Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Awas kau sayang!..


__ADS_3

Mulut para Manusia nyaris terngangak itu terbuka menatap tak percaya akan apa yang sedang melangkah membelah keramaian dilapangan luas nan dikelilingi anak-anak Gunung Syuhan dengan Pepohonan ribun yang terawat rapi.


Para Panetia acara besar itu berkeliaran menata tempat dan deretan para Model yang sudah Standbay ditempat Penyambutan, dari Produser hingga para petinggi Perusahan-Perusahaan yang perlahan turun menyapa para Mansia yang menyabut mereka dengan hormat, bentangan Karpet merah itu terlentang panjang menuju panggung besar yang megah sebagai Pembukaan Event ini.


"Selamat datang Mr Hans Dieaze!" sanjungan Host yang menyambut kedatangan para orang penting ini, mereka sungguh gila menatap semua para Pengusaha kaya raya diberbagai penjuru dunia berkumpul kemari.


Namun, Perhatian mereka tak teralihkan dari Sosok sempurna yang baru saja datang dengan deretan Mobil Mewah yang mengawalnya, kaki jenjang nan kokoh itu menjulur keluar dari Peraduan megah itu.


Pekikan mereka histeris seakan Sosok ini adalah sang malaikat yang turun menebar pesona yang luar biasa besar membuat mereka tak bisa mengedipkan mata dengan mulut yang berdecak kagum.


"Selamat Datang Presedir Mohana!" sambut mereka membungkuk hormat sebagai salam pertemuan dan sanjungan, Netra Elang biru laut yang memikat itu hanya menatap datar semua deretan para Manusia yang begitu cantik khas seorang Model, kesunyian itu tiba-tiba melanda saat kaki jenjang nan kokohnya menapaki Red Karpet yang seakan begitu berwibawah mengimbangi Kharisma Pangeran yang memijakinya.


Mereka menahan nafas saat Tubuh gagah itu melewati pandangannya dengan menyerbakan aroma Maskulin yang membuat bagian intinya berkedut basah membayangkan betapa perkasanya bagian yang begitu sempurna ini.


"Akhirnya anda datang juga Presedir Mohana!" Mr Hans menyonsong kedatangan anak muda ini, ia memang pria tua yang memiliki industri Entertainment disini.


"Kau selalu memukau Presedir!" puji Tuan Nias dan juga Tuan Nhicolas yang baru datang lansung terperangah melihat tatapan penuh damba yang tertuju pada Presedir Mohana ini.


"Kalian juga sama!" balas Exell basa-basi, ia hanya diam dengan wajah datarnya seakan semua Bidadari yang menatapnya kagum itu hanya manekin hidup yang merusak mata.


"Presedir! silahkan tempati kursi Kalian!" Suara Host berkumandang dengan penuh kehati-hatian, semua manusia disini sangatlah berkuasa dan punya kharisma yang kuat, apalagi Tubuh gagah pria Muda itu, ia tak kuat menatap lebih lama wajah tampan dengan Netra biru tajamnya.


"Baiklah! acara ini sebentar lagi akan dibuka, para Tamu dan Juri penilaian sudah berada ditempatnya masing masing! Kali ini,kata sambutan dari Miss Hanna Ramesley yang akan membagi pengalamannya pada kalian!"


Mereka sungguh tak bisa berkata-kata akan Bidadari cantik yang melenggokan pinggang rampingnya dengan Gaun Sexsi yang mengeksplor bentuk pinggang dan kakinya leluasa dinikmati mata.


Mantel hangat itu melekat ditubuh semampainya yang terkesan Elegan dan sangat berkelas.


"Selamat Sore para Peserta Event yang terhormat! saya hanya bisa berkata, Tidak ada Kemenagan yang digapai dengan mudah! tentu kalian tahu bagaimana perjalanan hidup Orang Sukses dengan kerja keras bukan!"


Miss Hanna menyampaikan cerita hidupnya dengan lancar dan halus, suaranya juga membuai membuktikan bahwa ia sudah terlatih dalam bidang Permodelan dan tentunya sukses.


"Presedir Mohana yang terhormat!" suara membuai itu mengalun ditelinga mereka lembut, tapi tidak dengan Exell yang hanya menyebarkan aura intimidasi dari tubuhnya, ia hanya menatap datar Miss Hanna yang sedang memuji jalan hidup dan kejayaannya saat ini.


"Lihatlah! siapa yang tak mengenal Presedir Mohana yang sangat dinantikan kehadirannya diacara apapun oleh kalian bukan? jadikan dia contoh untuk menunjang keberhasilan kalian!"


"Cihh! dasar bermuka dua!" batin Asisiten Dion dengan wajah yang masih sama, ia berdiri dibelakang kursi Tuannya dengan tatapan yang begitu datar seakan tak menghiraukan pembicaraan Miss Hanna.


"Kapan acara ini berlansung?"


"2 jam lagi Tuan!"


"Kita pergi 10 menit lagi!" Asisiten Dion mengangguk, begitulah Exell yang tak ingin berlama-lama dengan dertan acara yang tak penting ini, ia sedari tadi mengecek Ponselnya yang tak kunjung berdering, padahal ia menantikan Bidadari Moleknya yang sudah dari pagi ia tinggalkan.


Namun, seketika tubuh Exell meneggang saat satu aroma wangi yang sangat ia hapal masuk kedalam indra penciumannya, matanya liar mencari objek yang menyerukan aroma khas yang hanya dimiliki satu wanita ini.


"Kinan!"


batin Exell bingung, jantungnya juga berdebar kuat dengan rasa gelisah yang menyeruk didalam rogngga dadanya, Netra birunya menatap deretan Model yang mulai krasak-krusuk kepedean saat Exell melirik mereka dengan mata yang seperti mencari-cari.

__ADS_1


"Presedir menatapku!"


"Dia juga melirikku!"


"Dia jatuh cinta padaku!"


Bisikan mereka hiteris membuat sang empu yang tepat berada belakangnya mengepalkan tangannya erat, Masker yang menutupi wajah cantiknya serta pakaian tertutup panjang dengan Mantel Coklat serta syal yang senada dengan sepatu Bootsnya yang tertapak dilantai yang berhias salju ini.


"*Tahan Kinan!"


"Dia menggelikan! aku ingin membunuhnya!"


"Shitt! ini resikonya, kau jangan sampai ketauan*!"


Gadis berpakaian tertutup itu masih diam dengan tangan yang terkepal kuat, tatapan Model lain juga aggak aneh dengan Model satu itu, bentuk Tubuhnya sangat berhasrat dan khas, dari lekukan indah dibalik Pakaian tertutup itu saja sudah tak bisa dibayangkan apa yang tersembunyi didalam sana.


"Hello Miss!" sapa Miss Mirayuana yang menatap kagum lekukan Tubuh cantik ini, celana Jeans hitam yang melekat itu tampak sangat memukau dengan kaki jenjang dan bokong bulat yang dibalut Mantel Cesual itu.


"Hello!" Miss Mirayuana terperangah merasakan kulit lembut halus itu menerpa tangannya, apa yang dipakai wanita ini? Tangannya sangat lembut dan halus! Inner Beatuy yang terpancar dari balik masker itu begitu memikat dengan Netra indah yang memukau.


"Kinannn!"


Wanita itu tersadar dari bincang-bincangnya karna pekikan Renata diseberang sana, ia tercekat saat Netranya malah berbenturan dengan Netra biru Elang penuh gejolak merindu itu.


Degg..


"Habislah aku!"


"Nona!" panggil Panetia yang disuruh Presedirnya memanggil Kinan yang tiba-tiba hilang didalam kerumunan rapi ini, ia juga bingung Kenapa?


"Kemana dia?"


"Aku tak tahu! kenapa Presedir meminta Model itu?"


Panetia Pent hanya menaikan bahunya bingung lalu memberitahu anggota Exell yang sudah mengepung tempat ini.


"Tuan! dia sudah masuk didalam Kerumunan Model lainnya dan menghilang Tuan!"


Exell menganggukinya datar dengan wajah yang kembali seperti biasa seakan tak terjadi apapun, sedangkan hatinya sudah bergetar menatap Netra indah yang membuatnya tak tenang begini.


"Tuan! Nyonya pergi mengunjungi Kerajaan, Tuan!" Asisiten Dion baru saja menerima laporan dari anggota lainnya saat ini.


Exell mengepalkan tangannya erat, wanita itu sama sekali tak mengabarinya, apa sesulit itu menelfonnya, setiap ia menghubungi Momy Chalista, maka Kinan pasti tak ada disana.


"Awas Kau Sayang!"


Batin Exell geram, selepas dari sini, ia akan memberi pelajaran bagi wanita cantik itu, dadanya sudah sesak menampung gejolak rindu tapi dia malah keluyuran tanpa mengabarinya.


....

__ADS_1


"Tolong Kinan!" pekik Kinan lansung meloncat masuk kedalam kamar Renata yang sedang berbicara dengan seseorang, wajah cantik Bidadari Molek ini tampak pucat bukan karna kedinginan karna salju, tapi takut akan amukan singa liarnya.


"Kau ketahuan?" Kinan menggeleng lemah dengan netra indah yang cemas itu, ia melepas Mantel dan Bootsnya sembarang dengan Masker yang sudah hilang entah kemana.


"Dia akan menyelidikinya Renat hiks hiks! bagaimana ini?"


"itu salahmu! sudahku bilang jangan menemuinya sekarang, tapi kau ngeyel! maka tanggung resikonya sendiri!"


"Tapi Kinan tak tahan berjauhan dengan Ell!" rengek Kinan memeggang lengan Renata yang jengah.


Sungguh, bagaimana bisa Pria Tampan itu tahan dengan sifat manja Kinan yang berkalilipat membeludah saat hamil begini, apalagi wanita ini sangat keras kepala dan pembangkang.


"Kinan! aku bukan suamimu yang kau suruh-suruh begini, kepalaku sudah pusing dengan Kau yang merengek terus!"


"Tapi El suka Kinan begini!"


"Karna otaknya sudah kau telan! haiss..menyesal aku mengikuti kemauanmu!"


"Huaaa hiks hiks! Kau bantu aku!"


"Tidak mau!"


"Kauuu...!"


Gea menganggukinya membuat Kinan kembali berbinar lalu menyambar camilan yang terus dibawa wanita cantik itu sejak hamil, ia sekana berubah menjadi anak kecil yang merindeukan ibunya.


"Renat!"


"hmm!"


"Kapan malamnya disini?"


"Sebentar lagi! ini baru jam 6, kau bisa bersih-bersih dulu, nanti baru Makan..aahhh Kinannnnn!" pekik Renata saat melihat Kinan yang mengotori Mantelnya di punggung sofa sana dengan remahan Camilan kering itu.


"Ada apa?"


"Kau sudah 3 kali merusak barang-barangku!" kesal Renata ingin sekali mencabik wajah polos nan cantik wanita ini. Gea hanya mengulum senyum geli akan Kelakuan Kinan yang sungguh membuat siapa saja Naik pitam kecuali pangeran Tampan itu.


"Nanti Kinan beli tokonya!" delik Kinan merotasi malas melihat Renata yang pemarah, ia melempar sampah bungkusan camilannya kewajah panas wanita itu seraya melangkah kekamarnya sendiri.


"Kinannnnn!" teriak Renata sudah kepalang geram menyusul Kinan yang menutup pintu kamarnya rapat.


Brakk..


"Buka! Buka..kau jorok! Putri Mahkota sialannn!"


Gea tanpa sadar menitihkan air matanya haru, seandainya ia tak berbuat jahat pada wanita itu? seandainya ia tak mengikuti obsesi dan bujukan Momynya, ia tak akan begini,


Alangkah bahagiannya kehidupan dirinya mempunyai Saudari-Saudari tulus seperti mereka, tanpa persaingan dan rasa iri yang menggelapkan hati dan pikiran...

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang


__ADS_2