
"El!!!"
"Apa?"
Kinan manyun dengan tubuh yang dibelit kedua lengan kekar itu, ia tak bisa melihat kesekitarnya sedikit saja maka Exell akan kembali membenamkan wajahnya kedada bidang pria itu.
"El!"
"hmm!"
"Sesek sayang! El kekencengan!" rengek Kinan yang sedang dipangku pria itu, ia tak habis pikir dengan keposesifan Exell yang bahkan tak membiarkannya jauh sedikitpun.
"Kau ingin pergi menemui pangeran-pangeran kodok itu ha?" geram Exell menatap kesal wajah cantik istrinya yang sangat mempesona membuat ia tak bisa diam untuk mengurung wanita itu didalam rangkuhannya.
"Darimana El tahu?" gumam Kinan menahan gemas melihat wakah keras suaminya yang ingin meledak-ledak.
"Kinan!!!"
Bugh..
Kinan lansung meloncat dari pangkuan pria itu, ia memeggang bagian bawah gaunnya untuk memudahkan ia untuk berlari menuju Taman sana.
"Hey Sayang! kau jangan lari!!!!" teriak Exell lansung mengejar wanita itu, ia takut Kinan jatuh, tapi lebih tepatnya, ia tak mau Tubuh Sexsi wanita itu malah dipandang hasrat oleh pria lain.
"El!!!"
Teriak Kinan melambaikan tangannya setelah berdiri ditengah-tengah lapangan bunga mawar biru sana, ia sangat suka dengan semua ini, bahkan lengkungan indah itu tak henti-hentinya mekar di bibir cantiknya.
Grepp..
Exell menubruk tubuh molek wanita itu erat dari belakang karna Kinan sedang fokus pada kerumunan Bunga yang tampak berderet rapi sana.
Cup..
"Kenapa kau nakal sekali hm?"
"Kan Kinan memang Nakal sayang!" jawab Kinan mengedipkan mata jahilnya, Exell dibuat menggila dengan perlakuan wanita ini, kenapa ia bisa se stres ini mencintai seorang wanita yang bahkan belum pernah ia impikan sebelumnya?
"hmm! sayang!"
"Iya El!"
"Kau suka hm?"
"Sangat!"
Kinan berbalik memeluk suaminya, ia tak bisa berkata lain lagi selain, ' Aku sangat mencintaimu El' .
Bahkan, rasanya sangat tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. seketika tatapan mereka terkunci satu sama lain, kedua lengan Kinan berkalung ke leher kokoh suaminya, tatapan keduanya terkunci dalam dengan belitan tangan yang mengerat.
"Kenapa El sangat Tampan?" gumam Kinan dengan jari yang mengusap bibir suaminya lembut, ini sangat sempurna, kenapa pria ini sangat terlihat memikat bahkan dalam wajah datar sekalipun?
"Apa yang kau suka?"
"Semuanya!" gumam Kinan mendekatkan wajah mereka, bahkan, nafas kedua nafas Mahluk itu berbenturan halus menerpa wajah masing-masing.
"Aku..!"
keduanya berucap dengan bibir yang bersentuhan, bahkan hidung mancung keduanya bersentuhan dengan tatapan tak terputus.
Exell menggesekan hidung mancungnya ke hidung Kinan yang bahkan merasa sangat bahagia sekarang, rangkuhan keduanya semangkin erat mengikis jarak yang ada.
"Kau Milikku!"
__ADS_1
"El Milik Kinan!"
Ucapan itu sukses memantik api Cinta yang tadi sudah merebak ruah, tatapan keduanya juga sudah begitu lemah mengungkapkan bagaimana isi hati masing-masing.
Oh sayang! kenapa suaramu seakan membuat aku meledak-ledak?
jeritan batin keduanya begitu membuncah, Panorama cinta itu tak lagi tertahan seakan sudah menyatu dengan aliran darah masing-masing.
"Kinan!!!"
Duarrr..
Mereka berdua lansung terbuyar akan suasana yang mendukung untuk bermesraan ini, Exell menggeram menatap Gebriel dan Renata yang sedang menggendong Baby Ars seraya menatap mereka jengah.
"Apa kalian tak punya urusan lain selain menggangu kami ha?" teriak Exell ingin melempar pot disampingnya, sedari tadi ia melarikan diri dari keramaian sana tapi ada saja yang menganggu Momentnya.
"El!"
"Mereka memang menyebalkan! apa tak bisa menunggu kita selesai saja?"
"Memangnya kita mau apa El?"
"Cium!"
Pruftt..
Kinan tak lagi bisa menahan gelinya, sepertinya bukan hanya ia yang menahan rindu selama ini, ternyata Exell juga dilanda rasa berat membuat pria ini ingin melepas segalanya sekarang.
"Sini!"
Exell mendekatkan bibirnya kewajah Kinan yang menagkup pipinya lembut, wajah mereka sidah ingin menempel.
Oeeeekkk...
"Kalian memang benar-benar menyebalkan!!!" teriak Exell melangkah pergi menuju Manusia diseberang sana, tentu saja tangan lembut Kinan tak lepas dari genggamannya.
"Exell!"
"Hmm!"
"Baby Ars sedari tadi tak mau diam! mungkin dia haus!"
"Haus apanya! sudah 3 kali dia mengganguku hari ini!" gerutu Exell mendelik gerah, ia ingin mengambil Bayi unyil itu dari pelukan Renata, tapi, Baby Ars malah menggeleng menatap Momynya sendu.
"Dia mau kau Kinan!"
"Dia hanya modus!"
"El! berikan Baby pada Kinan!"
Exell menghela nafas halus, ia harus mengalah demi si unyil satu ini.
"Baiklah, kami pergi dulu!"
"Hmm!"
jawab Exell datar tanpa memperdulikan ejekan Gebriel yang melangkah pergi dengan wajah sinis pria itu.
"Baby haus hm?"
"Tidak Momy, Baby hanya Modus!" ejek Exell menirukan suara anak kecil itu membuat wajah Baby Ars masam, tatapan kedua netra biru itu sama-sama menajam bertajuk kesal.
"Ingat ya? kau jangan meminta kejutan pada Dady!"
__ADS_1
bibir Bayi unyil itu bergetar membuat Kinan iba, netra birunya juga mengembun dengan wajah merah yang ingin menagis.
"El! Jangan begitu sayang, Baby bisa nagis!"
"Tapi putramu ingin..!"
"Apa dia minta susu atau apa Sayang?"
"Dia ingin meminta semua anggotaku, Dady dan Momy, bahkan gudang persenjataan kami, Kinan!"
Batin Exell berteriak, ia tahu karna ia sudah pernah mengetes apapun pada Babynya, ia pernah menawarkan Robot-Robotan dan mainan lainnya, saat Bayi langkanya ini menagis, tapi, tangan mungil itu malah meraih Pistol dibalik sakunya.
"Dia mintak identitas!"
"Maksidnya?"
Exell menghela nafas, entah apa yang akan dilakukan putranya jika besar nanti, bahkan sedari kecil saja sudah membuatnya sport jantung.
"Sudahlah sayang! dia sama seperti Bayi biasanya, hanya ingin diberi perhatian dan Mainan!" ucap Exell mengelus kepala istrinya.
Kinan hanya mengangguk, jujur ia tak tahu sifat asli anaknya, karna setiap bersamanya, Baby Ars selalu diam seperti bayi biasanya, bahkan, tatapan netra biru itu tak pernah menajam dan selalu sendu.
"Mau sama Dady?"
Baby Ars menatap wajah tampan Exell dalam, tampak sekali kedua netra biru itu seakan memberi sinyal pada Exell yang mengerti.
"Berikan Baby padaku sayang! kau pasti lelahkan?"
"Tidak El! baby masih ingin minum!"
Kinan mengkerut saat Bayinya malah melepas emutanya dan menggapai tubuh Dadynya.
"Ehmm!"
"Lihatlah, bahkan dia tahu kalau kau lelah sayang!"
"Kinan!"
Mereka lansung berbalik menatap Ratu Dahliya dan Momy Chalista yang membawa sebuah kain panjang berwarna biru dengan sulaman bendera kerajaan itu.
"Acaranya akan dimulai! cepatlah ke Peraduan sayang!"
"Ah iya Ibu!"
"Apa akan ada banyak orang?" tanya Exell dingin, kalau bisa ia hanya ingin hidup berdua dengan wanita ini serta anak-anaknya kelak, tanpa ada pria lain di sekitarnya, tapi ia tak mungkin segila itu bukan?
"Kalau kau tak mau hidup dilingkungan banyak orang, maka asingkan saja dirimu ke Hutan sana!" sinis Ratu Dahliya kesal, Exell terlalu berlebihan, bahkan ia tak bisa mendekati putrinya karna Pria itu seperti karet yang lengket terus.
"Aku sudah hidup dihutan ibu mertua! kau tak ingat Tanah apa yang kau pijaki ini hm?" ketus Exell sinis.
Momy Chalista hanya diam menghela nafas berat, Ibu mertua dan menantu ini memang selalu bertikai, entah karna dendam lama atau memang takdir ia pun tak tahu.
...
Vote and Like Sayang..
ini lau yg mintak Visual ya, maaf lau nggak cocok say😉
ini buat babang El.
__ADS_1
Lau ini buat Momy Kinan ye, hihi maaf lau nggak cocok say😆