
Mentari menyapa dengan indah, Kilauan kehidupan itu menerangi semua alam yang ada dibawahnya. kicauan burung dengan ramainya suara kota yang sibuk dengan riuhnya kendaraan yang lalulalang membelah kesibukan masing masing .
Cahaya yang samar samar terhambat tirai itu memasuki kamar sepasang manusia yang sedang terlelap dengan berpelukan mesra.
bibir Pria Tampan itu menempel ke kening gadis cantik yang ada di pelukannya dengan kedua tangan yang membelit tubuh Molek itu dan satu kaki yang mengurung kaki jenjang Lembut membuat mata siapa saja iri dibuatnya.
"Ehmm!" Kinan menggeliat menggesek gesekan hidung mancungnya ke dada Polos Exell yang perlahan terbangun dengan perggerakan gadis ini.
ia beberapa kali mengerijap untuk mengembalikan kesadarannya. namun, ia tertegun saat melihat Kinan yang begitu imut dan cantik terlelap dengan nyenyaknya di pelukan hangat tubuh gagah itu.
sudut bibir pria itu terangkat dengan jari jari yang menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik gadis nya.
"Cantik!" ucap Exell tersenyum mengelus pipi lembut itu, ia menekan lembut dengan jarinya membuat jarinya terbenam dengan keempukan kulit pipi lembut itu.
tapi, Exell gagal fokus saat melihat bibir ranum itu aggak terbuka begitu seksi mengundang bahaya baginya. apalagi Kinan aggak mengadah membuat Exell dengan mudah melihat semua lekuk sempurna itu.
tangan Exell perlahan memeggang dagu tirus berahang itu, jempolnya mengelus lekukan bibir yang sensual itu dengan wajah yang perlahan mendekat dengan pikiran yang sudah kosong.
Perlahan mendekat hingga hembusan nafas itu begitu berbenturan ke wajah masing masing.
Cup...
Exell mencengkram sprey dibawahnya dengan bibir yang sudah menyatu menyentuh satu sama lain. sesaat ia memejamkan matanya menikmati kelembutan ini.
angin pagi yang sejuk itu membuat suasana begitu romantis dengan kibaran tirai yang menyelingi nafas keduanya.
Perlahan kelopak mata indah itu mulai terbuka, ia mengerijab beberapa kali melihat wajah tampan Exell yang sudah mendempet dengan bibir yang saling bertaut mesra.
"El!" gumam Kinan membuat Exell terlonjak kaget dan lansung bangun dari kungkunganya.
"Ka..Kau sudah bangun?" tanya Exell pucat menatap wajah bantal Kinan yang menggemaskan. gadis itu beringsut bersandar ke kepala ranjang dengan tangan yang mengucek ngucek matanya yang masih berat.
"Huaaamm! hmmm Iya El!" jawab Kinan seraya menguap lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal sebagai kebiasaan paginya.
__ADS_1
Exell menghela nafas lega saat Kinan tak mempertanyakan apa yang ia lakukan tadi,
"El! Kenapa cium Kinan?"
Glekk..
Exell tercekat ludahnya sendiri mendengar itu semua. baru saja ia ingin bernafas lega tapi sekarang kembali terjepit dengan suasana yang sungguh tak ada di pikirannya itu.
"I..Itu hmm a..aku hanya,,"
"hanya apa El?" tanya Kinan bagun dari sandarannya melangkah ke Walkcloset dengan kembali membawa dua handuk dengan wajah lugunya menatap Exell yang mencari jawaban.
"aku..aku hanya melihat ada ileran di mulut mu!" elak Exell pada Kinan yang seketika memeggang bibirnya.
"benarkah? hmm Maaf ya El!" ucap Kinan tersenyum polos membuat Exell begitu plong dengan semua ini.
"Mau apa?"
"Mandi!" ucap Kinan singkat memasangkan handuk ke tubuh Exell dan handuk satunya ke bahu gadis itu.
"Dengan mu?" pekik Exell terlonjak kaget pada Kinan yang mengangguk membenarkan.
"Kan setiap hari Kinan juga ikut El mandi!" membuat Exell pucat, berarti batang orinya telah banyak di liput oleh Netra indah itu.
"Aku tidak mau! kau mandi di kamar tamu saja!" ketus Exell pada Kinan yang menggeleng tak terima.
"El mandi dengan Kinan! Kinan janji akan mengurus El seperti Momy lakukan pada dady setiap hari!" ucap Kinan pada Exell yang memang sungguh kesal dengan Tabiat Momy dan dadynya yang selalu memberi contoh yang tak baik bagi siapa saja.
"Tapi mereka sudah menikah! dan kau hanya orang asing!" ucap Exell membuat Kinan terlonjak kaget dengan mata yang menatap Exell dengan rumit.
"Orang asing?" lirih Kinan pada Exell yang merasa tidak enak, entahlah, biasanya ia mudah saja mengketusi banyak orang, tapi kalau dengan gadis ini, ia seakan juga merasakan apa yang Kinan rasakan.
"Ma..Maaf! bukan itu maksud ku?" ucap Exell pada Kinan yang menyerahkan handuknya ketangan Exell.
__ADS_1
"El mandilah!" ucap Kinan dengan suara bergetarnya membuat Exell perih, Kinan ingin melangkah pergi namun tangan Exell mencengkal perggelangannya hingga tubuh gadis itu kembali kepelukannya.
"Sudahlah! ayo mandi bersama!" ucap Exell pada Kinan yang seketika berbinar cerah dan lansung menarik tangan Exell kekamar mandi luas sana.
.....
sedangkan di hutan yang selalu gelap tanpa pencahayaan itu sedang bertabur darah yang sangat kental dengan bau amis yang kuat.
deretan kepala para manusia yang sudah berhamburan itu membuat hawa menyeramkan yang kuat, dengan seringaian dari bibir yang sudah melebar mengoyak rahang wanita mengerikan itu.
"Apa itu sudah cukup Maing ?" tanya para Siluman yang sangat menjijikan dengan tubuh yang hitam besar, mata merah serta taring yang tajam, belum lagi dengan bulu hitam yang lebat menumpuk di lengan mereka membuat sosok ini begitu menyeramkan.
"Ini tak cukup! sssss ini hanya setengah dari daya tubuh ku ssss !" ucap Azua yang memang membutuhkan darah sebagai sumber kekuatannya, ia memerintahkan pasukanya Azura untuk mencari para Tumbal yang membuat ia bisa bertahan hidup hingga ratusan tahun hanya dengan cairan merah segar amis itu.
"Berapa lagi yang kau butuhkan Maing ssss?" tanya mereka menatap Azua yang menunjukan taring berlendir dan berlumuran darah itu.
"aku butuh Darah Kesucian! darah Ketulusan dan Cinta yang menyakitkan! aku butuh rasa sakit dari mereka yang datang pada ku untuk menyerahkan diri mereka ssss !" ucap Azua dengan suara yang membuat bulu kuduk merinding takut.
"Apa Gadis Suci itu Maing ?"
"Hmm Yah! Aku butuh dia, jiwa ketulusan, kesucian, jiwa rasa sakit juga Cinta yang besar..Dan disaat malam purnama itu tiba! aku harus mendapatkan jiwa itu, ha ha ha ha !" suara tawa yang menggelegar membuat burung burung di hutan itu berterbangan dengan ricuhan ketakutan itu.
mereka saling pandang lalu menyeringai membuat lendir itu meleleh menyentuh tanah membuat rerumputan dibawahnya yang tadinya hijau perlahan menghitam hingga melisut kering dan menjadi abu.
"Apa pun caranya! buatlah jiwa itu menderita hingga dia melangkah mencari ku dan menyerahkan semuanya pada Ku !" titah Azua telah membayangkan bagai mana Nikmatnya jiwa ketulusan gadis polos itu merasuki tubuhnya hingga membuat ia begitu sempurna dan sangat kuat.
"Baik Maing!" ucap mereka lalu menghilang dengan laksana asap dan api yang menyusun diri mereka.
"Hmm Adik! Aku akan membalaskan rasa sakit mu ketika kau sudah bergabung dengan ku hahahah..Cinta itu Sangat bersenjata tapi juga menjadi racun! Kalian manusia bodoh hahahaha !"
Mungkin ini memang tak masuk akal, tapi mereka memang ada, menunjukan eksistensi dengan obsesi ingin mengalahkan para manusia.
.....
__ADS_1
Vote and Like sayang.
author kesayangan mah hanya minta satu..Voteee ama Like dan Coment yang bermanfaat nyak 😂