
Siang telah menginjak malam, merekapun hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing, tapi tidak dengan seorang pria yang menatap langit gelap sana dengan netra yang sulit ditebak.
"Sayang!"
Belitan tangan lembut itu membuat Asisten Dion tersadar, ia menghela nafas halus, ia mengelus lengan lembut itu penuh cinta karna Gea memeluknya dari belakang.
"Ada apa hm?"
"Tidak ada!"
Gea menghela nafas lalu masuk kedalam pelukan Tubuh gagah itu dari depan, belitan tangan kekar itu merapatkan tubuh mereka berdua.
"Sayang!"
"Yah! ada apa hm?"
"Jangan pernah tinggalkan aku ya?" Gea menganggukinya pasti, tak mungkin baginya meninggalkan Pria yang sudah membuat ia bahagia ini.
"Tidak akan pernah! kau kenapa takut sekali Tuan? hm!" gemas Gea mengecup bibir pria lembut, ia melihat guratan lain dinetra suaminya.
"Aku hanya takut kau berpaling! aku tak sanggup kau tinggalkan sendiri, aku tak punya keluarga selain Keluarga Mohana yang sudi menampungku, mereka semua pergi, tapi..!"
Asisten Dion menagkup pipi tirus istrinya lembut menyalurkan rasa nyaman dan kasih sayang.
"Tapi apa?"
"Tapi kau jangan seperti mereka! aku ingin kau selalu bersamaku!"
"Itu pasti sayang! tenaglah!"
Drettt..
Ponselnya kembali berbunyi, Asisten Dion memeluk Gea mesra yang merangkuh lehernya.
"Ada apa?"
"Bagaimana? kau menerima tawaranku?"
Asisten Dion bungkam, ia tadi tak jadi menemui pria itu, tapi dia mendapat kiriman lagi yang membuktikan setiap ketakutannya, ternyata kenyataan itu harus melanda kehidupan rumah tangganya membuat Asisten Dion pusing.
Tuttt..
"Kenapa dimatikan sayang?"
"Tidak penting!"
"Oh yasudah! hm, ayo masuk! disini dingin sayang!"
Asisten Dion mengiring istrinya masuk, ia masih memikirkan tentang masalah ini, ia sangat takut kalau wanita ini meninggalkannya.
"Sayang!"
"Hm! ada apa?"
__ADS_1
"Kau janjikan tak meninggalkan aku?"
"Hey Tuan! kau ini memang sangat aneh!" Gea terkekeh geli membaringkan tubuh pria itu keatas ranjang sana, ia naik menduduki perut keras Suaminya dengan Gaun malam yang tersingkap menampakan paha mulusnya,
"Sayang! apa kau masih ingin mencari orang yang mengambil kehormatanmu dulu?"
Wajah Gea berubah datar dengan sorot mata yang tajam, cengkramannya menguat kedada Asisten Dion membuat Pria itu semangkin dilanda ketakutan.
Jantungnya berdegup kencang menduga apa yang akan dilakukan wanita itu jika tahu yang sebenarnya.
"Aku akan membunuhnya!"
Degg..
Asisten Dion pucat dengan dada yang bergemuruh, otaknya kosong seraya keringat dingin yang mulai keluar dari pori-pori kulitnya.
"Kau tahu! dia adalah pria bajingan yang pernah aku kenal, sampai matipun aku tak akan pernah mengampuninya!" geram Gea seakan berhadapan lansung dengan orang yang membuat hidupnya hancur.
"Kau sangat membencinya?"
"Sangat! bahkan, aku ingin membalas apa yang dia lakukan, sungguh sayang! aku tak ingin melihat dia hidup tenang setelah membuat hidupku hancur hiks hiks!"
Asisten Dion merangkuh tubuh rapuh itu kepelukannya, ia bersandar kekepala ranjang seraya tangan yang mengelus punggung bergetar istrinya.
"Sejak dia.. hiks hiks! sejak dia mengambil semuanya, Wanita brengsek itu malah menjajahkan aku pada Rekan bisnisnya! dia yang menjadi awal kehancuranku hiks hiks!"
Netra Ealng pria itu tertegun dengan hati yang sakit, sungguh ia ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi lidahnya keluh, ia takut. Sungguh, apapun akan ia lakukan supaya wanita ini tak jauh darinya.
"Su-Sudahlah! jangan dipikirkan lagi!" Asisten Dion menghapus lelehan bening yang membasahi pipi istrinya, Gea berusaha tenang dengan gejolak kebencian yang membuncah.
"Tidak apa! aku baik-baik saja sayang!"
"Hmm! Tidurlah!"
"Tapi aku mau ini!"
Asisten Dion bersemu, wanita ini memang sangat agresif membuatnya gila, bahkan Gea selalu naik memimpin permainan ganas mereka.
"Kau sangat liar!"
"Kau tentu tahu sayang! kau bukan menikahi Bayi yang baru lahir! hm?" goda Gea memberi sentuhan abstrak disekitar leher dan dada suaminya.
Asisten Dion memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut ini, ia akan sangat merindukan Moment ini, sentuhan memabukan istri tercintanya.
"Akhmm!" Asisten Dion mengerang saat tangan nakal wanita itu membelai pusakanya dengan lembut membuat ia meneggang.
"Aku atau kau yang memimpin Bee?" tanya Gea bergerak sensual, bokongnya memberi sentuhan pada pusaka yang sudah membengkak itu.
"Ss Akh mm Ka..Kau sayang!" rintihan Asisten Dion menmeggang paha mulus istrinya, Gea tanpa basa-basipun memberikan Servis yang luar biasa.
tapi, disela kenikmatan yang melanda mereka, ia bingung kenapa suaminya selalu mengerang dan mendesah dengan kalimat yang tadi ia tanyakan.
"Akh hm Sayang! aku..hm aku mohon jangan tinggalkan aku akh Gea sayang!"
__ADS_1
Gea hanya mengangguk seraya bokong yang sibuk memompa, ia bekerja keras hingga selama satu jam berlansung cairan putih itu meledak atas pembengkakan keduanya.
Gea tumbang dengan lelah, ia ingin kembali memimpin tapi, Pria itu menghentikannya karna tak ingin istrinya terlalu kecapean.
"Aku minta pagi nanti sayang! sekarang tidurlah!"
Cup..
Asisten Dion mengecup bibir istrinya yang selalu membuatnya candu, ia membersihkan tubuh wanita itu, dan barulah ia bisa melakukan aktifitasnya.
"Kau tak puas sayang?"
"Bukan begitu! aku hanya ingin kau istirahat karna Pagi nanti aku ingin memintanya kembali!" balas Asisten Dion yang memang ingin melanjutkannya, ia begitu tak bisa menolak, tapi ada pesan masuk yang mengingatkannya akan sesuatu.
"Baiklah!"
"Tidrulah!"
..................................................................................
Tubuh pria gagah itu terlihat berdiri di samping ranjangnya, ia membaca laporan dari anggotanya dan sesekali menatap Istri dan Babynya yang sudah tidur.
"Kapan mereka bertemu?"
"Sepertinya Tuan Dion tak ingin bertemu Tuan! dia hanya memberi kotak sampai 3 kali, semenjak itu pula, Tuan Dion selalu diam dan melamun"
"Berikan isi kotaknya padaku!"
"Segera Tuan!"
"Jangan kabari siapaun termasuk Dion!"
"Baik Tuan"
Exell mematikan sambungannya, ia menatap wajah cantik istrinya yang begitu tenang terlelap dalam mimpinya, inilah sebab kenapa ia tak memperbolehkan wanita ini keluar dengan leluasa, banyak para Pria diluar sana yang menginginkannya, ia terkadang bingung, apalagi yang bisa membungkam mereka selain Pernikahannya?.
"Kenapa kau sangat cantik hm?" gumam Exell duduk bersandar dikepala ranjang dan mengelus pipi lembut istrinya halus, pesona wanita ini membuat siapa saja menggila.
"Sayang! kenapa kau tak pernah mau menurutiku?"
Exell berbaring berhadapan dengan Kinan yang masih memberi Asi pada Baby Ars yang tidur, wanita itu terlihat lelah karna pertempuran mereka beberapa jam tadi.
"Aku sudah melarangmu pergi Ke Event itu dulu, tapi kau tetap pergi, dan lihatlah, kau memancing para Pria yang ingin merebutmu dariku!"
Jempol Exell mengitari lekukan bibir Sexsi istrinya, ia begitu jatuh cinta dengan pahatan sempurna ini, tak bisa lagi dijabarkan, bagaimana jatuhnya seorang Exell kedalam jeratan pesona Seorang Kinan.
Cup..
bibir mereka bertemu dengan lembut, tak ada hasrat dalam kecupan itu, hanya perasaan yang menggebu dengan rasa Posesif yang tinggi.
"Aku mencintaimu dan Baby!" bisik Exell lalu memeluk kedua Manusia yang sudah memiliki jiwa dan raganya itu.
Ia tahu semuanya, Dion yang sedang dilanda kebingungan dan rasa bersalah serta permainan seseorang yang ingin mengambil orang dalam untuk menghancurkan Rumah tangganya.
__ADS_1
Exell hanya diam karna ia takut Kinan akan khawatir, dan ikut campur, wanita ini tak boleh terlihat lagi oleh pria sialan itu, dia harus bermain halus supaya langkahnya tak bisa ditebak sama sekali.
Vote and Like Sayang...