Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Tak percaya..


__ADS_3

Renata tersungkur kelantai dingin sana dengan Tuan Sinmart yang terkejut akan apa yang ia lihat ini.


"Berani kau mengangkat tanganmu pada istriku!" geram Exell menggertakan giginya menahan kemarahan yang tersulut dari perlakuan Renata yang sedari tadi membuatnya muak, Exell tadinya melihat Renata yang ingin menampar pipi lembut istrinya, tapi Na'as Exell menamparnya terlebih dahulu hingga membuat Renata tersungkur ke bawah sana.


"Nak! apa yang kau lakukan?" Tuan Sinmart membantu Renata berdiri, sudut bibir wanita itu berdarah karna tamparan telak Exell.


"Kau biarkan aku di tampar Pria brengsek ini ha?"


"Jaga bicaramu!" geram Kinan yang tak habis pikir dengan Renata yang terlalu memaksakan kehendak atas semua pendapat yang ia berikan.


"Kau sudah buta Kinan! Kau buta dengan cinta lemahmu itu, kau buta akan Cinta yang tak ada apa apanya dengan pengorbanan dan perjuangan ibumu Kinan! aku tak habis pikir dengan otakmu!"desis Renata sinis membuat Kinan geram.


"Kinan tidak buta! Cinta Kinan tak lemah seperti yang kau ucapkan, Kau yang Bodoh, Renata! Memang sebuah keberhasilan harus dicapai dengan pengorbanan dan perjuangan, tapi tidak dengan mengorbankan kehidupan orang lain ha!" bentak Kinan meradang pada Renata yang tersenyum miris.


"Aku baru sadar! Kenapa aku tak membunuh El mu saja saat itu!"


Plakkk...


Kinan lansung menampar Renata yang hanya menerima saja, ia melawan maka Aliniya yang akan bertarung dengannya, sekarang ia sangan membenci gadis ini.


"Sebelum kau membunuhnya! maka aku yang membunuhmu!" geram Kinan berkilat murka membuat Renata menyeringai licik.


"Cihhh! Lihatlah, Aliniya sangat haus akan darah musuhnya Kinan! kau tak akan lepas darinya!"


"Sia Sia Kinan bicara denganmu!Aliniya memang ada dijiwa Kinan! tapi bukan berarti Kinan harus menuruti Surat perintah ibu yang belum tentu benar, Kinan percaya, Ibu seorang ratu yang bijaksana dan penuh aura, Pikirkan saja olehmu! Apakah seorang Ratu tega mengorbankan hidup pengapdinya? apalagi membuat Putrinya menjadi pembunuh berantai!" geram Kinan menarik Tuan Sinmart mendekat kearahnya.


"Dan ayah! kau pilihlah, Ikut bersama Kinan dan El! atau memilih tinggal bersama Renata yang masih kekeh mengikuti Dendamnya!"


Tuan Sinmart diam menatap Renata dan Kinan bergantian, ia bingung dengan semua kejadian ini, kalau ia pergi, bagaimana dengan Renata? dan kalau dia tinggal ia tak mau jauh dari gadis cantik ini!.


"Ayah! Kinan hanya ingin Ayah tak terbebani dan aman!" lirih Kinan menggenggam tangan Tuan Sinmart yang menatap Exell meminta bantuan akan pilihan ini.


"Ikuti hatimu! hati selalu benar!" ucap Exell dengan wajah datarnya pada Tuan Sinmart yang mengangguk menggenggam kembali tangan Kinan.


"Ayah ikut dengamu!"


"Tidak bisa! Ayah akan tetap besamaku!" Renata berucap tegas pada Kinan yang juga tak mau kalah mempertahankan miliknya.


"Ayah bukan barang! tapi dia Kekasih hati anak anaknya, Ayah juga milikmu dan milikku, tapi aku ingin melindungi Ayah dari Obsesimu itu!" desisi Kinan melangkah pergi menggenggam tangan Tuan Sinmart dan Elnya keluar sana.


"Dengar ini Kinan! Kau dan Aliniya tak akan bisa terpisahkan, Aliniya akan datang padaku membalas kesakitan ibu, Dan Cintamu tak akan berguna! Aliniya itu Takdirmu brengsekkk!" teriak Renata pada Kinan yang tak memperdulikannya.


"Nak! Kau..!"

__ADS_1


"Ayah nanti Kinan jelaskan! tapi sekarang, ikutlah dulu bersama supir El!"


Exell menganggukinya, Asisten Dion memasukan barang barang Tuan Sinmart ke Mobil mewah yang baru saja datang menjemput Pria itu.


"Kita hanya tinggal bersama El Kinan saja Ayah!"


"Baiklah Nak!" Tuan Sinmart menurut masuk kedalam Mobil sana, sedangan Exell mengiring istrinya masuk kedalam Mobil khususnya.


"Tuan!"


"Lansung pulang!"


"Baik Tuan!"


Sepasang mata penuh kelicikan menatap mereka dengan geram, aura kehitaman pekat itu menyelumbungi tubuhnya dengan tangan yang terkepal erat.


"Brengsekk! Kenapa dia harus pergi? Rencanaku bisa gagal!" umpatnya yang begitu tak menyangka kalau pikiran gadis itu bisa membahayakan rencana besar yang susah payah ia susun.


..


Exell menyandarkan kepala Kinan kedada bidang miliknya, ia mengelus pipi halus itu dengan lembut sesekali mengecupi puncak kepala Gadisnya. perlakuan memabukan Tuannya pada Nona Muda Sinmart itu membuat Asisten Dion didepan sana menjadi bingung sekaligus merinding.


"Aku harus berjaga jaga! bisa jadi Virus itu juga akan mengenaiku!"


"Sayang!"


"Hmm! apa El?" Kinan mengadah menatap Exell yang juga menatapnya penuh cinta dan kasih sayang, Netra biru itu terlihat begitu lembut memancarkan kasih sayangnya.


Cup..


"Tidak jadi!" Elak Exell setelah mengecup kilas bibir ranum itu, Jujur ia masih memikirkan tentang ucapan Renata lagi, ia tak bodoh dengan mengabaikan kata kata itu.


Ia paham, Kinannya terikat dengan Aliniya yang memang jati diri sang istri, jadi, besar kemungkinannya nanti Kinan akan dikuasai Aliniya dan menjauh darinya lagi, apalagi musuh wanita ini masih berkeliaran diluar sana membuat hatinya tak tenang.


"El Sayang! tidak usah di pikirkan!"


Degg..


Exell terkejut saat Kinan malah mengetahui isi hati dan pikirannya, ia menatap netra indah yang mengadah memandangnya lembut penuh rasa.


"Kinan akan berusaha melindungi Kalian! Kinan percaya Cinta kita tak akan salah memilih, Pengapdian Renata itu memang tulus, tapi yang dia abdi itu salah! Kinan tak mungkin mengikuti yang salah bukan?"


Exell tersenyum tulus mendengar ucapan istrinya, ia yakin, Kinanlah yang menjadi inti dari pewarisan ini, bukan Aliniya yang hanya menjadi tameng perlindungan tapi Kinanlah yang menjadi Mahkota Nona Pewaris tunggal dan putri Kerajaan itu.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Kinan Sayang!"


"Kinan juga Cinta El Sayang!" balas Kinan tak kalah mesra membuat Asisten Dion didepan sana terbatuk batuk tersedak air liurnya sendiri,


Kenapa sepasang kekasih Virus ini seperti sudah lama kenal dan sangat dekat dengan gebuan cinta? bukankah kemaren Aliniya itu tak menyukai Tuannya lalu kenapa sekarang berganti Nama Kinan dan...Aaahhhh Persetan dengan mereka! otakku bisa hancur kalau memikirkannya. Pikir Asisten Dion berkecamuk.


Setelah beberapa lama mereka melewati perjalanan yang begitu damai penuh kasih sayang, Sekarang tibalah mereka di lingkungan Keluarga Mohana yang begitu besar dan indah.


"Ayo Ayah!" Kinan menggandeng Tuan Sinmart yang terkagum akan Kemeggahan Mashion Sahabatnya itu, sudah beberapa tahun ia tak kesini.


"Selamat datang Teman!" Dady Arkan lansung menyonsong kedatangan temannya ini, ia sudah dikabari Exell hingga bisa menyambut kedatangan Sahabat karipnya ini.


"Dad! mereka akan tinggal disini?"


anggota keluarga Mohana terkejut, benarkah? tapi bagaimana dengan gadis cantik itu? kenapa Exell terlihat sangat cinta dan posesif memeluk pinggang ramping itu?


"Jangan berbisik!" geram Exell menatap tajam Serly dan Vina yang lansung tercekat diam mengangguk patuh.


"Kami hanya menggosip!"


"Itu sama saja!" ketus Jordan pada mereka yang cengengesan.


"Yasudah! ayo masuk!" Dady Arkan merangkul Tuan Sinmart yang juga terlihat sangat bahagia bisa bergabung bersama Dady Arkan yang terkenal kejam tapi tidak bersamanya.


"Mashionmu bagus!"


"Yah begitulah! kau terlalu merendah, bukankah kau juga punya yang seperti ini!"


"Tapi sunyi! tak seramai ini!" Dady Arkan menatap Exell yang mengerti akan hati Tuan Sinmart.


"Ha Ayolah Teman! ini hasil dagang Mafiaku!"


Pletakk..


Dady Arkan mengelus dadanya yang nyeri karna di cubit tangan lentik istrinya yang terlihat menatapnya datar.


"Jaga bicaramu! si tua penyebar rumor!" ketus Momy Chalista melangkah pergi bersamaan dengan para ponakannya.


"Ayolah Sayang! aku hanya bercanda!" Dady Arkan mengejar Istrinya yang merajuk membuat Tuan Sinmart terkekeh geli dengan kehangatan keluarga ini.


...


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2