"Kau saja!"


"Kalian berdua yang duluan!"


"Kalian bertiga bersamaan!" tekan Kinan geram melihat perdebatan Gebriel dan Asisten Dion yang menyebalkan.


"Baiklah Nyonya!"


Exell mencari ide untuk mengelabui dua pria ini, ia sudah makan satu tadi, dan rasanya sangat membekas.


"Baiklah! aku akan makan buah aduhi mu ini Kinan!" decah Gebriel seraya mengambil potongan laknat itu, begitu juga Asisten Dion yang pasrah.


"Apa itu?" ucap Exell menunjuk dibelakang istrinya hingga membuat mereka lansung menoleh kesana, tapi disaat Gebriel dan Asisten Dion lengah.


Exell meraup seluruh potongan mangga dan jeruk itu lalu ia sumpalkan kemulut Gebriel dan Asisten Dion yang tadinya terngangak.

__ADS_1


Grep...


"Aaammm!" pekik Mereka tertahan, Exell terkekeh geli diiringi dengan tawa 3 wanita cantik itu.


""Ahmmm!" Gebriel dan Asisiten Dion menggeram masam, mereka tak bisa mengeluarkan buah itu karna tangan kekar Exell membekap mulut mereka kuat.


"Kunyah!" Tekan Exell membuat kedua pria itu menggeleng, tapi Exell menyeringai licik membuat mereka bergetar.


"Kalau begitu biar aku yang membantu kalian menelannya!"


Gebriel dan Asisten Dion lansung mengangguk cepat, bisa-bisa mereka tinggal nama oleh pria ini. disela-sela kunyahan Aduhai itu tatapan mata keduanya menatap sinis pada dua wanita yang malah tertawa melihat exspresi menggelikan itu.


"Hahaha Sayang! lain kali aku ingin melihat itu lagi!" kikik Renata dan Gea menepuk perutnya geli.


..."Awas Kalian!" ...


Exell melepas bekapannya lalu menatap jijik tangannya.


"Ciuh! Ini kotor sekali!"


"Enak saja kau bicara!" kesal Gebriel menoyor bahu Exell geram, Exell hanya masa bodoh lalu mendekati istrinya yang tampak puas.


"Asss Sayang!" pekik Asisten Dion dan Gebriel memeggangi bibirnya, Gea dan Renata terkejut bukan main.


Mereka mendekati kekasih masing-masing dengan wajah panik itu.


"Kenapa? apa yang sakit?"


"Bi..Bibirku!"


Gea dan Renata memriksa bibir sensual itu teliti, wajah mereka berdua berdekatan membuat kedua pria itu saling melirik licik.


Cup..


"Ahmmm!" pekikan tertahan Gea dan Renata saat bibirnya malah diraup ganas kekasih liarnya ini, Gebriel dan Asisten Dion mengesplor rasa asam tadi yang tidak mereka telan kedalam mulut wanitanya masing-masing.


Plup..


Gea dan Renata ngos-ngosan dengan tubuh yang meremang masam, keduanya lansung menyambar air dimeja sana.


"Ka...Kalina benar-benar...!"


"Apa? hmm benar-benar tampankan sayang?" goda Gebril memeluk Renata yang manyun, sesekali ia menghujami bibir monyong itu gemas.


"Kau senang hm?"


"Sangat El!" bisik Kinan bersandar kedada bidang suaminya yang mengelus perut besarnya lembut.


"Sayang!"


"hm! apa El?" Kinan mengadah seraya tangan yang mengelus rahang tegas pria itu dengan lembut seraya kecupan Exell pada keningnya.


"Apa ada keluhan saat ini?"


"Hm! Kinan sering sakit pinggang El, paha Kinan juga sering nyeri, apalagi perut bagian bawah El! Haiss.. rasanya melilit!" jelas Kinan yang memang akhir-akhir ini sering merasa pegal dan sakit diarea intimnya.


"Kenapa tak bilang sayang? biasanya aku cuman pijat pinggang dan kakimu saja, kau bisakan katakan dimana yang pegal!" kesal Exell bukan main.


"Maaf El! tapi munculnya kadang malam-malam, Kinan tak enak membangunkan El yang tidur!"


"Jangan begitu lagi! kalau apa-apa bilang saja hm?"


Kinan mengangguk mengerti lalu kembali menatap dua pasang manusia yang masih asik saling menggoda dan bercanda itu.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2