Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Bawa dia pergi..


__ADS_3

Duaaaarrr...


Dentuman besar terjadi akibat penyerangan dari Klan Azura, Anggota Exell membentuk Dekade besar besaran mengepung puluhan hektar tanah luas ini.


Whussss...


"Tebang semua pohon yang ada disekitar kalian!" teriak Exell menginstrupsi, begitu juga dady Arkan yang mengarahkan semua anggota yang ia bawa keseluruh tempat ini.


"*Pergii Kaliannn!"


"Kematiannnn*!"


Suara suara itu menyelumbungi diri mereka, angin yang terus berhembus kencang memutar ranting dan pepohonan yang tadi mereka luluh lantahkan.


"Mereka kadang kadang terlihat dan menghilang kembali!" gumam Dady Johan mengamati pergerakan musuhnya, Netra biru ayah dan anak itu begitu lincah membaca pergerakan mereka.


"Ketemu!" ucap Exell menatap Dady Arkan yang mengangguk, mereka memakai Earpech ditelinganya yang lansung tersambung dengan semua anggotanya.


"Serang mereka saat sudah terlihat!"


"Baik King!"


"Baik Tuan!"


anggota Exell dan dady Arkan mulai mengamati deru angin ini, mereka tak hayal lagi dengan tembak menembak hewan begini.


"Tembak!"


Luncuran peluru itu lansung melesat menuju Siluman Siluman menjijikan yang sebagian menunjukan rupanya.


Brakkk..


Mahluk itu terhempas akan Timah panas yang sudah dilapisi racun itu, mereka tersenyum licik melihat ceceran lendir yang menggenang lalu berubah menjadi abu.


"Jangan lengah!"


"Baik King!"


Pertempuran masih berlanjut, mereka tak terlalu kesusahan melawan Mahluk menjijikan ini karna Dua pria penguasa di belakang sana memberikan instruksi yang lihai dan tepat.


"apa itu?" Dady Frank menyipitkan matanya melihat gumpalan cahaya yang datang dari arah belakang sana, Exell membulatkan matanya saat tahu apa benda itu.


"Berlindungg!" teriak Exell menarik Dadynya menjauh, namun Na'as, entah mengapa Bola api itu malah mengincar tubuhnya.


Duarrr..


"Exelll!" teriak Dady Arkan melihat sang putra yang terpelanting jauh masuk kedalam hutan sana. rahang pria paruh baya itu mengetat dengan gertakan gigi yang beradu menyeramkan.


"Hancurkan merekaaa!" teriak Dady Arkan mengeluarkan senjatanya menembaki Mahluk menjijikan itu dengan membabi buta.


.....


Mata Pria itu perlahan terbuka, Netra birunya menatap digelapnya malam yang masih ditetesi gerimisnya hujan, ia berdiri dari semak semak belukar yang menyambut tubuhnya tadi.


"Dimana ini?" Gumamnya melihat disekeliling tempat yang ia pijaki, ia sama sekali tak mendapati peperangan yang tadi mereka lakukan.

__ADS_1


apa tempat ini sangat jauh dari wilayah itu? lalu kenapa tak ada ciri ciri kehidupan disini?


Pertanyaan demi pertanyaan yang menguasai benak Exell. ia melangkah membelah semak semak liar yang begitu banyak duri.


Terus melangkah tanpa arah dengan pencahayaan yang hanya bisa ia lihat dari Netranya saja, suasana ini sama seperti yang ada didalam mimpinya kemaren.


*Cetasss..


Cetasss*..


Suara cambukan yang menggelegar di pendengaran Exell. Pria itu mencari cari asal bunyi yang mencuri perhatiannya itu.


"apa itu?" Exell menyipitkan matanya saat melihat remangan cahaya seperti lentera dengan tubuh tubuh besar yang tak menyerupai manusia biasa.


Namun, ia membulatkan matanya saat melihat siapa yang dicambuk dan diikat disatu tiang kokoh yang telah berlumuran darah dengan begitu menyayat hati.


"Kinannnn!" teriak Exell berlari menuju tempat itu, ia menerobos semua duri duri yang menghadang laju kakinya.


Cetass...Cetass..


"Uhukkk! Sssssakitt!" lirih Kinan tak sanggup lagi menopang bobot tubuhnya hingga ia hanya bisa tertunduk lemah dengan tubuh yang tercabik cabik oleh cambukan panas itu.


"Sakit hmm? apa kau tak percaya Cinta?"


Pertanyaan yang kesekian kalinya yang dilontarkan Azua pada Kinan yang terus menjawab hal yang sama.


"Kau harus membenci Cinta!" geram Azua pada Kinan yang hanya diam dengan senyum cantik diwajah berlumuran darah itu.


"Aku punya Cinta! dan percaya akan Cinta..uhukkk!" Kinan kembali terbatuk darah dengan nafas yang mulai susah, ia berharap, Tuhan segera mengambilnya tanpa luka dan kesakitan ini lagi.


"Dia telah membuangmu ! Dia telah mengutukmu..Cih! Kau itu bodoh adik..Bodoh!"


Azua menampar telak wajah cantik Kinan dengam kuku kukunya yang melukai pipi lembut itu.


"Hahahahah! Lihatlah..Cinta itu membuat ajalmu semangkin dekat!"


Para pengikut Azua melanjutkan pencambukan Kinan yang kembali menuai rintihan dimulut lemah itu.


"Hentikannnn!"


Deggg..


Kinan meneggang ditempatnya mendengar suara bentakan berat penuh luka itu, ia berusaha mengangkat kepalanya menatap asal suara.


"E..Ell!" lirih Kinan dengan mata yang mengembun, Netra indah penuh rasa sakit itu menatap sendu wajah tampan sang suami yang menatapnya penuh luka, mereka saling tatap penuh cinta dengan hujaman perasaan yang nyata.


Greppp..


Exell berhambur memeluk tubuh lemah sang istri, ia tak memperdulikan Mahluk disekelilingnya yang semangkin naik pitam dengan kedatangannya.


"Sayang hiks hiks!"


Azua mengepalkan tangannya erat, kuku kuku panjang dan taringnya semangkin keluar menunjukan kemurkaannya,


*Wushhh...

__ADS_1


Bugh*...


Tubuh Exell terhempas kesamping sana dengan dikelilingi Siluman Azura yang sudah mengepungnya dengan mengerikan.


"Jangan hiks hiks! Jangan aku mohon ..aku mohon jangan hiks hiks!" teriak Kinan histeris melihat para Mahluk menjijikan itu ingin mengoyak tubuh suaminya.


"Lihatlah kematian Cintamu! Hahahha..Bunuh dia!"


Exell berdiri dari sungkurannya. ia menatap tajam para Budak Azua yang sangat menggelikan ini,


"Matiiii!"


Bugh...


Exell menendang tubuh mereka dengan gesit, lalu memutar kakinya menjahui cakaran dan jipratan ludah beracun itu.


gerakan Exell yang lincah dan sulit dibaca membuat mereka kualahan, apalagi Exelll yang sudah tahu bagaimana cara bertarung Budak menjijikan ini.


"Sayangg!" pekik Kinan saat Exell ingin diserang dari belakang, netra pria itu berputar tepat dan lansung menancapkan tulang runcing dibawah kakinya ke mata mereka.


"Brengsekkk!" umpat Azua lalu menyerang Exell yang kelimpungan dengan sihirnya, Azua memberi cambukan asapnya pada Exell yang terkena diperutnya.


Bugh..


Exell terhempas ke pepohonan disampingnya, Kinan sungguh tak bisa melihat itu semua, tapi, ia juga tak punya daya dan kekuatan untuk bergerak lagi.


"Ell hiks hiks Pergi Sayang hiks hiks! Pergi dari siniii!"


"Aku tak akan pergi! Selama kau lepas dari Mahluk terkutuk ini!" bentak Exell menatap Azua yang menyeringai licik menatapnya intens.


"Maka kau mati saja bersamanya!"


Azua menarik paksa tubuh Kinan dan ia lemparkan kebulatan lingkaran yang sudah ditaburi mawar biru serta dikelilingi lilin hitam yang terlihat menyeramkan.


"Jangan Suamiku hiks hiks aku Mohon! Dia tak bersalah, biarkan aku yang menjadi tumbalmu!" isak Kinan menatap penuh permohonan pada Azua yang malah tertawa jahat.


"Kalian berdua yang akan menjadi Tumbal penyembahanku!"


Exell terlempar mendekati Kinan yang sudah tak bisa dilihat lagi kulit putih itu, Exell berusaha mengeluarkan sang istri dari lingkaran kematian ini.


Whusssss...


Angin dan asap yang begitu membadai dengan perputaran yang cepat, Exell memeluk Kinan yang hanya bisa diam tertunduk dengan kaki tangan yang terikat.


"Miangku..Aku melanjutkan sumpahmu untuk menyempurnakan Hamba mu ini! Berikan aku jerih payah pengikutku selama ini! Berikan aku Kesempurnaan dari kedua Tubuh ini! Dan berikan aku....!"


Duarrrr....


Sebuah gumpalan asap yang menyerang Azua hingga terhuyung kebelakang, Mata merah keduanya saling menatap penuh peperangan.


"Bawa dia pergi!"


Exell tak menyianyiakan waktu lagi, ia menggendong Tubuh penuh luka ini menjauh dari tempat persembahan ini.


"Sayang! Bertahanlah!" ucap Exell pada Kinan yang hanya diam, untuk apa berlari sejauh ini jika akhirnya juga akan merenggut nyawanya.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..,


__ADS_2