Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Pembalasan Exell..


__ADS_3

Langkah kaki jenjang itu terdengar pelan dengan kehati-hatian yang penuh, ia melirik satu ruangan yang gelap namun tersimpan misteri yang membingungkan dan juga tertutup rapat , ia menoleh pada Asisiten Dion dan Gea yang menatapnya diambang pintu penginapan sana, namun, mereka hanya menaikan bahunya tak tahu apa apa.


"Sayanggg!" Kinan tercekat saat suara desahan Nikmat itu begitu bersenyayu ditelinganya, Netranya tak bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan Pria itu didalam sana.


"Tu..Tuan saya..!"


Brakk...


Kinan lansung mendobrak pintu penginapan itu dengan keras, dadanya sudah bergemuruh panas mendengar suara sialan itu mengalun membuat dadanya sesak, lampu itu menyala terang.


Degg...


Alangkah terkejutnya Kinan melihat sang empu yang sudah mengerang-ngerang itu sedang memacu didalam selimut dengan desahan Nikmat itu, air matanya luruh dengan tungkai yang lemah.


jiwanya seakan hilang bersamaan dengan rasa sakit yang menusuk dadanya, Kinan menunduk tak sanggup melihat apa yang sedang bergumal didepan matanya.


"Kinan!"


"Tutup pi..pintunya!" lirih Kinan dengan suara bergetar,Gea hanya patuh tanpa melihat keatas ranjang sana, ia menutup pintu kamar tamu itu meninggalkan Kinan yang menagis terduduk didalam sana.


"Sayang! hmm!" Exell begitu menikmati permainannya didalam selimut sana, tanpa memperdulikan Kinan yang sudah ingin mati mendengar semua itu.


"Tu..Tuan!"


"Cukupppp!" bentak Kinan tak tahan lagi, ia berdiri lalu tumbang kembali karna tubuhnya yang sudah lemah dan kurang istirahat sejak tadi, dan sekarang malah dihadapkan dengan Pergumulan suaminya dengan wanita lain.


"Akhhh Sayang !"


"Ell hiks hiks! Sudah..Aku..Aku tak kuat hiks hiks!" isak Kinan tersandar kedinding kamar tamu itu, matanya sudah semabab dengan guratan yang sangat memilukan.


Tangannya gemetar mengeluarkan botol kecil yang tadi ingin ia berikan pada pria itu jika memang terkena jebakan dari Hanna, tapi..


Hiks hiks! Tuhan ..kenapa ha? kenapa kau malah membuat hidupku hancur!


Jeritan batin Kinan membeludah dengan rasa luka dan kesakitan yang teramat, adakah yang tahan melihat suaminya sendiri sedang bergumul dengan wanita lain? sungguh..ini membuatnya ingin mati.


"Akhhhmm Sayang!"


"Exelll! Hentikan hiks hiks! Hentikan brengsekkk!" bentak Kinan melempar Vas bunga yang ada disampingnya ke arah selimut yang bergoyang itu.


Bugh..Bugh...


Exell menerima lemparan disetiap perabotan kamar itu, belum lagi dengan angin yang berhembus kencang menerbangkan Tirai-Tirai kamar tamu dengan jendela balkon yang terbuka.


Whusss...Prank...


Kinan memporak-porandakan kamar ini dengan sangat mengerikan, ia tetap menagis dengan tangan yang terkepal erat, sudah Cukup! ini sangat sakit..aku tak tahan lagi melihat kalian!.


"Kau tega padaku Exell hiks hiks!" isak Kinan lalu memejamkan matanya ingin menghilang tapi tangannya malah ditarik oleh seseorang.


Srettt..Grepp..


Tubuh lemahnya malah didekap erat oleh tubuh gagah yang sudah bertelanjang dada, ia meronta-ronta dengan keras merasa jijik diperlakukan seperti ini.


"Lepass! Kau brengsekk hiks hiks, lepasss!" teriak Kinan dengan isak tangis memilukan itu, ia memukul-mukul dada bidang Exell untuk meluapkan rasa sesaknya.


"Lepasss hiks hiks! Aku ..aku tak menyangka kau hiks kau! Kakak hiks hiks! lepaskan aku..Kakak Adres hiks hiks!" teriak Kinan


Cup...

__ADS_1


Exell lansung menyambar bibir ranum itu kuat menekan bibirnya masuk kerongga mulut wanita itu, ia tak membiarkan Kinan lepas dari belitan tangan kekar itu, ia menekan kuat tubuhnya menghapit tubuh molek Kinan yang meronta-ronta dipelukannya.


"Akhmmm!" geraman Kinan ingin lepas, tapi kuncian pria ini sangat kuat membuat ia tak bisa bergerak sama sekali. Perlahan Exell mulai menghisap lembut bibir kenyal itu dengan tangan yang mengelus punggung istrinya lembut menyalurkan rasa nyaman dan tenang.


Sesat mereka diam dengan nafas yang memburu, Netra keduanya saling tatap dalam dengan Netra indah Kinan yang penuh luka dan rasa sakit, air mata wanita itu masih mengalir dengan deras.


"Sayang!" Kinan menolehkan wajahnya kesamping tak mau menatap wajah tampan suaminya yang menuai luka untuknya, dengan kasar Kinan mengusap bibirnya kuat membuat Exell terkejut.


"Heyyy! Kinan Sayang kau..!"


"Brengsekk! kau menjijikan hiks hiks!" geram Kinan dengan mata yang sembab akibat menagis, ia masih mengusap bibirnya kasar hingga memerah melepuh.


Grepp..


Exell menagkup pipi basah itu dengan lembut, membuat Kinan kembali menagis dengan pilu menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya yang polos dengan tangan terkepal menahan amarah.


"Kenapa ha hiks hiks? A..apa kau bosan denganku? kau tak puas dengaku? kau bisa bilang Exell hiks hiks! aku bisa pergi tanpa harus...!"


"Suttt! Sayang, kau kenapa jadi sensitif begini hmm?"


"Kau bilang sensitif ha?kau tak berfikir tentang apa yang kau lakukan ha? dasar pria bajingan!" bentak Kinan menyala-nyala membuat Exell mengulum senyum geli akan kemarahan Istrinya.


ia hanya mengerjai wanita ini, tapi ia tak menduga kalau reaksi Kinan akan semarah ini, bahkan sangat menakutkan dari yang ia pikirkan.


"Hmm Memangnya apa yang ku lakukan Sayang?" tanya Exell dengan santainya memangku tubuh Molek itu dengan wajah bodohnya yang menggemaskan.


"Kau..!"


"Apa? memangnya aku kenapa hmm?" Kinan tersentak kaget saat tak ada Wanita didalam selimut ini, ia melihat keseluruh sudut kamar ini, tapi ia tak menemukan Mahluk yang namanya wanita selain dirinya.


"Awas kau!" geram Kinan masih dengan wajah menakutkannya dan sekugukan sesak itu seraya turun memeriksa kamar mandi dan juga Balkon, ia sangat menyelidik hingga ke bawah ranjang pria itupun ia cari.


"Kemana dia?"


"Apanya?"


"Kauu!" geram Kinan bukan main, Exell malah mengulum senyum geli melihat ekspresi wajah istrinya yang terlalu menggemaskan menggelitik hatinya.


"Sayang! kau ganas sekali sekarang ya?" gemas Exell masa bodoh, ia malah menarik tubuh molek itu keatas tubuhnya dengan kedua kaki Exell yang mengunci tubuh indah istrinya.


"Kemana kau sembunyikan dia?"


"Apanya?"


"Exell! kau jangan main-main!" pekik Kinan merasa Exell terlalu santai. pria ini seperti tak melakukan apapun sama sekali,


"Aku hanya Main disini saja!" Exell memeggang bagian inti istrinya dengan gemas, kapan lagi ia bisa mengerjai wanita cantik ini kalau tak sekarang?


"Singkirkan tanganmu!" ketus Kinan memeggang tangan nakal suaminya yang membelai dibawah sana.


"Sayang! kau melihat apa? aku sendiri disini!"


"Dimana wanita itu? tadi aku mendengar suara sialan kalian itu!" geram Kinan menatap tajam Exell yang tenang dengan wajah tampan itu, ia malah kembali menyelumbungi dirinya dibalik selimut sana.


"Exellll!"


"hmm!"


"Baiklah! kau memang ingin jalan ini kan?" geram Kinan lalu turun dari ranjangnya dan bersiap pergi tapi suara itu kembali berbunyi.

__ADS_1


"Tu..Tuan! hmm!" Kinan berbalik, ia melotot melihat apa yang dilakukan suaminya.


"Ellllllll!" teriak Kinan keras lalu meloncat ketubuh pria itu, Exell tertawa geli menggelitik menunjukan rekaman ponselnya.


"Akhh Sayang! hmm!" ejek Exell kembali menunjukan desahannya membuat Kinan naik pitam bukan main.


"Elll hiks hiks! kau tega sekalii!"


Bugh..Bugh..


Kinan memukuli wajah Exell dengan geram, Pria itu hanya tertawa geli menghindari hantaman benda empuk itu.


"Sudah sayang! kau bisa lelah nanti! hahaha sudahlah!"


"Cihh! Dasar Keladi!" ketus Kinan sinis, ia masih duduk diatas perut suaminya dengan jaket yang sudah lepas meninggalkan Tengtop yang membalut tubuhnya, dada bulat sekang itu tampak membusung dengan celana Jeans yang masih melekat.


Pugh..


"Ell! jangan tepuk-tepuk!" rengek Kinan saat pria itu malah menepuk bokongnya gemas.


"Kenapa pakai celana ketat begini? kau itu sedang hamil sayang, Babynya bisa sesak!" protes Exell dengan alasan yang tak masuk akal, bilang saja Cemburu melihat bentuk tubuh sempurna istrinya dilihat orang lain.


"Terserah! Darimana dapat rekaman suara wanita itu?" Kinan menyambar ponsel suaminya lalu mengecek rekaman itu ulang.


"Ituku ambil saat pelayan tadi mengantar makanan! aku menyuruhnya mengantar makanan itu kepenginapan Tuannya!" ucap Exell seraya membaringkan tubuh istrinya karna ingin melepas celana ketat ini.


"Tuan siapa?"


"Mustahil kau tak tahu Penguntit gelap!" ketus Exell masih terselip rasa geram akan kelakuan wanita ini.


"Marahnya nanti saja El! haiss..jangan bilang Ell..!"


"hmm! dia yang mengirimnya, jadi biarkan dia yang memakannya!"


"El tahu?"


"Aku tak semudah itu mereka bodohi sayang" jawab Exell santai membuat Kinan menggeleng-geleng, percuma ia mengambil benda disaku pria tadi.


....


"Kau saja yang rekam?"


"Kau saja! ini tugasmu!" dua Manusia itu sedari tadi berbantahan untuk merekam adengan panas dihadapan mereka ini.


"Akhh dad! hmm lebih cepat!" Gea bergidik jijik melihat Pria paruh bayah itu mengagahi anaknya sendiri, rencana Pria Tampan itu sangatlah licik dan kejam, berita ini akan mencengangkan Publik jika di bobol.


"Kau jangan terhanyut!" kesal Gea saat Asisiten Dion malah melamun menyaksikan adengan Terlarang itu, Gea menggengam tangan pria itu karna Asisiten Dion juga akan ikut menghilang sesuai arahan tubuh Gea.


"Ma..Mana ada!" Elak Asisiten Dion gugup, ia laki-laki normal, tentu ia aggak terhipnotis dengan pergumulan ganas itu membuat Gea bergidik.


"Ingat titahan Nyonya dan Tuanmu! kau bisa dibantai nanti!"


"hmm!"


Mereka kembali mengabadikan Moment tak beradap ini, Gea beberapa kali mencubit dada bidang pria itu karna keseringan melamun.


....


Vote and Like sayang

__ADS_1


__ADS_2