Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Aku adalah dia! tapi dia bukanlah aku..!


__ADS_3

kaki jenjang yang bertopang tindih dengan sangat Elegan dan berkelas, aura keanggunan dari tubuh Sintal itu begitu memabukan bagi mereka yang melihatnya, tapi tidak bagi Pria Tampan bernetra biru yang sedang menatap wanita ini dengan kelam disertai wajah dinginnya yang tak terduga.


Mereka saling tatap dengan menohok, Exell tersenyum simpul saat Wanita ini tak sanggup menatapnya lebih lama dan dengan cepat menolehkan wajah kearah lain.


Sungguh. ia ingin sekali mancabik Tubuh ini. Bayangan dimana sang istri yang merintih sakit tadi saja membuat ia begitu naik darah.


"Kau terlalu angkuh Tuan!" Wanita itu menilai Sifat Exell yang begitu mempesona dengan Sikap angkuh, Sombong dan tentunya berkuasa, siapa yang sanggup menolak pesona Pria ini? Cihh..tentu saja Tidak. ini adalah sosok yang tak terbantahkan sama sekali.


"Kau ada hubungan dengan semua ini?"


"Tentu!"


Exell diam sejenak, ia harus berhati hati dengan Renata yang bisa saja membulak balikan Fakta yang ada dengan sangat licik, wanita ini sangat berbisa untuk dipercaya.


"Ayolah! Bisa kau bebaskan aku? aku tak terlalu berperan dalam Kisah Cinta mu!"


"Mahluk kecil yang menggemaskan!"


Renata lansung terbelalak kaget mendengar ucapan Exell. ia bangkit dari kursinya menatap Exell dengan sangat rumit. Darimana Pria ini mengetahuinya?


"Kau jangan bermain main dengan ku?" geram Renata pada Exell yang menyeringai licik. dia tak sebodoh itu hingga tak tahu kelemahan dari Wanita ini.


"Kau yang pertama mencari masalah denganku! jadi terima saja Konsekuensinya, akan ku sebarkan foto foto Bayi mu yang akan membuat Citramu di mata Publik menjadi buruk!"


"Jika kau lakukan itu maka kau sendiri yang akan sakit Tuan!" desis Renata mengepalkan tangannya erat. Sungguh ia tak terima dengan ancaman Exell yang akan berdampak pada rencananya nanti.


"Aku tak perduli dengan ucapanmu! yang jelas, Berikan informasi tentang Mahluk itu maka aku akan memikirkan itu lagi!" ucap Exell datar, ia ingin mengetahui semunya tanpa ada yang disembunyikan, rasanya ia telah terlalu terhina dengan kedatangan Mahluk hina yang menyerang keluarganya tapi ia tak bisa berbuat apa apa.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Kau terlibat dalam penyerangan istriku?"


"Yah!" mendengar itu Exell mengepalkan tangannya erat. Wanita ini memang benar benar ingin memancing jiwa iblis didalam dirinya.


Anggota Exell bungam menunduk gentar melihat tatapan Elang yang berubah kelam itu. mereka sungguh tak berkutik jika Pria ini sudah mengintrogasi dengan sangat menakutkan.


"Tapi, Dia bukanlah Milikmu!"


"Dia akan tetap menjadi Milikku walau itu harus menetang hukum alam!"


Mendengar itu, Renata tersenyum simpul lalu memejamkan matanya meresapi sesuatu yang selama ini ia jalani. Laksana angin dengan hembusan dingin yang terkadang bisa membuat siapa saja terlena dengan rasa segar yang menerpanya. namun, jangan salah jika angin segar itu juga bisa menjadi ancaman bagi Manusia.


"Awal yang salah akan berakhir mengenaskan!"


"Jangan membual Renata!" Geram Exell menggertakan giginya geram. rasanya ia ingin membunuh Wanita ini dengan begitu mengerikan, tapi ia masih belum puas dengan jawaban yang ia dapat.


tatapan Renata perlahan berubah sendu seperti kucing imut yang butuh perlindungan. anggota Exell dan Asisten Dion yang melihatnya pun terkadang timbul rasa iba padanya.

__ADS_1


"Kutum Bunga yang kau cabut dari tanah suburnya dan kau tanam ke lahanmu tak akan tumbuh dengan baik selayaknya ditanah pertama ia bernyawa, banyak yang berubah hingga membuat Bunga itu perlahan layu dan Mati dengan sendirinya!"


"Kau tak bisa berpatuah dihadapanku!"


"Kau terlalu angkuh dan percaya diri Tuan! Ingatlah, Kalian itu ibarat air dan pasir dipantai sana. Kalian bisa bersentuhan tapi tak bisa menyatu walau sedetik saja!"


"Cihh! Kau bisa membual dengan orang lain tapi tidak dengan ku!"


Seketika Renata menyeringai licik, wajah yang tadinya sendu berubah menjadi sebengis iblis dengan aura yang sangat menakutkan tapi bisa diredam dengan kehadiran Exell yang tak gentar sama sekali.


"Kau tak percaya hmm?"


"Kau terlalu mudah dibaca!" ucap Exell tak kalah mengibarkan bendera sengit yang mewarnai ruangan bawah tanah ini.


"Elll! Aku hanya menjalankan apa yang seharusnya dilakukan! Jangan membuat ia terinjak dan hina dengan berjalan ditempat yang salah!"


Exell diam membiarkan Renata bicara, tapi matanya sangat intens mengamati perubahan perubahan Exspresi wajah Renata yang kadang sangat membingungkan.


"Dia itu adalah aku! tapi aku bukanlah dia! dia itu cahaya yang jernih bening tak berdosa sedangkan aku Kegelapan dan aksi liarnya yang liar biasa! bantulah aku untuk mengembalikan dia Tuan!" pinta Renata pada Exell yang terlihat berkecamuk tapi tetap saja wajah Pria itu masih datar seakan tak terpengaruh.


"Siapa kau?"


"Aku sudah bilangkan! aku adalah dia, dan dia bukanlah aku. kami satu..tapi bukan aku yang mempin. Lepaskan dia dengan bebas setelah kau ikat dengan kuat, seperti layang layang yang putus tapi masih ada benag yang mengikatnya hingga bisa ditemukan siapa saja tapi masih terhubung denganmu! hmm?"


"Tuan Dia sudah gila!" ucap salah satu anggota Exell yang merasa omongan Renata sangat sulit dipahami.


Renata tersenyum mendengar ucapan Pria itu, ia tahu Exell mulai tahu tentang dirinya dan tentu Renata punya rencana lain untuk hal itu.


"Dia akan sakit! Jiwa nya akan pulang ketempat yang seharusnya, saat itulah Dia menjadi gadis yang tangguh tanpa rasa polos yang bisa kalian bodohi. Dia itu Putri seorang raja yang sangat Tampan, Dia adalah Dewi ku yang aggung, dia adalah simbol kesucian tapi juga lambang Kegelapan.!"


Renata mendekati Exell yang diam dikursi kekuasaanya, mata wanita itu berkilat tajam dengan aura nya sendiri,


"Kau percaya? Hahahaha Bodohhh!" Renata Tergelak puas dengan sangat senang melihat wajah linglung anggota Exell.


"Cinta? Cihh..Dia masih labil dengan itu. urusan hidupnya saja belum selesai. dan dia malah mengurus tentang Cinta!" gerutu Renata yang kembali pada lantai sana. Wanita ini seperti mempunyai dua jiwa, Keliaran , Kejahatan, Polos dan sangat kental dengan aura misterius.


"Kurung dia!" ucap Exell lalu melangkah pergi meninggalkan tempat ini. Renata sudah memberikan pernyataan yang terkadang silit dipercaya. Wanita ini terkadang sangat terlihat meyakinkan lalu kembali membuyarkan kesimpulan yang telah ia ambil.


"Pulang sekarang!"


"Baik Tuan!"


Asiaten Dion melajukan Mobilnya membelah malam yang dingin ini. ia melihat Tuannya yang sedang memijat pelipisnya di kursi belakang sana.


Ia akui Exell kuat menghadapi masalah apapun, termasuk masalah ini. otaknya saja sudah ingin pecah mendengar ucapan Wanita itu tadi, apa lagi mencari jalan keluarnya.


....

__ADS_1


Sedangkan di Kamar sana, Gadis cantik yang hanya memakai bera dan Daleman itu meliut diatas ranjang sana. ia meraba tempat disampingnya namun tak menemukan tubuh gagah yang biasa ia peluk penuh cinta.


"Elll!" gumam Kinan merasa aneh, tempat disampingnya sudah dingin menandakan sang empu sudah lama meninggalkan tempat ini. Kinan lansung bangun dari tidurnya, ia beringsut duduk dikepala ranjang dengan mata yang menatap Jam dinakasnya.


"Jam 5 subuh! tapi kemana El?"


"Elll!" panggil Kinan turun dari ranjang menuju kamar mandi. namun ia tak menemukan Pria gagah itu, hatinya mulai panik dengan lansung berlari ke Walkcloset.


"Ellll!" teriak Kinan menatap keseluruh sudut ruangan itu, namun ia tak menemukan sang empu yang biasa jam segini masih tidur mendekapnya.


"Kak!" suara Serly dari luar pintu sana membuat Kinan lansung berlari membuka pintu itu.


"Diamana El?"


Glek..


Serly lansung meneggang ditempatnya melihat penampilan Kinan yang sangat menggugah syahwat para Pria. wajahnya memerah membayangkan pergulatan yang dilakukan sepasang manusia sempurna ini.


"Kak! kau jangan membuat ku iri!"


"Memangnya kenapa?"


"Kau menunjukan Lekukan yang sangat indah dan membuat ku iri!"


"Ehh Maaf!" ucap Kinan lalu masuk dan memakai selimut diatas ranjang sana, Serly hanya berdiri didepan pintu sana meninggu Kinan yang melangkah kearahnya.


"Diamana El Ser!"


"Whattt? Kakak Pergiii?" pekik Serly terkejut lalu menutup mulutnya merasa suaranya terlalu keras, ia tadi kesini karna kebetulan lewat didepan kamar Kakaknya karna habis dari dapur untuk minum.


"Iya! El tak ada dikamar!"


"Memangnya Kakak tak memberikan itu?"


"Itu apa?"


"Yang biasa dilakukan saat malam pernikahan!"


"Kinan hanya memberikan gaun pada El! Dia juga Mintak Itu tadi, tapi Kinan tak tahu apa yang dia maksud!"


Serly lansung menepuk keningnya gerah. pantas saja Kak Exell pergi kalau begini. Pemandangan ini ternyata menyiksa Pria itu.


"ikut dengan ku!" Serly menarik tangan Kinan yang memeggang selimut ditubuhnya seraya langkah yang mengikuti Serly menuju kamar gadis ini.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2