
Suara riuh perdebatan kedua manusia itu terdengar keras karna suara musik yang sangat kencang, yang satu memohon merayu dan satunya lagi hanya diam bungkam seakan tak bemulut untuk bicara.
Mata Elang itu terlihat menatap tajam liukan tubuh menggoda dihentakan musik yang berdau kencang itu. tak ada raut ketertarikan dan Bernafsu diwajah Tampan Pria yang sedang menegguk Wine di gelasnya.
"Mau pilih?"
"Cepatlah!" desak Exell pada Bian yang tadi menghubunginya karna ada masalah darurat, ia sungguh geram dengan semua ini. tapi apalah daya, Bar ini adalah salah satu anak dari Perusahaannya tentu ia harus ikut ambil dalam keputusan apapun.
"Baiklah! Ada yang ingin menjadi calon istrimu?"
Prank...
Exell melempar gelas yang ada ditangannya ke lantai sana dengan Na'as, rahangnya mengetat dengan pandangan tajam yang menusuk jantung mereka.
"Ayolah El! Kau dulu sangat sibuk mencari wanita kan? Sekarang ada yang ingin menemanimu, dia seorang Modeling Miss Univers yang aku tawarkan padamu!"
"Jangan membuang buang waktu ku!" geram Exell lalu berdiri dari duduknya, namun matanya lansung disuguhkan dengan Wanita cantik yang tampak memukau dengan kilatan lampu kelap kelip yang menyilaukan.
"Hayy Tuan Muda Mohana!" suara lembut itu membuai mereka yang menatapnya, tapi tidak dengan Exell yang menyebarkan aura dingin dan kekelaman didalam dirinya. tak terhitung lagi bagaimana suramnya wajah Tampan ini.
"Perkenalkan aku Hanna?" Wanita itu mengulurkan tangannya pada Exell yang hanya diam dengan aura membunuhnya. hatinya sekarang sedang merindukan sosok sempurna yang ia tinggalkan diMashion sana. dan sekarang, Wanita ini malah ingin membuat jiwanya meledak ledak murka.
"Urus Dia!" Exell melangkah pergi tapi suara wanita itu membuat ia terhenti.
"Jangan panggil aku Hanna Miss Model kalau kau tak bisa aku tahlukan!" ucap Hanna lantang menarik perhatian para Manusia disana. mereka sungguh terpesona dengan Hanna yang sangat memukau, begitu cocok disandingkan dengan seorang Exell.
Tapi Mereka sadar, Berita yang mengguncang Publik tempo hari tentang kedekatan Pria bernetra biru laut berkharisma itu dengan sosok Misterius tapi sungguh..sungguh melebihi paras siapa saja.
"Jangan mencari masalah jika kau tak ingin mendapat masalah!" suara tegas berat itu menggelegar membuat mereka menunduk patuh. Bian sungguh tak habis pikir dengan Temannya ini. Walau seberapa cantiknya Mahluk yang ia tawarkan, tapi tetap saja ia seakan tak bernafsu.
"aku hanya bercanda Tuan! tapi aku rasa itu akan terkadi!"
Hanna harus mengantisipasi kemarahan Pria ini. ia hanya ingin mendapatkan Exell karna selama ini ia tak bisa Move On dari Pria ini. walau berita kedekatan Exell dengan Bidadari itu melonjak, tapi ia percaya diri dengan kemampuannya.
"Sampah!" ketus Exell lalu melangkah pergi mengibarkan aura tak bersahabat ditempat itu. Asisten Dion menatap Bian yang menggeleng geleng lemah.
"Sebaiknya kau berhenti mencampuri urusan Tuanku!"
"Ayolah Dion! aku hanya ingin dia berhenti minum, kau tahu sendiri dia penggila Minuman tak sehat itu!"
"Dia akan berhenti saat sudah waktunya!" jawab Asisten Dion dingin lalu melangkah pergi mengikuti Tuannya. sedangkan Bian menghela nafas berat.
"Lanjutkan pekerjaan kalian!" titah Bian pada para pelayan Barnya. ia menatap malas Hanna yang mendekatinya dengan begitu menggoda.
__ADS_1
"Bian.. Kau..
"Jangan mengajakku dalam rencanamu! aku hanya melakukan hal yang kau minta tadi! kalau untuk rencanamu aku tak ikut ambil! dan ingat.."
Bian mendekatkan wajahnya ke telinga Hanna yang bungkam.
"jangan melakukan cara kotormu! kalau kau melakukan itu aku sendiri yang akan melenyapkanmu!" geram Bian lalu melangkah pergi meninggalkan Hanna yang tak kalah marah.
Cih..Dia bukanlah Teman yang busuk. memang ia memberikan Minuman mahal setiap kali Exell kesini. tapi ia tak akan mau membuat Temannya sendiri yang sejatinya berhati malaikat dan iblis itu jatuh ketangan yang salah.
....
Sedangkan di Bangunan besar sana, Pria tampan itu terlihat menatap sulit pada Wanita Super cantik yang sedang menatap nya tajam.
bukannya Kesal Exell malah gemas sendiri melihat raut marah bercampur aduk itu, bibir merah itu manyun dengan pipi yang mengembung, mata bulatnya menyipit dengan begitu imut bak Kucing manis yang mintak dibelay.
"Darimana?"
"Apanya?" tanya Exell mendekat tapi Kinan malah mejauh menatap hamparan bunga bunga ditaman sana, ia sekarang sedang berkebun bersama dua Remaja yang bersembunyi dibalik pohon sana mengintip aksi kakaknya.
"Kenapa hmm?" tanya Exell berusaha tak tertawa melihat Kelinci cantiknya sedang merajuk, hatinya senang bukan mian, ada rasa hangat yang selalu mendesir dengan Cinta yang semangkin menggebu.
Tatapan lembut penuh kerinduan itu selalu membuat Kinan lemah, tapi ia berusaha tegguh untuk merajuk hari ini.
"Maaf Sayang! aku pergi baru 3 jam!"
"Ohh Baru ya! kenapa tak seharian saja?" ketus Kinan lalu menggerutu kesal sesekali memetik Bunga disamping kakinya, lalu melemparnya kesembarang arah.
"Baiklah! aku pergi seharian!"
"Ellll!" pekik Kinan menarik Exell yang tadi berbalik pergi dan lansung berhambur berkoala ditubuh Pria itu, kedua kakinya dililitkan ke pinggang kokoh itu dengan kedua tangannya yang memeluk leher kokoh ini.
"Hati hati!" kesal Exell lansung memeggang bokong istrinya supaya tak jatuh, ia melangkah ke kursi taman yang ada dibawah pohon sana.
"Gawat Vi!" bisik Serly ketelingan Vina yang tadi lansung memanjat saat sepasang pasutri itu duduk dibawah pohon pas dibawah mereka.
"Kenapa marah?"
"Ell tadi kemana?" tanya Kinan masih dengan intonasi yang tak suka, ia juga mencium bau alkohol ditubuh pria ini, sudah jelas Exell pergi ketempat itu lagi.
"Bertemu Bian!" jawab Exell mengelus rambut panjang ini dengan lembut membuktikan betapa besar rasa sayang pria itu.
"El ketempat itu lagi! Kinan tak suka bau ini, Kenapa El tak pernah mendengarkan ucapan Kinan!" ucap Kinan dengan mata yang mengembun lalu ingin turun dari pangkuan Suaminya tapi tangan kekar pria itu terlalu kuat membelit tubuhnya.
__ADS_1
"Sutt! Kau kenapa menjadi cengeng begini hmm?" Exell mengusap lelehan bening itu. sungguh ia sesak melihat Wanita ini menagis, ia lupa kalau Kinan tak munyukai aroma Alkohol, itu kesalahan Fatal baginya.
"Ell Sayang Kinan?" Exell menganggukinya dengan tatapan memuja pada gadis ini. rasanya cinta itu tak bisa ia jabarkan dengan apapun, ia hanya bisa memperlakukan Wanita ini seperti apa yang hatinya inginkan.
"Sangat!"
Cup..
Exell mengecup singkat bibir merah itu membuat Kinan terenyuh, lalu mengelus rahang tegas pria ini. aroma wangi Mawar dari tubuhnya perlahan memutari kulit Exell yang tangan itu jamah.
"Berhenti minum dan jangan kunjungi tempat itu!"
Baik!" jawab Exell dengan mata terpejam menikmati sentuhan yang memabukan ini, gerakan halus penuh cumbuan dan belaian yang sungguh memabukan. kulitnya seakan menyatu dengan kelembutan tangan ini.
"Jangan Tinggalkan Kinan tanpa pamit sayang!"
"Hmmm!" jawab Exell dengan suara yang berat, darahnya sudah mendesir kuat seakan gelombang hasrat itu kembali naik dengan belaian Kinan yang turun kedadanya.
Kinan juga tak Munafik, ia juga menginginkan pergumulan mereka yang satu kali mereka lakukan itu, walau otaknya polos tapi tubuhnya sungguh tak kuat dengan pesona pria ini.
Tubuhnya telah menjadi Candu bagi Suaminya, begitupulah Kinan, ia juga tak pernah tahan melihat tubuh kekar yang begitu gagah membuat bagian intinya berkedut meminta hujaman.
Exell membuka matanya, Netranya yang berkabut hasrat bertatapan dengan Netra indah Sang istri yang juga tampak pasrah dengan tarikan Memikat ini. apalagi senyayu angin sejuk itu menerbangkan helaian rambut indah sang istri yang tampak seperti seorang Dewi Fortuna yang begitu menggugah.
Shitt.. ini sangat memabukan, ia tak tahan melihat bibir merah itu dan leher yang jenjang dengan bagian bagian favoritnya yang lain.
Saat wajah mereka saling mendekat pelan namun tagapan mata itu tak terputus, ini sungguh gila.
Cup..
"Kakakkk!" teriak dua cecunguk diatas sana berdentuman meloncat dari atas pohon merasa panas melihat perpaduan ini.
"Kaliannnnn!" teriak Exell geram pada dua adiknya yang sudah berlari pergi meninggalkan Dirinya yang sudah teggang.
"Kinan lupa! kalau Serly dan Vina ada disini!"
"Kau tahu dan..!"
Ohh Shitt.. Ia baru sadar Istrinya ini sering lupa dan tentunya sangat sangat idiot.
"Kau akan ku hukum!" desis Exell mengangkat tubuh Kinan dengan gejolak hasrat yang sudah menggebu didalam dirinya.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..