Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Penggosipan..


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu itu telah tiba, semua dekorasi yang luar biasa megah itu terpancar nyata dipenglihatan siapa saja tamu yang menatapnya.


dengan kilatan lampu yang berkemilau bersamaan dengan hiasan nuansa Golden yang terlihat Berkelas dan Moderen Klasik. inilah acara besar pertemuan berbagai pengusaha yang terkenal dengan Exsistensi mereka yang telah merajai Dunia Bisnis saat ini .


Itulah Comersz Business Kinders atau CBK yang yang selalu diadakan tiap tahunnya, Penggalangan besar dengan acara yang di pimpin Owner ternama yang menghiasi malam gemerlap ini dengan Nuansa yang begitu glamor.


"Selamat datang Tuan Tuan !" suara Host yang berkumandang dengan sangat lantang menyapa tamu tamu undangan yang begitu istimewa malam ini. bagaimana tidak? Pengusaha dan Pembisnis dari berbagai negara datang menggandeng pasangan mereka masing masing.


"Silahkan menuju Tempat yang telah kami persiapkan!"


Mereka kembali berkrasak krusuk menempati semua arahan yang telah dipersiapkan. namun semuanya riuh saat melihat Berbagai Pria Pria Tampan yang berjalan di atas karpet merah yang begitu mewah.


"Selamat datang Tuan Amers!" sambut Tuan Nias yang menjadi penanggung jawab acara besar ini. mereka saling berangkulan menunjukan keakrapan yang terlihat akur tapi percayalah, Persaingan Bisnis masih terjalin sempurna meski wajah bertopeng ramah dari mereka.


"Acara yang semangkin mewah!"


"Yah! ini semua berkat kerja sama Tuan Mohana dan keluarganya hingga membuat Peretemuan pesta yang begitu megah setiap tahunnya!"


"apa dia masih Memimpin?"


Tuan Nias terdiam sejenak, ia tahu Tuan Amers Benggala merupakan saingan Bisnis dari Tuan Muda Mohana, entah seberapa kuat persaingan mereka hingga publik pun tak bisa mengendus jejak para Pria berkuasa ini.


"Yah! Siapa yang bisa mengalahkannya Tuan Amers! kau pun tahu apa Resikonya bermain dengan Pangeran arogan dari Keluarga Mohana itu!"


Tuan Amers mengepalkan tangannya kuat, wajah tampannya menyiratkan ketidak sukaan akan pujian yang dilontarkan Tuan Nias, memang ia akui Pria Tampan berjuta pesona itu selalu melangkah maju membuat ia kualahan untuk menjatuhkannya. tapi, ia tak akan menyerah hingga Gelar The King Of Business ia dapatkan dengan puncaknya.


Suara riuh didepan sana terdengar gila saat menyambut kedatangan Modeling dengan Citra menggoda itu berlenggak lenggok menunjukan Tubuh yang luar biasa menggoda itu.


banyak pasang mata yang menatapnya penuh damba hingga mata mereka tak bisa terlaihkan dari wanita yang terlihat memukau itu.


"Miss Renata Sinmart!" pekik Mereka girang mengiringi langkah elok wanita ini dengan senyuman yang misterius.


"Kau menjadi bintang Net!" ucap Lila yang telah direkrut menjadi asisten Renata sejak lama. Renata menyunggingkan senyum ganjilnya dengan berjuta pesona yang membuat mereka tak bisa mengalihkan tatapan penuh hasrat pada gaun pesta yang ketat penuh dengan tonjolan itu.


Tak lama setelahnya, Keriuhan terjadi dengan kedatangan 4 Mobil Pininfarina Sargio Ferari berwarna hitam yang begitu mengkilap dengan kesan mewah yang begitu kental.

__ADS_1


Jepratan kamera para wartawan disana begitu Exited menyambut kedatangan para Manusia bermerek mahal ini. dengan keriuhan mereka begitu pulah para Pengawal Keluarga terpandang itu berderet menyambut Tuan dan Nonya besar mereka.


"Wowwww!"


"Sempurnaa!"


"Ini yang kami tunggu!"


Teriakan kekagguman itu muncul dengan begitu histeris saat melihat deretan Pria Pria Tampan yang menggandeng para wanita mereka mesra.


Merekalah anggota Keluarga Mohana yang tampak bersinar malam ini dengan pesona yang luar biasa.


"Tetap jaga wanita kalian!" ucap dady Arkan yang tak percaya dengan keramaian ini. ia sungguh malas pergi kalau bukan paksaan dari istri cantiknya ini. mereka semua kembali melangkah dengan Pesonanya masing masing, apa lagi para remaja yang digandeng pasangannya masing masing itu membuat mereka sungguh iri.


"Kalau kakak ipar pergi! pasti mangkin seru!" bisik Serly ketelinga Gebriel yang ia belit lengannya, begitu juga dengan Vina dan Jordan yang bergandengan menyebar senyum memikat mereka.


"itu keputusan El! bagaimana bisa kita membantahnya!" ucap Gebriel yang juga merasa tak bersemangat, ia juga menantikan kedatangan gadis mempesona itu, alangkah bahagianya ia melihat bidadari Surga itu keluar dari peraduannya membuat jiwa siapa saja meronta ronta.


"Selamat Datang Tuan dan Nyonya Mohana!" sambut Tuan Nias ramah dengan senyumannya yang kagum akan paras yang cantik dari Momy Chalista, tapi tentu saja ia tak bisa menatap lama karna hawa dingin peperangan dari tubuh Pria paruh baya yang tampak gagah ini.


Tuan Amers merasa bahagia saat tak melihat Pria Tampan arogan itu, ia bisa menguasai malam ini tanpa pujian dari mulut orang lain pada Seorang Tuan Muda Mohana yang begitu digillai banyak wanita terutama Exell.


"Dia ada urusan lain!" ucap Dady Arkan dingin membuat mereka meremang, Pria ini begitu sama dengan Putranya, mungkin mereka satu paket, Pria tampa exspresi dengan wajah datar yang hakiki.


"Wahhh! Dia lebih memilih urusan lain dan mengabaikan Acara besar ini ya! Cukup mengesankan!" ucap Tuan Amers meninggikan suaranya supaya para Tamu undangan yang ada disana mendengar hingga membuat Citra buruk bagi Keluarga Mohana.


"Aku rasa itu urusan yang sangat penting hingga mengabaikan Gelar sebagai King Bisnis di sini, Cukup menarik!"


Mereka semua mulai berbisik bisik membuat anggota Keluarga Mohana geram bukan main. Dady Arkan menguatkan pelukannya kepinggang sang istri mencoba menahan amarah yang meluap.


"Dia hanya memiliki tanggung jawab lain dengan urusan Pribadi yang Urgen, kau tentu tahu Tuan Muda Amers, karna kau juga seorang pembisnis!" ucap Nyonya Chalista merasa tak terima dengan kata kata menyinggung Pria Tampan ini.


"Sebaiknya kau urus urusanmu Sendiri! jangan biarkan air yang tenang malah menghanyutkan mu ke lubang yang dalam!" ucap Dady Arkan dingin membuat Amers terdiam bungkam, rahangnya mengetat melihat anggota keluarga Mohana yang sudah berlalu pergi ke tempat VIP yang telah disediakan.


"Sudah kubilang Tuan! jangan mencari masalah jika kau tak ingin mendapat masalah!" ucap Tuan Nias menepuk bahu Tuan Amers yang menahan geram.

__ADS_1


yah, usianya dan Exell memanglah sama, mereka satu Kulliah dengan persaingan dari sejak lama. tentu saja ia tak akan mudah mengalah dari Pesona Exell yang tak terbantahkan.


"Ini kesempatanku untuk menjatuhkan Pria arogan itu!" gumam Amers menyeringai licik melihat Podium yang telah berdiri megah diatas sana.


Dady Arkan menggertakan giginya melihat Amers yang naik keatas Podium dengan wajah tampan yang tampak berkharisma membuat pekikan kekaguman dari pada gadis di meja seberang sana.


"Tuan dan Nyonya sekalian! Bisa saya minta perhatiannya sebentar?"


Mereka saling pandang bingung, lalu melangkah duduk diam dengan mata yang fokus keatas Podium itu.


"Bukankah acara ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antar Pembisnis?" tanya Amers yang diangguki mereka, Seringaian keji itu muncul membuat Serly dan anggota keluarga lainnya geram.


"Lalu kemana Raja yang kita tunggu untuk menjadi bintang malam ini?"


Ucapan Pria itu kembali menuai Kontropersi dikalangan manusia disana, para wartawan yang sedari tadi mengintai pun tak ketinggalan untuk mengabadikan Monment berharga sekaligus menuai gaji besar dari atasan mereka ini.


"Memangnya Kemana Tuan Muda Mohana?"


"Apa dia lari dari tanggung jawab?"


"Benar juga! Dia kan King Business, seharusnya ia menyampaikan pepatah kata diatas sana!"


"Apa dia lebih mementingkan urusan lain dari pada acara yang hanya digelar satu kali dalam setahun ini?"


"Tahun Tahun sebelumnnya dia juga tak datang!"


Desas desus yang membuat telinga Keluarga Mohana panas, namun mereka kembali bungkam saat melihat tatapan tajam Dady Arkan yang menohok tajam.


"Tuan Arkan Mohana yang terhormat! Bukankah kau ayahnya, Sekarang dimana Putra mu?"


"Lancang Sekali Mulut Mu!"


Suara Berkharisma penuh Tekanan itu menggelegar diarah pintu masuk sana, mereka sungguh lemas dan teggang melihat tatapan Netra biru yang tajam dengan aura kekelaman yang nyata membuat kaki mereka lemas tak bertulang.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang...


__ADS_2