
Senyuman menggoda itu terlihat mekar dengan guratan kebahagiaan yang nyata, gestur tubuhnya begitu Elegan melihat lenggokan para peserta yang telah melakukan Lotout sebisa mereka saja.
"Kau terlalu kaku Miss Vharoline, auramu juga tidak keluar sempurna! cobalah untuk mendalami Body linguage dan aura kecantikanmu harus bisa kau mainkan!" jelas Miss Hanna Ramesley yang begitu dikagumi para penggemarnya, ia menirukan bagaimana lenggokan kaki jenjang dan lirikan mata yang mempesona itu.
tentu saja, Netra indahnya tertuju pada Pria Tampan yang hanya menatap mereka datar dengan guratan yang dingin yang menakutkan namun menggetarkan jiwa.
"Terimakasih Miss Hanna!" Miss Vharoline berucap tulus penuh kagumnya pada Miss Hanna yang membalasnya dengan senyum ramah yang begitu indah.
Acara ini sudah sedari pagi berlansung, mulai dari Mr Hans dan Miss Mirayuana yang sudah bertugas membagi Model yang lolos dalam tahap pertama yaitu Body linguage yang khas dari tubuh masing masing.
Model yang lolos seleksi tinggal 10 orang dan mereka masih belum bernafas lega karna diakhir penilaian mereka harus berlaga dengan Miss Univers dan Miss yang sudah terlatih kuat sebelumnya.
"Silahkan istirahat!" ucap Kru yang bertugas menghendel acara hari ini, mereka terlihat sibuk memperbaiki Costum yang para Model yang masih melakukan Pemotretan malam ini dengan Fiture yang gelap klasik khas peggunungan.
"Presedir! anda bisa keruang Makan sekarang!" arahan Panetia yang membungkuk hormat dihadapan Exell, Pria itu berdiri diikuti Miss Hanna yang dengan santainya berdiri disamping Presedir Mohana itu, tingginya hanya sebatas dada pria itu namun terlihat cocok oleh penggemar mereka.
"Miss Hanna!!!! Kalian Cocok!" teriak beberapa penggemar Miss Hanna yang sengaja didatangkan untuk menyemangati Model-Model yang berlaga di Event ini.
"Mereka ada-ada saja!" Miss Hanna melambaikan tangannya ramah membuat mereka berteriak histeris, Exell hanya diam dengan langkah yang menyusuri Red Karpet yang dilalui para Model tadi, ia tak ambil pusing dengan teriakan kekaguman disekitarnya.
"Selamat Datang Presedir!"
Exell hanya mengangguk lalu melangkah masuk kedalam Penginapan ruang makan siang yang sudah para Pengusaha lain disana, mereka tampak menunggu kedatangan Exell yang berkharisma.
"Presedir! Miss Hanna, silahkan!"
Miss Hanna duduk disamping Exell yang tak mempermasalahkan itu, lagi pula ini acara Formal, kalau ia protes maka akan menuai komentar negatif dari masyarakat sana.
"Presedir! bagaimana menurut anda tahap Permodelan selanjutnya?" tanya Nyonya Syusie Hendry yang tampak mengaggumi sosok gagah ini.
"5 hari lagi acara ini selesai! Model yang diseleksi tinggal 10 orang, Karakter yang diperlukan dalam Event ini haruslah pas dengan Miss yang akan kalian cari! Peletakan Panetia dan Pihak Comisaris yang salah bisa meruntuhkan nama baik Agensi ini!"
Suara datar penuh wibawa itu mengalun dengan tegas, mata Elangnya tetap biasa tanpa menunjukan mimik berlebihan.
"Maksud anda Presedir?"
"Kecurangan bisa terjadi kapan saja!"
Degg..
Tuan Ramesley meneggang ditempatnya, sudah jelas bahwa ia yang menggelapkan saham Kondidat Comisaris setiap tahunnya, tapi ia menutupinya dengan Mengadakan Event bergengsi untuk membangun citra Agensi dan Nama besar putrinya.
"Presedir! Makanlah terlebih dahulu, kita bisa membahasnya dilain waktu bukan?"
Miss Mirayuana menatap aneh pada Miss Hanna yang terlihat gugup, ia yakin ada hal yang salah dengan wanita itu.
"I..Iya Presedir! kalian sudah berkerja sedari kemaren, ayo kita jamu perut yang kosong ini!" sambung Tuan Rames yang mengantisipasi keadaan yang membuatnya kelagapan.
"Hm!" Exell tersenyum miris dengan pelit, ia mulai menyantap makanannya dengan tatapan yang tegas tak bersuara sama sekali, hanya dentingan sendok dan garpu yang menghiasai ruangan itu.
Miss Hanna memperbaiki Sarbetnya, ia begitu menunjukan gestur seorang wanita kelas atas dengan begitu Elegan, tapi didalam hatinya ia sudah bergetar berdekatan dengan Pria Tampan ini.
"Aku tak boleh gagal!" Batin Miss Hanna menatap ayahnya yang menganggukinya dari jauh.
Prank...
Mereka terlonjak kaget saat gelas yang tepat disamping Miss Hanna tertumpah kecelana Presedir Mohana yang sudah kelam dengan aura intimidasi yang kuat itu.
"Ma..Maaf Presedir! Saya..!"
"Hmm!"gumam Exell menghindar akan tangan Miss Hanna yang ingin menyentuh pahanya, ia berdiri dengan tatapan menohok menembus jantung mereka.
__ADS_1
untuk sesaat Exell diam dengan aura tak bersahabat itu, para Panetia dan Pelayan disana menunduk seraya membereskan kekacauan ini.
"Aku rasa kau sudah terlatih untuk beretika!" ucap Exell tegas penuh makna tanpa menatap Miss Hanna dan melangkah pergi meninggalkan mereka yang menelan kudahnya kasar.
"Maaf semuanya!"
"Tidak apa Miss! kau bisa membersihkan dirimu juga!" Miss Hanna mengangguki ucapan Mr Hans dan menyusul langkah Presedir Mohana itu.
"Presedir!" panggil Miss Hanna berlari kecil membuat Kru yang lewat dikoridor Penginapan sana bingung.
Exell hanya diam seraya langkahnya yang begitu cepat dan tentunya tak memperdulikan suara wanita itu.
"Dion!"
"Siap Tuan!"
Asisten Dion menghadang Miss Hanna yang sudah sampai kelobby Penginapan besar ini, wanita itu masih menatap Exell yang asik berbicara dengan orang yang menelfonnya.
"Tuan! Presedir ...!"
"Tuan Saya baik-baik saja Miss! kau bisa pergi!"
"Tapi! aku tak enak jika tak meminta maaf!"
"Miss! anda bisa pergi!"
"Tuan! saya sebagai Miss Univers yang beretika! saya tak ingin memperburuk citra saya, lagi pula tadi Presedir belum sempat makan!"
Asisiten Dion sungguh geram dengan Miss Hanna yang begitu licik memanfaatkan keadaan, seharusnya wanita ini beruntung karna Tuannya tak ingin menghancurkannya sekarang.
"Disana tak ada Wartawan Nona! kau bisa pergi, bukankah kakimu masih sehat!" ketus Asisiten Dion sinis, namun Miss Hanna melihat mobil wartawan yang dikirim Ayahnya kemari.
"Shitt!" umpat Asisiten Dion kesal, ia menoleh pada Tuannya yang sudah berwajah dingin bak kutup utara.
"Miss Hanna! apa yang terjadi?"
"Miss! anda kenapa?"
Miss Hanna merintih memeggangi kepalanya yang pusing, kelihatannya sih begitu, tapi tak tahu apa yang dirasakannya.
"Ada apa?" Exell datang dengan membuat keriuhan yang sama, pria itu tahu apa yang direncanakan rubah sialan ini.
"Pre..Presedir! ke..kepala saya tiba-tiba pusing!"
"Presedir! anda bisa menggendongnyakan?"
"Lagi pula kalian pasangan yang cocok!"
Exell hanya diam lalu berdiri didepan Miss Hanna yang sudah merintih mengundang perhatian membuatnya menyeringai iblis.
Miss Hanna berbinar saat Exell dekat dengannya, ia berharap pria ini menggendongnya karna desakan Wartawan ini.
"Gendong dia!" titah Exell pada seoeang Kru yang tampak mengangkat lampu Kamera yang berhenti menatap Presedir satu itu.
"Pre..Presedir! Saya ..!"
"aku tak punya waktu untuk menggendong wanita!" ucap Exell tegas dengan senyum sinisnya membuat wartawan sana terpukau habis memandangi tubuh gagah yang sudah melangkah pergi dari netranya.
"Ayo Miss Hanna!"
"A..Aku mulai baikan! terimakasih ya!" ucap Miss Hanna ramah seakan ia memang sakit, namun mereka terkejut saat lampu besar serta speaker yang dibawa Kru tadi tumbang.
__ADS_1
Whusss..Bughh..
Miss Hanna tersungkur akibat timpaan barang berat itu kekepalanya, bukannya menolong para Wartawan itu malah mengabadikan Moment langka ini.
"Tolong!" Miss Hanna merintih dengan gerombolan Panetia dan Keamanan yang lansung membantunya.
"Miss kau..!"
"Bawa Nona keruang kesehatan!" sambung Asisten Jenne yang baru datang karna mengurus titahan Majikannya tadi.
"Kau suka?"
"Sangat!" ucap Kinan yang masih dengan penampilan Misteriusnya, ia sudah kepalang geram dengan Lintah satu itu, memang rupanya cantik tapi tentu ia tak kalah dari siapapun.
"Kau mau membunuhnya?" Gea tak habis pikir dengan Kinan yang ternyata menaburkan serbuk Herolien yang membuat pikiran pemakainya oleng dan bisa saja pikun.
"Dia curang! aku tak suka manusia sepertinya, takut tersaing dengan Model lainnya, kualitas mereka bahkan lebih besar dari sekedar penggoda kelas atas itu!" ucap Kinan menunjukan aura kekelamannya, memang ia tak menunjukan rupanya, tapi ia tahu, apa saja yang mengincar suaminya.
"Tapi! kau harus siapkan hati karna Gebrakan besar Suami iblismu Kinan!" sambung Renata yang berpenampilan sama seperti dua saudarinya ini.
"Aku tahu! dia hanya menunggu waktu yang pas menyingkirkan para Sampah Masyarakat itu!" ketus Kinan lalu melangkah pergi mengikuti jejak suaminya.
"Gea!"
"Hmm!"
"Kau bantu Asisiten Dion! dia pasti pusing mengatur bukti dari kejahatan kelompok penipu itu!"
"Baik!"
Gea menghilang seiring dengan angin yang mengikutinya, sekarang tinggalah Renata yang melangkah seiringan dengan wanita cantik ini.
"Sampai kapankau akan menyamar?"
"Sampai waktunya tepat! aku hanya ingin suamiku melakukan pekerjaannya terlebih dahulu, banyak hal yang harus aku selesaikan!"
Renata hanya mengangguk lalu menghilang bersamaan dengan tubuh indah itu, rencananya akan dimulai saat wanita itu mulai bergerak menjebak Exell.
....
"Apa yang kau cari Boy?" tanya dady Arkan yang bingung melihat Gebriel yang seperti kehilangan sesuatu, sedari tadi pria itu celingak-celinguk didalam kamar dan menyusuri setiap jalan di Mashion yang pernah ia lalui pagi tadi.
"Itu dad! apa kau melihat Kartu nama khusus bagiku?"
Dady Arkan menautkan alisnya bingung, Kartu nama Khusus? oh shitt..ia baru ingin itu adalah Card khusus yang dimiliki setiap petinggi Perusahaan seperti mereka.
"Entahlah Boy! dady rasa belum melihat Cardmu! atau..!" Dady Arkan berbalik menoleh pada Sang istri yang sedang berbicara dengan Maid dibelakang sana.
"Sayang!"
"Yah!"
"Kau melihat Card khusus punya Riel tidak?" Momy Chalista menggeleng-geleng seraya mendekati mereka.
"Memangnya kenapa?"
"Cardku hilang Mom!" jawab Gebriel frustasi, bagaiamana tidak? dengan kartu itu, semua orang akan bebas melakukan apapun atas namanya dan Perusahaan, bahkan, bisa-bisa namanya yang dijual oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab nantinya.
...
Vote and Like Sayang..
__ADS_1