Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Jatuh miskin..


__ADS_3

Netra mereka tak bisa teralihkan dari Pria tampan yang tampak menatap Leo dengan datar itu, ia ingin sekali membunuh, mencabik pria ini, tapi, ia tak mungkin melakukan itu karna tak mungkin istrinya akan bersependapat sama.


"Jadi kau memaafkannya?"


"Tidak!"


Duarrr..


Tuan Nicholas dan istrinya saling pandang gemetar, baru saja mereka bernafas lega, tapi pria ini malah kembali membuat jantung mereka berdebar kuat.


"Exell! aku paham kau tak ingin membunuh dia! tapi aku tak terima jika kau melepasnya begitu saja!" protes Gebriel yang memang tak ingin melepaskan Leo, ia sudah kepalang geram dengan perbuatan pria itu.


"Presedir! kami minta maaf atas perbuatan putra kami!"


"Aku tak perduli dengan maaf kalian! tapi, kesalahan tetap kesalahan!" geram Gebriel yang ingin sekali mencabik wajah bonyok Leo yang sudah tak berbentuk akibat pukulan Exell.


"Presedir Mohana! Aku tahu hiks hiks, aku tahu putraku salah tapi..!"


"Bukan hanya putramu!"


Mereka lansung menoleh kearah pintu sana, dua wanita mempesona itu sudah melangkah dengan sangat pasti, liukan pinggul dan kaki jenjang itu seperti seorang Model yang menyusuri Catwalk dengan begitu anggun dan Berkelas.


Leo tak bisa mengalihkan tatapannya pada wajah cantik dan datar wanita yang masih memakai Mantel itu.


"Sayang!"


Exell dan Gebriel menyonsong kedatangan para istrinya, dan membawanya kepelukan masing-masing.


Leo mengepalkan tangannya erat saat bibir ranum itu malah dikecup mesra oleh Exell yang tampak sangat memuja sosok sempurna itu.


"Dimana Suamiku?" tanya Gea pada mereka, Renata dan Kinan saling pandang, lalu menatap wajah Tampan Exell yang hanya diam dengan Exspresi tak menentu itu.


"Kau tak tahu suamimu itu penghianat!"


Brakkk..


Gea melempar sebuah Mainan menara yang lansung melesat menuju wajah Leo dan berbenturan dengan dinding, mata wanita itu sudah kelam dengan gertakan gigi yang beradu geram.


"Jaga bicaramu Brengsek!" bentak Gea menyala-nyala, ia tak terima suami yang sangat ia cintai itu malah dikatai penghianat yang tak ia ketahui asal-usulnya.


"Aku tak berbicara omong kosong!" ucap Leo disela-sela rasa sakitnya memutar rekaman yang tepat berada didalam Ponselnya.


"*Hay Tuan Asisten"


"Apa maumu brengsek?"


"Hahah! Kau tentu masih ingat dengan gadis yang kau Perkosa sewaktu Sekolah dulu, bukan?"


"A..Apa maksudmu?"


"Kau yang merenggut kehormatan adik kelasmu sendiri, dimalam Pesta kelulusan, Kau Osis yang bejat memanfaatkan keadaan"


"A..Aku..!"


"Kau harus mempertanggung jawabkan itu*!"


"....."


Deggg..


Gea meneggang ditempatnya mendengar percakapan itu, ia tak punya kekuatan lagi untuk berdiri dengan tetesan air mata yang jatuh.


"Ja..Jadi..!" lirih Gea menatap nanar Renata yang diam, sebenarnya Renata ingin mengatakannya sewaktu itu, tapi ia takut jika Gea merasa sakit seperti ini.


"Kau terluka hm? Itulah yang aku rasakan hiks hiks..kalian tak mengerti apapun!" teriak Leo menagis dipelukan Momynya, Tuan Nicholas yang sedang memeluk Putrinyapun ikut teriris dengan semua masalah yang rumit ini.


ia bertanya-tanya, kenapa putrinya Lee, juga malah disiksa seperti ini?


"Ka..Kalian tak mengerti hiks hiks! aku..aku baru saja jatuh cinta! aku dulu cinta padamu Gea hiks hiks!"


Mereka terkejut bukan main, begitu juga Gea yang tak lagi bisa membendung air matanya, Leo menatapnya dengan pilu seakan ini semua berawal darinya.


"A..Aku begitu mencintaimu Gea hiks hiks! tapi kau tak memandangku, aku tak apa saat kau menikah dengan orang lain, karna aku sadar kalau kau bukanlah milikku hiks hiks..tapi..tapi aku tak bisa melepas Syilaku!"


Exell menguatkan belitan tangannya kepinggang Kinan yang menatap datar mereka, ia terlihat berapi-api menatap Lee yang seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


"Aku bukan Syilamu!"


"Ka..Kau Syilaku hiks hiks!" kekeh Leo seakan tak perduli dengan ratapan tajam Exell yang menusuk, ia ingin meluapkan segalanya sekarang.


"Kalau kau mencintaiku! seharusnya kau tak merusak kehidupanku!"


ucap Kinan membuat Leo tertegun, ia menatap sendu wajah cantik Kinan yang berkalilipat lebih memepesona dari yang ia lihat di majala, ini sangat sempurna.


"A..Apa maksudmu?"


"Cintamu tak salah!"


"Aku ..aku tak mengerti!"


"Cihh! itulah penyebabnya, kau hanya kesepian, kau hanya butuh perhatian sementara orang tuamu tak pernah memperhatikanmu!"


Tuan Nicholas dan istrinya menunduk merasa ini sangatlah menyakitkan, semuanya berantakan karna kurang kesadaran dari mereka.


"Kau tak salah mencintai seseorang, tapi kau salah mencintai istri orang lain! dan..!"


Kinan berhenti sejenak menatap Lee dengan murka, ia mendekati wanita itu membuat Renata berjaga-jaga.


Grettt..


"Lee!" pekik Nyonya Nicholas melihat Kinan mencengkram erat dagu wanita itu hingga mengadah menatap wajah cantik Kinan yang begitu dingin dan kelam.


"Kau salah karna ingin mengambil milikku!" geram Kinan membuat Gebriel bingung, apa yang telah ia lewatkan?


"Dady hiks hiks!"


"Kau ingin mengikuti jejak Kakakmu hm?" gumam Kinan menyeringai licik meletakan kuku tajamnya dipipi Lee.


Grett..


"Kinan!"


Pekik Renata saat Kinan menekan kuat jarinya hingga kuku wanita itu menusuk pipi Lee hingga berdarah.


"Ajari putrimu sopan-santun!" titah Kinan melepas cengkramannya, hembusan angin itu kembali memutari tangan Kinan yang perlahan bersih dari darah wanita yang malah merintih sakit itu.


"Apa ya..yang putriku lakukan Nyonya?"


"Jadi selama ini...!"


Leo menggeleng merasa sangat tak menyangka menatap Lee adiknya, ternyata wanita itu memiliki rasa pada Presedir Mohana hingga menjalankan rencana dibelakangnya.


"Di..Dimana Dion?" lirih Gea menatap kosong Renata yang tak tahan dengan netra sendu wanita itu.


"Aku disini!"


Mereka terkejut melihat Asisten Dion yang datang bersama dengan anggota Exell, pria itu seperti habis melakukan sesuatu.


"Bu..Bukannya kau sudah pergi?" tanya Leo tak bisa lagi bicara banyak, terlalu banyak yang mempermainkannya hingga ia kelimpungan untuk mencerna segalanya.


"Kau salah! aku tak mungkin menghianati Tuanku!"


Degg..


Leo lansung meneggang, air matanya lolos dengan tubuh yang bergetar, jadi...jadi selama ini ia...!


"Brengsek kalian semua hiks hiks! kalian mempermainkan aku bajingan!" teriak Leo merasa frustasi, ia sudah tak tahan bernafas dikelilingi para keluarga Mohana yang nyatanya malah menghancurkannya dalam sekejap mata.


"Aku tak sebodoh itu bisa kau peras dengan ancaman yang bahkan tak berguna sekalipun!"


"Hahaha! Heyy Tuan Asisten..kau tak ingat ucapanmu padaku!"


Leo sudah seperti kehilangan akal, tertawa dan menagis dalam waktu yang bersamaan, Nyonya Nicholas hanya bisa terisak melihat kekacauan keluarganya ini.


"Aku takut kehilangan istriku! itu memang benar!"


Gea menatap Asisten Dion dengan pilu, air matanya luruh sempurna dengan bibir yang gemetar menahan isak.


"Tapi, aku lebih takut kehilangan Keluargaku!"


Duarrr..

__ADS_1


Leo tertawa terbahak, lalu ia menagis dirangkuhan Momynya, ia tak bisa lagi menaggung kenyataan dan takdir yang mempermainkannya.


"Tuanku tak sebodoh itu kau akali, kau memasang penyadap disetia barang yang kusentuh, tapi..!"


Asisten Dion mendekat kearah Leo, mereka bingung apa yang pria itu lakukan? tapi tidak dengan Exell yang sudah merencanakan semuanya dengan matang penuh perhitungan.


Grett..


Leo terkejut saat melihat penyadap kecil yang tertempel dikerah kemejanya, ia menatap benda itu dengan rumit, bagaimana bisa?


"Kau masih belum cukup cerdik untuk mengakali Tuanku dengan benda yang bahkan menjadi mainan baginya!" desis Asisten Dion lalu berbalik melangkah menuju Exell yang masih merangkuh tubuh istrinya rapat.


"Ini Tuan!"


"Hmm!"


"Ba..Bagaimana bisa?" gumam Leo tak habis pikir dengan otak licik Exell yang luar biasa tak terduga.


"Penyadap itu diDesain khusus Tuanku untuk mengembalikan permainan telakmu, kau mengakali si pembuat program IT mu, bagaimana bisa Tuan Muda Nicholas!" geram Asisten Dion masih membahas tentang rencana mereka.


"Ta..Tapi ini..!"


Deggg..


Leo akhirnya bisa mengingat semua yaag dilakukan Asisten Dion padanya, saat diruang pria itu dulu, Asisten Dion mengatakan ' akan melakukan itu' karna sebenarnya mereka tahu kalau ia memasang penyadap dibungkusan paket kirimannya.


Apalagi saat diPesta tadi, ia baru sadar kalau Aisten Dion mencengkram kerah kemejanya, ternyata hanya untuk menempelkan penyadap khusus disana, hingga membuat semua rencananya terduga oleh Pria tampan itu.


"Ta..Tapi kau ingin meninggalkan tempat ini bukan?"


Asisten Dion tersenyum sinis, ia menatap penuh kagum pada wajah Tampan Exell yang masih tampak tenang dengan guratannya sendiri.


"Hanya orang bodoh yang ingin pergi setelah membuat masalah dengan Keluarga Mohana!"


"Ma..Maksudmu?"


"Kau pikir saja dengan otak dangkalmu! kau tentu tahu bagaimana sifat mereka bukan, tak ada yang bisa lolos dari cengkraman Keluarga Mohana jika kau sudah mencari masalah, Cihh..dan kau dengan percaya diri mau menyembunyikan aku, Ingatlah, Mereka akan menemukan aku walau kelubang semut pun!" desis Asisten Dion menunjukan bagaimana setianya ia pada Keluarga Mohana.


"Ka..Kalian....!"


Srett...


"Tanda tangani ini!" ucap Aisten Dion melemparkan sebuah Dokument ke dekat Leo yang tampak masih belum bisa paham.


"A..Apa ini Presedir?" tanya Tuan Nicholas bingung menatap wajah datar Exell.


"Aku tak akan membunuh kalian? karna bunuh diri itu lebih menyakitkan dari pada dibunuh orang lain!" ucap Exell menyeringai iblis membuat mereka bergetar.


Leo mengambil benda itu dan membacanya intens, alangkah terkejutnya ia melihat deretan angka dan huruf yang tertera disana.


"Ka..Kau..!"


"Yah! Semua perusahaan dan saham kalian telah beralih tangan menjadi milikku!"


"Ba..bagaimana bisa?" pekik Tuan Nicholas tak habis pikir, mereka sudah berkeringat dingin menatap Leo yang termenung kosong.


"Putramu menawarkan semua Perusahaan dan sahammu! Kau pikir aku bodoh hingga tak tahu permainanmu hm? dengan membuat aku berinvestasi Triliunan juta kau pikir aku akan jatuh miskin?"


Tanya Exell datar, ia tak heran lagi dengan otak Leo yang seakan meraggukan kekayaannya.


"Itu tak apa-apanya bagiku! Putra kalian ini hanya mementingkan potensi butanya, aku tak pernah main-main dalam permusuhan, Aku membiarkan kalian hidup, bukankah itu hal yang mustahil yang biasa aku lakukan hm?"


"Tapi kau membuat kami mati dengan menekan batin!" gumam Tuan Nicholas lemah, ia tak sanggup lagi menatap dunia dengan kehancuran besar yang dibuat oleh putranya bodohnya ini.


"Itu Resikonya! sudahku bilang bukan, Siapa yang memasuki Wilayahku sebagai musuh, aku tak akan pernah memaafkannya! tapi, aku memberi keringanan karna kau masih punya seorang ibu!" ucap Exell tegas berwibawah, ia tak membunuh atau membantai satu keluarga ini yang bisa saja ia lakukan ketika ia tak bisa merasakan perasaan dulu, tapi ia paham, Nyonya Nicholas sangat tulus mencintai kedua anaknya.


Biarlah mereka belajar dari kesalahan yang berakibat fatal ini.


"Exell! lebih baik kau bunuh mereka saja dari pada menyiksa perlahan begini!" gumam Gebriel merasa Exell terlalu kejam, ia tak menyangka rencana pria itu akan seteliti ini.


"Ini akan menjadi peringatan bagi keturunan dan anak cucunya, Membunuh itu terlalu mudah, tapi tidak meninggalkan bekas yang mendalam!" ucap Exell tegas, membuat Kinan kagum akan suaminya yang selalu siaga jika seseorang mengusik keluarga mereka.


"Ingatlah! orang-orang yang dekat dengan keluarga ku, itu hanya orang-orang yang telah kami percaya dan teliti, kami tak akan menampung musuh dalam keluarga sendiri!"


ucap Gebriel sinis merasa sangat puas dengan balasan Exell.

__ADS_1


..........


Vote and Like Sayang..


__ADS_2