
Malampun tiba, kegelapan ini menjadi saksi bisu bagaimana suasana hati Pria ini.
Langkah lebar pria itu begitu cepat menapaki satu persatu lantai yang terhubung dengan ruang bawah tanah sana, cepratan air yang beradu dengan lantai kering itu menjadi basah akibat tapakan sepatu kegagahan milik sang Pria Tampan yang sudah kelam dengan kegeraman yang melandanya.
"Lihat seberapa kuat kau melawanku!"geram Exell mengambil Kapak yang ada dilemari peralatannya, ia menunjukan seringaian iblisnya membuat para anggota yang berada di Markas besar ini gemetar, Tuan mereka sudah menjadi Iblis berdarah dingin yang mencabik siapa saja.
"Buka Pintunya!" Suara mengerikan itu menggelegar, Pintu besi itu terbuka menampakan gelap dan dinginnya ruangan ini.
Sreettt...
Suara Kapak yang diseret mengerikan beradu dengan lantai licin ini, tetesan air hujan yang masih membasahi tubuh gagah dan kepala keangkuhan itu menetes menelusuri wajah kelamnya yang terlihat begitu menakutkan.
Brakk..
Exell mengayunkan Kapaknya hingga kursi dihadapannya terbelah dua. Namun, Exell semangkin dibuat naik pitam saat tak menemukan sosok yang menjadi mala petaka baginya itu.
"Dimana dia?" bentakan Exell membuat para anggotanya lansung pucat, mereka terkejut saat tak menemukan apapun didalam ruangan ini, rantai yang mereka gunakan mengikat Mahluk itu terlepas disudut ruangan dingin ini.
"Kaliaaannn!" geram Exell mengayunkan kapaknya pada anggota dimarkasnya membuat mereka lansung menghindar dari amukan Tuannya.
"Tuan! Sumpah demi apapun kami tadi memantau dari CCTV dan penjagaan yang ketat! tapi kami tak tahu hingga sampai begini!"
Bukanya mengerti, Exell malah menyeringai iblis menatap mereka yang semangkin pucat, kaki mereka lemas hingga luruh terduduk dihadapan Exell yang sudah menjelma menjadi iblis.
"Kinerja kalian mulai menurun hmm?"
"Tuan! kami siap dihukum!"
Anggota Exell berbaris didahapan Exell dengan kepala yang tertunduk, apalah daya, ini bukan pertarungan antar Manusia atau Mafia. tapi Mahluk lain yang tak mempan dengan senjata. Mereka mengaku salah karna membuat Tuannya marah.
"Tidak sekarang!" ucap Exell menurunkan Kapaknya, ia sudah tak bisa menahan kemurkaan itu. Hutan yang menuai kesakitan bagi hatinya dan sang istri tercintanya lah yang akan ia hamu dengan membabi buta.
"Hancurkan tanpa sisa!"
"Baik Tuan!"
Exell melangkah pergi dengan rasa marah yang membara didalam dirinya, api ini tak akan padam selama ia bertemu dengan Belahan jiwanya itu dengan keadaan baik baik saja.
"Boy!"
"Elll!"
Anggota keluarga Mohana menyonsong kedatangan Exell yang sudah tak seperti biasanya, mata pria itu sudah bergelut tajam dengan urat kemurkaan yang terlihat nyata.
"bawa Momy Pulang!" ucap Exell menepuk bahu dadynya yang terlihat mengerti, Exell butuh waktu untuk menenagkan diri dan meluapkan semua rasa sakit itu.
ia Pernah berada di posisi Exell, Dunianya runtuh seketika dengan Cinta dan Luka yang menyerang bersamaan membuat ia hilang akal.
"Ell Sayang! Kau ..Kau jangan melukai dirimu sendiri Sayang!"
__ADS_1
Exell memejamkan matanya menetralkan amarah yang menggebu itu, ia memeluk Momynya yang menjadi tempat sandaran atas semua masalah yang datang didalam kehidupannya.
"Aku tak apa apa Mom! Pulanglah, dan istirahat..Lukamu masih basah! hmm?"
Momy Chalista mengangguk, setidaknya putranya masih punya akal untuk melakukan segalanya.
"Jaga dia!"
"Baik Tuan besar!" ucap Asisten Dion pada Dady Arkan yang menatap kepergian Exell.
Sekarang, Tinggalah anggota keluarga Mohana yang menyaksikan perkumpulan Dekade besar besaran yang Exell gunakan untuk menyerang ke Hutan sana. kali ini bukan pembakaran, tapi lebih dari yang kalian bayangkan.
" Kumpulkan Pasukan Barat!" Dady Arkan menggeleng geleng melihat Istrinya yang sepertinya juga ikut menyerang Hutan puluhan hektar itu.
"Sayang! kau..!"
"Putraku membutuhkan aku!" ucap Momy Chalista tegas, Dady Arkan menghela nafas berat, sepertinya hutan itu tak akan berbentuk lagi sekarang.
"Johan! Lakukan Ledakan Vertikal!"
"Baik King!"
Johan dan Frank pamit pada anak anak dan para istri mereka, Sepertinya, Dunia bawah tanah itu akan kembali memporak porandakan musuh kali ini.
"Kalian Pulanglah!" ucap Dady Arkan setelah memerintahkan anggotanya untuk menyiapkan Mobil.
Cup..
"Menurutlah!" Momy Chalista mengangguk dengan titah mutlak suaminya, ia melangkah masuk kedalam Mobil masing masing dengan Dady Arkan, Dady Johan dan Frank yang mengurus penyerangan mereka.
"Jaga anak anak dan istriku David!"
"Siap!"
"Baiklah! Kita bantu El menyerang dari atas! jangan biarkan satu pohonpun berdiri ditanah mala petaka itu!"
"Baik King!"
.....
Sedangkan dilapangan yang begitu luas itu, penebangan besar besaran diderasnya hujan ini begitu meluluh lantahkan semuanya.
Bunyi ledakan Kayu dan reruntuhan pohon pun terdengar nyaring, tak perduli dengan gulungan angin kencang yang sudah murka dengan kedatangan mereka, yang jelas, Tempat terkutuk ini harus hancur seiring dengan Luka yang mereka ciptakan untuk cintanya.
"Tuan! apa harus meratakan semuanya!"
"Hancurkan tanpa sisa!" titah Exell menatap dalam reruntuhan kemurkaan ini, ia berdiri didepan penebangan dan perataan tanah ini oleh alat alat berat yang sudah bekerja dengan keras.
*Bummmmm..
__ADS_1
Duarrrrrr*...
Mereka tersenyum melihat anggota Kingya yang sudah menghujami hutan ini dengan ledakan beruntun, air yang terus menetes membasahi tubuh mereka tak jadi penghalang sama sekali.
Yang mereka tahu, hutan ini harus hancur, ini sumber mala petaka dari sejak Kingnya bersama Queennya dulu.
"Aku berharap kau kembali Sayang! Dengan awal yang penuh cinta!" gumam Exell menatap kelangit sana, ia tak punya keyakinan lagi akan Takdir. semuanya hanya mainan yang membuat hidupnya hancur.
Ledakan dan gulungan angin itu berdesir mengelilingi pendengaran dan tubuh mereka, anggota ayah dan anak itu terlihat berusaha tak mengosongkan pikiran mereka.
karna kunci dari penyerangan ini, harus tetap teguh dengan prinsip, jangan mengemban rasa sakit karna Mahluk itu sangat suka memainkan pikiran mereka.
"Boyy!" panggil Dady Arkan saat Exell terlihat termenung menatap gumpalan asap yang disebabkan oleh ledakan beruntun itu.
....
Sedangkan didalam sana, Segerombolan Mahluk mengerikan itu terlihat berusaha untuk tak gentar dengan ledakan demi ledakan yang terus menyerang mereka.
"Halangi mereka menghancurkan Peraduan!" ucap Azua yang sedang mengikat jiwa lemah yang sudah tak berdaya akan cambukan yang mereka berikan di tubuh molek itu.
"Baik Maing!"
Satu kelompok Azura pergi menyerang anggota besar yang telah meluluh lantahkan tempat mereka.
"Brengsekkk! Pria itu tak ada takutnya mencari masalah!" suara mengerikan Azua berucap dengan lidah panjang dan lelehan lendir yang muncrat. Taring nya terlihat begitu menakutkan karna sudah mengoyak kepala manusia tadinya.
*Cetass..
Cetasss*..
"Uhukkk!" gadis malang itu terbatuk darah dengan punggung yang sudah terkoyak penuh darah, ia hanya bisa tersenyum meratapi takdir yang tak membuat ia seberuntung manusia lainnya.
"Adikkkk! Kau sudah siap menyatu denganku hmm?" Azua mencengkram pipi lembut itu dengan kuku kuku panjangnya, namun Azua seketika terbelalak melihat mata Kinan.
"Pria brengsekkkk!" teriak Azua menghempaskan tangannya mengirim serangan balasan pada Pasukan besar Mafia di seberang sana.
"Kau terkejut hmmm?"
Mata merah Azua berbenturan dengan mata lentera seorang Pria yang dengan senyum miringnya menatapnya licik.
"Kau berani melawanku!" Kegeraman Azua membuat angin dan asap berkabut bergulung menyapu dedaunan yang basah itu.
Whussss...
"Jangannnn!" teriak Kinan saat Azua menyerang pasukan Exell yang juga terlihat melawan penyerangan siluman terkutuk itu.
....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1