
Kerumunan Wartawan itu membeludah naik keatas panggung meliput apa yang sekarang menjadi berita mencengangkan bagi publik, mereka berdesakan dengan para aparat Keamanan yang mulai kualahan mengamankan semua ini.
"Miss! jelaskan yang anda perbuat!"
"Apa itu memang benar anda?"
"Apa komentar anda Miss?"
Deretan pertanyaan yang naik membuat Miss Hanna kelagapan, ia berusaha tetap tenang dengan batin yang mengutuk siapa yang melakukan semua ini.
"Sial! bagaimana bisa rekaman ini ada? ini lagi, Kemana pria tua itu?"
Batin Miss Hanna pucat, Miss Mirayuana diamankan oleh Asisitennya menuju tempat yang menghindari kerumunan ini.
"Kalian bisa tenang? saya akan memberi pernyataan jika kalian tenang!"
Mereka lansung diam dan mulai mengerumuni wanita itu, pihak Keamanan membentuk dekade siaga untuk melindungi wanita ini dari serangan masal.
"Jelaskan Miss!"
"Yah! Jelaskan!"
Miss Hanna menghela nafas berat, untung saja otak liciknya masih berfungsi saat ini memungkin ia untuk mengelak.
"Itu kami ambil saat adengan Shoot yang melibatkan Miss Varoline, dan itu kami ambil saat sebelum Stars Catwalk tadi!"
Dengan lihainya Miss Hanna Ramesley membalikan fakta dari apa yang telah mereka lihat, para Fans-nya juga terlihat mulai terpengaruh membuat ia semangkin percaya untuk membual.
"Dan..!"
"Lalu bagaimana anda menuduh Miss Mirayuana melakukan kejahatan yang tak ia lakukan Miss?" sambar Asisiten Joy yang mewakili keggeraman Tuannya, Miss Hanna menatap sinis penuh arti pada mereka.
"Hey Tuan! saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau dia memang melakukan itu semua!"
"Benarkah? lalu bagaimana dengan ini!"
Lampu penerangan itu meredum, cahaya lampu utama menyorot Miss Hanna dan juga layar papan Elektrik yang sedang menyala memutar sesuatu.
"Akhh Dad! lebih cepat hmm!"
"Yes Baby! akhhh!"
Mereka bergumul panas dengan sangat nikmat, para manusia disana lansung terngangak bukan main akan apa yang sedang diputar dengan lancar dilayar lebar sana, tanpa sensor atau buram sama sekali.
"I..Ituuu..!" Miss Hanna lansung luruh ditempatnya dengan wajah yang sudah merah menahan malu dan juga tubuh yang lemas, ia menatap kecil pada semua orang yang sungguh-sungguh tak habis pikir dengan ini semua.
"Dasar wanita jalang!!!!" teriak mereka murka lalu mengambil apa saja yang bisa dilemparkan keatas panggung sana.
Bughh..Bughh...
__ADS_1
leparan sepatu dan batu-batuan kecl hingga sekepalan tangan lansung membuat panggung itu riuh dengan suara makian mereka, Miss Hanna hanya bisa menagis dengan tubuh yang berlindung dikerumunan ini.
"To..Tolongg!"
Bugh..
Kepala Miss Hanna dilempar batu berukuran sekepalan membuat keningnya berdarah dengan Na'as, wartawan disana berusaha tetap meliput semua kejadian ini dengan intens.
"Dasar ayah dan anak bajingan! kalian memang menjijikan!" teriak mereka lalu meludahi tubuh kotor Miss Hanna yang hanya bisa menagis dengan hinaan yang membuatnya tak ingin hidup ini.
"I..itu tak...!"
Srettt..
sangking geramnya, Fansnya yang sudah kecewapun naik keatas panggung dan mencabik-cabik tubuh Miss Hanna yang sungguh terdesak karna dikepung seluruh arah ini.
"Tenagkan diri kalian!"
"Kembali ketempat!"
Pihak Keamanan mulai berlarian mengamankan keadaan yang tak lagi terkendalikan, Exell berdiri dari duduknya seraya melangkah menuju kursi belakang panggung karna ia tahu istrinya sedang ada disana.
"Sayang!" Exell lansung memeluk tubuh molek itu, ia kira Kinan ikut bergabung dikerumunan kekacauan sana.
"Apa semuanya sudah selesai El?"
"Masih belum!" ucap Exell dengan santainya melihat sesuatu di ponsel-nya, ia menelfon seseorang untuk melempar tubuh Pria tua menjijikan itu.
"Baik Tuan!"
Kinan hanya diam seraya menurut saat tubuhnya di'iring sang suami untuk melangkah ke atas panggung bagian tangga paling atas membuat mereka jauh dari kerumunan dibawah sana.
"El! kenapa kesini? turun saja!"
"Kau mau dilempar oleh mereka?" geram Exell tak suka dengan bantahan Kinan yang cengengesan membuatnya gemas.
"Maaf El!" Exell mengangguk saja lalu mengangkat tubuh Kinan kepangkuannya, ia duduk dikursi atas panggung yang sedikit tersuruk dikegelapan malam ini.
"Ell!"
"Apa hmm?"
"Nanti ada yang lihat!"
"Biarkan saja!" Kinan hanya menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya kedada bidang suaminya yang mengelus perutnya dibalik Tengtop sana.
Suasana disana masih teggang dengan Miss Hanna yang sudah berkelabut dengan luka yang disebabkan oleh amukan para manusia yang mulai membuat kerusakan masal.
Para tamu undangan yang tadinya tenang kembali meruak dilarikan ketempat yang aman.
__ADS_1
Bugh..
Mereka terhenti saat ada tubuh seseorang yang terlempar dipertengahan mereka, alangkah terkejutnya para manusia itu melihat apa yang terlempar itu.
"Da..Dady!" lirih Miss Hanna yang terkejut melihat tubuh Tuan Ramesley yang sudah terluka bonyok dengan begitu tragis. mereka juga masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnynya.
"Dia melakukan Korupsi selama bertahun-tahun di Agensi JYJ Entertaiment yang kalian kagumi ini!"
Mereka tak lagi bisa berkata-kata akan apa yang dijelaskan Asisten Dion didepan layar sana, bukti-bukti penyelewengan dana yang dilakukan Tuan Ramesley serta kecurangan dalam Comisaris.
"Tuan! apa ini?"
"Seharusnya kalian bisa tahu ini sejak lama!" ucap Gebriel yang menggantikan Exell untuk membongkar semua ini.
"Kau memang keterlaluan Tuan Rames!" geram Mr Hans yang tak habis pikir dengan penipuan besar dan Conspirasi yang lama ini.
"Tu..Tuan! saya..!"
"Bawa mereka kepihak Comisaris Police!" titah Gebriel pada pihak Keamanan yang lansung meringkus mereka menuju Mobil aparat yang telah tersedia rapi dengan segerombolan PHC(Pholice Hunter Conektor) yang bertugas ketat untuk mengamankan situasi.
Miss Hanna dan Tuan Rames hanya pasrah dengan wajah yang sudah kepalang malu bukan main.
"Nakkk!"
"Momy!" lirih Miss Hanna menagis melihat ibunya juga sudah dibekap oleh pihak keamanan, mereka dibawa menuju kantor Comisaris Police yang sudah mengabarkan ini pada Otain Owner yang memiliki hak akan Keamanan digunung Syuhan.
Mereka semua terlihat bubar akan usiran para petugas yang sudah merapatkan dekade mereka kuat, Wartawan tadi mulai meliput sisa dari kehancuran acara ini.
"Biarkan saja!" Para petugas yang ingin mengusir merekapun berhenti akibat titahan Gebriel yang memang sudah tahu rencana Adiknya.
"Presedir! maaf akan kekacuan ini!" Mr Hans merasa bersalah dengan semua ini, apalagi Presedir Gebriel dan Presedir Mohana adalah Petinggi besar yang membuat mereka segan berurusan yang membuat mereka terjerumus kacau.
"Hmm! Lain kali, hati-hatilah dalam memilih anggota apapun, mereka bisa saja menyimpang dari arah yang seharusnya!"
"Baik Presedir!" ucap Tuan Nias dan Mr Hans membungkuk hormat, begitu juga para Kru dan Juri yang turun lansung memberi rasa hormatnya.
"Kami bersyukur Keluarga besar yang terhormat Mohana mau membantu menyelesaikan ini Presedir!" Leo Nichol yang memberi salam sopannya.
"Iya Presedir! kalau bukan karna kalian, kami masih dalam suasana penipuan dan terbohongi!" Nyonya Hendry yang begitu kagum akan pesona Pria ini, tapi ia bingung, Kemana Pria Tampan bernetra biru yang selalu memukau mata itu.
"Presedir! dimana Presedir Mohana?"
Gebriel diam menatap Asisiten Dion yang terlihat mempertimbangkan sesuatu.
"Dia yang merencanakan semua ini! Kalian tahu sendiri bukan? Dia tak suka berbaur dengan manusia penipu dan tentunya tak sesuai dengan Prinsipnya!"
Mereka saling pandang lalu mengangguk, memang, Pria itu terlalu Misterius untuk dipahami, terlalu cerdas dan licik untuk diakali.
....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..