Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kenyataan sebenarnya!..


__ADS_3

3 hari telah berlalu, namun, Exell masih belum pulang membuat Kinan sangat murung, wanita itu hanya bisa diam menatap dalam wajah putranya, selama beberapa hari ini, Pria tampan itu tak memberinya kabar.


Kinan ingin sekali kesana, tapi, Exell pasti tahu apa yang dia lakukan, Kinan tak mau bertengkar lagi dengan pria itu membuat ia bertambah sakit.


"Baby! suruh dadymu pulang" lirih Kinan seraya mengelus kepala mungil Baby Ars yang tampak tertidur dari didekapannya sesekali tubuh mungilnya menggeliat.


"Ell hiks hiks!" isak Kinan frustasi, ia sudah kehilangan akal sekarang, hatinya sangat merindukan pria itu, tapi Exell tak pernah menghubunginya, bagaimana bisa ia bertahan kalau begini.


"Menyingkir!"


"Diamlah, kau mau Kinan tahu kita disini!"


Dua Mahluk itu sudah sedari tadi mengawasi Kinan karna Perintah dari Exell, tapi, kalau Pria satu itu harus patuh pada Perintah Ratu Dahliya yang menyuruhnya menjaga Kinan, ia bungung, kenapa ia harus ditugaskan bersama dengan wanita sialan ini?


"Kau diam!!" kesal Anya pada Anderson yang tak bisa diam karna nyamuk yang mengigit tubuh mereka dari atas pohon sana, Anderson tak terbiasa nagkring diatas pohon ini, Di hutan Kematian, ia biasa punya tempat sendiri.


Plakk..


"Apa yang kau lakukan Sialan?" geram Anya saat Anderson malah menepuk pipinya, ia sudah kepalang kesal dengan pria ini.


"Ada nyamuk di pipimu! aku tak ada maksud lain!"


"Cihh! bilang saja kau Modus!!"


"Aku tak pernah ingin bersamamu!"


"Lalu kenapa kau menguntitku?"


"Aku disuruh Ratu Dahliya, kalau tidak begitu, najis aku bersamamu!"


"Tuan! anda terlalu banyak omong!"


Anderson hanya mencabik sinis, ia seorang pangeran kenapa harus seperti gelandangan?


"Aku jadi kasihan melihat Nyonya!" lirih Anya bersandar ke dahan pohon disampingnya, Anderson hanya diam seraya memainkan rantung kering disampingnya.


"Kau masih hidup!"


"hmm!"


"Shitt! aku sudah bosan berhadapan dengan orang dingin, Bahkan, Tuan Exell saja tak pernah tersenyum padaku, aku jadi frutasi!"


"hmm!"


Anya menghela nafas berat, resikonya memang begini, hidup itu perlu pengorbanan.


"Adres!"


"Hmm!"


"Apa kau pernah mempunyai seorang kekasih?"


"Hmm!"


Grepp..


"Kauu!!!" geram Anderson saat Anya malah bersandar kedada bidangnya, posisi Anderson itu tepat dibelakang Anya membuat wanita itu mudah menggapainya.


"Biarkan seperti ini!"


Anderson bungkam dengan tubuh yang meneggang, kenapa ia tak bisa menolak? kenapa tubuh Anya seakan menyatu dengan aliran darahnya?


"Apa aku berhak dicintai?"


"Apa?"

__ADS_1


"Tatap aku!"


Degg..


Anderson meneggang saat Anya berbalik mensejajarkan wajah mereka, netra sipit itu sangat cantik dengan lekukan bibir yang pas, bahkan, Wanita ini persis seperti Kaum Orch di Kerajaannya.


"Aku ingin menikah!"


"Dengan?"


"Tidak tahu!"


Anya menyandarkan kepalanya ke dada bidang itu, ia seakan merasa sangat nyaman bersama dengan Anderson, walau ia sedikit jengkel, tapi pria ini bisa menghiburnya.


"Kau itu siapa?"


"Aku hanya anak jalanan!"


"Maksudmu?"


"Aku hanya seorang anak panti bersama Kakakku, kami diambil Queen dan King untuk menjadi anggota Queen Nora dan Dark Devil, tapi, aku rasa aku selalu iri melihat mereka yang sudah menikah!"


"Kenapa?"


"Karna tak ada yang mau bersamaku! Kak Cris sibuk dengan urusannya sendiri, bahkan, dia sudah berubah tak lagi menyayangi aku!" gumam Anya aggak bergetar, Anderson hanya diam mencerna ucapan tulus dari hati wanita itu.


"Umurku sudah 27 tahun, tapi tak ada yang mau serius! mereka hanya ingin bermain-main saja!"


"Memangnya kau ingin mencari seperti apa hm?"


"Tidak ada! yang penting dia serius dan bertanggung jawab, masalah harta, aku juga bisa mencarinya!"


"Nanti akan ku bantu carikan!"


"Hmm! anggap saja aku memberimu Kompetensi!"


"Hm baiklah! kapan kau akan mencarikannya?"


"Saat ini juga bisa!"


"Ah benarkah? kalau begitu, ayo kita cari!"


"Tapi, mereka dari Kerajaanku, kau harus menunggu besok pagi!"


"hmm begitu ya! tidak apa-apa, aku akan menunggu!"


Anderson mengangguk saja, sejujurnya ia pun ada sedikit rasa tak rela, tapi ia menepisnya karna Anya hanyalah debu baginya.


Namun, Anderson terkejut saat melihat apa yang Anya genggam, ia lansung bangun dari sandarannya ke batang pohon, dan menatap wajah sendu gadis itu dengan gemetar.


"Da..Darimana kau dapatkan itu?"


"Ini?"


Anya menunjukan kalung berliontin merah yang ia copot dari lehernya, benda itu tersembunyi dibalik bajunya.


"Aku rasa aku tak membutuhkan ini!"


"I..Itu..!"


"Benda ini hanya benda biasa! aku tak tahu kenapa dulu nyangkut di leherku, tapi sampai besar tak bisa dilepaskan, tapi, tak tahu kenapa sekarang bisa lepas!"


"Da..Darimana kau mendapatkannya?"


"Saat itu umurku masih 7 tahun, King melatih kami untuk berjaga ditempat hutan ilusi Zrexs, saat di tepi aliran air, aku tak tahu kenapa semua angin mengitari tubuhku, Kak Cris lansung melarikan aku ketempat King, dan semenjak itu ini ada!"

__ADS_1


Anderson begitu terkejut dengan cerita itu, ia menatap Anya dengan sendu, bahkan hatinya bergetar bukan main. ia ingin berteriak tapi ini terlalu sulit.


"Ma..Mau apa?" tanya Anderson mencekat tangan Anya yang mengangkat benda itu menuju Taman.


"Buang!"


"Aku mohon jangan dibuang!"


"Kau mau ini?" Anya menawarkan kalungnya membuat Anderson tercekat, kenapa ia baru menyadari sekarang ketika Anya sudah ingin mencari orang lain?


"Ka..Kau tak mau lagi?"


"Cihh! buat apa aku memakainya? ini cuman kalung biasa, bahkan bentuknya saja sangat kuno!"


"Itu karna kau tak tahu apa-apa, Anya"


Batin Anderson pilu, ia baru sadar kenapa tubuhnya selalu tak bisa menolak wanita ini, bahkan, Aroma Baby yang khas dari tubuh wanita itu begitu sama dengan si kecilnya.


"Kau ingin menikah?"


Anya merotasi malas, sudah berapa kali ia mengatakan kalau ia ingin menikah jika ada pria yang memang serius, apa pria ini tuli atau bagaimana?


"Sudahlah, aku jadi was-was meminta calon suami padamu!"


Grepp..


"Kauu!!"


"Diamlah!" ucap Anderson seraya memeluk Anya yang hanya bisa diam, mereka hanya menikmati malam ini dengan tubuh yang saling berpelukan.


Anya hanya menganggap Anderson sebagai pria yang sama, hanya mempermainkan wanita, makanya ia bersikap biasa tanpa ada etika sama sekali.


"Pulanglah!"


"Apa?"


"Kau tadi mengeluh banyak nyamukkan, maka pulang saja, biar aku yang mengawasi Nyonya, kau bisa pergi!"


"Tidak mau!"


"Haiss! kau memang spesis langka!"


Anderson hanya tersenyum geli, ia semangkin mengeratkan tubuh keduanya sehingga dinginnya malam ini tak lagi terasa.


"Aku tak akan melepaskanmu untuk yang kedua kalinya"


Batin Anderson menatap wajah cantik Anya yang ternyata telah tertidur didalam pelukannya.


Ia menggendong tubuh wanita itu pergi, lalu memerintahkan anggota yang lain untuk menjaga Kinan.


...........


Sedangkan dibandara sana, tubuh gagah pria tampan itu menatap datar para anggotanya yang sudah berjaga sedari kemaren, ia sudah pulang karna Perasaanya tak sanggup mendiami wanita itu lebih lama.


"Exell!!"


Gebriel yang lansung datang menjemput Exell dari bandara, ia sudah mengurus tentang rencana pria itu besok pagi.


"Apa istriku baik-baik saja!"


"Dia terlihat murung beberapa hari ini!"


......


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2