Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Penculikan..


__ADS_3

Diruang yang luas berderet kursi itu, tampak ramai dengan deretan para Pengusaha yang begitu serius menatap Pria yang menjelaskan tentang Presentasi Proyek Hotel yang dibuat di ibukota Negara ini.


tentu bekerja sama dengan Perusahaan Mohana sangatlah menguntungkan bagi mereka, apalagi Perusahaan ini termasuk perusahaan terbesar Di dunia membuat mereka berlomba lomba mencari keuntungan mendekati Pengusaha muda ini.


"Jadi! Pembangunan ini memakan waktu sekitar 1 tahun lebih dengan biaya 12 Triliun yang di Biayai pihak kami, jadi! kami hanya membiayai siapa saja yang bisa memenagi tander Proyek itu, dan jika Perusahaan Kalian gagal, maka kalian akan di kenai denda 50% dari Biaya pembangunan !" jelas Asisten Dion lugas dengan begitu tegas membuat mereka mengangguk mengerti.


Tapi, Perhatian mereka sedari tadi bukanlah terfokus pada Asisten Dion, tapi seorang gadis cantik di belakang sana yang sedang menjilati Es Cream coklat itu dengan begitu nikmat membuat mereka menegguk ludahnya sendiri.


Exell mengatupkan rahangnya erat melihat pandangan penuh hasrat para Pengusaha muda hingga tua ini menatap Kinan penuh dengan damba.


Kinan juga tak menyadari itu karna ia sedang bermain Games di Ponsel Exell dengan mulut yang belepotan menjilati Esnya.


"Kinan!"


"Hmm!" jawab Kinan menoleh dengan wajah belepotannya yang begitu menggemaskan membuat mereka menegguk ludahnya kasar melihat bibir merah itu.


"ada apa El?" tanya Kinan seraya menjilati Minumannya lagi membuat pusaka mereka membengkak, bayangkan saja itu batang teggak yang di jilati lidah sensual itu membuat mereka meremang.


"Kesini!" ucap Exell dengan suara dinginnya pada Kinan yang mengangguk melangkah mendekati Exell yang menatap datar mereka.


Untung saja Kinan memakai Mantel Coklat hingga senada dengan Boots Gadis itu dan menutupi dada berisi Kinan yang menjadi incaran mata siapa saja.


"ada apa El?" tanya Kinan yang kembali menjilati Es Cream nya membuat mereka beberapa kali meneggang.


"Mau?" tawar Kinan menyodorkan benda yang sudah tinggal setengah itu pada Exell yang mengambilnya.


"Buka mulut!" titah Exell pada Kinan yang membuka mulutnya. Exell memasukan Es itu kedalam Mulut Kinan.


Cup...


Deggg...


mereka seakan tersambar petir melihat Exell yang memakan Es Cream itu didalam mulut Kinan yang hanya menurut hingga tubuhnya di gedong Exell kepangkuan pria itu.


mereka menunduk melihat Bibir pria tampan itu yang menyapu setiap lelehan Coklat di bibir kenyal yang tadi mereka incar, Asisten Dion mengulum senyum geli melihat Tuan Mudanya yang terbakar api cemburu dengan tatapan Para Pria ini tadi.


Plup....


tautan kedua benda kenyal itu terlepas dengan mulut Kinan yang menjadi bersih serta basah akibat sapuan lidah pria itu, Mereka sungguh ingin keluar dari situasi seperti ini.

__ADS_1


"Enak hmm?" tanya Exell dengan sengaja memperlihatkan keintiman mereka karna ia tak suka mereka menatap Kinan penuh dengan Nafsu dan rasa ingin memiliki itu.


"Enak!" jawab Kinan tersenyum cantik lalu menjilati bibir Exell yang tersisa lelehan Esnya lagi membuat mereka gemetar menahan Nikmat.


" Jadi! Siapa yang sanggup memenuhi syarat yang telah ku ajukan?" tanya Exell serius dengan wajah tegas Berkharismanya membuat mereka seketika bungkam.


baru tadi Pria bernetra biru ini bersikap menakjupkan dan sekarang kembali pada Mode Singa siap menerkam itu.


"Kami akan berusaha menyiapkan rancangannya Pak?" ucap Tuan Anel yang menyanggupi Syarat yang ditujukan Exell.


"aku tak butuh Usaha! aku hanya butuh hasil yang pasti!" ucap Exell dingin membuat mereka sungguh tak habis pikir dengan Tuan Muda arogan ini.


"Tapi! berapa waktu untuk menyiapkan Disainnya Pak?"


"3 bulan!"


"Apaaa?" tanya mereka bersamaan dengan pikiran tak setuju, Proyek sebesar ini mau diselsaikan selama 6 bulan pembuatan Disainnya, belum lagi Interior dan Furniture yang akan memakan waktu hingga 6 bulan lebih.


Kami bukan Jin! itulah kata yang seharusnya terlontar tapi mereka tak berani mengucapkannya.


"Kalau kalian tak bisa! aku tak masalah, masih banyak Perusahaan lain yang menginginkan Tander ini !" ucap Exell angkuh membuat mereka geram.


"El! Kinan ke Toilet ya?" pamit Kinan pada Exell yang menganggukinya lalu mengecup kening mulus itu membuat Kinan bersemu bersamaan dengan yang lainnya.


"Pak! apa dia Kekasih mu?" tanya Tuan Anel penasaran sekaligus takut jika Exell marah.


"Bukan urusan mu!" ketus Exell dingin lalu membaca laporan Khusus dari Staf IT yang ia tugaskan memantau Perusahaan para pengusaha ini.


...


Sedangkan di luar sana, Gadis cantik itu celingukan melihat tempat disekitarnya, ia lupa bertanya pada Exell dimana Toilet di Gedung besar ini.


bahkan, ia tak tahu seluk beluk hotel yang begitu megah dengan Liukan Koridor yang memusingkan kepala.


"Dimana Toiletnya?" gumam Kinan menatap kesekelilingnya yang ramai. ia melangkah turun ke tangga bawah dengan wajah gugupnya melihat tatapan orang orang yang memandangnya penuh kagum.


namun, na'as kaki kinan menyipak sudut tangga hingga ia tersungkur ke Tong sampah di sampingnya.


Brugh..

__ADS_1


Tubuh Kinan terhempas membuat Tong sampah itu tumpah ke tubuh Kinan yang terpekik.


"Ellll!" pekik Kinan merasa keningnya memar dengan tubuh yang pegal.


"Kenapa kau ada disini ha?" umpat Kinan pada Tong sampah itu, ia memasukan kembali sampah sampah yang keluar tapi ia mendesah kesal saat melihat Dress nya terkena Lelehan Saos makanan di sini.


"Hmm Mbak!" panggil Kinan pada seorang wanita perpakaian Pelayan disini, wanita itu berhenti menatap Kinan dari atas sampai bawa.


"Yah?" tanya Wanita itu aggak jutek, mata wanita itu menatap Jijik penampilan Kinan dari atas sampai bawah yang kacau. memang semua Pakaian Wanita ini bernilai ratusan dolar tapi bisa saja ini Brand KW kan.


"Mbak! Dimana Toilet?" tanya Kinan merasa tubuhnya sungguh sakit, dengan tatapan polosnya pada wanita ini.


"Lurus saja! nanti ada di samping tangga bawah, kau bisa baca tulisan diatasnya!" ucap wanita itu sinis membuat Kinan tak mengerti.


"Lurus..Hay Mbakk!" teriak Kinan namun tak diopenkan Wanita itu.


"Yahh Pegi!" decak Kinan lalu memikirkan ucapan wanita itu,


"Lurus di samping tangga! lalu baca Tulisannya!" gumam Kinan lalu melangkah ke laintai bawah, ia celingukan kesana kemari dengan wajah kacaunya.


setibanya disana, Kinan menatap lorong yang panjang dan sunyi, ia merinding saat Sepoyan angin yang menyapu kulitnya dengan melambaynya dedaunan di samping jalan Koridor ini.


"Toilet!" gumam Kinan lalu melangkah lurus dan beberapa kali berbelok lalu lurus kembali.


"Ini dia!" ucap Kinan berbinar saat melihat kamar kecil yang ada di paling sudut bangunan ini.


Ceklekk..


Kinan masuk dan berbinar saat melihat kaca dan juga tempat cuci muka, tapi ia bingung kenapa tak ada Closet di sini, hanya tempat yang aneh menurutnya.


"Mungkin tak sama dengan yang di rumah El!" gumam Kinan lalu membersihkan Dressnya dengan melepas Mantelnya hingga memperlihatkan sekangnya dada berisi itu dengan rambut yang terurai menggoda.


Grepp..


"Elllmmmm!" pekik Kinan tertahan saat ada yang membekapnya dari belakang dengan kuat serta pandangan Kinan yang tiba tiba kabur membuat ia pingsan tak sadarkan diri.


"aku mendapatkan mu!" ucap Pria berpakaian hitam itu menyeringai licik, lalu membawa Kinan dengan cepat.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2