Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Jangan mengurusku..


__ADS_3

Hamparan langit luas itu begitu lepas dilangit sana, deru angin yang bersenyayu dengan sepoy melambaikan deduanan hijau dilapangan ini.


Awan gelap itu terlihat berkumpul di tempat tempat tertentu hingga sedikit menghalangi semangat mentari untuk tersenyum pagi ini, begitulah Kiranya Mahluk ini, tak tahu apa yang tengah berkeliaran diotaknya hingga hanya termenung lama tak bergairah.


Entahlah, Sampai kapan Netra biru pria itu menatap hamparan rerumputan luas dipadang lapang yang hijau ini, sedari tadi tak ada rasa bosan untuk melihat, tak ada rasa lelah untuk duduk diatas bebatuan yang di tumbuhi lelumutan itu.


"Tuan!"


Asisten Dion menatap bingung Tuan Mudanya yang tadi ngelotot kesini, ini memang sangat indah, Pemandangan penghijau mata dengan kuntum kuntum yang bermekaran, tak adalagi rumput liar dan ranting runcing.


Yang terlihat hanyalah, satu Pohon beringin besar dengan rimbunya, akar akar panjang berbentuk ayunan di dahan kokoh itu terlihat mengasikan sekaligus begitu damai.


"Bukankah ini sangat cantik?"


"Yah! ini Sangat indah Tuan!"


Senyuman penuh perasaan di bibir Sensual pria itu melengkung menggoda, ia sekarang duduk diatas Batu besar ditepi sungai jernih yang mengalir tenang seakan tak ada bahaya didalam sana.


"Ini tempat yang sempurna! Bidadari cantikku yang dia ciptakan itu Tumbuh disini! Tempat Cinta dan ketulusan, Kinan Sayang!"


Asisten Dion hanya diam mendengar ucapan bak tuturan perasaan itu, ia tak tahu apa apa, kenapa Tuannya sekarang sangat aneh? suka melamun, berbicara dengan Makna yang tak ia ketahui. Sungguh, hal ini begitu awam baginya.


"Kerajaan Cinta!"


"apa Tuan?"


"Apa Kerajaan Cinta itu ada?"


Asisten Dion tercekat, Tuan Muda arogannya ini memang sudah terkena Virus, dulu saja, satu kata langka itu tak pernah terucap dan ia dengar sama sekali dari mulut kesombongan ini, lalu sekarang, Kenapa kata Cinta itu terus terucap.?


"Kau mendengarku?"


"ah I..Iya Tuan! Kerajaan cinta itu ada! di hati setiap sepasang kekasih!"


"Aku ingin membangun Castle disini!"


"Apa?"


"Aku rasa pendengaranmu harus di periksa!" geram Exell pada Asisten Dion yang menelan ludahnya kasar.


"Hmm! Ba..Baik Tuan!"


"Bangun Castle bernuansa Silver dan kelilingi dengan mawar Biru! aku mau itu selesai dalam 1 tahun!"


"Tuan! apa anda memakai seluruh tempat ini?" tanya Asisten Dion memastikan, pasalnya, kalau memakai seluruh tempat ini, maka pembangunannya akan sangat besar besaran, Puluhan hektar tanah lapang dan luas ini harus diolah dalam 1 Tahun, Shitt..itu sangat gila.

__ADS_1


"Setiap bagian dari Hutan ini! Disainnya akan ku tentukan besok pagi!"


"Baik Tuan!"


"Jangan Terlambat dan tak ada masalah apapun, kau mengerti?"


"Siap Tuan! Saya mengerti" Asisten Dion menyanggupi titah Mutlak ketegasan Tuannya ini. ia tak mampu berkutik walau besok dia harus berusaha mencari manusia sebanyak mungkin untuk membuat pagar beton disini.


"Pergilah!"


"Tuan! anda tak pulang?"


"Aku ingin sendiri disini! Kau bisa kembali Ke Perusahaan!"


"Baik Tuan!"


Asisten Dion pergi dengan Mobilnya yang sudah disiapkan anggota Tuannya, ia memantau Exell dari jauh takut Pria Tampan itu di culik wayang golek disini. Cihh..Membual saja, Tentu ia tak ingin terjadi amukan nanti kalau ada sesuatu yang merusak tempat ini. makanya, ia menjaga ketat.


"Saat kau datang nanti! aku akan membawamu ke Istana kita, tanpa keramaian kota dan hanya kita berdua dan anak anakku nanti Sayang!" gumam Exell menatap hamparan lapangan rerumputan hijau yang luas ini, ia berharap, Takdir buruk itu berubah menjadi kebahagian kelak untuknya, setidaknya ia menggantung harapan sebesar mungkin, walau kemungkinannya sangat kecil.


1 Tahun telah berlalu dengan sangat cepat, Perubahan demi perubahanpun terjadi tapi tidak terlihat oleh orang luar.


Pria Tampan itu semangkin dingin dan jarang bicara dan berkumpul dengan keluarganya, ia terus pergi ke tempat Peraduan terakhir sang istri yang begitu ia dambakan.


"Kemana Boy?" tanya Dady Arkan melihat Exell yang terus keluar saat pulang dari kantornya, pria itu akan pergi setelah membersihkan dirinya.


"Ada pekerjaan dad!" jawab Exell seperti biasa, ia mengecup pipi Momynya di'iringi tatapan bingung dan jengah mereka.


"El! kau bisa makan terlebih dahulu" tawar Gea yang selama ini berusaha berkomunaksi dengan Exell yang seakan engan.


"Aku sudah Makan!"


"Exell Sayang! Kau bisa sakit bekerja tanpa istirahan Nak!" ucap Momy Liona pada Exell yang menggeleng mengambil satu potong roti diatas meja makan sana.


"Aku sudah Makan Aunty! Kalian silahkan lanjutkan!"


"Duduk sebentar!" Momy Chalista merangkuh bahu putranya untuk duduk disampingnya, ia mengambilkan makanan untuk Exell yang menghela nafas berat, Wanita cantik ini selalu membuatnya serba salah.


"Makanlah bersama Kami! lagi pula, Uncle dan Auntymu akan pulang hari ini!"


"Pulang?"


"Yah El! kami harus mengurus Perusahaan di Negara kami, kalau Serly dan Vina katanya mau tinggal disini!" jawab Uncle David yang diangguki yang lainnya.


"Kami akan pulang! Sudah lama juga kami disini El, Makanlah sekali ini saja"

__ADS_1


Exell menghela nafas lemah, ia mengangguki ucapan para pamannya dan mulai menyantap pengisi tenaga fisik itu.


"Kemana kau pergi setiap pulang kerja El? tanya Gea yang begitu penasaran, Gebriel hanya diam dengan raut wajahnya sendiri, entah mengapa kedua Pria ini terlihat begitu sama,


"Pekerjan kecil!"


"Apa?"


"Jangan mengurusku!" geram Exell membuat Gea menelan ludahnya berat, Exell sekarang lebih menjauh darinya, entah apa yang membuat Pria ini begitu berubah? pikir semua orang disana


"Ehmmm! Kak, Apa boleh aku bekerja di kantormu?"


Dady Johan lansung terkejut bukan main, ia menatap putranya dengan sangat sulit, Perusahaannya ada, lalu untuk apa cecunguk ini terlempar ke sana?


"Kau tak punya perusahaan sendiri?" ketus Dady Johan merasa aggak tersindir, memangnya dia tega membiarkan putranya tak mempunyai Perusahaan, Cihh..bocah otak dodol ini memang tak tahu di untung.


"Bukan begitu dad! aku mau mencari pengalaman saja! bagaimana Kak?"


Exell berfikir sejenak, ia tahu Jordan pasti ingin mencari sesuatu hingga ingin masuk ke Perusahaannya, bahkan, selama Setahun ini, Bocah nakal itu berusaha menguntit Exell yang Misterius.


"Terserah kau saja! pokoknya jangan menyusahkan aku!"


"Siap Kak!"


Exell menaikan bahunya acuh, sudah biasa ia membuat Jordan kesal dengan tabiat kakak dingin dan arogannya ini.


"Mau kemana?"


Brakkk..


"Sudahku bilang jangan mengurusku!" bentak Exell meradang, ia sudah malas berada di depan wanita ini,


"Ell! Kau...!"


"aku pergi Mom!" ucap Exell mengecup pipi Momynya lalu melangkah menjauh dari mereka,


"Kau juga mau pergi?"


"Iya dad! ada rapat hari ini!" ucap Gebriel datar lalu memeluk dady dan Momynya dan melangkah pergi meninggalkan mereka dengan tanda tanya dibenak mereka.


"Maafkan Putra Putraku! Mungkin dia sudah lelah dengan pekerjaannya!" ucap Momy Chalista tersenyum lembut menepuk punggung Gea yang mengangguk.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2