Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Kau harus pergi!..


__ADS_3

Flashback Of.


.....


3 hari telah berlalu, besok adalah Penantian segalanya, Netra indah itu menatap hamparan bunga Mawar yang khusus tumbuh di Peraduannya, matanya terlihat kosong dengan guratan yang hanya dimengerti oleh gadis itu sendiri.


"Apa kau sudah menikah lagi?" satu pertanyaan yang terlontar dari bibir manis itu, ia punya banyak kepribadian, kadang ia merindukan sosok gagah itu, terkadang ia ingin menjahui Pria itu, entahlah, ini seperti perdebatan hati dimana ia sudah lelah untuk berharap pada cinta, ia takut akan tersakiti kembali dan kehilangan untuk yang kedua kalinya.


"Aliniya!"


"hmm!"


"Sedang apa?"


"Kau seharusnya tahu aku sedang apa!" ketus Aliniya menatap kesal wanita cantik ini, ia masih menyimpan kegeraman akan perlakuan Renata saat ia masih polos dulu, sekarang, ia mempunyai jiwa penerus dan gadis polos pendamba cinta itu.


"Kau masih mengharapkannya?"


"Menurutmu?"


"ayolah! jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan!" kesal Renata pada Aliniya yang mendelik acuh,


"Kami tak akan bisa bersama! jika berdekatan, hanya akan menorehkan luka! dia pria yang normal, hidup dengan manusia sebangsanya dan sedangkan aku? Cihh..Menyebalkan!"


"Kau anggap aku apa ha?" geram Renata tak terima, ia sedikit menyesal merubah gadis ini menjadi sangat teliti dan tak bisa dibodohi, lebih baik Si Bayi polos itu dari pada Pewaris keangkuhan ini.


"Kau memang Menyebalkan!" umpat Aliniya dengan bibir yang terangkat sinis, Renata mengepalkan tangannya erat dengan deru nafas yang tak teratur.


"Kalau bukan Putri Yang Mulia Ratu Dahliya! aku tak ingin tunduk padamu!"


"Aku tak menyusuruhmu Tunduk! kau saja yang mendekatiku!"


"Aliniyaaaaaa!" pekik Renata saat gadis itu malah menjipratkan air Pot kewajahnya dengan gerakan tangan lentik itu, ia ingin sekali mencakar wajah mempesona ini.


"Wanita bermuka dua!" ketus Aliniya pada Renata yang terngangak, Aku? Bermuka Dua? Whattt? apa kau gila? Lihatlah sifatmu yang suka berubah ubah Nona!. jeritan kekesalan Renata yang tak bisa berkutik dengan Putri Pewaris ini.


"Kakak!" Aliniya memeluk Adres yang baru datang dengan wajah datar pria itu, Renata menggeleng geleng yang melihat Pewaris Bunglon yang sangat manja ini.


"Sedang apa?"


"Kau tak lihat kami sedang apa?"


Whusss..Bugh..

__ADS_1


Renata tersungkur akibat hempasan tangan putih itu ke lantai sana, Renata mengumpat bukan main, ia menyebut semua Daftar hewan yang ada di lingkungan Rings Flowers ini.


"Berani kau bicara begitu pada Kakakku!" geram Aliniya menunjuka aura yang tak bersahabatnya pada Renata yang menelan ludahnya berat, ia kelepasan sekarang.


"Maaf! aku hanya bercanda!"


Adres hanya menggeleng geleng saja, ia mengelus surai hitam sampai pertengahan dada ini, begitu lembut sangat teratur dan tentunya harum.


"Kau sudah siap?"


"Hm! Aku siap, mereka harus tahu bahwa ibuku tak Mandul dan bukanlah wanita biasa yang bisa mereka injak!" Aliniya menunjukan bagaimana kegeramannya dan amarahnya dengan dua wanita ular itu, apalagi dengan Renata yang tampak sangat bersemangat.


Pengorbanannya dan Sang Ibu Ratupun tak akan sia sia, ia rela menjadi cemo'ohan orang selama ini, ia rela merusak hidupnya sendiri demi Kebangkitan Putri Mahkota Pewaris Kerajaan Rings Flowers yang hanya di lihat oleh Bangsa seperti mereka,


"Kau harus Temani Aliniya sampai tujuannya tercapai, setelah itu! kita harus kembali membangun Kerajaan ini dengan Kerajaan Bisnis keluarga Sinmart berada di tanganmu dengan Penerus Kerajaan Rings Flowers di genggaman mu!"


Alinyia mengangguk, ia harus membereskan ini secepatnya dan tentunya ia harus menahan diri saat bertemu dengan Pria mempesona itu, ia tak akan jatuh kedalam lubang yang sama, Cukup sudah Cinta suci Kinan yang terkubur bersama gadis polos itu, Sekarang, Dia adalah Aliniya Dahliya Sinmart, Penerus kerajaan Bisnis sang ayah dan juga pemeggang kendali Kerajaan yang diwariskan oleh Ibunya.


Dia adalah gadis Kuat, tangguh dan tak akan memberi ampun pada orang orang yang menghancurkan keluarganya.


....


Di tempat lain, Netra biru itu menatap penuh rindu pada Gaun Pernikahan sang istri yang telah ia urus dengan sangat baik, ia mengelus permukaan yang lembut itu dengan penuh kasih sayang seakan sang empu yang membuat ia merindu sebesar ini berada di pelukannya.


"Sayang! Kapan kau akan pulang?" bibir Pria itu bergetar meratapi nasipnya yang menyedihkan, Cinta didalam dadanya semangkin menggebu ruah bagaimana ia bisa meluapkan rasa ini? Bagaimana?


"Tuan!"


Suara Asisten Dion dari luar kamar sana, ia dengan cepat menghapus lelehan bening yang tadinya menetes di sudut matanya.


"Hmmm!" jawab Exell kembali dengan sikap datarnya, ia menyimpan kembali benda itu ditempatnya, lalu membuka pintu kamarnya.


"Ada apa?"


"Besok ada Pesta besar tentang Pewaris Kerajaan Bisnis keluarga Sinmart Tuan!"


"Aku tidak datang!"


"Tapi Tuan! Perusahaan kita juga setara dengan mereka, jadi Kehadiran anda akan menjadi penentu acara itu!"


"Ini hanya Pelantikan bagi Putri keluarga Sinmart! aku tak punya niat menghadirinya!" kekeh Exell merasa kesal waktunya bersama peninggalan sang istri tercinta itu terganggu, apalagi mendengar ucapan Asisten Dion yang membuat ia semangkin muak.


"Kau harus pergi Boy!" suara tegas Dady Arkan yang melangkah mendekati mereka, Pria paruh bayah itu terlihat mendengar ucapan mereka tadi.

__ADS_1


"Dad! itu acara tak penting, mereka hanya akan mengumumkan pewaris selanjutnya keluarga itu!"


"Tapi Tuan Sinmart adalah Kerabat Kita! Dia adalah pria yang baik dan sangat lembut, jangan kecewakan dia dan pertemanan keluarga kita Boy! aku hanya jahat ketika orang jahat! tapi kalau dia baik, maka aku akan lebih baik! Tanamkan itu pada dirimu, walau kita bukan Manusia sempurna, setidaknya, jangan hancurkan hubungan yang ada!"


"Apa maksud dady?"


Dady Arkan menghela nafas berat, membuat kening Exell mengkerut, Bijak sekali mantan Mafia ini, tak biasanya kata kata pengampun itu keluar dari mulut keangkuhan itu.


"Dady hanya tak mau kau menjanda seumur hidup! setidaknya berikan aku dan Momymu cucu penerusmu nanti seperti keluarga mereka!" ucap Dady Arkan pada Exell yang kembali berwajah dingin, Sudah biasa Pria ini menyebutnya janda perjaka, tapi, kali ini ia merasa kesal karna istrinya masih ada.


"Terserah kalian saja!" ucap Exell dingin lalu masuk kedalam kamarnya dengan pintu yang tertutup keras.


Brak..


"Maafkan Tuan Muda Tuan Besar!"


"Sudah biasa dia seperti itu setiap bicara soal wanita!" ucap Dady Arkan lalu melangkah pergi, sejujurnya ia ingin bertanya, Untuk apa Exell membangun Kastil megah di lapangan besar di pelosok sana, jauh dari kota dan tentunya sunyi.


"Mungkin Putraku sedang ingin membangun Kerajaan!"


.....


"Hahahahah! Sungguh, ini sangat menyenagkan!" tawa kebahagian itu lepas melihat wajah cantiknya di pantulan cermin sana, ia begitu cantik dan sangat memukau.


"Sayang!" suara wanita paruh baya yang datang dari arah belakang sana, pakaian glamor itu terlihat berkilap dengan cahaya lampu kamar megah ini.


Kemewahan yang sangat menggiurkan mata mencukupi kehidupan mereka, siapa yang tak mau menjadi pendamping hidupnya dengan harta yang melimpah ini?


"Kau tak sabar untuk acara besok?" wanita paruh bayah yang masih tampak cantik itu menyisir rambut Putrinya.


"Yah Mom! aku akan jadi Ratu yang akan menarik perhatian semua orang, aku pewaris kekayaan Si Tua itu dan merajai semua harta dan kekuasaan tanpa batas ini!"


"Kau benar Sayang! Putriku yang tercantik dan yang pasti, Kau akan mendapatkan apa yang kau mau!" ucap wanita itu menagkup pipi mulus putrinya, ia sungguh berharap banyak akan Pelantikan besok siang, dimana hal yang telah bertahun tahun ia tunggu itu kembali ketangannya.


"Mom! apa saudari bodohku itu juga datang setelah menjadi kambing hitam?"


Wanita paruh baya itu tersenyum licik, ia duduk diatas meja rias Putrinya dengan mata yang seperti ular yang begitu selidik.


"Dia itu bodoh! dia percaya kalau dia akan menjadi pewaris pertama di Keluarga Sinmart dan tentunya, dia membantu kita melenyapkan gadis sialan yang menghalang jalanmu untuk memikat Pria Berkuasa itu Sayang!"


"Benar Mom! Bahkan, dia sudah hangus bersamaan dengan Hutan yang sudah meledak itu, entah seperti apa bentuk tanah itu sekarang? yang jelas, Langkah terakhir harus dimulai besok!"


Mereka saling tatap penuh kebahagiaan lalu tertawa bersama dan berdansa seakan ini adalah hari kemenagan yang harus dirayakan.

__ADS_1


...


Vote and Like Sayang..


__ADS_2