Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kekesalan Exell!..


__ADS_3

Langkah kaki wanita itu begitu cepat menuju taman hutan didekat Mashion mereka, ia hanya bisa menagis meneteskan air mata sakit, ini terlalu tak masuk akal! Kakaknya yang selama ini tak pernah mengangkat tangan padanya, sekarang malah memukulnya dengan telak, apa dia sudah berubah? kenapa semua orang tak bisa memahami prinsipnya?


"Apa aku memang bodoh? kenapa Kakak tak pernah mengerti aku? hiks hiks, padahal aku hanya ingin dia hidup selayaknya seorang yang punya martabat dan harga diri!" isakan pilu itu mengalun, ia tak perduli dengan keadaan sekitarnya.


Bahkan, anggota yang lainpun hanya bisa diam, tak berani mendekati Anya yang selalu bersedih jika menyangkut masalah Kakaknya.


"Anya!!!"


suara teriakan seorang pria yang sedari tadi kalang-kabut mencari adiknya, rasanya ini terlalu sesak, ia sungguh merasa bersalah atas semua yang ia lakukan.


"Dimana Adikku?"


anggota Exell yang lainnya pun menunjuk kesebelah taman, Cris lansung berlari kesana, ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri, jika terjadi sesuatu dengan wanita itu.


"Anya! sayang!!!" panggil Cris lantang, tapi wanita yang sedang duduk diatas dahan pohon Beringin itu hanya diam dengan tangan yang terkepal erat, netranya yang sipit bertambah sembab karna tak bisa menahan derai air mata.


"Anya!" panggil Cris lirih, ia memanjat pohon besar itu untuk menggapai tubuh Anya yang hanya diam tanpa menghiraukannya.


"Lepas!!" ketus Anya menepis kasar tangan Cris yang memeggang bahunya lembut, ia sudah tak tahan lagi dengan tingkah Cris yang bodoh.


"Anya! maafkan kakak sayang"


"Kau hanya bisa minta maaf!" ketus Anya tersenyum miris, bahkan air matanya tak berhenti luruh membuat dada pria itu sesak.


"Kakak tak bermaksud menyakitimu sayang! tapi..!"


"Cris!!!" suara seorang wanita yang baru datang dengan pelayan yang selalu sedia menemani wanita itu, tampilannya sangat glamor bak Ratu di kerajaan, ia memang sangat suka berpenampilan yang megah dan mewah.


"No..Nona Margreta!" gumam Crais lirih, ia susah lama menjadi Pelayan untuk menjaga wanita itu, ia mempunyai rasa pada Nona Muda Margreta hingga ia mau melakukan segalanya.


"Cris!! kau itu kemana saja? aku sudah mencarinu disekeliling Mashion, kau sangat keterlaluan!" cerocos wanita itu membuat Anya semangkin tersulut amarah, kalau bukan memikirkan tentang Kakaknya, sudah dari dulu ia bunuh wanita itu.


"No..Nona! saya sedang menjalankan perintah dari Tuan saya!"


"Tapi! bukankah kau itu pelayanku, kau harus...!"


"Kau harus apa?" tanya Anya berbalik, dan turun menghadap Nona Muda Margreta yang tampak menatap sinis wanita itu.


"Cihh! kau itu tak lebih dari Kakakmu! jadi jangan sok menyombongkan diri!"


"Oh benarkah? hmm, aku rasa kau itu yang terlalu angkuh Nona Muda, cobalah berkunjung ke Keluarga Mohana, kau akan lihat! betapa tingginya kasta mereka dibanding Wanita busuk sepertimu!"


"Kauu!!!"


"Nona! Maafkan Adik saya" Cris lansung mengantisipasi keadaan, kedua wanita ini sama sekali tak pernah akur membuat ia kelimpungan.


"Siapa yang kau panggil Adik?"

__ADS_1


Duarr...


Cris meneggang ditempatnya, ia menatap Netra sipit Anya yang terlihat menatapnya dingin.


Anya!!! Maafkan Kakak sayang! kau jangan begini!!!


Jeritan batin Cris merasa sakit, ia tak tahan diketusi dan didiami Anya yang selalu bermanja padanya.


"Anya!"


Lirih Cris mengembun, ia menatap sendu wajah cantik Anya yang hanya menatap mereka datar tanpa guratan selain kebencian dan Muak yang mendalam.


"Oh iya Nona Muda! hmm, aku harus memperbaiki ucapanmu tadi!"


"Apa maksudmu pelayan?"


"Pelayanmu bukan aku! Tapi, Dia!" ketus Anya menunjuk Cris dingin, ia ingin lihat, apa pria ini masih tetap kekeh pada cinta sepihak yang menurutnya hanya obsesi semata.


"Oh! kau ingin menolak uang yang keluargaku tawarkan?" Nona Muda Margreta tersenyum jijik, membuat Anya semangkin tak bisa mengendalikan dirinya.


"Coba Cek Rekeningmu Nona, siapa tahu, uang yang keluargamu kirimkan itu kau makan sendiri!" ketus Anya lalu melangkah pergi membuat Nona Muda Margreta menggeram marah.


"Jaga etika Adikmu!" geramnya membuat Cris bungkam, kenapa ia selalu tak bisa berkata lain jika berhadapan dengan wanita ini? tak hayal anya berbicara begitu karna setiap gaji yang diberikan pada Kakaknya, selalu pria itu Transfer kembali kerekening Mona Muda angkuh itu.


"Baik Nona!"


.........


"Dasar sialan! kalau aku diperbolehkan oleh Tuan, aku bersumpah akan membunuh si brengsek itu!" cerocos Anya melangkah cepat menuju Mashion Mohana, ia memilki jalur pintas untuk datang kesini.


"Anya!!!"


Wanita itu lansung menatap Kinan yang sedang berkebun di Taman sana, ia menghela nafas berat, Kenapa wanita itu begitu cantik membuatnya tak bisa diam untuk memuji? pikir Anya merasa sedikit lebih tenang.


"Iya Nyonya!"


"Bantu Kinan menanam ini! apa kau bisa?"


"Siap Nyonya!"


Anya lansung melesat ke Taman sana, ia terlihat berbinar menatap deretan Bunga yang tampak cantik memukau mata.


"Nyonya! kau sangat cantik sama seperti bunga ini!"


"Sudahlah, Kau kuga cantik! tapi kenapa matamu sembab?"


Mereka lansung berhenti melakukan kegiatannya dan beralih menatap Anya yang salah tingkah.

__ADS_1


Anderson yang tadinya mengambil sarung tanganpun terlihat tertegun menatap datar wanita itu.


"Ah Nyonya! ini biasa, mataku memang suka berair sendiri, kau tak perlu cemas?"


"Siapa yang cemas?" ketus Anderson membuat wanita itu mencabik, ia tak ingin merusak Moodnya sekarang.


"Baiklah Tuan, Nyonyaku! mana yang akan ku gali?"


"Bantu Kak Adres menanam benih di Pot sana!"


Duarr..


Kedua manusia itu lansung bersitatap dalam, Aku! bersamanya? Whattt? yang benar saja, melihat wajahnya saja aku sudah ingin muntah! Shitt..menjijikan.


"Kenapa menatapku begitu?"


"Tidak ada! hanya jijik!"


Pruffft..


Gea, Renata dan 2 cecunguk itu lansung dibuat geli, mereka tak habis pikir dengan Anya yang sangat berani pada Pangeran satu itu.


"Kau!!!"


"Kakak! sudahlah, dia memang begitu, sekarang lakukan saja apa yang Kinan suruh!"


"Baiklah Adikku tersayang!" Anderson mengecup pipi lembut itu penuh kasih sayang membuat Anya tertegun, ia melihat gambaran dimana Dia dan Kakaknya yang selalu bermanja satu sama lain.


"Kinan!!!"


suara bentakan dari seseorang diseberang sana, ia melihat semuanya dari sini, kenapa saat ia pergi, banyak sekali yang mengincar istrinya?


"Tuan!"


"Kenapa kau biarkan dia terus mengunjungi istriku?" geram Exell pada anggotanya yang memantau segalanya.


"Maaf Tuan! Nyonya yang selalu menyuruh Tuan Adres untuk ke Mashion, karna Baby Ars suka ditidurkan oleh Tuan Adres!"


Whatt? Baby Ars? Shitt..Si Unyilnya itu memang selalu membuatnya naik darah, apalagi Kinan yang seakan memberinya siksaan jarak jauh.


"Baiklah, kau awasi mereka lebih ketat! jangan biarkan Pria sialan itu semangkin dekat dengan istriku!"


"Baik Tuan!"


.......


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2