Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Yang rasa Coklat ya!..


__ADS_3

1 bulan telah berlalu dengan cepat, selama itu pula semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan, tapi Pria bernetra biru laut itu harus diuji dengan tingkah aneh Gadis cantik yang selama ini mengikutinya dan terus menguntitnya walau sudah beberapa kali Exell ketusi.


"Bisa tidak kau berhenti menguntitku?" tanya Exell geram melihat Kinan yang terus membuatnya kesal. Kelopak mata indah itu mengerijab polos dengan lengkungan indah yang sangat menggemaskan.


"Kinan akan pergi jika El mengusir Kinan dari hati!" ucap Kinan tersenyum cantik seakan tak terusik dengan ucapan Exell.


Exell mengacak rambutnya Frustasi, kalau Kinan mengikutinya bekerja bisalah ia Toleransi dan pahami. ini kekamar mandipun gadis itu tak mau ditinggalkan membuat Exell tak tahu bagaimana lagi membuat Kinan mengerti.


"Baiklah! sekarang tinggalkan aku sendiri, kau pergilah turun menemui yang lain!" ucap Exell pada Kinan yang tertegun bungkam.


"Memangnya El mau kemana?" Exell menghela nafas jengah, ia harus bersikap lembut untuk membuat gadis ini mengerti.


"Kemarilah!" ucap Exell menepuk pangkuannya pada Kinan yang lansung menduduki pangkuan pria itu.


Exell membelit pinggang ramping itu dengan kedua tangan Kinan yang berkalung ke leher Exell yang menatapnya dalam.


"Mengapa kau mengikuti ku?" tanya Exell seraya merapikan helaian rambut Kinan yang jatuh kekening gadis itu.


"Karna Kinan mencintai El!" jawab Kinan seadanya membuat senyuman di bibir Exell merekah mendengarnya.


"Kalau aku tak mencintai mu?"


Degg..hati Kinan mencolos mendengar itu semua, apa selama satu bulan ini Exell tak juga bisa menerimanya. Kinan menunduk dengan tangan nya yang perlahan turun dari leher Exell.


"apa memang tak ada cinta itu?" tanya Kinan menatap wajah Exell yang sungguh tak bisa melihat wajah sendu ini terlihat sakit.


Netra indah itu menggenang menatap Exell yang hanya diam dengan rasa sesak didadanya, jujur, ia mengketusi Kinan itu hanya untuk mengelabui mereka semua , tapi sesungguhnya hati yang beku itu perlahan mencair dengan sikap lembut penuh cinta yang Kinan berikan padanya hingga sekarang.


"Aku tak mencintai mu!" ucap Exell tak selaras dengan hatinya, kalimat itu sukses membuat satu tetes bulir berharga itu keluar dari kelopak mata indah itu.


"Kenapa?" lirih Kinan penuh sakit, Exell melengoskan wajahnya ketempat lain tak tahan dengan wajah ini.


"Karna kita berbeda!" ucap Exell membuat Kinan lansung bangun dari pangkuan pria itu dengan tatapan penuh rasa sakitnya pada Exell yang hanya bisa diam.


"Kinan tahu Kita berbeda! tapi Kinan menentang perbedaan itu hanya untuk El! tapi..tapi kenapa El tak pernah bisa mengerti Kinan?" lirih Kinan dengan suara bergetarnya dan tangan yang mencengkram pinggir Dress nya.


"Lalu kenapa kau tak pergi saja?" ucap Exell yang membuat isakan yang keluar dari mulut gadis itu dengan mata yang berkaca kaca.


" apa El bahagia jika Kinan pergi?"


Degg...

__ADS_1


Exell tercekat dengan ucapannya sendiri, ia hanya ingin melihat ketulusan Kinan untuk mencintainya lalu kenapa gadis ini begitu serius menaggapinya.


"Kinan akan pergi El hiks hiks! tapi jika ..Jika hiks hiks!" Kinan tak lagi bisa melanjutkan kata katanya dengan tubuh yang bergetar menahan isakan.


"Selamat Tinggal!" ucap Kinan ingin melangkah pergi tapi Exell dengan cepat menarik pergelangan tangan Kinan hingga jatuh kepelukannya.


Grepp..


Exell mengunci tubuh gadis ini untuk merapat mendekat kearahnya, ia mengelus kepala Kinan yang menagis di ceruk lehernya dengan sangat memilukan.


"Kenapa kau serius sekali hmm? aku hanya bercanda!" ucap Exell merapikan rambut Kinan yang berantakan.


bukannya tenang Kinan malah semangkin terisak memukul dada Exell yang membuatnya sungguh ingin mati setelah meninggalkan pria ini.


"El hiks hiks !"


"Suttt! Sudahlah, nanti aku tak mau membelikan mu Es Cream lagi kalau begini terus!" ucap Exell menagkup pipi Kinan yang basah. gadis itu mengangguk lalu menempelkan hidungnya ke batang leher Exell yang mengikat rambut panjangnya.


"Ell!"


"Hmm, ada apa ?"


"Yang rasa coklat ya?"


"Hahahah Kinan! kenapa kau begitu bodoh ha?" tanya Exell tergelak menyentil kening Kinan yang manyun.


"Kan El janji membelikan yang manis itu! jadi Kinan cerdas kan kalau mau yang Coklat, soalnya itu yang enak!"


"apa yang kau mau selain Es Cream hmm?" tanya Exell mengusap punggung gadis ini dengan lembut.


"Hmmmm!" Kinan berfikir mengetuk ngetuk dagunya membuat Exell tak tahan untuk mengecup bibir ranum itu.


Cup..


"El sekarang suka cium Kinan ya?" ucap Kinan merasa senang karna Exell tak marah atau kesal lagi jika ia mencium atau pria itu menciumnya.


"Itu bonus jika kau menurut pada ku!" ucap Exell yang sesekali mengambil keuntungan, lagi pula ia rasa hatinya juga sudah terbiasa dengan gadis ini hingga Exell tak lagi menahan perasaannya kecuali mengucapkan kata itu karna ini belum waktunya.


"lanjutkan apa yang kau inginkan tadi!" ucap Exell mengelus kepala Kinan yang berada di ceruk lehernya.


"Kinan mau tidur seperti ini terus El!"

__ADS_1


"Itu sudah sering kita lakukan ! yang berbedalah yang selama ini Kau impikan!" ucapan Exell membuat Kinan terdiam dengan pikirannya.


"Hidup bersama dengan El!" ucap Kinan tulus membuat Exell sungguh mabuk kepayang dengan ucapan ucapan yang terlalu menusuk itu.


Cup...


Kinan mengecup bibir Exell yang seketika menerima pangutan lembut itu, Exell menggerakan bibirnya disaat Kinan sangat kaku berciuaman,


Grepp..


Exell membalikan tubuhnya hingga ia mengungkung tubuh Kinan yang masih diam dengan bibir Exell yang masih bermain dengan lihainya membuat Kinan perlahan mengerti bagaimana cara bermain seperti ini.


Grett..


"aaaa Kenapa kau gigit?" pekik Exell bringsut duduk dengan bibir yang bengkak karna digigit Kinan yang panik.


"Ell Maaf! Maaf Kinan tak tahu caranya!" ucap Kinan pada Exell yang begitu kesal, apa selugu itukah hingga berciuman pun Kinan tak tahu menau.


"Bibir ku bengkak karna mu!" ketus Exell melihat bibirnya dicermin, ia merutuki dirinya yang terlalu bernafsu mencium gadis Bodoh ini.


"Sini El!" ucap Kinan pada Exell yang menggeleng, bisa bisa bibirnya copot di gigit gigi susu Bayinya ini.


"Kau itu Kanibal!" ketus Exell pada Kinan yang terkekeh geli lalu duduk diatas meja Riasnya yang disiapkan Momy Chalista dan menarik leher Exell mendekatinya.


"Maaf El!" ucap Kinan meniup niup lembut bibir bengkak Exell yang menikmati hembusan nafas Segar dengan aroma mawar biru yang menguat itu.


"apa masih sakit hmm?" tanya Kinan mengelus lembut lekukan sensual itu membuat Exell sungguh jatuh dalam lubuk cinta itu.


namun, Exell mendadak kesal saat suara cempreng Sepupunya yang terdengar di luar sana.


"Kakak ! Nenek gayung menunggumu dibawah sana!"


"Iya kak! Dia mencari mu!" suara Vina yang bersamaan dengan Serly di luar kamar itu.


"Hmmm!" ucap Exell lalu menggendong Kinan untuk melangkah ke Walcloset.


"Siapa Nenek Gayung?" tanya Kinan pada Exell yang mendadak malas.


" Tidak tahu!" jawab Exell lalu mengambil baju Kaos santai untuk membalut tubuh gagah nya tanpa atasan ini.


Kinan merenggut, ia harus mencari tahu siapa yang di sebut Vina dan Serly tentang Mahluk yang belum perna ia dengar dan lihat itu.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2