
Mata semua wanita itu terbelalak kaget bukan main melihat siapa yang menatap mereka dengan Netra polos bening berwarna biru yang begitu mempesona, didalam Kornea biru itu terdapat seperti sebuah kilatan kecil yang sangat cantik membuat Tungkai Serly dan Vina lemah tak bisa bertahan lama.
"Wowww!!!!" pekik para ABG itu berjingkrat bukan main, mereka seakan terpanah dalam dengan aura pemikat dan daya tarik wajah mungil nan tampan dan tatapan sendu itu.
"Kalian berlebihan!" Kinan terkekeh geli melihat Exspresi wajah para Aunty anaknya itu, memang, ia tak bisa membantah Pesona Babynya yang masih berusia beberapa jam ini.
"Kakak! Kalian mau memberi namanya apa?" tanya Serly semangat, mereka masih berada di Kerajaan Rings Flowers yang begitu megah dengan warna mawar biru yang Dominan, semua yang dibawa kesini hanya wanita saja karna Ratu Dahliya ingin membuat suasana bebas tanpa Pria lain selain Menantunya.
"Aku saja yang beri nama ya?"
"Aku saja ya Kak?"
Serly dan Vina berebut membuat Renata dan Gea menggeleng jengah saja, tapi mereka bingung saat Ratu Dahliya mendekati Kinan dengan sesuatu yang tak mereka mengerti.
"Apa Putramu sudah selesai?"
"Sebentar ibu!" Kinan sedikit meringis untuk melepas emutan Babynya, Si Kecil itu menggeliat lalu berpindah pada Exell yang juga sedang berbaring melihat tingkah Babynya.
"Masih haus hm?" gumam Exell saat kepala mungil itu mencari Dotnya didada bidangnya, ia menatap Kinan yang terkekeh melihat wajah Tampan suaminya yang geli saat mulut mungil itu malah mengemut jempol Exell.
"Sini El!" Exell dengan lembut kembali meletakan tubuh mungil itu tempat yang seharusnya, lalu bersandar disamping istrinya untuk menopang kepala wanita itu dibahunya.
"Mau apa ibu?" tanya Kinan saat Ratu Dahliya memeggang keningnya dengan lembut, Exell juga bingung apa yang dilakukan wanita itu.
"Kau mau memberikan Kalungmu padanya?"
"Tapi dia belum punya pasangan Bu!" jawab Kinan seraya menatap wajah Tampan suaminya, sedari ia telah menyatu dengan Aliniya, ia sudah diberi Kalung berliontin biru Giok yang menjadi Kalung penerus yang turun menurun saat mereka sudah menikah, sayangnya, benda bersejarah itu hanya bisa diberikan saat si Penerus sudah memiliki jembatan hati untuk diikat bersama.
"Dia sudah punya!"
"Ha?" pekik para wanita didepan mereka tercengang, Exell dan Kinan saling pandang dengan guratan yang sama, tangan mereka bertaut mesra mengalirkan rasa aman dan nyaman untuk semua ini.
"Siapa ibu?"
Ratu Dahliya menghela nafas halus, ia mengusap kepala mungil cucu Tampannya itu dengan lembut membuat kening mungil kemerahan itu berkilau membentuk sebuah Simbol.
Whusss...
Mereka terngangak melihat tatapan biru itu beralih Tajam dengan aura kekuasaan dan kekelaman yang nyata, mereka hanya bisa diam melihat perubahan yang sangat tak masuk akal ini.
"Sudahku bilang bukan! Dia berbeda, dia mewarisi Suamimu yang berkuasa dan juga memiliki sisi Iblis, dia juga memiliki sisi lembut, polos namun penuh Misteri! dan yang paling jelas, Dia sangat angkuh karna kalian berdua memiliki sifat yang sama!"
Exell tersenyum pelit, ia menatap dalam wajah Tampan putranya yang sampai sekarang belum ia mengerti jalan hidupnya.
"Yang penting dia tak terbeban dengan itu! Kinan tak masalah! benarkan sayang?"
__ADS_1
"Hm! kau benar sayang , dia memiliki kisahnya sendiri! yang penting dia harus patuhi apa yang seharusnya ditetapkan!"
Kinan memejamkan matanya memeggangi lehernya dengan Ratu Dahliya yang menekan keningnya,
Whuss..
Perlahan, kilauan kebiruan itu muncul dikening putih Kinan yang membuat wajah cantik wanita itu semangkin berkilau memanah jantung, gengaman Kinan bersinar dengan simbol mawar biru yang menunjukan rupanya.
"I..Indahnya!" gumam Serly dan Vina terpesona dengan wajah Kinan yang semangkin memikat dengan kalung berlian Giok kebiruan yang berkilap menyilaukan mata digenggaman wanita itu.
"Berikanlah!"
Kinan mengkalungkan benda itu keleher mungil Putranya, kilauan biru itu kembali bersinar membuat tubuh mungil itu terselumbungi.
Whusss..
"Tatapannya berubah lagi!" pekik Vina melihat mata biru itu kembali sendu, mereka seperti dipermainkan dengan si kecil mempesona ini.
"Kenapa kalungnya tak terlihat?"
"Dia telah menyatu dengannya, kalung itu akan keluar saat Baby sudah memiliki jembatan hati yang berada didekatnya!" jelas Kinan seraya mengecup kepala putranya.
"Baiklah! cukup untuk kejutannya, sekarang aku mau namanya Kakak!" rengek Vina memelas.
Momy Chalista menyentil bibir manyun Keponakannya itu gemas, Renata dan Gea juga menantikan itu semua.
"Ars!"
"Arsel!" sambung Kinan membuat mereka tertegun, wajah Exell menyeringit bingung dengan tambahan namanya itu.
"Kenapa?"
"Karna Kinan Cinta El!"
Duarr..
Wajah Tampan Exell memerah bukan main, jantungnya lansung tertusuk ucapan mendayu-dayu itu, ia tak bisa berkata lagi dengan tubuh yang lemas akibat kata-kata istrinya yang selalu melelehkan hatinya.
"Akhhm Sayang!" gemas Exell mengecupi bibir ranum itu bertubi-tubi membuat mereka senyam-senyum sendiri.
"Kakak! kau pandai menggombal ya?"
"Kinan tidak menggombal! Kinan serius, Nama El harus ada disetiap akhir nama Putra atau Putri Kinan nanti, karna mereka tak akan ada jika bukan karna Cintanya El dan Perlindungannya, dan Tuhan juga merestui itu!"
Suara lembut Kinan berucap lantang membuat Baby Ars yang sedang mengemut Dotnya itu tersenyum membuat mereka terngangak.
__ADS_1
"Baiklah! Aku tak ingin menunggu lagi, Berkumpul kalian kemari!"
Baby Ars berhenti mengedot lalu kembali tenang dipelukan Exell yang membantu merapikan pakaian istrinya.
Whusss..
"Ada apa ini?" pekik Vina dan Serly takut akan angin yang berhembus kencang namun tak menerbangkan dan merusak apapun, Kamar Kinan ini sangat luas dengan hiasan yang Casual, perlahan cahaya kebiruan dari arah Jendela besar dihadapan mereka menampakan kilauannya.
Whusss...
"Uhuk!" Para wanita muda didalam ruagan itu tersedak saat melihat rombongan berpakaian ala Kerajaan Rings Flowers yang begitu megah dan mewah, mereka masih belum melihat Wujud asli dari mereka.
"Ayah! Ibu!" Ratu Dahliya menunduk sopan dengan mereka yang tak bisa berkata apa-apa, kepala mereka tertunduk, kecuali Kinan, Exell dan juga Baby Ars yang kembali merubah tatapan tajamnya.
"Cucuku!" Kinan terkejut saat baru pertama melihat seorang pria tua gagah dan wanita tua yang masih segar, mata mereka sangat indah sama dengan netra Kinan yang mempesona.
"I..Ibu?" lirih Kinan penuh tanya.
"Mereka adalah Kakekmu Lordse Morelius dan Rosyie Morelius, mereka yang selalu merindukanmu Putriku!"
"Ka..Kakek hiks hiks!" Kedua Mahluk sempurna itu lansung mendekati Kinan dan memeluk tubuh indah itu dengan lembut, mereka sungguh merasakan aura keberadaan yang kuat akan kedatangan bangsa kerajaan ini.
"Kau sudah besar! dan sangat cantik!" puji Yang Mulia Ratu besar Rosyie Morelius mengelus kepala Kinan lembut.
"Teri..Terimakasih!" isak Kinan pilu, ia sungguh senang dengan kedatangan mereka.
"Suamimu?"
Kedua Mahluk itu menatap wajah Datar Exell yang masih sama, ia tak menunjukan exspresi apapun selain tatapan tajam namun penuh wibawah.
"Iya Nenek! El suami Kinan!" ucap Kinan bangga mengecup pipi Exell lembut.
"Salam yang Mulia!" ucap Exell memberi penghormatan dengan penuh keangkuhan dan wibawah.
"Terimakasih sudah menjaga Cucuku dengan sangat baik! kau pantas mendapatkannya!"
"Hm! itu sudah Tugasku!" jawab Exell tegas, tatapannya tak gentar sama sekali, malah kedua Mahluk sempurna itu yang terlihat sedikit meremang dengan aura Exell yang kuat.
"Kau melupakan aku?"
Degg...
Kinan terkejut saat melihat siapa yang sudah berdiri dengan begitu berkharisma itu, wajah Tampan dan datar pria itu begitu memukau membuat para wanita lajang disana gagal fokus.
"Kakak!" gumam Kinan tak percaya, Exell mengepalkan tangannya erat dengan wajah yang mengeras, tangannya lansung membelit pinggang Kinan erat merapat kearahnya.
__ADS_1
......
Vote and Like Sayang..