Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kemana Renata?..


__ADS_3

Seluruh kariawan berderet rapi menatap jejeran para pengawal yang menyambut Milioner muda yang telah hilang beberapa Tahun ini dari publik, mereka tampak sangat kegirangan bukan main saat melihat sosok tampan yang menyapa mereka dengan ramah.


"Tuan Thomas!"


"Selamat pagi!" sapa pria itu tersenyum manis, ia menciptakan kesan bersahabat membuat mereka kagum akan paras dan perilaku pria itu.


"Tuan! kemana saja anda selama 3 Tahun belakangan ini?"


"Yah Tuan!"


"Lalu kenapa anda menanamkan saham yang sangat besar pada Perusahaan Mohana Global Crobs?"


Pria tampan berkacamata hitam itu tersenyum misterius dengan kharisma dan misteri yang kuat terhadap Wartawan yang menyerbunya dengan deretan pertanyaan.


"Hanya ingin berlibur! kalian pasti tahukan, aku tak suka kehidupan yang datar!" jawab Thomas santai dengan khasnya yang ceria, padahal, dibalik itu, menyimpan beribu misteri yang menakutkan.


"Baiklah Tuan! silahkan anda masuk!" penjagaan ketat itu mengarahkan pria tampan ini untuk masuk kedalam Perusahaan besar MGC yang tampak megah dengan Desain yang tak bisa dibandingkan.


"Presedir Gebriel!"


"hmm!" Gebriel dengan datar seperti biasa menjabat tangan Pria itu, kharisma keduanya sangat kuat membuat mereka harus berjaga-jaga, apalagi kalau Presedir memukau satu itu sudah datang kesini.


"Kau sangat tampan Presedir!"


"Kau juga!" balas Gebriel dengan suara khasnya yang begitu berwibawah, ia melangkah bersama dengan Tuan Thomas yang begitu Humble dan Friendly terhadap semua orang yang menyapanya.


"Bukankah ini Perusahaan Mohana Presedir?"


"Yah! aku hanya mewakili Adikku!"


"Memangnya Presedir Tampan itu kemana?"


"Bisa kita mulai?" tanya Gebriel mulai tak nyaman, mereka sudah sampai keruangan Meeting dengan Kariawan dan Staf yang menunggu dengan hormat.


"Akh Presedir! kau terlalu terburu-buru, aku hanya ingin mengetahui Presedir Mohana ini saja!"


Gebriel hanya diam dengan wajah datarnya, Asisiten Joy mengatur para Investor lain dan juga Pengusaha yang sudah datang keruangan luas yang megah dan nyaman ini.


"Presedir! Dimana Presedir Mohana?" untuk yang kedua kalinya Gebriel mengepalkan tangannya erat didalam saku celananya sana.


"Apa aku tak cukup untuk memimpin semua ini?"


Mereka tercekat gugup, wajah tampan pria itu sudah kelam membuat mereka gemetar takut, Shitt! habislah kami..singa liar ini sudah mulai membara panas.


"Bu..Bukan..!"


"Aku rasa Kehadiran kalian berdua diperlukan dalam rapat ini!" Gebriel menatap Thomas dengan wajah dinginnya, ia sudah merasakan aura yang berbeda dari tubuh gagah ini.


"Dia tak bisa hadir!"


"Kenapa? tentu kami berhak tahu Presedir Gebriel yang terhormat!"


Asisiten Joy menghela nafas berat, ia menatap Tuannya yang mengisyaratkan untuk menghubungi Exell,

__ADS_1


"Dan satu lagi, kemana perwakilan Perusahaan Sinmart?"


Degg..


Gebriel meneggang ditempatnya, ia baru sadar kalau wanita cantik yang biasa membuat tekanan darahnya naik setiap hari itu tak datang hari ini.


"Mungkin mereka sedang diperjalanan? kalian bisa bersantai terlebih dahulu!" antisipasi Asisiten Joy untuk mencairkan suasana yang membeku, Gebriel hanya diam ditempatnya dengan pikiran yang tertuju pada Jalang sialan itu.


Gebriel melangkah ke luar ruangan itu dengan Asisiten Joy yang mengikutinya.


"Tuan!"


"Kemana wanita itu?"


"Nona Renata tadi sempat datang kesini! tapi dia pergi lagi Tuan!" Gebriel bungkam dengan tangan yang membuka Ponselnya, ia menghubungi nomor Jalang itu namun hanya suara operator yang menjawabnya.


"Kemana Dia?" Gumam Gebriel kembali mencoba panggilannya, namun tetap sama, entah mengapa ia khawatir dengan wanita itu.


Mashion Mohana..


Pria tampan itu menatap tajam Asisten Dion yang hanya bisa menunduk dengan pasrahnya, ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menunda acara itu, Kedatangan Exell yang selalu ditunggupun menjadi acuan kelancaran acara itu.


"Apa kalian tidak bisa mengatasinya?"


"Tuan! Disana sudah berkumpul para Pejabat besar, bahkan, Tuan Thomas sudah menunggu anda, Tuan Gebriel tak bisa mewakili anda karna ia punya Perusahaan sendiri, apalagi keputusan anda yang paling penting disini!"


Tangan Exell terkepal erat, sepertinya Pria yang baru menunjukan taringnya itu memang ingin mencari masalah dengan Keluarga Mohana.


"Ell!!!" suara serak khas bangun tidur dari Wanita cantik yang dibaluti gaun malam tipis itu mengalun membuat Asisiten Dion meroma, Luar Biasa! wanita ini memang sangat menggetarkan jiwa, tapi juga mengancam nyawa akibat penjagaan ketat pawangnya itu.


"Baik Tuan!" Asisten Dion pamit dan melangkah pergi tanpa menatap kearah pintu kamar Tuannya yang terbuka menampakan sosok molek dengan perut buncit bulat yang begitu sexsi.


"Masih ngantuk hm?" Exell memangku tubuh pulen istrinya yang telah mendekat kearahnya, tangannya mengelus perut buncit nan teggang dan putih itu lembut menyalurkan rasa hangat bagi mereka.


"Kenapa El Tak membangunkan Kin..Huamm Kinan? sayang!" tanya Kinan menguap menyandarkan kepalanya kedada bidang Suami tampannya ini dengan tangan yang mengelus rahang tegas mulus itu lembut.


Cup..


Exell mengecup bibir merah natural itu lembut dan lama, entahlah, ia begitu terjatuh dalam pesona Bumil ini hingga ia tak bisa melihat yang lain lagi.


"Karna kau dan baby perlu istirahat!"


"hm! tadi ada Asisiten Dion, memangnya ada apa?"


Exell terlihat berfikir seraya menggendong istrinya menuju kamar mereka, ia mendudukan tubuh wanita itu kesamping Ranjang dengan Exell yang berjongkok dihadapan wanita itu.


"Karna para setan itu meminta dady datang kesana Momy!" gemas Exell mencubit hidung mancung mungil itu, Kinan tersenyum geli seraya mengelus kepala suaminya yang membuka Gaunnya sampai dada.


"Pagi Dad!"


"Pagi sayang! kau baik-baik saja kan? hmm?" Exell mengecup lama perut buncit itu yang sudah polos tanpa sehelai benangpun.


"Baby baik Dad! Dady juga harus istirahat, jangan begadang terus!" goda Kinan berlogat anak-anak membuat Exell gemas bukan main.

__ADS_1


"Mana ada! dady hanya mengunjungimu setiap malam dan pagi saja, etsss..tapi kau juga sering Mintak sayang!" balas Exell menoel dagu lancip istrinya membuat Kinan memerah.


"Dadymu pembohong baby! Momy tak pernah mintak!" Elak Kinan seakan ia yang paling tersiksa, padahal, Exell hanya diam dibawah goyangan wanita ini.


"Yah terserah Momymu saja! oh iya sayang, apa aku boleh Kekantor?"


"Hmm..Tentu! El juga punya tanggung jawab lain!"


"Kalau begitu kau harus bersama Momy!"


"Iya Sayang! kau bisa bekerja dengan tenang!"


Kinan memandangi suaminya yang pergi ke Walkcloset untuk mengganti pakaian karna ia baru saja mandi tadi.


"Kalau ada apa-apa hubungi aku!"


"Iya El!"


"Minum susumu!" Exell belum memakai Kemejanya dan lansung menyerahkan segelas susu hamil yang ia sediakan tadi pada Kinan yang lansung menegguknya tandas.


"Dan..!"


"El! pakai saja Stelan kerjanya, sudah Kinan siapkan dilemari biasa sayang!" rengek Kinan karna Exell sedari tadi hanya berbicara dan mengurusinya saja.


"Sini sayang!" Kinan mengancing kemaja suaminya dengan memakaikan Jas dan dasi seperti biasanya, ia membiarkan Exell meraup bibirnya menjilati sisa Susu yang belepotan itu.


"Suami Kinan sudah Tampan!"


"Tentu saja Sayangku!" Exell mengecupi setiap jengkal wajah istrinya dan juga perut buncit itu.


"Sudah ya sayang! aku mau berangkat!"


"Ayo Ki..!"


"Kau istirahat saja!"


"Tapi Kinan baru bagun El!"


"No baby! dady harus kerja dan Momy harus istirahat dikamar saja, nanti Momy akan menemanimu sayang, kau boleh keluar kalau ditemani Momy atau kedua cecunguk itu!"


Cup..


Kinan hanya manyun menerima kecupan sayang itu, ia mengantar Exell hingga sisi depan pintu.


"Cepat pulang!"


"Itu pasti sayang!"


Kinan memandangi kepergian suaminya yang melambaykan tangan dan memberikan kecupan jauh padanya, Kinan hanya tersenyum geli saja.


Tapi, ia merasa ada yang janggal dari Renata, kenapa wanita itu tak menemuinya sejak pergi kemaren? Gea juga sekarang terlihat menghindarinya.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2