Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kehawatiran Exell!..


__ADS_3

Tatapan netra indah wanita paruh baya itu terlihat bergelut dengan apa yang sedang ia rencanakan sekarang, pemantauannya pada Kandungan sang putri terus berlanjut hingga menemukan titik tumpu persiapannya.


"Yang Mulia! apa Putri Mahkota akan melahirkan ditanah ini?"


"Tidak!"


"Lalu dimana Yang Mulia?"


"Aliniya adalah Keturunan pertamaku dan pewaris Tunggal dari segalanya, dia harus menumpahkan darah keturunannya diTanah Kerajaanku!"


Adres diam dengan mata yang menatap lingkaran Cincin Portal yang menuju ke Tempat Kerajaan Rings Flowers, Cincin itu semangkin besar membuktikan bahwa kelahiran Keturunan Putri Mahkota akan segera memuncak.


"Kau siapkan segalanya!"


"Baik Yang Mulia!" Adres menghilang seiring dengan desiran angin halus itu, Ratu Dahliya menghela nafas berat lalu menatap Portal yang ia buat.


"Waktunya semangkin dekat! Kinan pasti sudah mengalami gejalanya!"


........


Digelap malam yang remangan cahaya bulan yang ingin meredup itu terlihat samar-samar wajah cantik pulen wanita yang sedang dipeluk mesra sang Pangeran Tampan yang Posesif itu.


Perut buncitnya memberi jarak pada tubuh keduanya untuk berdempet, gaun malam yang membalut tubuh indahnya terlihat Transparan kontras dengan kulit putih dan bentuk lekukan indah itu.


Kinan mebenamkan wajahnya ke ceruk leher kokoh Suaminya yang menopang dagu tepat diatas kepalanya, salah satu tangan pria itu menjadi bantalan dan satunya lagi membelit pinggang istrinya dengan mesra, mereka terlihat nyenyak dengan posisi yang begitu intim mengirikan mata.


"Ehmm!"


Wanita cantik itu menggeliat, dengan hidung yang bergesekan dengan dada bidang Suaminya yang selalu tidur tanpa atasan membuat tubuh gagah nan kekar itu terpampang nyata.


"Haiss!" desis Kinan saat merasa ia ingin Kencing, padahal tadi ia baru saja selesai dari kamar mandi, dan Sang suami Tampannya ini selalu sedia bangun kapanpun.


"Apa Kinan bangunkan El? hmm Tidak! sudah 2 kali El bagun karna begini terus!" gumam Kinan berkecamuk dengan dirinya sendiri.


Dengan hati-hati Kinan melepas belitan tangan suaminya, ia mencoba bergerak tanpa suara sama sekali.


Fyuhh..


Kinan menghela nafas lega saat ia sudah lepas dari kungkungan tubuh gagah itu, ia melangkah turun dari ranjang, namun..


Srett..Bugh..


Kinan kembali tertarik oleh tangan kekar seseorang hingga ia terdampar ke dada bidang itu.


"Mau kemana?" serak Exell khas bagun tidur, Kinan menatap Dasi yang ternyata mengikat kaki mereka berdua erat, kenapa ia tak menyadari itu?


"Kenapa diikat El?"


"Cih! Karna kau suka pergi tanpa memberitahuku!" decah Exell kesal, untung saja ia sudah menduga kalau Kinan pasti ingin kekamar mandi lagi setelah beberapa jam tadi.


"Kinan bisa sendiri kok El! sudah 2 kali El bangun begini!"


"Sutt! Tak ada bantahan!"


Exell lansung bangun dari tidurnya, ia melepas ikatan Dasinya lalu melangkah turun dan menggendong Bumil cantik itu kekamar mandi.

__ADS_1


"Biar Kinan saja!"


"Diamlah!" Exell membatu melepas Daleman hitam itu lalu memposisikan wanita itu untuk mengeluarkan Pipis berkala itu.


"El!"


"Apa sayang?"


Kinan menyandarkan kepalanya keperut keras berkotak Exell yang tepat berada dihadapannya ini, tangan pria itu memeggangi ujung Gaunnya yang dinaikan keatas untuk memudahkan Kinan pipis.


"Kenapa Kinan terus kencing-kencing begini?" gerutu Kinan merasa ia terlalu banyak berubah, bahkan ia sering merasa sakit tapi hanya sesaat.


"Mungkin karna Baby sayang! sudahlah, yang penting kau dan Baby tetap sehat!"


"Hm! Kinan harap begitu!"


"Biar aku saja!" Exell mengambil alih untuk membersihkan area istrinya, Kinan hanya menurut dengan kegesitan Exell yang selalu ada apapun kondisinya.


"Sudah?"


"Sebentar sayang!"


Exell merapikan kembali Gaun istrinya dan mencuci bokong bulat itu yang takut terkontaminasi Bakteri disini.


"Tak usah dipakai!"


"Ha?"


"Tidak usah memakai Daleman sayang! ini sudah 3 kali dicopot!" ucap Exell memasukan benda itu kekeranjang Pakaian kotor yang biasa ia gunakan untuk menampung pakaian wanita ini.


"Aku tak suka Pakaianmu disentuh oleh orang lain! hanya daleman itu tak masalah!" enteng Exell masa bodoh, biarlah orang berfikir ia pria takut istrilah itulah, Cihh.. dia tak mungkin menyuruh orang lain untuk mencuci Daleman istrinya sendiri. apa salahnya seorang suami melakukan hal itu.


"Hm yasudah! nanti Kinan bantu!"


"Etss! kau masih begini, jangan coba-coba melakukan itu!" tekan Exell tak mau dibantah, Kinan terpaksa harus pasrah, memang, siapa yang bisa menolak suami seperti pria ini? Cih..ia tak rela melepasnya.


"Baiklah El!"


Cup..


Exell kembali menggendong istrinya keluar ruangan itu, ia mendudukan tubuh istrinya dipinggir ranjang lalu pergi Kewalkcloset membuat Kinan meyeringit bingung.


"El!!"


"Sebentar sayang!"


"Apalagi yang dilakukan El sekarang?" gumam Kinan lalu berbaring dengan kedua kaki yang menjuntai dibawah ranjangnya, ia memainkan dasi yang digunakan Exell tadi mengikat kaki mereka.


"El! apa itu?"


"Kaos kaki! ini sudah dini hari, udara mulai dingin sayang!" ucap Exell berjongkok seraya meletakan satu kaki Kinan kepahanya dan memakaikan Kaos kaki panjang khusus ibu hamil itu.


"Sini!" Exell membantu istrinya untuk kembali berbaring dengan leluasa, seperti biasa, Kinan kalau sebelum tidur pasti mencari posisi yang nyaman karna perutnya yang sudah membesar.


"Sudah Enak sayang?"

__ADS_1


"Sudah El!" ucap Kinan dengan posisi memunggungi suaminya, Exell mengambil bantal lembut khusus untuk mengganjal belahan paha istrinya saat tidur untuk memberi rasa nyaman untuk Kinan.


Cup..Cup..


Exell mengecup perut dan kening istrinya penuh cinta lalu berbaring memeluk istrinya dari belakang dengan tangan yang menepuk bokong wanita itu lembut.


Kinan tersenyum menatap pantulan kegiatan suaminya dari cermin dihadapannya, pria itu tampak fokus mengkeloni tubuhnya dengan tepukan lembut itu.


"Tidurlah sayang!"


"Hmm!"


"El!"


"Iya sayang!"


"El tidur saja!"


"Tidak apa apa! kau yang harus istirahat!" Exell berbaring dengan tangan yabg masih pada aktifitasnya, ia membenamkan wajahnya ketengkuk jenjang itu mencoba menetralkan semua rasa didalam tubuhnya.


"Ehmm!"


Exell tersentak kaget saat Kinan menggeram sakit, ia bangun dan membalikan tubuh wanita itu menghadapnya.


"Kenapa? apa yang sakit?"


"Pe..Perut Kinan hm!" Cengkraman wanita itu menguat kepaha Exell yang sudah kelam, pria itu seakan kehilangan ketenagannya tadi.


"Ka..Kau tunggu disini ya sayang! aku..!"


"Ell hmm hiks hiks!" pekik Kinan saat rasa nyeri dan melilit dibawah perutnya begitu kuat, dari semalam ia merasakan ini, tapi tak sekuat sekarang.


"Kinan! Sayang..Tarik nafasmu pelan Sayang!"


Exell mengarahkan Kinan untuk tetap tenang walau ia sudah gemetar sekarang, tangan kekarnya lansung menyambat Ponselnya diatas nakas sana.


"Ada ap.."


"Mom! Momy istriku Mom!"


"Ada apa El? kenapa dengan Kinan?"


Suara Momy Chalista yang masih serak dan sangat panik mendengar suara Exell yang kelam.


"Sepertinya istriku akan melahirkan Mom!"


"Apa? E..El sayang, kau tenagkan Kinan. Momy akan kesana Nak!"


Exell mematikan sambungannya lalu kembali menenagkan Kinan yang merintih sakit membuatnya hilang akal.


"Kinan! Tenaglah sayang, Tarik nafasmu dan buang pelan ya!"


Kinan mengangguk mencoba mengikuti arahan suaminya, ia bersandar ke dada bidang pria itu dengan kedua tangan yang digengam erat oleh suaminya menyalurkan rasa nyaman dan tenang.


......

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2