Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Dua pikiran satu jiwa..


__ADS_3

Kegelapan malam yang dingin itu terlihat berkecamuk dengan debu yang menggulung tebal. semua orang disana berpeggangan ke tubuh para Pria mereka yang berusaha mengamankan wanita mereka masing masing.


"Sayangg!" panggil Exell dengan lirih saat melihat wajah pucat itu perlahan membuka matanya memperlihatkan rasa kosong yang nyata.


Jantung Exell seakan terhenti melihat seringaian yang tersungging di bibir Sensual itu. ia terduduk lemas dengan mata yang tak lagi bisa terhitung Sembilu lukanya.


"Dia Milikku!" suara Kinan terdengar menyeramkan dengan kabut hitam yang menyelimuti tubuh Kinan yang masih memakai Gaun pesta nya di kedinginan malam ini. Netra indahnya berubah tajam dengan guratan kekuasaan dan Ketakutkan yang nyata.


Ini Gila! Kenapa harus gadisnya yang dikendalikan dan diinginkan Iblis Terkutuk itu. Sakit? tentu Exell rasakan melihat Wanita yang sudah terhisap didalam lubuk hitam yang berusaha meraup seluruh Jiwa Kinan.


"Sayang!" lirih Exell ingin mendekat tapi dicegah oleh Momy Chalista yang dengan cepat menarik tangan Putranya yang terlihat kacau dengan mata penuh lukanya menatap Kinan yang sudah berbuah arah.


"Ell! Kita pergi Sayang!" ucap Momy Chalista mengebun melihat Exell yang menggeleng. ia tak akan meninggalkan Gadis ini walau apapun yang terjadi padanya nanti.


"Kinan Sayang!" panggil Exell ingin menggapai tubuh gadis itu namun Kinan menghempaskan tangannya membuat angin kuat menyerbu tubuh mereka.


Brakk..


Mereka terbentur ke mobil dengan na'as. Sungguh, kenapa semunya tak bisa terkendalikan begini? Kinan juga terlihat masih diambang jurang yang curam.


"Pergiii!" lirih Kinan dengan tatapan sendunya pada Exell yang menggeleng, lalu ia kembali berubah dengan wajah menakutkannya membuat mereka terkejut luar biasa.


"Bunuh Merekaaa Adikk!"


Bisikan itu kembali menguasai Kinan yang perlahan melangkah ke depan Exell yang tak bisa melukai Kinan. ia rela gadis ini melakukan apa pun padanya asalkan kembali kepelukannya.


"Kematian mu!" desis Kinan menatap tajam Exell yang terlihat menatapnya dengan lembut membuat jiwa Kinan yang murni memberontak untuk dilepaskan.


"Pergiii ! Kinan Mohon Ell !" Lirih Kinan dengan air mata yang tak terbendung lagi membuat Exell sesak. Exell bangkit dan memeluk tubuh Kinan paksa membuat gadis itu meronta ronta antara Dirinya dan Azua yang sedang berkecamuk untuk melukai Exell.


"*Bunuh Dia Adikkk!"


"Keluarrr! Kau brengsekkkk!"

__ADS_1


"Adikkkkk*!"


Perdebatan batin yang kelut membuat tubuh Kinan benar benar tak tahan untuk mengurai rasa sakit yang sudah menggerogotinya itu.


"Sayang! Kinan..Sadarlah Sayang!" teriak Exell menguncang tubuh Kinan yang hanya diam dengan seringiannya.


Plakkk...


Mereka terkejut saat Kinan malah menampar Exell yang terkejut. begitu juga Kinan yang gemetar melihat tangannya yang berani menyentuh kasar wajah Elnya. Kinan mundur perlahan dengan mata yang terlihat penuh rasa bersalah dan kebencian yang terlihat berbelit mengarungi Pemikirannya.


"Kau memukulnya Adikkk! Kau melukainya!"


hati Kinan semangkin dibuat kelut dengan perasaan yang tak terjabarkan.


Ell Maafkan Kinan Sayang! jeritan batin Kinan menatap Exell penuh rasa bersalah yang mendalam.


"Sayang!" Lirih Exell pada Kinan yang menggeleng geleng dengan wajah yang bersimbah air mata. ia tak tahan melihat pipi Exell yang merah karna tamparan telaknya. ia membenci dirinya sendiri akan Perlakuannya ini.


"Elll hiks hiks!" isak Kinan lalu berlari pergi didalam kegelapan yang menelan tubuhnya yang hanya bisa menagis akan rasa sesak yang ia dapatkan.


"Kinan Sayangg!" Kinan terus berlari tak tentu arah, sesekali ia tersungkur karna gaun yang ia pakai berbentuk panjang dengan belahan yang menampakan kulit putih itu.


"Pergii Brengsekkk!" teriak Kinan memukul mukul kepalanya yang terus berkecamuk menuntun ia kesebuah telaga yang ada di tepi hutan. Kinan hanya terus berlari dengan kaki yang tak beralas membuat ranting semak semak yang melukai kulit lembutnya.


Cetasss...


Suara gemuruh petir diatas sana kembali menggelegar dengan hembusan angin yang perlahan menguat kembali membuat dedaunan disetiap langkah kaki jenjang itu bertebrangan dengan Gaun Kinan yang sudah tersingkap menunjukan lekuk tubuhnya.


untung saja sekarang Gelap tengah malam. sehingga tak ada mata yang bisa melihat kepedihan dan Kemolekan tubuh Bidadari yang terluka itu.


"Kinannnnnn!" Exell terus mengejar dengan cepat ia tak ingin kehilangan gadis ini dengan rasa yang semangkin menggebu memberontak didalam dadanya.


sesampainya di dekat Telaga itu. Exell meneggang ditempatnya melihat Kinan yang selangkah saja akan terjun kedalam curam dalam yang begitu sunyi tak tahu apa saja Mahluk buas didalam sana. ia hanya bisa melihat kilauan kulit dan harumnya tubuh Kinan yang begitu Khas di Malam ini.

__ADS_1


"Kinan! Jangan Sayang!" teriak Exell pada Kinan yang ingin melangkah kedalam sana membuat jantungnya seakan mau pecah didalam sana. wajahnya begitu kelam dengan aura yang terselumbung didalam tubuh gagah itu.


Kinan menoleh kebelakang . Netra indah sendunya terkurung dengan Netra biru laut yang disinari remangan Bulan yang terselumbung awan hitam itu.


Luka. Kesedihan. Rasa bersalah yang terpancar nyata didalam Netra itu membuat Exell tak bisa berkata kata. ia hanya ingin mendekap tubuh rapuh itu memberi kenyamanan yang begitu ia inginkan.


"Aku Mohon!" pinta Exell pada Kinan yang menggeleng pasrah membuat rahang tegas pria itu mengetat dengan mata yang menohok tajam menatap Kinan yang begitu ingin meneggelamkan diri kedalam Telaga sana.


"Kinannn!" geram Exell ditengah derasnya hujan yang membasahi tubuh mereka, kilatan petir diatas langit sana menjadi penerang bagi Dewa dan Dewi kesempurnaan yang sedang berdau hati yang saling membelit erat.


"Kinan melukai mu!" ucap Kinan lemah pada Exell yang tak tahan lagi dengan gelombang Perasaan yang melanda dirinya.


"Adikkkk! Terjunlah Sayang..Kau melukainya, Bukan kah cinta itu tak boleh melukai satu sama lain hmm!"


Kinan berbalik dan ingin menerjunkan dirinya namun ia kembali tertegun melihat Kilat hitam pekat yang seakan menahan kakinya untuk berhenti.


"Alinnnn! Ikuti kata hatii muuu!"


Suara Misterius itu kembali terdengar membuat tubuh Kinan lemah dirasuki dua Mahluk sekaligus.


"Aaammm!" geraman Kinan mencengkram kepalanya kuat merasa kedua suara itu sedang bertarung menguasai tubuhnya.


Melihat Kinan yang mulai mendekati pinggir Telaga itu. Exell dengan cepat berlari seperti kilatan angin yang menyambut tubuh Kinan kedalam pelukannya.


Grep...


Tubuh gagah Pria itu menarik Kinan menjauh dengan perasaan yang sudah membukit tak terhitung detakan jantung yang beradu bak genderang perang yang mengejutkan.


"Kau ingin Mati haa?" suara bentakan berat dengan beribu makna rasa itu menggelegar membuat burung burung yang tadinya beristirahat kembali berterbangan menjauhi daerah yang menakutkan ini.


Rintikan hujan yang begitu deras membasahi tubuh mereka yang merapat erat dengan gejolak yang tak terbantahkan. inilah Kesesatan sesungguhnya. Iblis tak berhati nurani itu bisa menyesatkan siapa saja yang ia inginkan.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2