
Gebriel dan Asisten Dion sedari tadi menatap Pria Tampan yang tampak memperhatikan sesuatu dari dalam mobil ini, wajahnya terlihat berseri memancarkan pesonanya membuat dua pria itu menggeleng geleng tak karuan.
"El! kau sudah gila ha? dari tadi senyam senyum sendiri!" kesal Gebriel pada Exell yang acuh, mereka tak tahu Netra Elang itu sedang menatap sang Pujaan hati yang sedang berhenti didekat Restoran Mifood sana.
"Dion!"
"Ya Tuan!"
"Cari tahu informasi tentang Gadis yang di Pesta tadi!"
"Tuan! Disana banyak gadis, yang mananya Tuan?"
"Kau berani sekarang hmm?"
"Maaf Tuan!" Asisten Dion merutuki dirinya yang kelepasan bertanya banyak pada Pria ini, ia menunduk melihat wajah dingin pria menakutkan ini.
"Hari ini kau ku Toleransi!"
Duarr..
Bagai ketiban berlian sebesar karung, Asisten Dion senang bukan kepalang, biasanya kesalahan kecil saja sudah membuat Tuannya mengamuk, tapi sekarang, entah apa yang terjadi hingga ia mau mengampuninya.
"terimakasih Tuan!"
"hmm! Kabari Bian untuk segera menemuiku!"
"Baik Tuan!"
Asisten Dion lansung sigap dengan perintah Tuannya sedangkan Exell masih sibuk melihat keluar jendela mobilnya menatap Bidadari Pulen yang sedang masuk kedalam Mobil itu.
"El! ayolah, sampai kapan kau harus memandanginya begitu? dia itu sangat angkuh, sombong bahkan tak sama seperti Kinan, sangat jauh!" ketus Gebriel berdecak kesal, apalagi melihat Renata yang selalu menguntit gadis itu membuat Gebriel percaya, kalau Gadis jelmaan Dewi kesempurnaan itu sama seperti Renata si wanita penggoda.
"Diamlah!" ketus Exell mengeluarkan Ponsel dari saku jasnya, ia melacak sesuatu yang telah ia tempelkan ke gaun gadis itu.
"Tuan! Mobilnya pergi!"
"Biarkan saja!"
Mereka sungguh jengah dengan Exell yang seenaknya saja, tadi seperti penguntit gelap yang melihat pahatan elok itu dari jauh, sekarang, malah membiarkannya pergi begitu saja, Cihh..Menyebalkan.
__ADS_1
"Ell! Kau...!" Gebriel menggeleng geleng melihat kegilaan pria ini, bukan lagi musuh yang ia lacak, tapi malah Bidadari cantik itu yang terkena jaring kelicikan pria ini.
"Sekali tertangkap maka tak akan lepas!" gumam Exell menyeringai licik melihat kemana si Cantiknya itu pergi, ia mengamati dengan intens, sekali kali Gebriel melihat Exell yang manggut manggut lalu kembali pada wajah seriusnya meneggangkannya.
"Kak! kau pulanglah!"
"Kau mengusirku!"
"Yah!" jawab Exell malas, Pria ini terlalu membuatnya kesal sedari tadi tak mau diam, ia harus melihat kediaman Sang Peri impiannya itu.
"Ayolah El! aku ..!"
"Kakak! Turun atau ku tinggalkan disini! lagi pula kau kan punya Mobil sendiri, punya urusan sendiri, lalu kenapa kau selalu mengikutiku?"
"Cihh! aku hanya penasaran saja dengan Gadis cantik yang dibawa wanita sialan itu!" kesal Gebriel melangkah turun dari mobil dengan Mobil asistennya yang juga sudah datang.
"Kemana Tuan?" tanya Asisten Joy pada Gebriel yang berwajah kembali datar setelah perdebatan tadi.
"Pulang! memangnya kau mau mengikuti Adik gila ku itu" ketus Gebriel membuat Exell tersenyum simpul lalu kembali fokus pada Ponselnya.
"Jangan lupa Pulang! atau Momy akan menggorengku!" teriak Gebriel melambaykan tangannya pada Exell yang mengangguk.
Mereka kembali pada urusannya masing masing, Asisten Dion menjalankan mobilnya menuju tempat Bian yang sudah menunggu mereka di Persimpangan jalan didekat Rumah besarnya.
"hmmm!"
"Semuanya sudah siap Tuan!"
"Baiklah! kau urus keperluan yang lain!" ucap Exell seraya turun dari Mobilnya, ia melangkah dedalam rumah besar yang biasa ia singgahi ketika lelah dalam perjalanan bisnis ke kota ini.
"Tuan Gila lagi!"
"Begitulah! dia sudah memilih wanitanya Bian! aaahh dia sangat cantik! aku saja terpesona dengannya!"
"Yang di Berita itu?"
"hmm! kau tahu sendiri bukan? dia adalah pewaris keluarga Sinmart yang tak main main dalam kekayaan seperti Tuan Muda,tapi sayangnya dia sangat angkuh dan arogan!" decak kesal Asisten Dion seraya memeriksa Email di Ponselnya.
"Mereka cocok! Yang satu sangat cantik dan yang satu sangat tampan, sifatnya juga tak jauh beda!" ucap Bian mendukung tujuan Teman sekaligus bosnya itu, selama ini ia kasihan pada Exell yang tak ingin ada wanita pendamping hidupnya, dan sekarang keajaiban menimpa pria itu.
__ADS_1
....
Sedangkan ditempat lain, gadis cantik itu terlihat sedang serius membaca setiap laporan dari suruhan Adres tentang pelenyapan ibunya bertahun tahun lalu.
"Kenapa kita tak lansung serang saja? tadi aku sudah sangat geram!" Renata mencengkram kertas yang ada dimejanya, ia sudah kepalang dendam dengan setan setan itu.
"Kalau aku menyebutkan semuanya! apa Ayah akan percaya? sedangkan melihat diriku saja dia harus berfikir karna hasutan dua ular itu!" sambung Aliniya tenang duduk dikursi berhadapan dengan Renata yang menghela nafas berat.
"Lalu sekarang apa?"
"Kita harus mengumpulkan bukti yang tepat untuk membungkam mulut mereka! Ayah tak akan percaya hanya dengan benda, dia akan percaya saat mereka yang mengatakannya lansung!"
"Kakak!" Aliniya memeluk Adres yang baru datang dengan aura tersendiri pria itu, ia membawa sebuah Amplop kecil yang seukuran dengan lebar tangan mereka.
"Ini apa kak?"
"Ini surat kesehatan Yang Mulia pada saat di periksa dokter dulu! Dokter itu sudah mati menjadi tumbal pengapdian mereka pada Azua!"
Aliniya mengepalkan tangannya erat, ia sungguh tak habis pikir dengan dua manusia terkutuk itu, mereka rela mengorbankan ratusan nyawa hanya demi kepentingan mereka saja, apalagi mengorbankan nyawa ibunya.
"Jadi! kalian harus hati hati karna Wanita itu punya kekuatan Pengapdian yang tak kalah dengan Kalian! mereka menumbalkan seratus orang di hutan itu untuk membangkitkan Azua yang dulu telah terhisap bersamaan dengan Tuan Zrexs! mereka membangun kekuatan dari darah kebencian dan kejahan yang kuat! jangan lengah dan gegabah!"
"hmm! baik kak"
" Kak! apa aku harus tinggal di tempat mereka?" tanya Aliniya menyandarkan kepalanya ke dada bidang Adres yang mengelus surai hitam itu lembut membuat Renata menggeleng geleng.
"Untuk melindungi Tuan besar! kau harus bersama dengannya, karna dia sedang sakit Sayang!" ucap Adres lembut pada Aliniya yang mengangguk mengerti lalu berdiri melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Ini sudah jam 10 malam! Aku pergi ya Kakak, jaga diri baik baik! dan jangan lupa makan!" ucap Aliniya mengecup kening pria yang sangat ia sayangi itu.
"Sesuai keinginanmu yang mulia!"
"Yasudah! kami pergi!"
"hmm!"
Adres mengantar dua gadis itu menuju pintu keluar gerbang utama di Istana besar Rings Flowers yang terlihat begitu kecil jika di pandang orang lain, tapi sebenarnya tempat itu sangatlah besar memukau mata.
"Semoga berhasil!" gumam Adres menatap mobil gadis kesayangannya yang sudah pergi menjauh itu, ia menatap alam yang ada disekitarnya.
__ADS_1
"Kapan aku akan bertemu denganmu?" gumam Adres menatap gemerlap bintang yang ada diatas sana.Kerinduan itu sudah membuncah sejak lama.
.....