Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kecuriggaan..


__ADS_3

Lekukan tubuh indah itu berlenggak lenggok seraya menalngkah kedalam Bar besar yang biasa ia kunjungi, wanita cantik bertubuh molek persis Visual wanita dewasa yang khas akan hasrat siapa saja yang menantapnya, tapi tentu saja, Wanita ini menyimpan Misteri yang dalam dengan Rumor yang beredar dengan begitu mencolok.


"Hayy Net!" sapa Lila yang menjadi Patner kerja wanita menggoda ini. Lila adalah teman satu group Wanita ini selama bekerja di Bar Apell dengan tarif yang luar biasa mahal.


"Apa ada pelanggan baru?" suara menggoda itu membuat Lila mengulum senyum, tak ada yang bisa menandingi wanita ini dalam menahlukan sesuatu.


"Masih belum berkunjung Net! silahkan bersantai dulu!"


Lila menuntun wanita itu menduduki Meja Bar yang dikelilingi para jalang yang siap melayani siapa saja yang memboking mereka. entahlah, tempat ini terlihat begitu asik tapi juga menjijikan bagi orang awam yang Sok Munafik dari pemikiran mereka.


"Masih dikejar?" tanya Lila melihat Renata yang begitu tenang tapi menyipan sesuatu yang tak ia mengerti.


Yah, Dia adalah Renata si wanita menggoda yang menjadi incaran setiap mata hasrat yang begitu kelaparan. namun, desas desus itu harus berlawanan dengan Topic utama Publik yang menyiarkan berita baru yang menyaingi ketenaran Renata.


"Dia melawan popularitas mu!" ucap Lila menunjuka majala Fashion yang menampakan seorang gadis super cantik dengan aura keberadaan yang memikat, Netra indah yang mengurung siapa saja yang menatapnya dengan tubuh Proposional yang begitu menggiurkan dengan tonjolan memabukan.


"Dia Sok cantik Net! lihat saja, Dia berani memeluk Tuan Muda kaya raya arogan itu!"


"Dia memang cantik!"


Lila mendesah gerah, apa Wanita ini tak bisa mengerti kemana arah pembicaraanya? sudah jelas bahwa gadis yang terlihat Mempesona itu begitu memberi bongkaman telak bagi Lonjakan Popularitas Renata yang tadinya paling atas dan sekarang malah menjadi perbandingan dikalagan masyarakat.


"Net! kau tak dendam atau apa? biasanya kau akan menghabisi siapa saja yang mendongkrak Karir mu sebagai Model dan Bar sini!"


Renata diam dengan pikirannya sendiri membuat Lila sungguh Frustasi, mungkin memang takdirnya wanita yang sulit dipahami ini terlalu tertutup.


"Belum waktunya! biarlah semuanya berjalan sesuai apa yang dia mau, saat waktu itu tiba, lihatlah Topic besar yang tersiar di media manapun!" ucap Renata ambigu menyeringai licik membuat Lila bergidik.


"Kau itu mengerikan!"


"ada yang lebih dari ku! aku hanya sebuah bayangan dan itu belum saatnya kau tahu!" ucap Renata mengelus kepala Lila seperti kucing kesayangannya yang manis.

__ADS_1


"aku bukan kucing!"


"Siapa bilang kau kucing hmm?"


"Lalu apa?"


"Anjing penurut!" ucap Renata melangkah pergi dengan angkuhnya menyisakan Lila yang sudah membatu dengan wajah datarnya.


"Majikan yang misterius!" ucap Lila lalu melayani pelanggan lainnya yang biasa menjamu Pria Pria disana dengan telaten. Tempat yang ramai didatangi para Pengusaha kaya yang membuat semua dekorasi dan aura tempat ini sungguh berkelas dan glamor, tak hayal Renata menjadi bintang di berbagai tempat berkelas ini.


.....


Sedangkan ditempat lain, Mata biru Pria itu menatap Intens penguntitan yang dilakukan anggota gelapnya pada wanita yang telah lama ia curigai itu.


"Apa dia masih menjadi Jalang disana?" tanya Exell pada Asisten Dion yang membacakan setiap data yang telah mereka cari dengan runtut.


" masih Tuan! Dia bukanlah anak dari Tuan Sinmart dan Nyonya Dahliya Sinmart Tuan! Tuan Sinmart menikah dengan Nyonya Ambers setelah istri pertamanya Meninggal ! dan Nona Gea dan Nona Renata adalah buah dari pernikahan mereka! kedua wanita itu adalah Kembar Tidak identik dengan Sifat yang berbeda dan Kematian Nyonya Dahliya diduga karna bunuh diri setelah dinyatakan Mandul Tuan!" jelas Asiaten Dion lugas dan jelas pada Exell yang mencerna setiap penjelasan ini.


"Gea dan Renata!" gumam Exell mengetuk ngetuk mejanya untuk mencerna setiap kejadian ini. ia merasa Renata memiliki peran penting dalam rencana penyerangan Kinan, tapi bagaimana bisa Renata bekerjasama dengan Mahluk sejenis itu?


"apa mereka memiliki tanda lain?" tanya Exell saat mengingat Kinan memiliki tanda mawar biru yang kadang terlihat lalu memudar kembali dari kening wanita itu membuat ia harus exstra mencerna.


"Kalau Nona Renata! dia memiliki gambar mawar hitam di pergelangan tangannya Tuan! dan Nona Gea, dia hanya memiliki tanda lahir biasa di balik Telinganya berbentuk bulan sabit!"


"Baiklah! Terus awasi dia, dan jangan sampai diketahui!"


"Baik Tuan!" ucap Asisten Dion lalu memerintahakan anggota Exell melanjutkan penyelidikannya.


"Kalau Renata berhubungan dengan semua ini! untuk apa dia melukai Kinan? apa karna mendekati ku atau hal lain?" gumam Exell lalu menyandarkan kepalanya ke kursi kerjanya. mau bagaimanapun, Renata tak bisa pergi dari Mashionnya karna itu cara yang tepat untuk memantau perggerakan wanita itu.


....

__ADS_1


"Lagi apa?" tanya Gebriel pada Gea yang asik membaca majala diruang keluarga mereka. dia sedari tadi mengamati Gea yang terlihat serius membaca sesuatu.


"aa Kak!" Gea terkejut melihat kedatangan Gebriel secara tiba tiba duduk disamping Sofanya.


" Santai aja! hmm baca apa?"


"Ini?" Gea menunjukan majalanya pada Gebriel yang mengangguk.


"Cuman majala Fashion! Liat liat kak Renata!" ucap Gea dengan santainya membuat Gebriel kesal mendengar nama wanita itu.


"Dia itu jahat lo Gea! dia itu wanita murahan, tak tahu diri dan.." Gebriel bungkam saat melihat wajah sendu Gea yang menunduk, membuat Gebriel merasa bersalah.


"Maaf! hmm bukan gitu maksudnya! tapi .."


"Tak apa Riel! aku tahu Renat memang aggak liar! dan dia suka begitu karna Momy kurang memperhatikannya!" ucap Gea mengingat dimana Renata yang sering dimarahi Momynya.


"Seharusnya dia juga bisa mengertikan! Momymu pasti sibuk dan kalau marah pasti ada salahnya!"


"Mungkin! karna kak Renata suka pergi ke Bar, jadi Momy marah marah terus!" ucap Gea lirih, entah sampai kapan semuanya bisa ia capai dengan leluasa karna Renata yang selalu membuat ulah.


" Cihh! Menjijikan!" decih Gebriel merasa jijik membayangkan tubuh wanita itu dijamah beberbagai lelaki hidung belang. sungguh tak ada wanita yang paling hina yang menjajahkan tubuhnya hanya karna hasrat dan ketenaran ke berbagai kalangan pria.


"Tapi di orang yang baik kok Riel! dia suka berdonasi juga"


"Cihh! Cari muka khalik Gea!" sambar Gebriel ketus membuat Gea menggeleng geleng. mau bagaimana pun Renata sudah berumor buruk dimata semua orang disini membuatnya sedikit mencolos.


"Baiklah kalau begitu! lanjut saja bacanya, aku mau ke atas!" ucap Gebriel tersenyum pada Gea yang menganggukinya dengan senyum manisnya seara tangan yeng mebenarkan letak kacamata tebalnya dengan kuciran rambut ekor kuda di kepalannya.


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2