Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
apa salah Kinan?


__ADS_3

Langkah kaki kokoh itu menapaki satu persatu tangga yang menuju kekamarnya, Netra birunya menatap jam Roleks yang melingkar di pergelangan tangannya. jam sudah menunjukan pukul 2 malam, ia rasa Bidadari cantik itu sudah terlelap hingga ia bisa masuk kedalam sana.


Exell membuka pintu kamarnya, ia tak melihat apapun diremangan kamar ini, ia masih berfikir kalau sang istri yang ia hindari itu sudah tertidur.


Takkk..


"Elll!"


Deggg...


Exell meneggang ditempatnya mendengar suara lembut membuai yang sedari tadi ia rindukan, kilauan lampu kamar itu menerpa wajah cantik sang istri yang seperti biasa menatapnya lembut penuh gejolak kerinduan.


"Ell Sayang! Kenapa baru pulang jam segini?"


Exell hanya diam mempertahankan wajah dingin dan datarnya, ia tak mau menatap Kinan yang turun dari ranjang mereka dan melangkah mendekatinya.


"Ell! Kinan rindu Exell!" ucap Kinan memeluk tubuh gagah sang suami yang memejamkan matanya merasakan kelembutan dan wangi memabukan yang menguar dari tubuh sang istri.


"Aku juga sangat merindukanmu Sayang!" batin Exell menjawab penuh rasa cinta, namun lidahnya keluh untuk mengeluarkan kata kata itu, ia hanya bisa diam bungkam dengan gejolak rasa yang menerpa fisik dan batinnya.


"Elll!"


"Menyingkirlah!" ketus Exell melepaskan belitan tangan lembut itu secara kasar dari tubuhnya. Kinan mematung ditempatnya menatap kepergian Exell yang melangkah ke kamar mandi.


"Elll hiks hiks!" Kinan berteriak memanggil sang empu yang sedang meringkuk didalam kamar mandi sana, ia tak sanggup mendengar tangisan pilu itu, ia tak tahan melihat wajah cantik tapi penuh luka itu.


"Elll hiks hiks! apa salah Kinan sayang? Jangan begini hiks hiks!" isak Kinan memukul mukul pintu kamar mandi itu dengan tangannya, ia tak henti hentinya memanggil nama Sang suami dengan isakan menyakitkan dari bibir merah itu.


Exell hanya bisa bungkam dengan dadanya naik turun sesak karna nafasnya yang tersendat, matanya sudah merah karna meluapkan rasa sakit didadanya.


"Ell hiks hiks! apa salah Kinan Sayang hiks hiks? apa?"

__ADS_1


"Kau tak salah! Kau tak salah sayang hiks hiks..Dia yang bersalah!" isak Exell menatap keatas langit kamar mandinya.


ia ingin sekali memaki Takdirnya yng mempermainkan mereka hingga sampai seperti ini.


Exell begitu muak dengan semua yang telah ditakdirkan untuknya. Bukankah ia tak pernah memainkan hati seorang wanita? lalu sekarang apa? Hidupnya hancur karna kesalahan yang tak pernah ia lakukan.


Kau bajingan! Kau brengsek..Kalau kau tak ingin kami menyatu bersama, lalu mengapa kau biarkan kami bertemu. Lalu mengapa kau tumbuhkan cinta itu haa?.


Batin Exell membentak nasipnya yang sangan tak beruntung, ia hanya bisa meringkuk menahan rasa sakit dari isakan sang belahan hati yang mempertanyakan perubahan sikapnya.


"Ell hiks hiks! Jangan begini sayang hiks hiks, Kinan tak kuat!"


"Pergilah dari sini!" bentak Exell lalu meremas dadanya yang sakit mengucapkan kata kata itu. ia tak sanggup..ini sangat menyakitkan baginya.


"Tapi apa salah Kinan Ell? kau tak bisa seperti ini hiks hiks apa salah Kinan haa?" teriak Kinan menggedor gedor pintu kamar mandi sekuat tenaganya, ia tak perduli telapak tangannya luka karna terlalu keras mendobrak pintu ini.


"Berhenti sayang hiks hiks aku mohon!" lirih Exell tak tahan, ia mengelus pintu itu seakan membayangkan sang istri yang sedang berteriak pilu diluar sana.


"Kenapa Ell hiks hiks? Kenapa?" isak Kinan merapatkan tubuhnya kepintu itu, begitu juga Exell yang meletakan keningnya sejajar dengan posisi Kinan yang merapat.


mereka sangat dekat, tapi hanya setipis pintu kayu itu yang menghalangi tubuh mereka menyatu, dinding dan rungan kamar ini yang membuat mereka terbatas akan hati dan ucapan yang berbeda.


Dinginnya malam ini dan suara semilir angin yang ikut merasakan bagaimana terlukanya sepasang manusia sempurna ini. mereka hanya bisa diam, menjadi saksi bisu peristiwa yang tak sejalan dengan hati mereka masing masing..


Ohh Tuhan, bisakah kau menghentikan semua ini? buatlah mereka kembali bahagia seperti biasa, Cinta itu sangat tulus dan besar Tuhan..jangan lukai mereka dengan takdir mu yang menyakitkan!


Do'a yang diteriakan para benda mati dan serangga yang mendengar iskan dari mulut mereka, tak ada lagi kehangatan didalam kamar ini kecuali tangisan pilu dari kedua mahluk itu.


Setelah beberapa lama, Exell menormalkan pernafasannya saat tak ada lagi mendengar suara dibalik pintu sana, ia segera membersihkan dirinya lalu membuka pintu kamar mandinya.


Grepp..

__ADS_1


Exell lansung menagkap tubuh Kinan yang terhuyung saat ia membuka pintu tadi, bibir pria itu bergetar melihat lebam ditangan dan kening istrinya,


"Kenapa kau tak mengerti?" lirih Exell lalu menggendong tubuh Kinan dengan lembut menuju ranjang mereka, ia membaringkan tubuh rapuh itu dengan sangat hati hati seakan ini benda rapuh yang bisa hancur kapan saja.


"Apa sakit hmm?" tanya Exell mengecup lebam dikening mulus ini, ia mengecup lama meresapi perasaan yang semangkin menggebu dihatinya.


"Kau sangat cantik Sayang! kenapa kau cengeng sekali hmm?" ucap Exell mengecup bertubi tubi bibir merah yang sudah lama ia rindukan itu, rasa manis, kelembutan yang selalu ia rindukan membuat pikirannya selalu tak tenang jauh dari wanita ini.


Dengan bibir yang masih menempel, Exell meraih kotak obat diatas meja disamping ranjangnya, ia tak ingin melepas kehangatan ini walau sesaat saja.


Exell mengobati luka ditangan istrinya dengan begitu lembut seperti belaian penghantar tidur yang membuat sang empu semangkin nyeyak menatap malam ini. sesekali ia mencium lama tangan lentik itu lalu meletakannya kembali.


Namun, Exell tercekat saat membuka bagain atas gaun malam istrinya, rahangnya mengetat melihat lebam dan memar biru yang menyebar diuluh hati wanita ini.


"Sa..Sayang!" lirih Exell menyentuh memar itu membuat Kinan meringis didalam tidurnya.Exell tak lagi bisa berkata kata, ia hanya bisa meratapi apa yang sekarang ada dipelupuk matanya,


"Kalau kau terluka bersamaku! aku rela melepasmu jika kau bahagia Sayang!" lirih Exell dengan satu tetes air mata yang melewati sudut netranya.


Exell membenamkan wajahnya ke dua gudukan sintal itu, ia memang berhasrat sekarang, tapi ia sadar dengan kondisinya saat ini.


Cup Cup Cup..


Exell menghujami kecupan lembut keseluruh tubuh istrinya yang terbuka, ia akan merindukan semua ini, wajah ini, suara lembut dari bibir merah manis itu dengan cinta dan kasih sayang dari Sang istri.


"Aku mencintaimu Kinan Sayang! Maafkan aku!" bisik Exell lalu memeluk wanita yang meraup separuh jiwa dan raga itu kedalam rangkuhan hangatnya.


Jiwanya kembali tenang dengan kuasa kelembutan dari tubuh ini, sejenak Exell melupakan segala masalah didalam hidupnya. ia hanya memejamkan mata merasakan kelembutan dan aroma tubuh sang istri yang begitu ia puja dan miliki penuh damba.


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2