Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
ada apa dengan Thomas?..


__ADS_3

Mata wanita itu menatap tajam pria tampan yang baru saja datang setelah beberapa jam ia menunggu lama, wajah datarnya yang ditutupi masker itu tampak menyelidik pada Pria yang hanya acuh itu.


"Darimana saja?"


"apanya?"


"Kau?"


"Kencing!"


Mendengar itu, setan yang ada didalam diri Gea membeludah panas, Kencing? apa kau sudah gila? Cih..menyebalkan.


"Aku sudah menunggu sedari pagi dan kau cuma bilang Kencing? kau tak waras ha?"


"Lalu aku harus apa? sudah jelas aku baru datang dengan pekerjaan yang kau tumpuk tadi malam! masih saja bertanya! apa kau masih waras? Cih...dasar buluk!"


Ucap Asisiten Dion menirukan suara Gea tadi membuat wanita itu sungguh naik pitam karnanya.


"Kau pikir aku tak bekerja ha? semalaman aku juga mengerjakan Proyek Meeting hari ini, dan kau malah seenaknya datang kesiangan!"


"Ini baru jam 9 buluk! aku punya kegiatan sendiri, kau enak tinggal disini!"


"Aku tak mau tahu! kau kerjakan tugasku sekarang juga!"


"Enak saja! itu tugasmu, cihh..kau pikir aku babu apa?"


"Kau memang babu!"


"Sudahlah! bisa naik tekanan darahku berdebat denganmu!" ketus Aisiten Dion menyerah diiringi Gea yang merotasi malas saja.


Mereka terlihat kembali menyelesaikan pekerjaan yang semangkin banyak saja, bagaimana tidak? cabang perusahaan Mohana sangatlah banyak, apalagi Tahun ini omset dan saham semagkin meningkat dengan para investor yang berbondong-bondong menanamkan saham ke Perusahaan mereka.


..........


"Aku duluan!"


"aku!"


Exell hanya diam menatap dua manusia sempurna ini sedari tadi dikamar atas selalu berbantahan dalam hal apapun, sedangkan ia hanya fokus pada istrinya saja.


"El! mereka cocokkan?"


"Yah! mau digendong?" Kinan menggeleng seraya mencengir, ia ingin berjalan sendiri tanpa digendong pria ini setiap harinya.


"Kau lewat sana!"


"ini rumahku! kau jangan sok berkuasa!"


"Tapi aku yang duluan masuk kesini!" sambar Renata seraya menghalangi Gebriel untuk masuk kedalam Lift yang sama dengan mereka.


"Minggir jalang!"


"Ini punyaku! kau lewat tangga saja dan.. Aaakhhh Ketombe!" pekik Renata saat Gebriel mendorongnya mentok kesudut lift sana, pria itu berdecih malas lalu menatap Exell yang membantu istrinya berjalan.


"hati-hati perutnya!"


"hm! kau urusi saja Piaraanmu!" ketus Exell tak suka urusannya dicampuri, Kinan menatap geli wajah cantik Renata yang memerah menahan amarah.


"Kapan kalian menikah?"


"Kau yang benar saja!"

__ADS_1


"Kinan memang benar! iya kan El?"


"Iya sayang!" jawab Exell santai seraya memeluk istrinya dari belakang dengan tangan yang mengelus perut buncit itu.


"Aku belum selesai denganmu!"


"Cih! aku tunggu pembalasanmu itu Jalang!"


Mereka saling pandang sinis lalu melengoskan wajahnya kearah lain seakan tak bernafsu untuk menatap.


Setelah beberapa lama, mereka akhirnya tiba dilantai bawah tepat berhadapan dengan dua manusia yang tampak fokus menatap layar Laptopnya dan sesekali saling melempar kulit kacang yang menjadi camilan.


"Apa sudah selesai?"


suara Kinan membuat fokus keduanya buyar dan lansung mengadah menatap bumil cantik berperut buncit yang dipeluk Pangeran posesif itu.


"Masih belum Nyonya!"


"Apa ada masalah?"


tanya Exell seraya mendudukan dirinya dan sang istri berhadapan dengan dua manusia itu.


"hm! Tuan, apa anda tahu Tuan Thomas!"


"Uhukk!" Renata yang sedang mengunyah kacang pun tersedak mendengar nama itu, Gea juga terteggun menatap Renata yang pucat.


"Kau tak apa-apa Renat?"


"Hm Yah!" jawab Renata aggak gugup, ia meminum segelas air yang Gebriel berikan padanya.


"Kau ini selalu menyusahkan!"


"Dia Pengusaha Fashion ternama dinegara Tinaia!"


"Yah Tuan! dia mengajukan kerjasama dengan perusahaan Fashion Stayle Mohana dengan investasi yang sangat besar! bukankah ini terlalu mencuriggakan?"


Exell diam seraya tangan yang mengelus perut buncit istrinya yang dibaluti Daster Elegan khas yang begitu cantik dan pas ditubuh indah itu.


"Dia pernah menghilang dari Publik selama 3 Tahun belakangan ini, dan sekarang ia datang tapi malah menginvestasikan modal yang besar, aku rasa ini sedikit janggal?" sambung Gebriel menatap Exell yang tampak tenang tapi Pria itu pasti merencanakan sesuatu.


"Memangnya berapa?"


"15 Triliun!"


Degg..


Renata meneggang ditempatnya, ia menunduk dengan tubuh yang sudah gemetar, entah apa yang membuat wanita itu seperti menyimpan sesuatu.


"Sebaiknya tak usah diterima! kalian bisa mencari investor yang lain!"


"Memangnya itu masalah besar? kalau mereka macam-macam! kita tinggal menghancurkannya!"


"Bukan kalian yang hancur! tapi Renata!"


"Hm! Terserah kalian saja!" sambung Renata menimpali ucapan Gebriel, ia membuka Ponselnya yang sudah ada beberapa Gmail dari Lyla.


"Apa masih ada pekerjaan?"


"hm! aku pergi dulu!"


"Kemana?" tanya Gebriel seraya mencengkal lengan Renata yang hanya menghela nafas jengah saja.

__ADS_1


"Lepas!! kau tak perlu tahu Ketombe sialan!" ketus Renata menyentak kasar tangannya lalu melangkah pergi di'iringi dengan serbuan kulit kacang yang dilemparkan Gebriel padanya.


"Memang wanita jalang tak tahu diuntung!"


"Kau menyukainya?"


"Ayolah El! siapa yang mau dengan barang obral sepertinya!" ketus Gebriel tak kalah menyakitkan, sedangkan sang empu yang mereka bicarakan tertegun didepan pintu sana.


"Cih! Kau benar, barang yang sudah dijajahkan tak mungkin diminati lagi oleh orang!" gumamnya lalu melanjutkan langkahnya pergi.


Kinan dan Gea menatap kepergian Renata dengan sendu, apalagi Gea yang merasa bersalah akan sesuatu.


"Kau kenapa?"


"Aku pergi!" Gea melangkah pergi mengikuti kemana arah Renata tadi, Kinan juga ingin berdiri tapi dicengkal tangan kekar suaminya.


"Mau kemana?"


"Mereka..!"


"Biarkan saja!" Kinan menghela nafas lalu duduk kembali ditempatnya, membuat tanda tanya dibenak Gebriel dan Asisiten Dion.


"Memangnya mereka kenapa?"


"Kinan tak tahu! tapi..!" Kinan terhenti saat mengingat sesuatu, ia menatap Gebriel dengan sulit, wajah cantiknya begitu memukau itu murung dengan sendirinya.


"Tapi apa?"


"Dia tak seperti yang kalian lihat!" sambung Kinan ambigu membuat Gebriel berfikir keras, tapi ia mencemo'oh karna Renata hanyalah debu kotor baginya.


"Cih! aku tak perduli, dia bukan urusanku!"


Whusss..


tanpa sadar, ada kilatan biru yang terlintas dinetra Kinan dan mereka semua, aroma wangi khas persis seperti yang dimiliki Kinan pun meruak membuat mereka kebingungan.


"Apa itu?"


"Tidak mungkin!" gumam Kinan meneggang ditempatnya, Aroma ini? aura ini sangat sama, tapi kenapa ini semua terjadi. siapa yang menebarkan ini?


"Ada apa Sayang?"


"I..Itu!"


"Siapa?"


"Sebangsa Kinan!"


Mereka terkejut bukan main, bagaimana tidak? disini tak ada Renata atau Gea yang mengerti banyak tentang kehidupan dunia gadis ini.


"Maksudmu seperti Bangsa Rings Flowers?"


"Iya El!"


ada rasa senang dihati Kinan jika bangsanya masih ada yang hidup sampai sekarang, tapi ia merasa ini berbeda, sepertinya aura ini terus memantaunya dari dulu.


...


Vote and Like Sayang..


Maaf ya author kemaren kagak up, bukan kagak up sih..tapi mereka lama reviuwnya, katanya harus nunggu beberapa hari karna antrian yang direviuw banyak bingits..jadi author nunggu terus ayank..😦😂

__ADS_1


__ADS_2