Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Menguji iman dan Emosi..


__ADS_3

Mata mereka menatap tak berkedip pada Pria tampan yang sedang bergelut didapur utama sana dengan apron yang ada di tubuh Pria itu tanpa semangkin Berkharisma dan Cool.


"Putraku sangat Tampan!"


"Dia sama sepertiku Sayang! Selalu menggila kalau sudah mencintai!" jawab Dady Arkan memeluk Sang istri seraya mata mereka yang melihat kecekatan Exell dalam membuat makanan kecil untuk wanita yang baru semalam ia nikahi itu.


"Perlu bantuan El?" tanya para Dady itu pada Exell yang menggeleng masih fokus dengan Omlet telur dengan Sup yang ia buat sendiri, memang cukup sulit memasaknya tapi ia tak akan kalah hanya dengan masalah kecil ini.


"Biar dady bantu?"


"Tidak usah!" sewot Exell pada Dady Arkan yang ingin menggangunya. ia sama sekali tak percaya dengan tangan tangan Nakal dan jahil Para Pria ini.


apalagi Gebriel yang tampak tersenyum mengejek kearahnya, tapi Exell hanya acuh, ia tak memikirkan hasutan Setan sekeluarga ini.


"Dad! jangan di sentuh!"


"hanya mencicipi! kau Sensian sekali" goda Dady Arkan melihat Sup wortel yang dibuat oleh tangan kekar itu. ia salut dengan Kinan yang merubah Exell menjadi Pria yang lembut dan tentunya mau turun kedapur hanya untuk memasak makanan.


"Minta ini boleh?"


"Kak!"


"hanya sedikit! nanti ku kembalikan lagi!"


"Diam atau ku bakar mulutmu!" geram Exell pada Gebriel yang mendelik gerah lalu mengambil Sosis ayam yang ada disampingnya. ia memakan batangan itu dengan lahap dengan gerutuan kecil di mulutnya.


"Ell! ini sudah jam 2 siang, Kau mengurung Bidadarimu terlalu lama" Dady Johan memancing kemarahan Exell yang sudah mengangkat Sendoknya ke wajah Pria itu.


"Diam! dan jangan ganggu aku!" geram Exell pada mereka yang menaikan bahu acuh sana, Dady Arkan menatap Sup ini dengan ngeri, ia yakin rasa kuah ini akan membuat lidah kaku dan keram.


"Ini lebih dari Bomm!" ledek Dady Frank yang menatap geli Sup buatan Exell yang tampak mengerikan. Dady Arkan mengulum senyum geli melihat wajah masam putranya.


"Aku rasa Omletnya enak!"


"hmm!"


"ayolah El! jarang jarang kau begini, beri kami sedikit saja!" pinta Dady David yang aggak bernafsu melihat Omlet yang tampak ini. bagaimana Tidak? Exell harus bekerja keras memahami apa yang dikatakan Momynya tadi hingga ia bisa membuatnya dengan rapi. tapi, kalau untuk Sup. ia hanya mencari di internet saja.


"Bisa diam tidak!" ketus Exell tak suka beramai ramai begini. ia sudah pusing melihat Gebriel yang seperti kelinci memakan Wortel diatas pantri sana. belum lagi semua Pria disitu seakan akan ingin melarikan Omletnya ini.


"Ell! Sedikit saja!"


"Iya Boy! kau tega pada kami!"


"Ayolah Adik! secuil saja pun tidak, kau jahat sekali!"


Exell menggeram marah melihat wajah imut para mantan Mafia ini. ia menghela nafas kasar lalu menyeringai licik menatap mereka yang bersiaga.


"ambillah!"


"Benarkah?"


"hmm!"

__ADS_1


Saat mereka ingin mengambil Makanan itu Exell mengambil panci lalu sendok ditangannya.


"Momyyyyy! Momyyy dady menganggu kuu!" teriak Exell mengedor gedor Pancinya membuat semua pria itu kelagapan dan pergi jauh memberi bongkaman jauh ke pada Exell yang berdecih.


"Awas Kau Boy!" ancam Dady Arkan yang dengan cepat mengamankan diri dari singa singa betina mereka yang akan turun nantinya.


"Kau licik!"


"Kakak baru tahu!"


"Pergilah! Biar aku yang membereskannya" ucap Gebriel yang melihat dapur berantakan. Prinsipnya di Mashion ini, kalau ada yang membuat ulah maka bersihkan sendiri, kalau tidak terima saja omelan Momynya.


"Terimakasih!"


"hmm!"


Exell membawa nampan berisi air putih dan juga Masakannya itu, ia mentata dengan sangat rapi dan bersih.


"Siang Tuan Muda!"


"hmm!"


Mereka hanya menggeleng geleng melihat Exell yang tak berubah dengan sikap datarnya itu,tapi sekarang mereka sedikit lega karna ada Nona Mudanya yang selalu mendampingi Pria ini.


Pria Tampan itu sudah ada didepan pintu kamarnya, ia mendorong pintu itu yang hanya ia rapatkan saja tutupnya dengan kunci yang ada diProgram Ponselnya.


"Sayang!" panggil Exell masuk, matanya lansung menagkap sosok cantik yang sedang tiduran terlentang dengan Bathrobe yang masih melekat di tubuh molek itu.


"Ini?" Kinan mengangguk saat Exell menunjukan nampan makanan itu. Exell membantu Kinan untuk bersandar kekepala ranjangnya. ia mulai menyuapi wanita itu dengan telaten penuh kelembutan.


Yah.. mungkin kalau ada manusia yang melihat Pria ini sekarang, mereka akan terkaget bukan main. pasalnya, Siapa yang tak tahu Tuan Muda Arogan yang dijuluki Gay itu? Cihh..dia sangat terkenal sebagai anti wanita.


Mata polos nan indah itu menatap tak berkedip pada wajah Tampan suaminya ini. memang mulutnya menerima setiap suapan lembut penuh kasih sayang itu, tapi ia tetap saja tak bisa mengalihkan pandangannya.


"Jangan menatap ku seperti itu Sayang!hmm.. kau tahu apa yang kau pancing!"


Kinan terkekeh geli. segitu berhasratkah Pria ini padanya hingga ditatap begini saja sudah memercik api Syahwat itu? tentu saja iya. tatapan polos namun membuai tak bisa begitu saja dilewatkan bukan?.


"bagaimana rasanya?"


"apanya?"


"Makanannya Sayang! memangnya apa lagi?" gerutu Exell kesal. ia harus banyak mengelus dada dengan wanita mempesona tak menguji iman dan emosi ini. bisa bisa ia kejang kejang selalu dipolosi begini.


"Asin!"


Byarr...


Exell lansung mengeluarkan makanan yang masih dikunyah didalam Mulut Kinan, ia tak sanggup jika harus meracuni wanita ini dengan Masakan beracunnya.


"Elll! uhukkk!"


"Minumlah! Maaf Sayang, aku tak mau kau keracunan!" ucap Exell dengan suara merasa bersalah meminumkan air ke mulut Kinan yang tadi tersedak.

__ADS_1


"Tapi Kinan Suka!" renggut Kinan manyun ingin mengambil piring yang ditangan Exell tapi Pria itu dengan cepat menyembunyikannya.


"Tidak Boleh!"


"Ell! Kinan laper Sayang"


"Makan yang lainnya! ini tak baik untuk kesehatan!" rayu Exell mengelus pipi lembut Kinan yang mengembung, walau bagaimanapun ia lelah membuatnya tapi ia tak akan tega gadis ini memakannya.


"Tapi Kinan suka! Kan asin itu enak..cuman Supnya saja yang aggak asin tapi Omletnya enak!" pujuk Kinan yang memang sangat lapar dan tentu ia juga menyukai masakan dari tangan suaminya ini.


Exell menghela nafas berat. Bujuk rayuan istri polos mempesonanya ini mana bisa ia bantah. apalagi bibir menggoda itu sudah manyun menggemaskan dengan pipi putih yang kembung menunjukan pesonanya.


"Ini! tapi kalau tak suka tinggal buang saja Sayang, jangan dipaksakan!" ucap Exell kembali menyuapi Kinan, sesekali ia ia menjilati sisa nasi di bibir Kinan membuat Kinan terkekeh geli.


"Ell Tak kerja?"


"Elll!" panggil Kinan namun Exell hanya diam. Pria itu kesal dengan sang istri batunya ini tak ada Sayang Sayangnya. Baru saja tadi dia menyuruh memanggil gelar manja itu, tapi otak udangnya kembali lupa.


"Aku rasa kau pikun!" ketus Exell menjentik gemas telinga Kinan membuat sang empu seketika sadar dengan kesalahannya.


"El belum makan yah? maaf El..biar Kinan siapkan!"


Cup...


Kinan lansung terhuyung mendapat seragan mendadak sekaligus liar itu, ia menepuk nepuk pundak Exell yang mencumbu bibirnya rakus.


"Ehmmm!" berontak Kinan merasa bibirnya diraip kasar Pria ini. ia juga mulai kehabisan nafas untuk saja Exell dengan cepat melepaskan tautan mereka.


"Elll!"


"Mau lagi hmm?"


"Tidak mau!" jawab Kinan dengan wajah yang sudah memerah mengatur deru nafasnya. Exell menarik Kinan jatuh kepangkuannya dengan lembut, ia menjaga Selangkahan Sang istri yang masih rentan.


"Sayang! Dimana kata itu perginya?"


"Shitt! Kinan lupa" jawab Kinan tercengir menunjukan gigi putih itu, Exell menggeleng geleng saja. sebenarnya ia kelepasan tadi. tapi apalah daya, dia harus menahan amukan lahar itu.


"Sayang!"


"hmm! ada apa?"


"El Sayang tak Kerja! kan biasanya jam segini El Sayang ke Kantor?"


"Hari ini aku mau dirumah bersama Istri ku yang menguji iman dan Emosi ini!" ujar Exell bermakna menggoyangkan tubuh mereka kekanan kekiri dengan Kinan yang menyandarkan tubuhnya kedada bidang sang suami.


Mereka tak menyadari sepasang mata merah menyeringai licik menatapnya. guratan kemarahan itu terlihat nyata dengan aura yang membunuh.


"1 Minggu lagi! Nikmatilah Kebersamaan kalian karna saat itu. dia akan menjadi milikku!" geram wanita itu lalu menghilang dengan laksana angin yang menyusunnya.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2