Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Salah kalian berdua!..


__ADS_3

Plakkk..


Tamparan keras itu melayang kewajah cantik wanita yang baru saja membawa putranya kekamar itu, tubuh indahnya lansung tersungkur ke lantai Dingin Mashion ini.


"Berani kau memperburuk nama istriku didepannya ha?"


"Apa maksudmu?"


Grett..


Pria itu mencengkram erat pipi lembut dan dagu lancip wanita itu, Renata meringis merasakan jari-jari kasar pria ini menekan kulitnya.


"Kau menanamkan kebencian padanya hingga dia tak tahu ibunya!" geram Thomas yang selalu panas melihat kebersamaan Carelo dan Renata yang selalu akrap, seharusnya Hisyana-lah yang ada diposisi itu.


"Bu..Bukankah kau tak menginginkan dia ha?" geram Renata tak kalah sinis, ia tak melawan karna Thomas memiliki kekuatan sama sepertinya, lagipula, Carelo bisa terkena imbasnya dari kemarahan pria ini.


"Kau memang ingin mencari mati!"


"Kalau begitu bunuh aku!" bentak Renata menantang, tubuhnya sudah lelah memikul beban, ia rasa keluarga Mohana atau Lila mau menampung Carelo saat ia tiada.


Thomas mengetatkan rahangnya erat dengan buku tangan yang terkepal kuat, ia melepaskan cengkaramannya kasar membuat pipi Renata tergores merah.


"Aku tak akan pernah melepasmu! kau ingat itu, kau adalah Budakku yang harus mengasuh anak sialan itu!"


Plakkk..


Renata dengan telak menampar pipi Thomas dengan keras, wajahnya sudah berkabut amarah dengan tatapan netra indah yang murka.


"Jaga bicaramu brengsekk!" bentak Renata membuat para pelayan yang menyaksikan pertengkaran mereka pun menciut, apalagi dengan seorang wanita yang mengintip dari gerbong atap Mashion yang kagum pada Renata yang mampu melindungi Carelo dengan baik.


"Kau berani padaku ha?"


"Aku tak pernah takut pada siapapun! aku datang kesini dan mau menurutimu karna PUTRAKU! karna JANJIKU, dan jangan pernah mengusik anakku!" geram Renata pada Thomas yang tak kalah naik pitam dengan perempuan ini.


Whusss..


Aura keduanya berbenturan dengan begitu kuat, Renata berusaha tetap mempertahankan pijakan kakinya ke lantai Mashion karna tatapan Thomas yang sudah menghitam menunjukan kemurkaannya.


"Kau ingat! Malam ini, kau akan aku perbudak SEUMUR HIDUP!" tekan Thomas menyeringai licik lalu melangkah pergi meninggalkan Renata yang mengepalkan tangannya erat.


"Momy!"


Whuss..


Renata memejamkan matanya menetralkan kembali suasana yang mencekam tadi, ia merilekskan syaraf dan otaknya yang tadinya teggang untuk menghadap putranya.


"Momy!"


"Iya sayang!" Renata berbalik dengan senyuman lembutnya menatap penuh kasih pada Bocah Tampan yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu sana.


Grepp..


Carelo memeluk Renata erat seakan melepas rasa yang tadi melanda tubuh mungilnya.


"Mom hiks hiks!"


"Kenapa hm?"


"Kenapa dia terlalu jahat hiks hiks?"


"Dia tidak jahat sayang! dia hanya ingin kau menjadi Putra yang kuat dan bisa ia banggakan! hm?"


Carelo sekugukan dengan Renata yang menggendongnya kembali kedalam kamar sana, ia membaringkan tubuh mungil itu keatas ranjang empuk bocah ini.


"Mom! apa ini sakit?" jari-jari mungil itu mengusap pipi Renata yang memerah kuat.


Cup..


"Tak apa Baby! ayo tidur, Momy akan temani!"


Carelo memeluk tubuh molek itu dengan lembut, seraya membenamkan wajahnya ke dada empuk itu, inilah yang membuat ia tak ingin jauh dari Renata yang selalu membuatnya nyaman sebagai seorang ibu.


"Jangan Tinggalkan Carl Mom!"

__ADS_1


"Iya Sayang!"


.....................


Brugh...


Tinju panas itu mengenai kaca dihadapannya hingga terpecah belah, dadanya bergemuruh panas dengan perang dingin bersama para Pria itu.


"Tuan! Perusahaan di Negara Berlin dan Y juga terbobol, kami tak bisa menghentikan Virus yang mereka masukan ke IT kita Tuan!"


"Bagaimana bisa kalian bisa kecolongan ha?" bentak Thomas melempar berkas yang ada ditangannya, baru saja ia ingin melihat kehancuran Keluarga Mohana itu tapi ternyata, Pria sialan itu mendongkrak besar dan tak main-main dengan ucapannya.


"Sebar kembali Intel yang kalian ciptakan ke Proyesing IT-nya, aku tak mau tahu, sebelum malam ini mereka harus disibukan dengan pengurusan bagian IT perusahaan!"


"Baik Tuan!" Ucap Para suruhannya lalu meninggalkan Thomas sendiri ditengah kegundahannya.


Bugh..Bugh..


"Sialll! Pria itu sangat teliti dan cerdik!" geram Thomas meninju dinding kamarnya beruntun, ia kira Presedir Mohana itu tak bisa membobol secepat ini, bahkan ia tak menduga kalau Pria itu menghancurkan Perusahaan cabang dan Pusatnya secara bersamaan.


..........................................................................


"Bacakan!"


"Perusahaan Thomas memiliki 20 Cabin rangkap disetiap juru CCTV-nya Tuan, ia memiliki Perusahaan Cabang 34 di berbagai Negara dengan Perusahaan Pusat di Negara Tinaia, di Negara Y dia juga memiliki cabang yang kemaren sudah Tuan Dongkrak IP-nya!"


Exell manggut-manggut mengerti, setelah siang tadi mereka membicarakan ini, Gebriel tak lagi bisa menahan diri untuk menyerang bagian luar kekuatan Pria itu, ia lansung melumpuhkan gudang senjata Thom yang berada disebelah selatan Kota Kirolton dalam sekejap saja.


"Tuan! apa anda ingin meretas semua Perusahaannya?"


"Hm! dengan begitu dia sibuk untuk mencari cela membalasku dan menunda Pernikahannya untuk sejam saja, dia tak akan sempat mengikat janji suci pernikahan ditengah Kekacauan ini!"


Asisiten Dion sungguh salut dengan pemikiran Tuannya ini, selama ini ia kira Exell tak perduli dengan masalah ini, ternyata, Pria Tampan berjuta pesona ini bergerak dalam diam tanpa deritan langkah sama sekali, Pembawaannya yang selalu tenang membuat siapa saja terhayut dalam.


"El!!" suara lembut wanita cantik itu menghentikan ketikan jari kekar Exell yang menatap Laptopnya, wajah serius dan datar pria itu tadi seketika melembut saat menatap kedatangan seorang Bidadari cantik yang tampak semangkin hari semangkin mempesona dengan perut buncit itu.


"Kemarilah sayang!"


"Hati-Hati Kak!" ucap Serly yang tadi mendampingi wanita ini, Exell tak membiarkan istrinya sendirian, ia tak ingin Baby dan Wanita kesayangannya itu terluka.


"Tidak sayang, hanya mengerjakan Pekerjaan saja!"


"Tak usah bohong! Kinan tahu, El sudah menyerang Pria brengsek itu!" sambar Kinan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Suaminya yang tercekat.


"Darimana kau tahu?"


"Apa yang tak Kinan tahu dari El?"


Exell menghela nafas jengah, Bumil ini selalu membuat ia tak bisa berlindung dari masalah sekecil apapun.


"Sayang! aku hanya tak ingin kau kepikiran, biar aku saja yang menyelesaikannya! hm?"


Kinan menganggukinya saja, seraya mata yang menatap perputaran deretan angka kecil didalam Laptop suaminya, ia sedikit penasaran dengan deretan sandi ini.


"Mau belajar hm?" Kinan mengadah menatap wajah Tampan suaminya dengan tatapan penuh cinta, ia menggengam tangan kekar Exell yang mengelus perutnya lembut.


"Ummm Ell!" Kinan memayunkan bibirnya minta dicum Exell yang dengan senang hati menghujaminya penuh hati.


Cup..


"Lagi!"


Cup..


" Lagi!"


Cup..Cup..Cup..


Exell menangkup kedua pipi istrinya lalu mengecup bibir merah itu bertubi-tubi dengan wajah Kinan yang masih mengadah padanya.


"Puas hm?"


"Belum!"

__ADS_1


Kinan terkikik geli melihat exspresi gemas diwajah tampan pria ini, ia tenang-tenang saja karna ia tahu Exell pasti bisa menyelesaikannya.


"Tu..Tuan!"


"Keluarlah!"


"Baik!" Asisiten Dion mengelus dadanya yang gemetar saat tak sengaja tersigap dengan Kemesraan Tuan dan Nyonya Mudahnya itu.


"Dia sudah keluar!"


"Jadi?" tanya Kinan memainkan jari-jari besar tangan suaminya itu, sesekali ia mengecupnya penuh kasih sayang membuat Exell melayang tak karuan.


"Sayang!" gumam Exell gemas memeluk tubuh Kinan dengan lembut lalu mengayunnya kekanan dan kekiri dengan mulut yang mengunyel pipi lembut istrinya.


"El!"


"Apa?"


"El!"


"Hm! apa sayang?"


Kinan berbalik dan berkoala kepangkuan suaminya, perut buncit itu yang hanya memberi jarak pada tubuh mereka.


"Ini untuk Kinan?" Exell mengangguk saat telunjuk lentik istrinya menyentuh bibirnya sensual, perlahan sentuhan lembut itu menyusuri pipinya menciptakan garis abstrak yang membuai.


Belitan tangan Exell menguat saat tangan lembut itu mengelus rahang tegasnya halus membuat ia tenang dengan gejolak perasaan yang membuncah, wajah cantik wanita itu mendekat dengan elusan tangan yang masih memberi desiran hangat kehati pria itu.


Cup...


"hmm!" nafas Exell lansung melambung dengan dada yang membusung akibat bibir lembut itu telah menyentuh kulit lehernya.


Matanya terpejam dengan belitan tangannya tak lepas merapatkan tubuh keduanya, degupan jantung keduanya menggebu dengan cumubuan mesra dari tangan dan bibir kenyal itu.


"Akhhh sayang!" desah Exell meruak saat lidah basah itu malah menyapu lehernya, tangan Kinan turun menyusuri otot kekar suaminya dibagian dada hingga membuat kancing kemeja Pria itu terbuka seluruhnya menampakan bagaimana kekarnya pahatan sempurna ini.


"Ini punya Kinan!"


Cup..


"akhmm!" Exell menggeram saat bibir kenyal itu malah memainkan tompel didadanya dengan lembut penuh sentuhan, jilatan dan hisapan lidah itu membuat Exell mendesis merintih nikmat akan permainan lidah Bidadari ini.


Tangan Exell meraba naik menyusuri lekuk punggung hingga bahu wanita yang sedang asik bermain didada bidangnya itu lalu kembali turun meremas bokong bulat istrinya ini.


"Sa..Sayang hmm!" rintih Exell saat tangan lembut itu mengusap benda bertuah yang susah membengkak dibalik Resletinya dibawah sana, nafasnya naik turun tak beraturan dengan wajah yang memerah menahan lonjakan gairah.


"Mau El?"


Exell menelan ludahnya kasar melihat bentuk sempurna dada sekang itu, apalagi Kinan sengaja membuka pahanya memberi pemandangan indah bagi pria ini.


Dengan jakun yang naik turun, wajah Exell mendekat untuk menyentuh gudukan sintal itu.


Whuss..


Kinan lansung berpindah tempat ke ambang pintu sana membuat Exell terhuyung kemeja dihadapanya.


"Sa..Sayang!" serak Exell menatap hampa Kinan yang bersidekap dada diambang pintu sana.


"Hukumanmu karna melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku, aku tak suka hal sekecil apapun tak diketahui olehku Tuan Arogan!" sinis Kinan lalu menghilang pergi membuat Mata Exell terbelalak kaget.


"Kinan!!!!!" Teriak Exell frustasi, ia ingin menagis meraung sejadi-jadinya dengan tanjakan diresleting calanaya ibawah sana.


Ayolah sayang, ini sudah sesak..batangku sakit menahannya terus! jeritan batin Exell membeludah ruah.


Ia baru sadar, kalau Istrinya sekarang mudah marah dan pendendam, salahnya sendiri hingga membuat wanita itu membalasnya hingga semenyakitkan ini.


"El!"


"Ini salah kalian berdua!"


Bentak Exell pada Gebeil dan Asisten Dion yang mengulum senyum geli melihat wajah merah Exell yang menggelikan.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2